Mencari Handphone Ideal

Saya itu paling malas ganti Handphone. Walaupun sekarang proses perpindahan HP sudah semakin mudah, tapi tetap saja ada banyak aplikasi yang harus login ulang dan biasanya saya lupa passwordnya dan harus reset password dulu. Ceritanya sudah beberapa bulan ini kamera HP yang saya pakai lambat sekali tiap membukanya. Terus HP itu dulu belinya buat dipakai Joe, dan namanya HP kalau Joe yang pakai, pasti deh udah dioprek abis-abisan. HP yang dipakai Xiaomi Redmi Note 5 Pro, tahun lalu sih pas beli udah lebih dari cukuplah spesifikasinya, setidaknya sudah lumayan lebih canggih dibanding Xiaomi A1 yang saya pakai sebelumnya lagi.

Nah, HP Redmi Note 5 Pro ini sudah pernah masuk bengkel bulan September lalu karena kacanya pecah. Entah apa ada hubungannya atau tidak, sebenarnya sejak saya pakai kamera HP ini suka bermasalah dan butuh waktu buat membukanya.

Selain masalah kamera, batere HP juga sudah mulai cepat habis dan kapasitas storage 64GB juga sudah mulai terasa kurang. Makin berasa butuh buat ganti HP.

Sekitar 5 tahun yang lalu, saya memakai Samsung Note 4. Saya ingat HP itu belinya waktu masih hamil Joshua. Walau agak mahal, tapi anggap aja menghadiahi diri sendiri sebelum melahirkan anak ke-2 hahaha. Samsung Note 4 ini bertahan beberapa tahun. Sebenarnya Samsung Note 4 itu mendekati HP ideal pada jaman itu, dan setelah Note 4 saya masih pengen beli Note seri berikutnya, tapi mulai merasa kemahalan harganya.

Setelah Samsung Note 4, saya ganti Asus Zenfone Zoom, lalu berkenalan dengan Xiaomi A1. Makai Asus Zenfone Zoom sekitar 1 tahun, ganti karena problem melambat juga. Xiaomi A1 juga pakai sekitar 1 tahun, dan berikutnya makai Redmi Note 5 Pro bekas Joe.

Harga 3 HP terakhir setelah Note kalau dikumpulkan masih belum cukup buat beli Samsung Note seri baru. Kemarin waktu mau beli HP, Joe menawarkan apa mau beli Samsung Galaxy seri S saja yang relatif masih lebih murah daripada Samsung Note.

Sebenarnya HP Ideal itu bukan dari merknya, tapi dari spesifikasinya. Satu hal yang pasti, gak kepengen pakai iPhone. Pengennya HP yang cepat, dual sim, kamera bagus, kapasitas gede, body ringan, layar gak kecil-kecil amat, ada irDa buat jadi remote dan speknya cukup untuk dipakai beberapa tahun ke depan.

Setelah pilih-pilih dan bandingkan, walau Joe sudah bersedia beliin Samsung Galaxy s10, saya memutuskan beli Xiaomi lagi saja. Kebetulan kemarin baca spesifikasi Xiaomi Mi 9 yang kameranya aja udah 48MP, kapasitasnya juga sudah 128GB dengan RAM 6GB. Sempat agak ragu karena Mi 9 ini tidak ada 3,5mm jack untuk earphone, tapi ternyata ada dikasih kabel adaptor usb-c ke 3,5mm jack dalam kotaknya.

adaptor untuk 3,5mm jack

Setelah lihat harga dan membandingkan antutu score, Mi 9 ini ada versi murahnya. Mi 9T yang kamera untuk selfi bisa naik ke atas, dan ada juga Mi 9SE. Tapi tentunya harga lebih murah karena spesifikasinya dikurangi dari versi biasanya.

Antutu score ini biasanya dipakai untuk membandingkan hasil pengukuran terhadap hardware termasuk HP android. Biasanya yang diukur kinerjanya mulai dari kinerja CPU dan kecepatan rendering display, kecepatan menulis dan membaca ke storage, atau dengan kata lain mengukur kinerja hardware HP secara keseluruhan.

Sebenarnya bedanya sedikit sekali ya dari angka antutunya, tapi dari harganya bedanya lumayan hehehe. Beda antara beli Galaxy 10 dan Mi 9 bisa buat beli 1 HP Android lagi rasanya. Spesifikasi dan baca review dari internet juga bagusan Mi 9 daripada Galaxy S10. Jadilah akhirnya saya memilih Mi 9 ini saja.

Sebenarnya sebelum memutuskan Mi 9, saya sempat mempertimbangkan Mi A3, harganya juga jauh lebih murah dari Mi 9. Tapi, saya pikir kalau beli Mi A3 ada kemungkinan dalam waktu 1 tahun butuh ganti lagi seperti waktu makai Mi A1. Jadi ya mudah-mudahan saja pilihan Mi 9 ini bisa bertahan paling tidak 2 atau 3 tahun, supaya tidak perlu pindah-pindah data lagi.

Oh ya, waktu beli si mbaknya bilang beli Mi 9 ada hadiah tas (padahal tidak ada tulisannya), saya sih iya-iya saja karena belinya bukan karena pengen tas hehehe. Setelah selesai bayar, mbaknya bilang: ini tas hadiahnya. Waah ternyata tas yang di maksud koper untuk kabin. Hahaha berarti abis ini perlu rencana jalan-jalan nih biar kopernya kepakai.

hadiah beli hp disuruh jalan-jalan haha..

2 thoughts on “Mencari Handphone Ideal”

  1. Deuhh ini sister kl udah bahas techno ciamik banget sih. Btw, akutu pake Asus Zenfone lohh sekarang, br jalan bbrp bulan. Apa iya ya bakal melambat, ihh khawatir deh. Gmn ya biar selalu enak dipakai.

    Trus sepupu²ku juga pd ngefans lohh ama Xiaomi, apa emg bener bagus yahh… Pinisirin hehe… Thanks for share yaa, Sistahh

    1. kayaknya postingku harus kuedit, asus yg kupakai zenfone zoom model lama, skrg ini ada banyak model zenfone dan sebelum pindah ke xiaomi kami sempat ngefans sama zenfone. mamaku pakai zenfone lupa seri beraoa udah beberapa tahun masih oke hehe. xiaomi banyak pilihan, dengan fitur yg ga kalah dari Samsung harganya jauh lebih murah. apalagi sekarang xiaomi udah ada garansi resmi, jadi klo butuh reparasi ga usah bingung lagi.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.