Virgin Coconut Oil (VCO), Minyak Ajaib Kaya Manfaat?

Pertama kali mengenal Virgin Coconut Oil (VCO) atau minyak kelapa murni itu beberapa tahun lalu ketika baru punya anak. Saya baca-baca, kok ini minyak terlalu banyak khasiatnya. Iya, saya pakai kata terlalu banyak karena saya orangnya tidak mudah percaya ada satu obat mujarab untuk berbagai keluhan sekaligus.

Hasil pencarian tentang manfaat minyak kelapa di Google

Setiap kali saya membaca di internet, atau bertemu dengan orang-orang yang memakainya, saya selalu kagum dengan kepercayaan tinggi terhadap manfaat VCO. Akan tetapi, saya tetap tidak mudah percaya.

Continue reading “Virgin Coconut Oil (VCO), Minyak Ajaib Kaya Manfaat?”

Antara Kebersihan dan Sampah Plastik

Hari ini, di gereja diadakan Perjamuan Kudus. Di Chiang Mai, gereja memang sudah dibuka kembali dengan protokol kesehatan yang masih harus dipatuhi. Saya ingat, beberapa minggu lalu ada himbauan dari depan untuk tetap taat aturan selama ibadah walau merasa Thailand sudah aman. Pemakaian masker tetap wajib, termasuk saat bernyanyi. Pengukuran suhu tubuh dan pemakaian hand sanitizer juga tersedia di setiap pintu masuk gereja.

Roti dan anggur untuk perjamuan kudus dalam kemasan sekali pakai

Untuk kegiatan sakramen Perjamuan Kudus dilakukan penyesuaian juga. Sebelumnya, biasanya menggunakan gelas kecil yang bisa dipakai berulang setelah dicuci lalu, gelas anggur dan roti diantarkan ke tempat duduk jemat.

Continue reading “Antara Kebersihan dan Sampah Plastik”

Diet cara Hacker

Selama beberapa tahun terakhir berat saya naik terus, dan sudah memasuki daerah overweight dan bahkan mulai mendekati Obese. Jadi tahun ini saya meniatkan untuk menurunkan berat badan. Sejauh ini saya sudah berhasil menurunkan hampir 10kg dari awal tahun secara perlahan-lahan. Di sini saya akan menjelaskan metode diet saya yang tanpa suplemen khusus, tanpa olahraga khusus.

Progress tahun ini

Ada buku karangan John Walker (co-founder Autodesk) tentang cara diet ala hacker, berjudul: The Hacker’s Diet, dan versi digital bukunya bisa didownload gratis di https://www.fourmilab.ch/hackdiet/. Bukunya sudah lama, sejak tahun 1991, tapi saya baru tahu buku ini ketika menulis posting ini. Buku ini menjelaskan dengan detail cara menurunkan berat badan dengan memandang proses ini sebagai engineering problem tepatnya lagi pada bagian control system.

Prinsip Diet

Saya tidak mengikuti cara tepat di buku Hacker’s Diet, tapi saya setuju dengan segala macam prinsip di buku tersebut. Intinya segala macam fad diet tidak akan berhasil. Jika kita relatif sehat dan tidak ada masalah kesehatan khusus, maka masalah berat badan ini bisa direduksi menjadi masalah kalori masuk dan kalori keluar. Diet apapun yang dipilih, kalau kalori masuk lebih dari kalori keluar, hasilnya berat badan akan naik. Jika ingin detail lebih lanjut, bacalah buku tersebut.

Ada metode diet serupa bernama CICO: Calories In Calories Out, yang berusaha menghitung dengan tepat berapa kalori yang dibutuhkan seseorang, lalu menghitung makanan apa yang perlu dimakan dan seberapa banyak. Ini cara yang menurut saya terlalu sulit dan banyak pikiran bisa terbuang untuk menghitung ini.

Continue reading “Diet cara Hacker”

Antara Polusi dan Corona di Chiang Mai

Tinggal di Chiang Mai itu menyenangkan, kecuali di musim polusi. Saat ini, dunia termasuk Thailand sedang ribut-ribut dengan adanya virus Corona dari Wuhan. Keributannya tentunya karena penyebaran penyakit yang sangat mudah seperti influenza dan belum adanya vaksin untuk penyakit ini.

Walaupun sudah banyak pasien yang sembuh, adanya korban jiwa membuat penyakit ini sudah seperti zombie attack.

situasi polusi di Chiang Mai sejak awal 2020

Banyak penerbangan dibatalkan. Banyak kegiatan berskala internasional mulai terancam batal. Bahkan rencana liburan saya saja sepertinya akan batal.

Sampai kemarin, kami masih merencanakan untuk liburan Songkran di bulan April nanti ke Depok dan Bandung. Tingkat polusi di Chiang Mai yang tak kunjung berkurang sejak awal tahun 2020, membuat kami mempertimbangkan mencari udara lebih segara di tanah air.

Gak khawatir Corona? saya lebih khawatir, gak boleh masuk ke Indonesia, atau harus di karantina karena kami datang dari Thailand, negara yang sudah masuk daftar yang memiliki pasien positif corona sejak akhir Januari 2020.

peta penyebaran Corona termasuk Thailand

Lalu kemarin, ada pengumuman, di Indonesia sudah ada 2 pasien positif Corona, dan pasien itu rumahnya di Depok!.

