Polusi Chiang Mai 2019

Tinggal di Chiang Mai itu menyenangkan, asal gak ada musim polusi. Kemarin dan hari ini, merupakan hari dimana kadar polusinya paling tinggi selama kami di Chiang Mai, dan mudah-mudahan gak ada lagi yang lebih tinggi di kemudian hari.

Kemarin pagi, melihat keluar saja terasa banget kabut pekat. Sinar matahari terhalang asap. Waktu keluar rumah, terasa seperti ada tetangga lagi bakar sampah. Cek di website, wah diatas 300, udah level hazardous. Cek pakai sensor yang kami punya, wah ternyata diatas 500!. Pantesan bangun pagi tenggorokan yang dari kemrin mulai terasa gatal semakin parah.

Saya gak tahu persisnya kenapa tiba-tiba kemarin polusinya meninggi. Saya belum dapat berita persisnya, tapi biasanya kalau sampai tinggi begini karena ada kebakaran hutan. Musim panas yang sangat kering membuat hutan cenderung mudah terbakar. Beberapa tahun lalu biasanya yang terjadi ada yang membakar sisa ladang, lalu ada juga yang membuka lahan di hutan untuk bertanam jamur, lalu tanpa sengaja menyebabkan kebakaran hutan.

Sebenarnya pemerintah Thailand sudah mengeluarkan larangan dan menerapkan denda untuk siapa yang ketahuan membakar sisa panen sejak 1 Maret sampai 31 Maret, tapi sepertinya orang-orang nekat bakarnya malam-malam sembunyi-sembunyi. Kabarnya juga, asap ini gak sepenuhnya dari kota di utara Thailand, tapi juga sebagian dari negara tetangga di utara Thailand.

Untungnya sudah punya filter udara. Tutup semua pintu dan jendela dan nyalakan semua filter. Supaya efektif, saya usahakan filter bekerja di ruangan yang kecil saja. Jonathan ada ujian taekwondo kemarin, jadi Joe dan Jonathan mau tak mau harus ke mall.

Di mobil, kami juga punya filter udara, dulunya filter udara ini dapat gratis waktu beli filter besar 8 tahun lalu, dan berasa sekali kegunaanya kalau lagi polusi begini. Lokasi taekwondo Jonathan itu di mall, memang mall itu indoor, tapi karena di mall tidak ada filter udara, banyak orang di dalam mall tetap pakai masker penutup hidung.

Mask yang disarankan untuk menghadapi polusi saat ini itu harus yang bisa memfilter PM2.5, jadi bukan sekedar mask biasa. Joe sudah beberapa hari ini pakai setiap jalan ke kantor karena dia sempat batuk parah.

Saya dan anak-anak biasanya cuek, dan akhirnya memutuskan membeli mask untuk Jonathan pakai di mall. Sebenarnya harga mask nya gak mahal, yang Joe beli harganya 150 baht dan cukup bagus, tapi ya makai mask itu tidak nyaman. Jonathan sudah cukup besar untuk diberi pengertian tetap memakai mask walau tidak nyaman, tapi Joshua sampai sekarang gak suka disuruh pakai mask, jadi memang lebih aman untuk di rumah saja.

Seperti kata teman saya, asap ini asalnya pasti karena ada api, walau tidak tau apinya dari mana, saya bersyukur sore hari ini walau belum ada hujan tapi ada angin yang cukup untuk membuat kadar polusi jauh berkurang di bawah 100.

Joshua yang sudah bosan selama berhari-hari gak boleh main di luar rumah, sejak pagi beberapa kali sudah pengen main di luar. Setelah cek kadar polusi pm2.5 hanya sekitar 60, kami pun ijinkan dia main di luar.

belum benar-benar bebas polusi, tapi cukup aman untuk main sebentar di luar

Banyak orang asing di Chiang Mai yang selama ini merasa Chiang Mai sangat menyenangkan, langsung berubah pikiran ingin pindah saja dan kembali ke negerinya masing-masing. Tapi kalau kami sih sejauh ini masih gak merasa kecut dengan polusi begini. Yang penting siapkan perlengkapan menghadapi polusi, toh polusinya gak sepanjang tahun.

Tahun ini, Joshua dan Joe sudah duluan batuk pilek sejak beberapa minggu lalu, saya baru kena minggu ini dan kalau liat di memory facebook saya selalu tumbangnya tanggal segini ini. Tahun ini mudah-mudahan Jonathan tetap sehat, sejauh ini dia yang paling sehat di antara kami ber-4.

