Kenapa Kita Butuh Tujuan dari Diri Sendiri

Tulisan hari ini semi curcol, diawali dengan perasaan kekaguman dengan seorang paman saya yang ternyata selama ini sudah mengumpulkan berbagai tulisan dalam bentuk blog. Kalau saya sepertinya punya banyak blog, paman saya ini punya lebih banyak lagi.

Walau ada banyak, blognya bukan blog random seperti saya. Semuanya ada tema dan topiknya yang menggambarkan dengan jelas apa sih motivasi/ tujuan/ dan harapannya dari setiap blog yang dikerjakan tersebut.

Dengan keterbatasan waktu, tenaga, maupun koneksi internet yang ada, paman saya mengumpulkan berbagai informasi yang menurutnya berharga untuk didokumentasikan dan dilestarikan. Mungkin ada yang berpikir mengumpulkan itu mudah. Tapi menurut saya, mengumpulkan informasi lalu menyajikannya kembali bukan pekerjaan mudah untuk seseorang yang memulai kegiatan tersebut saat sudah di atas 50 tahun.

Dari berbagai blog paman saya itu, dengan jelas terlihat apa yang membuat dia tetap melakukannya. Walaupun mungkin tidak selalu ada yang memberikan semangat, tapi paman saya tetap melakukan apa yang memang dia melakukan.

Oh ya cerita apa saja yang dilakukan paman saya bisa dibaca di tulisan sepupu saya DIP ini ya.

Berikut ini kesimpulan saya dari melihat hasil pekerjaan paman saya yang pastinya punya tujuan dari dirinya sendiri.

Lanjutkan membaca “Kenapa Kita Butuh Tujuan dari Diri Sendiri”

Perdamaian Itu Dilakukan

Saya baru tahu, kalau tanggal 21 September itu setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Perdamaian Internsional. Hari ini ditetapkan di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak tahun 1981.

Sudah 40 tahun ya, dan saya baru tahu sekarang. Terimakasih untuk Kelas Literasi Ibu Profesional (KLIP) yang membuat tema ini menjadi tantangan buat dituliskan minggu ini.

tema menulis perdamaian
Tema Tantangan Menulis: Hidup Bersama Dengan Damai
Lanjutkan membaca “Perdamaian Itu Dilakukan”

Kisah Maria dan Marta, Memilih yang Esensial

Tulisan hari ini melanjutkan tentang Kisah Maria dan Marta dari tulisan di. Instagram. Saya upload dan salin ulang dari Instagram ke blog untuk memudahkan membacanya.

Lanjutkan membaca “Kisah Maria dan Marta, Memilih yang Esensial”

3 Bahan Bakar dalam Hidup: Waktu, Tenaga dan Uang

Antara Tenaga, Waktu dan Uang

Beberapa hari lalu, saya menghadiri sharing session via Zoom bareng teman-teman masa kuliah. Karena cerita utamanya terlalu panjang, saya akan menceritakan sebagian-sebagian saja. Bagian pertama membahas 3 bahan bakar dalam hidup.

Bahan bakar ini adalah segala bahan yang bisa diubah menjadi energi/tenaga. Namanya sumber energi, tidak semuanya bersifat tidak terbatas, malah kebanyakan sumbernya terbatas.

Dalam hidup ini, kita mempunyai 3 sumber energi: Uang, Waktu dan Tenaga Fisik. Tahukah kamu, kalau sumber energi yang paling murah itu adalah uang?

Lanjutkan membaca “3 Bahan Bakar dalam Hidup: Waktu, Tenaga dan Uang”

Ulang tahun pernikahan ke-14

Hari ini sudah 14 tahun kami menikah. Saya bersyukur kami masih bisa bersama dan tetap rukun, memiliki pandangan hidup yang sama. Sejauh ini tidak ada hal yang membuat kaget dalam hubungan kami. Boleh dibilang kami memiliki titik awal yang baik, jadi perjalanannya terasa ringan.

Kami memilih pasangan sendiri dan bukan karena dijodohkan orang tua, jadi kami tidak merasa terbeban terhadap orang tua. Kami memiliki waktu untuk saling mengenal jadi tidak terburu waktu. Meski kami berbeda suku, tapi tidak ada masalah karena kami berusaha untuk saling mengerti. Kami memiliki banyak kesamaan sehingga banyak topik yang bisa dibicarakan. Kami juga memutuskan menikah setelah cukup yakin dengan situasi ekonomi kami.

Dulu sebelum menikah, kami mengikuti katekisasi pra nikah di gereja. Materinya cukup banyak dari mulai masalah teologi, ekonomi, sampai kesehatan. Kami pernah menuliskan soal katekisasi dulu di sini. Dengan katekisasi itu, kami jadi merenungkan berbagai pertanyaan sebelum ada masalah.

Sebagian orang langsung menikah dan berprinsip: kita lihat nanti lah. Mungkin dari sekedar masalah tinggal di mana, sampai masalah jumlah anak. Sebagian orang bisa hidup seperti ini, sebagian mempertahankan pernikahan walau tak bahagia, dan sebagian akhirnya bercerai. Memang tidak ada jaminan bahwa jika pernikahan dimulai dengan baik akan berakhir dengan baik, tapi bagi yang belum menikah: cobalah memulai dengan baik agar perjalanannya lebih mudah.

Tidak lama setelah kami menikah, kami pindah ke Thailand. Ini menjadi tantangan baru bagi kami. Saya merasa bersyukur tidak langsung dikaruniai anak sehingga ada waktu bersama berdua saja. Ketika sudah dikaruniai anak, semuanya jadi lebih mudah.

foto tahun 2021

Sejak menikah kami membuat tradisi-tradisi kecil keluarga, seperti pergi makan sekeluarga di hari spesial. Sejak dulu kami suka honey toast icecream, tapi hari ini kami memutuskan membuat sendiri saja, mengingat beberapa minggu lalu cukup ada banyak kasus COVID di Chiang Mai, walau saat ini sudah dinyatakan bebas selama 2 minggu.

Ini foto tahun 2010

Saat ini saya merasa bahagia setiap hari bersama Risna, menghadapi hidup dengan rutinitas sederhana yang menyenangkan. Sekarang perjalanan kami berikutnya adalah mempersiapkan masa depan anak-anak sambil mempersiapkan hari tua kami. Kami berharap masa depan kami juga bisa dihadapi bersama penuh cinta.

Tidak Pernah Terlalu Tua Untuk Belajar

Pernahkan pembaca merasa terlalu tua untuk mulai belajar sesuatu? Terkadang, alasan terlalu tua itu sebenarnya bukan berarti kita benar-benar sudah terlalu tua, tapi hanya alasan untuk menutupi keenganan kita untuk bergerak dari zona nyaman untuk mempelajari hal baru. Kemungkinan lain karena kita tidak merasa butuh, sehingga kita malas memaksakan diri untuk mempelajari hal baru tersebut.

Lanjutkan membaca “Tidak Pernah Terlalu Tua Untuk Belajar”

Tulisan Lama yang Masih Banyak Pengunjungnya

Salah satu cara saya mencari ide dalam menulis adalah, membaca kembali tulisan-tulisan saya sebelumnya di blog ini. Memilih tulisan yang dibaca biasanya berdasarkan sedang ingat apa atau dari statistik tulisan yang masih dikunjungi pada hari tersebut.

Statistik blog 9 November 2020
Lanjutkan membaca “Tulisan Lama yang Masih Banyak Pengunjungnya”