Continue reading “Antara Polusi dan Corona di Chiang Mai”

Gara-gara Virus Corona

Tulisan ini sekedar catatan yang saya amati disekitar saya sehubungan dengan wabah baru virus Corona.

Sebelum mengetahui adanya virus ini, di Chiang Mai sudah banyak sekolah yang meliburkan kelasnya karena adanya beberapa murid yang sakit Influenza. Influenza ini bukan batuk pilek biasa dan gejalanya mirip juga dengan virus Corona.

Influenza ini sudah ada vaksinnya, tapi supaya ampuh, kita harus divaksin setiap tahun (yang mana akhirnya kebanyakan orang tidak selalu melakukannya termasuk kami). Apakah dengan banyaknya kasus Influenza di sekolah, semua orang memperhatikan untuk cuci tangan dengan sabun? yang saya lihat, semua seperti biasa, yang rajin cuci tangan ya cuci tangan, yang cuek ya cuek.

Sejak akhir tahun 2019, tingkat polusi di Chiang Mai sudah memburuk. Beberapa orang sudah mulai menggunakan masker ketika keluar rumah (termasuk Joe dan Jonathan). Tapi ya kebanyakan masih cuek. Anak-anak batuk pilek juga ketika dingin menyerang, tapi perasaan ya biasa saja.

Continue reading “Gara-gara Virus Corona”

Jeruk Peras

Hari ini mau cerita tentang jeruk. Bukan, bukan karena lagi baca buku Gadis Jeruk nya Jostein Gaarder. Cerita soal bukunya lain kali karena belum selesai baca versi Indonesia-nya. Cerita hari ini mumpung harga jeruk relatif murah di musim dingin daripada biasanya. Kebetulan juga, ada teman yang kasih tahu tempat membeli 10 kg jeruk dengan harga 160 baht saja, padahal di warung depan komplek kemarin saya beli jeruk 50 baht per kg nya.

Karena belum pernah beli 10 kg sekaligus, saya berbagi dengan 3 orang teman-teman saya yang lain. Ada yang mau 2 kg dan ada yang mau cuma 1 kg. Akhirnya saya kebagian 5 kg saja. Nah gimana cara menghabiskan jeruk 5 kg?. Tentu saja dibikin jadi jus jeruk. Kalau saya harus mengupas jeruk 5 kg satu persatu, udah pasti jeruknya gak akan kemakan dan malah kebuang.

Continue reading “Jeruk Peras”

Mimisan itu Genetik Ya?

Hari ini, untuk pertama kalinya, Joshua mimisan. Saya tulis di sini, supaya jadi catatan di kemudian hari. Tadi itu mimisannya hanya sebentar dan cepat berhenti, walaupun dianya sangat sulit disuruh untuk tenang dan jangan lompat-lompatan atau gerak-gerak terus.

Kembali ke judul. Joe pernah beberapa kali mimisan. Sejak jaman pacaran, saya sudah pernah liat dia mimisan. Menurut Joe, dia mimisan sejak masih SD dan dulunya agak sering. Joe sudah pernah di periksa ke dokter, tapi kata dokter itu karena pembuluh darah di hidungnya agak tipis. Sejauh ini, mimisannya Joe itu bisa dijelaskan penyebabnya, tapi ya pernah juga agak lama berhentinya, atau dalam sehari setelah berhenti tau-tau kejadian lagi.

Beberapa penyebab Joe mimisan itu diawali dengan kecapean atau kepanasan. Jadi kalau dia lagi banyak kerjaan suka lupa minum air. Terus daya tahan tubuhnya menurun. Biasanya dia jadi gampang pilek. Nah waktu pilek kan sering buang ingus tuh. Setelah beberapa saat, terjadilah mimisan itu. Atau kalau lagi demam tinggi, pernah juga tuh jadi mimisan. Yang paling mengkhawatirkan itu pernah waktu lagi sakit demam berdarah, dia agak pilek juga, dan malah jadi mimisan. Aduhai jadi bingung kan ini mimisan level yang mana, level demam berdarah atau level pilek.

Penyebab lainnya juga biasanya kalau abis kena panas-panasan lama di bawah matahari dan kurang minum atau dalam keadaan kurang fit. Mimisan ini jadi seperti penanda kalau badannya butuh istirahat dan kurang minum.

Karena sudah agak pengalaman mimisan, Joe jadi tahu dan lebih tenang menghadapi mimisan. Untuk menghentikan mimisan kita bisa memencet bagian hidung yang agak di bawah mata, duduk agak menunduk dan jangan berbaring ataupun menengadah karena bisa jadi darah masuk ke saluran pernapasan/paru-paru. Darah yang sudah keluar ya dibersihkan dengan tissue di ujung hidung. Jangan malahan dikorek-korek. Kalau terasa ada darah masuk ke tenggorokan, ya nanti bisa berkumur.