Harapannya 2 hari ini merupakan puncak polusi, dan setelah ini hujan turun, atau angin kencang dan polusi segera berlalu. Saya ingat sejak beberapa tahun lalu, menjelang akhir Maret akan ada hujan beberapa hari, dan awal April udara berangsur-angsur semakin bersih dan semua kembali normal.

Tulisan ini juga buat mengingat lagi, tahun-tahun berikutnya sebaiknya tanggal segini pergi liburan dari Chiang Mai mengungsi dari polusi hehehe. Kalau pembaca ada yang niat jalan-jalan ke Chiang Mai juga supaya tahu, jangan datang di musim polusi ke Chiang Mai (sekitar Februari pertengahan sampai awal April).

Joshua dan Angka

Posting ini cuma mau mendokumentasikan beberapa cara Joshua bermain dengan angka, supaya ingat kapan dia semakin mengenal angka. Semua ini mau-maunya dia saja dan gak pernah kami suruh, jadi dia memang kreatif kalau mau belajar sesuatu bisa menemukan caranya sendiri.

Sekarang ini Joshua sudah lancar berhitung sampai beberapa ratus, bahkan menghitung mundur dari 100 kembali ke nol juga dia sering lakukan dengan sabar (saya yang ga sabar nungguin dia ngitung mundur hehehe).

hitung 100 ke 200 pakai punya kakaknya

Oh ya, Joshua paling lancar menghitung dalam bahasa Inggris. Tapi juga dia bisa berhitung sampai 20 dalam bahasa Indonesia dan Thailand. Beberapa waktu lalu dia mulai mempelajari menghitung dalam bahasa Mandarin sampai 10, dan waktu saya belajar angka dalam bahasa Korea, dia juga ikutan menghitung dalam bahasa Korea sampai 20 hehehe.

Selain mainan playdough untuk membuat angka-angka, sekarang ini kalau dikasih ipad ujung-ujungnya juga menulis angka sambil memilih warnanya. Dia akan menuliskan angka, lalu misalnya menyebut five blue. Kalau kita ada disampingnya, kita akan dia tarik untuk ikut menyebutkan five blue.

Kadang-kadang dia sangat rajin, bikin bingkai angka pakai warna hitam, lalu warna tengahnya dia isi warna berbeda. Lalu ya dia minta kita sebut nama angkanya dan warnanya.

Selain menulis angka, dia juga senang mengetik angka. Kalau papanya lagi bekerja dengan laptop, dia akan mengambil alih laptop dan mengetik nomor-nomor.

mengetik angka

Joshua ini memang ada musimnya, sebelumnya musim alphabet, lalu musim berusaha membaca, lalu musim menghapalkan tabel perkalian tanpa mengerti konsep perkalian. Sekarang ini musimnya kembali membentuk angka sambil mempelajari dasar penjumlahan.

Dia suka menjumlahkan dengan jarinya, atau dengan benda-benda yang bisa dia hitung, atau bahkan dengan menggambarkan bulatan-bulatan untuk dihitung di white board.

Saya gak tahu setelah ini musim apalagi untuk Joshua, tapi selama dia mau belajar dengan semangat (tanpa disuruh), saya sih senang karena tandanya dia memang ingin belajar dan mudah-mudahan semangat belajarnya tetap ada sampai besar nantinya.

Joshua dan Playdough

Joshua saat ini berumur 3 tahun 9 bulan. Dia sudah bisa berhitung sampai 100 dari beberapa bulan yang lalu, saya lupa persisnya. Setiap kali dia sedang semangat dengan 1 hal, dia akan mengulang-ulang hal yang sama setiap harinya sampai dia merasa menguasai hal tersebut atau ada hal lain yang lebih menantang buat dia.

Setelah beberapa waktu lalu dia berusaha menghapal tabel perkalian, dia kembali lagi tertarik dengan angka. Kali ini dia punya hobi baru, main playdough. Cetakan playdoughnya ada angka dan huruf, entah kenapa dia cuma mau bikin angka saja. Saya coba tawarkan, mau bikin a b c, dia bilang nggak, mau angka saja.

