Tentang Gigi Joshua yang Lama Dinantikan

Hari ini kami membawa Joshua ke dokter gigi. Jadi ingat untuk menuliskan tentang gigi atasnya yang lama ditunggu-tunggu dan sudah mulai tumbuh.

Hadiah tahun baru buat Joshua kali ini adalah gigi depannya yang lepas sejak umur 2 tahun lebih sedikit di bulan September 2017 akhirnya mulai tumbuh. Sekarang ini giginya belum keluar seluruhnya, tapi kekhawatiran selama beberapa tahun ini akhirnya terjawab sudah.

Kalau bukan karena insiden gigi lepas sebelum waktunya terjadi, mungkin kami ga akan bawa Joshua ke dokter gigi sebelum umur 3 tahun. Saya masih ingat kejadiannya, walaupun sudah beberapa tahun berlalu. Waktu itu hari Minggu, kami baru pindah rumah dan Joe lagi pergi ke Belanda seminggu. Minggu pagi ya santai di rumah, saya nonton TV bareng anak-anak. Tidak sengaja, Joshua tersandung kaki Jonathan. Joshua terbentur ke sofa dan giginya lepas sampai ke akar-akarnya. Selain nangis kencang, darah juga keluar pastinya dari mulutnya.

Saya langsung berusaha menenangkan Joshua dan berusaha menghentikan darahnya terlebih dulu, baru kemudian menelpon Joe untuk meminta pertimbangan apakah perlu diperiksakan ke dokter.

Urusan gigi ya ke Dokter Gigi

Awalnya kami bawa ke UGD sebuah rumah sakit, tapi ternyata setelah ditanyakan berbagai pertanyaan, kesimpulannya adalah harus dibawa ke dokter gigi untuk diperiksa apa tindakan yang perlu dilakukan. Akan tetapi, walau di rumah sakit tersebut ada bagian gigi, mereka tutup di hari Minggu.

Klinik gigi tempat kami biasa membersihkan gigi, hanya menerima pasien yang sudah bikin janji terlebih dahulu. Masalah lainnya adalah, pada waktu itu, Joshua belum pernah di bawa ke dokter gigi manapun, termasuk ke klinik gigi yang menangani gigi saya, Joe dan Jonathan.

Di Chiang Mai ada banyak sekali klinik gigi, tapi umumnya mereka hanya menerima pasien yang sudah membuat janji terlebih dahulu. Dokter gigi anak juga tidak selalu ada di hari Minggu. Untungnya, dari sekian banyak klinik gigi yang lokasinya sekitar rumah, ada 1 tempat yang bersedia menerima pasien dadakan dan dokter gigi anaknya ada di hari Minggu pagi.

Sampai dengan bulan Desember 2021 masih ompong

Pelajarannya ternyata, untuk urusan gigi, lebih baik segera menemui dokter spesialis gigi daripada ke UGD. Karena urusan gigi ini cukup spesifik, dan pastinya butuh peralatan khusus juga untuk melihat kondisi gigi.

Di klinik gigi, dokter memeriksa kondisi gusinya, dan rontgen mulut untuk melihat apakah gigi permanennya terganggu atau tidak. Setelah dokter meyakinkan kalau gigi permanen akan tumbuh pada waktunya dan tidak perlu melakukan tindakan apapun pada saat itu, sebenarnya saya sempat terpikir: tau gitu ngapain repot ke dokter gigi? Tapi saya pikir lagi, setidaknya setelah diperiksa oleh ahlinya, saya bisa tenang menunggu bertahun-tahun si gigi datang.

Gigi yang lama ompong sudah tumbuh setengah di Januari 2022

Gigi bawah dan gigi sebelah yang ompong sudah berganti dengan gigi permanen dari tahun lalu, saya sempat agak khawatir juga kenapa gigi yang ompong ini tak kunjung datang. Tapi, saat pemeriksaan rutin ke dokter gigi 3 bulan lalu, dokter sudah bilang kalau si gigi sudah terlihat akan datang, dan akhirnya Januari 2022, saya mulai bisa melihat giginya Joshua beneran sudah datang.

Periksa gigi itu penting

Sebelum pindah ke Chiang Mai, saya termasuk yang malas ke dokter gigi. Saya ingat kalau dulu ke dokter gigi itu ngantrinya lama dan hanya ke dokter gigi kalau ada keluhan saja. Akan tetapi, sejak melihat Joe yang sampai butuh operasi gusi karena masalah gigi, saya memilih untuk rutin memeriksa gigi setiap 6 bulan sekali. Anak-anak juga kami usahakan bawa secara rutin untuk diperiksa giginya.

Biaya ke dokter gigi memang tidak murah, tapi dibandingkan ketidaknyamanan karena tidak punya gigi, atau susah makan kalau harus menggunakan gigi palsu karena gigi rusak semua, rasanya biaya ke dokter gigi masih bisa diusahakan untuk merawat gigi.

Sekarang ini, karena anak-anak belum terlalu bisa menggosok gigi dengan benar, terkadang masih ada saja hal yang perlu dilakukan selain periksa rutin. Beberapa waktu lalu, gigi Jonathan malah perlu ditambal (padahal waktu itu masih gigi susu). Tapi kesehatan gigi itu bukan hanya giginya saja, tapi juga gusinya. Kalau ada gigi berlubang, gusi akan sakit juga dan malahan bisa infeksi dan menyebabkan gigi yang lain juga ikut bermasalah.

Kalian termasuk yang rutin periksa gigi atau malas ketemu dokter gigi?

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.