Kalau udara lagi panas, kering dan dingin, harus banyak minum. Musim kering begini, biasanya banyak debu juga, terus hidung jadi banyak kotorannya, nah membersihkan kotoran hidung juga gak boleh terlalu keras, tapi lebih baik dicuci pakai air, atau pakai saline water. Yang pasti, hidungnya jangan sampai terluka kena kotoran hidung yang kering atau karena kena kuku kita hehehe.

Nah itu kan cerita bapaknya. Sekarang cerita bagian anak-anak. Waktu Jonathan sekitar umur 2,5 atau 3 tahun, di suatu saat menjelang subuh, dia bangun dan nangis-nangis. Waktu kami datangi ke kamarnya, loh kok ada banyak darah di bajunya dan bantal. Awalnya saya sempat panik, apalagi masih dalam keadaan baru bangun. Jonathan yang juga masih mengantuk malah susah disuruh biar berhenti menangis. Semakin dia nangis dan bergerak, semakin susah menghentikan darahnya.

Waktu itu, rumah kami lokasinya sangat dekat dengan salah satu rumah sakit di Chiang Mai. Karena Jonathan masih kecil dan kami tidak tahu sudah berapa lama mimisannya sebelum kami bangun, kami kuatir ada penyebab lain. Matahari belum terbit, kami jalan menggendongnya ke Emergency Room. Untungnya, kata dokter, karena mimisannya sudah berhenti, ya tidak ada yang serius. Cuma harus diperhatikan supaya dia tidak mengorek hidungnya dan menyebabkan luka yang baru kering jadi berdarah lagi.

Setelah kejadian pertama itu, Jonathan pernah mimisan lagi di saat demam batuk pilek. Pernah juga sekali pulang main-main di bawah panas matahari. Persis bapaknya ya penyebabnya. Tapi karena dia sudah agak besar dan bisa dibilangin, kami sudah gak panik lagi dan bisa suruh dia duduk diam sambil menunggu darah mimisannya berhenti. Setelah itu disuruh kumur-kumur supaya kalau ada rasa darah di tenggorokan bisa sekalian dibersihkan. Dan tentunya setelahnya dipastikan untuk memberi asupan cairan dan memperhatikan biar dia tidak menggosok-gosok atau mengorek hidungnya.

Joshua sekarang ini 4,5 tahun. Saya pikir, Joshua bakal aman dan tidak mengalami kejadian mimisan. Ternyata, tadi sore tiba-tiba dia mimisan. Dia tidak sedang demam ataupun pilek. Tapi belakangan ini, udara di Chiang Mai memang sedang panas, kering dan banyak debu. Joshua juga kadang-kadang mengorek hidungnya karena tidak nyaman dengan kotoran hidung. Sudah sering sih saya ajarin untuk mencuci hidung dengan air, tapi ya namanya anak-anak, belum terlalu mengerti walau emaknya ngomong berkali-kali.

Waktu Joshua mimisan tadi, kami bisa cukup tenang (walaupun saya tetap aja ada perasaan khawatir terulang lagi). Kami bawa Joshua ke kamar mandi untuk dibersihkan hidungnya, dan berkumur-kumur. Tapi, tantangan berikutnya adalah membuat Joshua tenang dan gak lompat-lompatan. Kami ajak baca buku, tapi ya tetap aja ga mudah membuat Joshua duduk manis baca buku. Untungnya tadi, darahnya termasuk cepat berhenti tanpa kami harus pencet hidung ataupun suruh dia duduk menunduk sekian lama. Sekarang sih dia sudah tidur. Selanjutnya harus lebih diperhatikan apakah minumnya cukup atau tidak terutama kalau abis main panas-panasan. Selain itu ya kalau dia mulai korek-korek hidung, harus dibawa mencuci hidungnya sebelum hidungnya jadi terluka dan berdarah.

Kalau saya, sejauh yang saya ingat, saya itu tidak pernah mimisan. Jadi kalau mimisan itu genetik, udah jelas asalnya dari Joe. Mungkin bukan mimisannya yang genetik ya, tapi pembuluh darah di hidung yang agak tipis itu sama kayak Joe hehehe.

Tapi saya jadi baca-baca lagi mengenai nosebleed atau mimisan. Mimisan itu umum terjadi untuk anak usia 2 – 10 tahun. Umumnya kalau mimisan bisa berhenti tidak lebih dari 20 menit, berarti ini penyebabnya tidak serius, cuma pembuluh darah di hidung nya mungkin terluka. Tapi, mimisan juga bisa menjadi indikasi penyakit yang serius. Nah karena saya gak mau nakut-nakutin diri sendiri, saya cukupkan tulisan sampai di sini.

Mudah-mudahan mimisannya Joe, Jona dan Joshua tidak terulang lagi dengan cara menjaga kesehatan, cukupkan asupan cairan dan tidak main panas-panasan berlama-lama. Untungnya kejadian mimisannya bukan pas liburan kemarin (atau mungkin ini efek kecapean dan kepanasan pas liburan kemarin).

Triple J : Joe, Jona dan Joshua

Ada yang ingin berbagi penyebab dan cara mengatasi mimisan yang pernah dialami, dan apakah ada anggota di keluarganya yang juga mengalami hal yang sama?