Sudah beberapa hari ini dia dengan tekun main playdough bikin angka 0 sampai 10, lalu diteruskan sampai beberapa belas. Awalnya tentunya dia minta kami yang bantuin, tapi belakangan dia mulai bisa main sendiri. Pemilihan dough juga ternyata membantu membuat dia bisa main sendiri.

Sebelumnya, kami main playdough homemade. Lalu karena saya belum bikin lagi, papanya inisiatif beliin playdough merek Crayola. Playdough Crayola ini ternyata gampang sekali mengering. Baru dimainkan pagi hari, sorenya sudah jadi kepingan keras seperti sengaja dikeringkan.

Pengalaman mengeringnya playdough crayola, membuat kami membeli merk PlayDoh. Tapi ya ternyata kalau dimainkannya seharian dan gak langsung disimpan, keesokan harinya doughnya terasa agak mengering walau gak seperti Crayola.

PlayDoh orange

Tadi pagi, Joshua insist mau main playdough yang orange, selama ini dia tidak menunjukkan punya warna favorit, ternyata sekarang dia mulai punya warna favorit.

Setelah beberapa lama main dengan dough orange yang sudah agak keras, akhirnya saya bujukin supaya ganti warna, dan dia pilih warna biru.

PlayDoh Biru

Hari ini, dia membuat bola-bola untuk dihitung setiap kali selesai membuat angkanya. Jadi dia akan cetak angka, lalu menunjuk sejumlah bulatan dough yang ada sambil berhitung.

Joshua selalu menemukan cara bermainnya sendiri, kadang-kadang saya heran darimana ide dia untuk bermain seperti itu. Tapi biasanya ya saya ikuti saja maunya seperti apa, asal gak harus terus menerus ditemani.

Sepertinya kalau PlayDoh kali ini habis, saya harus bikin sendiri lagi supaya bisa puas mainnya dan gak selalu kekeringan seperti sekarang.

Belanja Oleh-oleh di Chiang Mai

Tulisan ini buat catatan kalau jalan-jalan di Chiang Mai, belanja oleh-olehnya di mana dan apa saja?

Ada beberapa tempat untuk belanja oleh-oleh, tergantung apa yang dicari. Di sini tidak ada pasar serba ada seperti pasar Chatuchak di Bangkok, tapi ya seperti di banyak tempat, selain pasar tradisional, ada yang namanya pasar malam dan atau pasar dadakan.

Masing-masing tempat punya produk unggulan sendiri dan kisaran harga yang berbeda. Jadi akhirnya kembali lagi mau beli apa? Biasanya pasar yang sifatnya dadakan harganya lebih murah, karena mereka tidak harus membayar sewa tempat. Tapi karena pasar dadakan ini umumnya banyak turis, bisa juga kita salah membeli dan dapat harga turis alias jadi mahal.

Berikut ini tempat saya mencari oleh-oleh kalau mau pulang ke Indonesia atau kalau ada yang minta dianterin beli oleh-oleh. Sekian lama tinggal di Thailand, saya kadang takjub banyak benda yang biasa aja di sini ternyata dijadikan oleh-oleh di bawa ke Indonesia hehehe.

Warorot dan Hmong Market

Pasar warorot ini merupakan 3 pasar jadi 1, disana ada jual bunga, buah dan berbagai pakaian yang harganya tentu lebih murah daripada beli di mall. Di lokasi yang sama dengan pasar warorot, ada lokasi khusus yang menjual pernak pernik tradisional dari hill tribe/hmong market.

Kalau mencari oleh-oleh berupa kain-kain tradisional atau dompet dan tas dengan motif tradisional, bisa dicoba ke hmong market ini. Harganya jelas lebih murah daripada di tempat lain. Kalau kita beli dengan jumlah yang banyak, biasanya bisa tawar harga dan dapat lebih murah dari harga satuan.

Untuk yang mencari pashmina, atau silk Thailand, kebaya ala Thailand atau sepatu/sendal, pasar warorot ini juga bisa jadi tempat mencari benda-benda tersebut.

Selain kain dan sepatu, di pasar buah juga tersedia banyak buah lengkeng dan buah manisan lain yang sudah dikeringkan, daun stevia kering, berbagai bunga kering termasuk bunga chrysantemum kering.

Manisan, bunga kering, mainan kayu ini biasanya ada juga di tempat lain, tapi harganya jauh lebih murah di warorot. Mungkin karena biasanya yang belanja ke pasar ini orang lokal dan bukan turis, jadi mereka memberikan harga lokal.

