Membaca Tulisan Lama

Berhubung hari ini lagi kurang ide, dan kebetulan lagi update cerita dengan teman yang dulu sama-sama rajin ngeblog, jadilah kepikiran bongkar-bongkar tulisan lama. Sebenarnya kegiatan membaca tulisan lama ini sudah sering dilakukan kalau lagi iseng, dan setiap kali pas membaca tulisan sendiri, malah lupa kenapa dulu nulis gitu ya?

Dulu, menulis blog itu bener-bener seperti mindahin unek-unek. Tapi demi menjaga privasi, seringkali tulisannya penuh dengan anonimitas. Nah masalahnya, sangkin anonimnya saya sendiri jadi lupa dulu itu ngomongin siapa ya? Terus baca komen-komennya, malah jadi ketawa-ketawa sendiri. Walaupun dulu sudah baca komen-komennya, tapi rasanya lupa kalau pernah baca teman-teman yang malah jadi panjang diskusi di komen padahal tulisan blognya singkat padat dan penuh anonimitas hahahaha.

Kadang-kadang waktu membaca tulisan lama, jadi ingat juga dengan beberapa hal yang terlupakan. Pernah juga pas membaca, saya pikir itu tulisan Joe, eh ternyata pas dilihat itu tulisan saya. Terus merasa heran sendiri, loh kok gaya tulisannya beda ya dari biasanya?

Kebiasaan menulis random ternyata bisa jadi hiburan buat diri sendiri juga. Tapi kalau memperhatikan tulisan sendiri, gaya bahasanya banyak berubah. Kalau dulu, ada banyak tulisan yang kurang positif, kalau sekarang saya berusaha menulis hal-hal yang lebih positif. Kalau kata Joe, kita menuliskan yang ingin kita ingat saja, kalau nulis yang kurang positif nanti gak enak pas membacanya kembali.

Dalam rangka menularkan menulis setiap hari, kemarin saya membelikan buku Diary 2019 buat Jonathan. Saya minta dia menuliskan sedikit cerita setiap harinya di diary itu dan untuk setiap tulisannya nantinya akan ada rewardnya 100B. Syaratnya tulisannya harus rapi dan menuliskannya mengikuti aturan penulisan yang benar (huruf kapital, tanda baca, dan spacing yang jelas). Tanpa disangka, karena ada rewardnya, Jonathan semangat banget buat nulis. Dia nanya apakah boleh menuliskan hal yang dia ingat di hari-hari sebelumnya? dan apakah ada rewardnya juga? waktu saya bilang boleh, diapun segera mengisi diarynya beberapa hari ke belakang.

Sebenarnya, sejak tahun lalu Jonathan sudah saya ajak untuk menulis jurnal singkat setiap harinya, tapi bertahan hanya sampai February saja. Pernah juga berusaha menyuruh dia menuliskannya menjadi blog post dengan memanfaatkan fitur voice typing di HP, tapi ya akhirnya ga jadi juga. Nah sekarang ini Jonathan perlu banyak latihan menulis, jadi ya sekalian saja menulis di buku diary.

catatan reward untuk hari yang udah ada tulisannya

Baru menulis 2 hari dia udah menghitung-hitung jumlah pendapatan yang akan dia peroleh di akhir tahun. Bahkan sudah meminta ada harga ekstra kalau ceritanya baguslah, atau edisi khusus gitu. Ya, semoga saja dia tetap rajin mengisinya, setidaknya kalau dia berhasil nulis setiap hari selama 2019, di akhir tahun dia akan bisa membaca ulang tentang hari-harinya selama setahun ini. Kegiatan Jonathan ini juga buat pengingat ke diri sendiri untuk menulis setiap hari.

Suatu saat tulisan ini juga akan jadi tulisan lama. Tadi kepikiran ngasih link ke contoh tulisan lama yang sangat anonim sehingga lupa tentang siapa dan bagaimana ceritanya, tapi sepertinya kalau dibuka tulisan lama secara random, selalu saja saya ketemu hal yang bahkan saya gak ingat saya nulis tentang apa. Biar saya tulisan ini dan tulisan-tulisan jenis itu menjadi hiburan saja, dan siapa tahu menjadi inspirasi tulisan di kemudian hari hahahaha.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.