Kemarin, Sekarang dan Besok

the courage to be disliked, ichiro kishimi quote

Salah satu buku yang selesai saya baca tahun ini adalah buku Ichiro Kishimi yang berjudul The Courage To Be Disliked atau diterjemahkan menjadi Berani tidak disukai. Judulnya memang kontroversial ya, tapi ternyata saya menemukan banyak hal dalam buku ini sedikit banyak sudah saya terapkan.

Tulisan penutup tahun kali ini bukan review buku, tapi cuma mau curcol saja kenapa saya suka dengan apa yang diperkenalkan oleh buku ini. Buku ini bukan buku untuk menjadi musuh semua orang. Judulnya berani tidak disukai ini lebih mengarah kepada kenali diri sendiri dan tidak usah mikirin apa yang bukan menjadi urusanmu.

Kutipan yang hari ini saya ambil dari buku Ichiro Kishimi tentang waktu sekarang.

“Since neither the past nor the future exist, let’s talk about now. It’s not yesterday or tomorrow that decides it. It’s here and now.”

Ichiro Kishimi, The Courage To Be Disliked: How to free yourself, change your life and achieve real happiness

Menurut buku ini, bukan hari kemarin atau hari besok yang menentukan, tapi hiduplah di saat ini.

Tentang Kemarin atau Masa Lalu

Saya tidak sedang ingin berdebat tentang definisi ataupun ilmu psikologi, tapi saya setuju kalaupun mungkin banyak hal di masa lalu yang membuat kita takut atau terluka, trauma itu tidak ada. Yang ada adalah bagaimana kita membiarkan diri kita dihantui oleh perasaan takut untuk mencoba lagi.

Hari kemarin atau masa lalu sudah berlalu, tidak bisa diulang dan ya sudah selesai. Apapun yang terjadi kemarin, itu masalah hari kemarin. Belajar dari kesalahan itu perlu, belajar dari masalah yang pernah terjadi itu juga perlu. Persoalan hari ini adalah bagaimana cara kita merespon untuk tidak terus menerus memakai trauma jadi alasan untuk tidak maju.

Kemarin, saya menonton sebuah film Korea terbaru berjudul “A Year-End Medley” (kapan-kapan nulis reviewnya), salah satu tokohnya bilang kalau orang kecil nggak punya kemewahan untuk memiliki trauma, mereka harus mengalahkan trauma apapun untuk bisa bertahan hidup. Tokoh yang diajak bicara ini adalah bos nya, seorang pemilik hotel yang takut dengan angka ganjil karena trauma.

Trauma itu ada kalau kita memelihara rasa takut. Semuanya sebenarnya masalah persepsi dan masalah kita mengijinkan kita terbuai dengan trauma atau apapun yang membuat kita mengambil pembenaran “karena sesuatu terjadi di masa lalu maka saya berhak untuk merasa begini di masa sekarang.”

Kenapa trauma ada yang bisa sembuh? Ya karena orang tersebut memutuskan kalau hal yang terjadi di masa lalu itu tidak punya pengaruh lagi di masa sekarang.

Saya bukan ingin mengecilkan masalah yang setiap orang hadapi ya, tapi saya setuju kalau kita butuh keberanian untuk membebaskan diri dari ketakutan atau apapun yang kita sebut sebagai trauma.

Tentang Besok atau Masa Depan

Besok itu tahun berganti, sudah bukan 2021 lagi. Walaupun pergantian tahun itu hanya pergantian angka, tetap saja banyak yang merasa kalau pergantian tahun itu istimewa.

Banyak yang menuliskan hal-hal yang sudah dicapai dalam waktu setahun, menuliskan rencana untuk tahun mendatang dan juga membuat resolusi yang tidak ada kaitannya dengan resolusi gambar ataupun monitor.

Terkadang kita sering bilang: andai saja tahun ini tidak ada pandemi, pasti saat ini saya sudah pulang berkumpul dengan keluarga merayakan akhir tahun bersama. Tapi sebenarnya, saya sendiri tahu kalau walaupun pandemi menyulitkan untuk mudik, terutama buat kami yang tinggal di luar negeri, tapi pada dasarnya bukan tidak mungkin untuk kami mudik. Lantas kenapa belum mudik? Karena kami memang memilih untuk tidak mudik.

Hidup ini pilihan. Seperti cerita melatih kuda terbang atau kuda bernyanyi dalam setahun, sebenarnya ada kalanya orang hanya berusaha mendapatkan waktu lebih dengan membuat target setahun melatih kuda terbang. Kalau dari cerita melatih kuda terbang, intinya daripada dihukum mati saat itu juga, mending juga menawar waktu ekstra setahun.

Kita perlu membuat perencanaan ataupun target, tapi tidak perlu berandai-andai yang terlalu jauh. Kalau memang ingin mudik, ya pikirkan saja apa yang dibutuhkan untuk mudik, ketahui resikonya dan mudiklah kalau memang ingin mudik. Kalau memang tidak ingin mudik, ya udah nikmati saja hari-hari tidak bisa mudik, hehehe.

Kalau memang ingin bisa menari, ya belajarlah menari, jangan malah belajar bernyanyi. Kalau mau menjadi penulis buku, ya belajarlah menulis dan mencari tahu bagaimana tahapan menerbitkan buku. Intinya sih, jangan cuma berandai-andai, lakukan apa yang memang ingin dilakukan.

Tentang Sekarang

Sekarang masih tahun 2021, besok sudah tahun 2022. Kita menjalani 365 hari di tahun 2021 dengan berbagai hal yang mungkin tidak terpikirkan di awal tahun. Syukuri apa yang boleh terjadi, syukuri semua yang hal yang sudah kita terima.

Sudah jam menjelang makan siang, putuskan mau makan apa untuk siang ini. Putuskan apa yang ingin dilakukan sekarang. Ingin belajar hal baru, atau ingin diam saja? Ya bebas lah mau pilih apa saja, asal kamu sudah tau konsekuensi dari setiap pilihanmu saat ini.

Setiap orang bebas menentukan pilihannya, dan harus siap menerima konsekuensi dari pilihannya. Kita tidak bisa memutuskan untuk orang lain, karena itu bukan tugas kita dan berada di luar kendali kita.

Kapan-kapan saya akan tuliskan perenungan semi curcol lainnya dari buku The Couraged to Be Disliked ini. Tapi untuk saat ini cukup sampai di sini.

Selamat menyambut tahun 2022 untuk kita semua.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.