Oh ya, hampir lupa dengan durian kering dan aneka teh herbal, balsem wangi, semua ini ada di pasar warorot.

Pasar warorot ini buka dari pagi sekitar jam 8 sampai sore sekitar jam 5. Jadi memang kalau cuma punya beberapa hari di Chiang Mai, siang hari itu waktunya jalan-jalan, mungkin akhirnya gak punya kesempatan belanja ke sini ya.

Night Bazaar

Sesuai namanya, Night Bazaar ini bukanya malam hari. Tepatnya mulai sekitar jam 4 sore, sampai tengah malam. Tempat ini menjual segala jenis oleh-oleh dan yang paling populer tentunya kaos bertuliskan Chiang Mai selain kain-kain khas Thailand.

Tempat ini memang sengaja diperuntukkan untuk turis, jadi kadang harganya mereka tawarkan cukup mahal. Kita bisa tawar menawar di sana, tapi ya kadang-kadang tergantung mood tukang jualannya juga.

Selain belanja oleh-oleh, di sana ada banyak restoran dan juga pertunjukkan tari-tarian atau live music. Ya benar-benar pasar malam untuk hiburan turis yang mencari oleh-oleh atau sekedar cari makan setelah siang harinya jalan-jalan ke tempat wisata di sekitar Chiang Mai.

Walaupun tempat ini relatif lebih mahal daripada pasar warorot, kadang-kadang desain kaos nya yang unik bikin kami mau gak mau ya belanjanya ke sini.

Di sini karena tokonya sudah fix, saya sampai punya langganan toko yang tanpa sengaja jadi tempat saya beli kaos. Awalnya saya ga ngeh kalau itu toko yang sama, tapi penjualnya yang sangat ramah bisa ingat kalau saya pernah ke situ dan dia bisa detail ingat saya datang beli apa aja. Ya lumayan kalau kayak gitu bisa dapat diskon deh belanjanya hehehe.

Saturday Market

Saturday Market ini sesuai namanya hanya ada di hari Sabtu. Pasar ini merupakan pasar kaget di sepanjang salah satu ruas jalan di dekat kota tua Chiang Mai. Karena sifatnya yang pasar kaget, banyak produk kerajinan tangan yang di bawa oleh produsen dari perkampungan sekitar dijual dengan harga murah di sana.

Biasanya pilihanya gak lebih banyak daripada warorot ataupun night bazaar. Tapi kalau beruntung bisa menemukan benda-benda unik dengan harga murah. Satu waktu saya beli tas kulit dengan harga 100 baht saja (sekitar 45 ribu rupiah). Tas kulitnya ya bukan kulit buaya, tapi asli kulit loh, bukan kulit plastik hehehe.

Sunday walking street

Seperti halnya Saturday market, Sunday Walking Street ini juga bukanya hanya malam hari dan merupakan pasar dadakan. Dan sesuai namanya pasar ini hanya ada di hari Minggu. Bedanya apa dengan pasar yang hari Sabtu? lokasinya beda. Ruas jalan yang digunakan lebih panjang untuk Sunday walking street.

Produknya gimana? ya produknya mirip-mirip dengan Saturday Market, dan harganya juga bisa lebih murah. Tapi kalau mencari kaos dengan desain Chiang Mai, harganya bisa lebih mahal daripada Night Bazaar.

Di Sunday walking street ini selain belanja oleh-oleh ada banyak juga makanan dan pertunjukan alias orang ngamen. Selain itu ada beberapa tempat pijat juga untuk yang sudah cape jalan kaki beli oleh-oleh.

Tesco Lotus dan Big C

Nah ini sebenarnya supermarket biasa. Saya baru tahu kalau sabun beras, bedak ponds, beberapa model sendal juga merupakan oleh-oleh yang sering dicari. Selain benda tersebut, tentunya tak lupa Teh Thai Instan, Lemon tea ala thai instan atau berbagai kopi instan yang rasanya beda dengan yang ada di Indonesia.

Benda-benda seperti sabun beras, bedak ponds,atau masker wajah ada juga di minimarket 7 eleven.

Mall

Kadang-kadang mungkin kita gak pengen ke pasar yang di luar dan panas. Mall di sini juga ada yang menjual berbagai oleh-oleh khas Thailand termasuk sabun dari buah, Pashmina, silver ataupun batu giok. Biasanya kalau ada rombongan turis, mereka akan bawa ke Northern Village di Central Airport Plaza. Untuk harganya tentu saja lebih mahal daripada di pasar warorot.

