Hobby Jahit (10 Tahun Kemudian)

Tahun 2009, di masa lagi rajin dan punya banyak waktu luang, saya membeli mesin jahit untuk melengkapi hobi merajut. Waktu itu tertarik beli merk Elvira, karena toko yang menjual mesin jahitnya menyediakan kelas belajar gratis.

berhasil mengosongkan meja buat nempatin mesin jahit

Setiap hari ada guru yang akan membantu kita mengerjakan apa yang mau kita kerjakan. Hal yang paling menarik dari membeli mesin ini adalah: mereka menyatakan akses belajar gratis ini tidak ada batasan waktu. Kita bisa belajar selama yang kita mau.

Dulu saya sudah belajar menjahit beberapa hal termasuk quilting dengan bantuan guru di kelas jahit. Selain yang ditulis, waktu itu saya sempat jahit seprai, sarung bantal, sarung galon minuman dan taplak meja. Sejak hamil dan punya anak, saya tidak meneruskan hobi menjahit, selain kehilangan semangat, alasannya tidak punya waktu hehehe.

Setelah anak-anak agak besar, saya mulai ada waktu “libur”, anak-anak dikirim ke group homeschool buat sosialisasi. Saya teringat lagi dengan mesin jahit yang sudah lama tidak disentuh (dan butuh diservis). Minggu lalu saya bawa mesin jahitnya ke toko Elvira, dan setelah selesai servis saya tanya lagi tuh apakah masih ada fasilitas belajar jahit gratis. Dan ternyata jawabannya masih ada, dan saya masih boleh belajar gratis! Cihuy deh.

Jadilah minggu ini, saya mulai belajar menjahit lagi. Emangnya ilmu yang dulu sudah hilang semua? ya sebenarnya masih ingat, tapi saya butuh motivasi dan guru hehehe. Di kelas belajarnya itu lebih ke praktik langsung daripada teori.

Jadi pertama kita akan diminta untuk menjiplak pola yang mau kita kerjakan. Lalu polanya digunting. Lalu belajar meletakkan pola di kain (termasuk arah meletakkan pola), dan menggunting kain mengikuti pola.

Oh ya, kemarin itu jonathan tidak pergi ke group homeschool dan memilih ikut saya ke kelas jahit. Saya pikir siapa tahu Jonathan ada bakat juga, tapi ternyata semangat di awal saja hehehe. Tapi bagusnya, di sana Jonathan mendapat kesempatan berkomunikasi menggunakan bahasa Thai juga (guru-gurunya umumnya bicara dalam bahasa Thai).

Beberapa kali datang ke sana, selalu ada anak perempuan usia 11 atau 10 tahun yang juga datang untuk belajar menjahit. Jadi ibunya hanya mengantar, lalu anaknya ditinggal belajar. Ibunya pergi entah kemana hehehe.

Kadang-kadang, kalau hanya dibayangkan, sepertinya menjahit itu gampang. Tapi kalau dikerjakan, ada teknik-teknik yang kita ketahui kalau kita mengerjakannya. Saya senangnya, di kelas itu gurunya tidak menuntut kita menjahit langsung sempurna. Karena memang latihan itu tidak cukup hanya sekali. Bertanya berkali-kali untuk hal yang sudah diajarkan juga boleh, sampai kita yakin bisa kerjakan sendiri.

Anak-anak yang datang belajar di sana juga banyak dibantu oleh gurunya. Saya pikir, kalau Jonathan berminat, bisa juga nih ntar dikirim ke kelas menjahit sementara emaknya belanja misalnya.

Mesin jahit yang baru diservis ternyata mirip dengan mesin jahit yang baru beli. Bunyinya halus, semangat menjahitnya juga tinggi hehe. Dan dalam minggu ini saya berhasil menyelesaikan proyek membuat baju tidur untuk Jonathan. Bagian tersulit dari menjahit baju tidur ini adalah di bagian kerah bajunya. Kapan-kapan kalau bikin lagi harus bikin video tutorialnya.

Saya suka dengan mesin jahit saya sekarang. Walaupun bukan model paling canggih, tapi sudah cukup canggih dibanding mesin jahit mama saya dulu. Mesin jahit mama saya dulu ya masih model manual yang digoyang pakai kaki, sedangkan mesin saya sudah otomatis pakai listrik. Untuk memasukkan benang ke jarum, ada alat bantunya sehingga saya tidak perlu kesulitan melihat lubang jarum. Untuk menjahit kancing dan lubang kancing, ada kaki khusus yang diberikan sebagai aksesori ketika membeli mesinnya. Kalau mau quilting atau bordir sederhana sih udah lebih dari cukup.

Saya masih ingat, mesin jahit ini kami beli dengan harga 16900 baht. Masa itu, kurs baht ke rupiah belum semahal sekarang. Tapi dengan adanya akses belajar gratis, dan ternyata masih bisa digunakan setelah 10 tahun kemudian, rasanya saya bersyukur membeli mesin merk Elvira ini. Minimal kalau ada kerusakan, saya tahu kemana untuk reparasinya.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.