PocketChip, PocketGo, dan Pinebook Pro

Posting ini sekedar catatan beberapa benda yang baru saya dapatkan supaya tidak lupa di masa depan. Kebetulan semuanya berawalan huruf P. Hanya Pinebook Pro yang merupakan benda yang benar-benar baru karena hasil preorder, sedangkan yang lain sudah ada lama di pasaran.

PocketChip

PocketChip adalah komputer saku berbasis Single Board Computer CHIP (dulu pernah saya bahas tiga tahun yang lalu). Benda ini memiliki layar, keyboard dan batere, jadi bisa dibawa ke mana-mana. Keyboardnya fungsional tapi kurang nyaman untuk mengetik banyak teks.

PocketChip ini sudah tidak diproduksi lagi tapi baru saya beli baru-baru ini. Saya sudah ingin membeli waktu benda ini diproduksi, tapi masih ragu kegunaannya, tapi kemudian benda ini hanya bisa dipesan ke negara tertentu, dan setelah itu tiba-tiba perusahaan pembuatnya (NextThing Co) bubar. Setelah NextThing Co bubar, sisa benda ini jadi banyak dijual di ebay dan Aliexpress.

Dibandingkan laptop, benda ini cukup ringan dan kecil. Kelebihan benda ini adalah: memiliki GPIO dan bisa menjadi USB Host. Satu hal praktis yang bisa saya lakukan adalah mengakses adb dan fastboot untuk Android. Hal ini adalah sesuatu yang tidak bisa dilakukan dengan mudah menggunakan benda selain laptop/komputer.

Benda ini bisa dihubungkan juga ke iOS dan akan cocok sekali dipakai untuk menjalankan exploit checkra.in jika nanti dirilis untuk Linux. Sayangnya saat ini tidak ada lagi yang memaintain distribusi Linux terbaru. Jadi sering kali saya harus mengcompile sendiri versi software terbaru.

PocketGo

Benda ini adalah game console pocket yang saya beli beberapa bulan lalu. Game console ini bukan produk perusahaan besar dengan tujuan utama untuk menjalankan berbagai emulator. Sebenarnya saya tidak kekurangan game console sekarang ini punya: Gameboy, Game Boy Color, Game Boy Advance, Nintendo DS, Nintendo DSi XL, Nintendo 3DS, dan Nintendo Switch. Saya tertarik dengan PocketGo ini karena ukurannya kecil, ringan, benar-benar bisa masuk kantong.

Selain PocketGo, masih banyak console sejenis ini dari China. Pocket Go menggunakan prosesor ARM ( Allwinner F1C500) dan menggunakan operasi Linux, jadi bisa mudah ditambah program sendiri. Banyak device serupa menggunakan prosessor MIPS.Saya sudah membongkar benda ini sekali untuk mengganti warna tombolnya menjadi lebih cerah.

Pinebook Pro

Sekitar 2.5 tahun lalu, saya memiliki Pinebook, laptop seharga 99 USD. Masalah utama laptop tersebut adalah keyboardnya: layoutnya tidak standar dan tombol sering tidak responsif terutama tombol spasinya. Selain itu laptopnya terasa murahan dan specnya juga kurang bagus. Sekarang team yang sama telah membuat laptop baru: Pinebook Pro.

Laptop ini memiliki memori yang lebih besar (4GB, pinebook hanya 2 GB) dan penyimpanan yang lebih besar (mulai dari 64 GB, tapi karena saya preorder, saya mendapatkan yang 128 GB, sedangkan pinebook hanya 16 GB eMMC). Layarnya Pinebookpro matte, tidak glossy seperti pinebook.

Sayangnya meskipun spesifikasinya sudah jauh lebih baik, tapi saat ini di mode GUI, terutama ketika mengetik di browser, lagnya masih cukup terasa. Menurut saya ini hanya masalah software dan seharusnya akan lebih baik.

Out of the box, benda ini sudah langsung bisa membuka youtube dan menjalankan video HD dengan mulus. Speaker cukup keras, tapi kurang enak didengar. Saya masih gagal mengakses layanan yang memakai DRM WideVine (Netflix, Spotify, dll), padahal saya sudah mendownload plugin versi terbaru.

Waktu saya terima, saya sempat kecewa karena keyboardnya sering tidak responsif, tapi ternyata ini hanya masalah firmware saja. Saat ini versi layout keyboard hanya versi ISO, dan ini mengesalkan karena tombol shift jadi kecil karena adanya tombol ekstra di antara shift dan Z. Nantinya akan ada versi ANSI yang seharusnya lebih enak.

File:Physical keyboard layouts comparison ANSI ISO.png
ANSI Vs ISO layout (sumber: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Physical_keyboard_layouts_comparison_ANSI_ISO.png )

Satu kelebihan pinebook adalah adanya privacy switch: kita bisa mematikan secara fisik microphone, wifi dan camera. Sebenarnya beberapa tahun lalu banyak laptop (misalnya Thinkpad) yang memiliki tombol fisik untuk mematikan WIFI, jadi ini bukan hal baru. Webcam bisa ditutup dengan mudah menggunakan stiker. Hal yang sulit dilakukan di laptop lain adalah mematikan mikrofon.

Penutup

Semua benda di atas yang saya bahas menurut saya sifatnya: nice to have, tapi tidak “must have”. PocketChip sangat menarik dan berguna untuk saya, tapi saya berharap ada yang membuat benda serupa, dengan harga yang tidak terlalu mahal dan memakai prosessor yang lebih baik (msalnya Raspberry Pi).

PocketGo benar-benar hanya benda iseng, tapi sejauh ini cukup menghibur. Kualitas dan fitur berbagai emulator yang ada lebih baik dari yang ada di Nintendo DS/DSi/3DS.

Pinebook akan menarik bagi orang yang suka ngoprek dan belajar mengenai prosessor ARM, atau orang yang sangt memperhatikan privasi. Dari segi performance, benda ini masih bisa dengan mudah dikalahkan oleh laptop thinkpad dari beberapa tahun yang lalu yang harganya serupa dengan pinebook.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.