Ini di dalam mall Airport Plaza ketika ada acara yang mengangkat tema tradisional (acara semacam ini sering ada)

Selain barang khas Thailand, mungkin ada juga yang mencari baju/sepatu merk tertentu yang kalau di Indonesia jadi mahal karena jasa impornya. Mall di sini sering ada sale untuk barang bermerk Anello, Crocs, atau sekedar beli baju-baju di Uniqlo. Kalau mencari elektronik juga ya biasanya di mall ini. Ada beberapa mall di Chiang Mai, tapi isinya ya hampir sama-sama saja.

Toko barang bekas dari Jepang

Selain oleh-oleh khas Thailand, belakangan ini di Chiang Mai ada banyak toko barang bekas dari Jepang. Kami dulu sempat sering ke sana untuk mencari mainan anak-anak atau game sega jaman dulu.

Selain mainan, kalau beruntung bisa menemukan tas bermerk yang masih cukup bagus dengan harga murah. Atau yang juga sangat banyak adalah piring dan mangkok keramik yang lucu-lucu dan tentunya dijual dengan harga jauh lebih murah daripada beli baru di toko.

Untuk list toko barang bekas dari Jepang ini mungkin akan saya posting terpisah, karena sudah agak lama gak jalan-jalan ke sana hehhee.

Selamat belanja oleh-oleh, hati-hati over bagasi hehehe.

Masa Liburan Sekolah di Chiang Mai

Tahun ajaran akademik di Chiang Mai dimulai sekitar pertengahan bulan Mei sampai Oktober, lalu anak-anak sekolah akan libur sekitar sebulan dan term ke-2 mulai November sampai Maret. Lalu anak sekolah di sini akan libur sekitar 2 bulan, jadi pas Liburan Songkran alias Tahun Baru Thailand di pertengahan April, sekolah itu sudah pasti libur.

Biasanya liburan Songkran orang Thailand berkumpul bersama keluarga atau jalan-jalan sekeluarga untuk liburan musim panas. Di saat libur sekolah, arus lalu lintas juga lebih kosong dari biasanya, karena tentunya tidak ada kesibukan antar jemput anak ke sekolah. Tapi kan Songkran itu cuma beberapa hari, sedangkan liburan sekolah itu 2 bulan. Anak-anak liburan sekolah ngapain aja dong?

Satu hal yang saya perhatikan berbeda dengan di Indonesia jaman saya sekolah dulu, masa liburan di sini itu banyak kegiatan di sekolah yang disebut summer camp atau holiday camp. Jangan bayangkan camp itu kegiatan menginap, camp ini sebenarnya gak beda dengan kegiatan sekolah, tapi ya tentunya lebih banyak mainnya, gak harus pakai seragam dan gak ada pekerjaan rumah.

Kegiatan camp yang ditawarkan sekolah-sekolah ini biasanya merupakan alternatif buat orangtua yang ga bisa cuti untuk pergi liburan ke luar kota. Saya perhatikan, untuk orangtua yang anaknya masih kecil, camp ini walau harganya lebih mahal dari uang sekolah biasanya, tapi jadi solusi untuk menitipkan anak daripada anaknya main gadget aja seharian.

Untuk homeschoolers seperti kami, kegiatan camp ini merupakan waktunya untuk sosialisasi dan sekalian sebagai hari “liburan mama dari mengajar” hehehe. Minggu lalu Jonathan dan Joshua saya ikutkan salah satu camp selama 5 hari. Setiap hari dari jam 9 pagi sampai jam 3 sore. Mereka cukup senang karena mendapatkan banyak teman baru dan kegiatan yang berbeda dari biasanya. Buat Jonathan, dia senang karena libur dari mengerjakan tugas sekolah, buat Joshua ya pengalaman kalau sekolah seperti apa.

Kegiatan camp nya ngapain aja sih? ya biasanya mereka sosialisasi dengan anak-anak lain, masak-masak, eksperimen science, bikin craft bareng, dan tentunya melatih anak-anak punya keteraturan. Untuk anak seumuran Joshua, mereka bahkan dikasih kesempatan tidur siang setelah jam makan siang.

Kegiatan camp yang diadakan sekolah-sekolah sifatnya tidak wajib diikuti dan mereka menerima umum yang bukan murid di sekolah tersebut. Biasanya setiap minggu akan dibuat tema yang berbeda-beda. Anak-anak bisa daftar hanya 1 minggu atau ikut full. Kalau liburnya sebulan, misal mau ikut full harganya akan lebih murah dibanding ambil perminggu. Kegiatan camp ini win-win sih, anak-anak happy, orangtua yang bekerja bisa tetap bekerja, orangtua yang biasanya ngadepin anak 24 jam jadi bisa istirahat sejenak hehehe.

Dulu waktu Jonathan ikut kelas aerial silk dan piano, ada juga kegiatan camp seperti ini. Pilihannya bisa setengah hari ataupun dari jam 9 sampai jam 3 sore. Di tempat les gambar Jonathan juga sekarang ini ada minggu kraft khusus. Biasanya les nya sekali datang itu 2 jam, untuk kegiatan membuat craft ini, 1 sesi nya 3 jam dan setiap hari.

Karena sudah ada yang mengumpulkan informasi summer camp ini, saya gak akan tuliskan detail apa saja camp yang ada. Silakan kunjungi blog family guide in Chiang Mai untuk melihat ada apa saja kegiatan camp di tahun 2019 ini.

Kalau di Indonesia ada gak ya kegiatan liburan begini yang diisi dengan berbagai hal yang menarik untuk anak-anak? Kalau dulu sih jaman saya sekolah, udah jelas gak ada, tapi sekarang kan udah beda jamannya dengan dulu. Kalau dulu libur sekolah gak butuh camp, tinggal main ama anak tetangga seharian, nah kalau sekarang gimana?

Gara-gara K-drama

Saya jadi iseng belajar bahasa Korea hehehe, dan saya yakin banyak penonton k-drama yang akhirnya penasaran dan mempelajari huruf Korea dan atau transliterasinya.

Pengalaman dari belajar bahasa Thailand, saya gak mau belajar pake transliterasi saja, karena akhirnya nantinya malah bingung. Awalnya beberapa bulan lalu saya belajar pake Memrise tanpa membaca atau berusaha menghapalkan apa saja huruf-huruf yang ada di bahasa Korea.

Hasilnya? ya kadang-kadang emang masih tebak-tebak doang dan kalau tiap hari dilatih, bisalah ingat cukup banyak. Tapi setelah sekian lama gak latihan, semuanya terbang hilang lagi hehehe.

Sejak Joe rajin ikutin kursus di Coursera, saya akhirnya iseng ikutan juga ambil kursus gratisan bahasa Korea. Hasilnya lumayan, baru seminggu belajar saya sudah bisa ingat semua konsonan dan vokalnya. Terus apakah saya sudah bisa baca dengan lancar? tentu tidak hahaha, tetep aja butuh latihan dan konsentrasi tinggi.

Coursera masih di minggu ke – 4

Dari 5 Minggu jadwal belajar, dalam waktu 8 hari saya sudah menyelesaikan materi untuk 3 minggu, dan sekarang masuk minggu ke-4. Tapi saya sedang kesulitan mengingat angka dalam bahasa Korea, sepertinya butuh ngajakin Joshua buat belajar bahasa Korea biar dia yang review saya tinggal dengerin hehehe.

Setelah mengenal huruf Korea, saya kembali lagi memakai aplikasi Memrise yang lama saya tinggalkan. Dan sejak 12 hari yang lalu, saya masih tetap ingat untuk mengerjakan paling tidak sampai ada day streak nya tercapai.

Memrise sudah 12 hari tidak pernah lupa latihan

Sebenarnya tadinya saya pikir dengan aplikasi Memrise saja saya akan bisa belajar secara natural, tapi ternyata belajar dengan materi yang lebih terstuktur seperti yang ada di Coursera justru sangat membantu untuk awalan sebelum terjun bebas pakai Memrise.

Metode belajar dengan Memrise

Saya cukup suka dengan Memrise, karena kita bukan cuma belajar kata-kata saja, tapi langsung phrase dan bahkan kalimat. Selain itu cara belajarnya gak monoton, setiap sekian kata/frasa kita berganti menu apakah itu melatih mendengar, review klasik, melatih pronounciation kita dan juga ada video mendengarkan orang lokal Korea berbicara. Belajarnya juga gak perlu lama-lama, kita bisa atur target kita setiap harinya mau belajar berapa kata.

Walaupun belum selesai belajarnya, tapi dari sedikit yang sudah dipelajari, saya bisa merasakan belajar bahasa Korea ini lebih mudah dimengerti karena saya sudah bisa bahasa Thai. Ada beberapa bunyi pengucapan dalam bahasa Korea yang tidak bisa dituliskan dalam bahasa Indonesia, tapi saya bisa menemukan padanannya dalam bahasa Thai.

Kalau kamu jadi belajar apa gara-gara nonton k-drama? atau kalau belajar bahasa Korea, pakai app atau sumber dari mana? karena belajar Korea ini cuma iseng doang, semoga saya bisa selesaikan Courseranya. Sekarang ini lagi mentok dan butuh konsentrasi tinggi buat mengerjakan quiz berikutnya hehehhe.

Mars dan Jingle Pemilu

Masih sambungan dari ngumpul sosialisasi pemilu kemarin, pulang ke rumah jadi teringat lagu mars pemilu. Eh waktu nyari di YouTube, ternyata taun 2019 lagunya udah ganti. Lagu yang baru lebih bernada riang gembira, tapi mungkin karena belum biasa, rasanya mars yang lama lebih gampang dihapalin.

Supaya gak lupa, saya akan coba tuliskan di sini lirik Mars Pemilu yang diciptakan oleh Mochtar Embut. Lagu ini masih cukup relevan, walaupun nama kabinetnya sudah bukan kabinet ampera lagi, dan saya sendiri harus ingat-ingat ampera itu singkatan dari amanat penderitaaan rakyat. Jadi kabinetnya dulu mengemban misi untuk mengangkat taraf hidup rakyat lepas dari penderitaan akibat penjajahan sebelumnya.

Pemilihan umum telah memanggil kita
S'luruh rakyat menyambut gembira
Hak Demokrasi Pancasila
Hikmah Indonesia merdeka

Pilihlah wakilmu yang dapat dipercaya
Pengemban Ampera yang setia
Di bawah Undang Undang Dasar 45
Kita menuju ke pemilihan umum

Mars Pemilu yang lama ini dikenal dengan sebutan mars pemilu orde baru. Dulu saya ingat, menjelang pemilu akan sering diputar di TVRI (dulu stasiun tv cuma ada TVRI), makanya sampai hapal seperti hipnotis hehehe. Tapi idenya bagus sih, mengingatkan biar jangan sampai gak ikutan kasih suara.

Untuk Mars pemilu yang baru, saya baca katanya sudah ada sejak orde reformasi, tapi mungkin karena saya sudah lama tidak pemilu di Indonesia, jadi gak tau juga kalau lagunya sudah ganti dan tidak tahu seberapa sering lagunya ini diperdengarkan di stasiun tv atau radio.

Lirik lagu pemilu baru, diciptakan oleh Nortier Simanungkalit.

Pemilihan umum kini menyapa kita
Ayo songsong dengan gempita
Kita pilih wakil rakyat anggota DPR, DPD, dan DPRD

Mari mengamalkan Pancasila
Undang-undang Dasar 45
Memilih presiden dan wakil presiden
Tegakkan reformasi Indonesia

Laksanakan dengan jujur adil dan cermat
Pilih dengan hati gembira
Langsung umum bebas rahasia
Dirahmati Tuhan yang Maha Esa


Selain mars pemilu sekarang ada lagi namanya jingle pemilu 2019, saya juga baru liat hari ini hehehe

Berikut ini liriknya:

Tiba saatnya Indonesia untuk memilih (Yuk Memilih)
Besama datang ke TPS salurkan aspirasi
Langsung Umum Bebas Rahasia Jujur dan Adil
Demi Indonesia Damai Sejahtera
(Ayo !!!)
Kita Memilih untuk Indonesia
Menggapai cita lewat suara kita
Bagimu Indonesia Sukseskan Demokrasi
Jadi pemilih berdaulat Negara Indonesia Kuat
Jadi pemilih berdaulat Negara Indonesia Kuat
Penyanyi : Kikan
Pencipta Lagu : L. Agus Wahyudi M
Aransemen Lagu : Eros (Sheila On 7)

Jadi sekarang, udah bisa ikut nyanyi dan tetap ingat untuk gunakan hak pilih ya!