Mudah Ajak Anak Sikat Gigi dengan Pokemon Smile

Dari kecil, kami berusaha mengajarkan anak-anak sikat gigi setiap pagi dan malam setiap habis makan, tapi yang terjadi mereka cuma gigit-gigit sikat gigi dan bukanya sikat gigi dengan bersih. Urusan buka mulut untuk dibantu sikat gigi tidak pernah dilakukan dengan suka rela. Diberikan contoh tidak selalu diikuti, diberi berbagai game tentang meyikat gigi, tapi tidak selalu bersih kalau tidak diperhatikan. Sampai akhirnya, Joe menemukan aplikasi Pokemon Smile.

Gosok gigi dengan pokemon smile
Lanjutkan membaca “Mudah Ajak Anak Sikat Gigi dengan Pokemon Smile”

Virgin Coconut Oil (VCO), Minyak Ajaib Kaya Manfaat?

Pertama kali mengenal Virgin Coconut Oil (VCO) atau minyak kelapa murni itu beberapa tahun lalu ketika baru punya anak. Saya baca-baca, kok ini minyak terlalu banyak khasiatnya. Iya, saya pakai kata terlalu banyak karena saya orangnya tidak mudah percaya ada satu obat mujarab untuk berbagai keluhan sekaligus.

Hasil pencarian tentang manfaat minyak kelapa di Google

Setiap kali saya membaca di internet, atau bertemu dengan orang-orang yang memakainya, saya selalu kagum dengan kepercayaan tinggi terhadap manfaat VCO. Akan tetapi, saya tetap tidak mudah percaya.

Lanjutkan membaca “Virgin Coconut Oil (VCO), Minyak Ajaib Kaya Manfaat?”

Antara Kebersihan dan Sampah Plastik

Hari ini, di gereja diadakan Perjamuan Kudus. Di Chiang Mai, gereja memang sudah dibuka kembali dengan protokol kesehatan yang masih harus dipatuhi. Saya ingat, beberapa minggu lalu ada himbauan dari depan untuk tetap taat aturan selama ibadah walau merasa Thailand sudah aman. Pemakaian masker tetap wajib, termasuk saat bernyanyi. Pengukuran suhu tubuh dan pemakaian hand sanitizer juga tersedia di setiap pintu masuk gereja.

Roti dan anggur untuk perjamuan kudus dalam kemasan sekali pakai

Untuk kegiatan sakramen Perjamuan Kudus dilakukan penyesuaian juga. Sebelumnya, biasanya menggunakan gelas kecil yang bisa dipakai berulang setelah dicuci lalu, gelas anggur dan roti diantarkan ke tempat duduk jemat.

Lanjutkan membaca “Antara Kebersihan dan Sampah Plastik”

Diet cara Hacker

Selama beberapa tahun terakhir berat saya naik terus, dan sudah memasuki daerah overweight dan bahkan mulai mendekati Obese. Jadi tahun ini saya meniatkan untuk menurunkan berat badan. Sejauh ini saya sudah berhasil menurunkan hampir 10kg dari awal tahun secara perlahan-lahan. Di sini saya akan menjelaskan metode diet saya yang tanpa suplemen khusus, tanpa olahraga khusus.

Progress tahun ini

Ada buku karangan John Walker (co-founder Autodesk) tentang cara diet ala hacker, berjudul: The Hacker’s Diet, dan versi digital bukunya bisa didownload gratis di https://www.fourmilab.ch/hackdiet/. Bukunya sudah lama, sejak tahun 1991, tapi saya baru tahu buku ini ketika menulis posting ini. Buku ini menjelaskan dengan detail cara menurunkan berat badan dengan memandang proses ini sebagai engineering problem tepatnya lagi pada bagian control system.

Prinsip Diet

Saya tidak mengikuti cara tepat di buku Hacker’s Diet, tapi saya setuju dengan segala macam prinsip di buku tersebut. Intinya segala macam fad diet tidak akan berhasil. Jika kita relatif sehat dan tidak ada masalah kesehatan khusus, maka masalah berat badan ini bisa direduksi menjadi masalah kalori masuk dan kalori keluar. Diet apapun yang dipilih, kalau kalori masuk lebih dari kalori keluar, hasilnya berat badan akan naik. Jika ingin detail lebih lanjut, bacalah buku tersebut.

Ada metode diet serupa bernama CICO: Calories In Calories Out, yang berusaha menghitung dengan tepat berapa kalori yang dibutuhkan seseorang, lalu menghitung makanan apa yang perlu dimakan dan seberapa banyak. Ini cara yang menurut saya terlalu sulit dan banyak pikiran bisa terbuang untuk menghitung ini.

Lanjutkan membaca “Diet cara Hacker”

Antara Polusi dan Corona di Chiang Mai

Tinggal di Chiang Mai itu menyenangkan, kecuali di musim polusi. Saat ini, dunia termasuk Thailand sedang ribut-ribut dengan adanya virus Corona dari Wuhan. Keributannya tentunya karena penyebaran penyakit yang sangat mudah seperti influenza dan belum adanya vaksin untuk penyakit ini.

Walaupun sudah banyak pasien yang sembuh, adanya korban jiwa membuat penyakit ini sudah seperti zombie attack.

situasi polusi di Chiang Mai sejak awal 2020

Banyak penerbangan dibatalkan. Banyak kegiatan berskala internasional mulai terancam batal. Bahkan rencana liburan saya saja sepertinya akan batal.

Sampai kemarin, kami masih merencanakan untuk liburan Songkran di bulan April nanti ke Depok dan Bandung. Tingkat polusi di Chiang Mai yang tak kunjung berkurang sejak awal tahun 2020, membuat kami mempertimbangkan mencari udara lebih segara di tanah air.

Gak khawatir Corona? saya lebih khawatir, gak boleh masuk ke Indonesia, atau harus di karantina karena kami datang dari Thailand, negara yang sudah masuk daftar yang memiliki pasien positif corona sejak akhir Januari 2020.

peta penyebaran Corona termasuk Thailand

Lalu kemarin, ada pengumuman, di Indonesia sudah ada 2 pasien positif Corona, dan pasien itu rumahnya di Depok!.

Lanjutkan membaca “Antara Polusi dan Corona di Chiang Mai”

Gara-gara Virus Corona

Tulisan ini sekedar catatan yang saya amati disekitar saya sehubungan dengan wabah baru virus Corona.

Sebelum mengetahui adanya virus ini, di Chiang Mai sudah banyak sekolah yang meliburkan kelasnya karena adanya beberapa murid yang sakit Influenza. Influenza ini bukan batuk pilek biasa dan gejalanya mirip juga dengan virus Corona.

Influenza ini sudah ada vaksinnya, tapi supaya ampuh, kita harus divaksin setiap tahun (yang mana akhirnya kebanyakan orang tidak selalu melakukannya termasuk kami). Apakah dengan banyaknya kasus Influenza di sekolah, semua orang memperhatikan untuk cuci tangan dengan sabun? yang saya lihat, semua seperti biasa, yang rajin cuci tangan ya cuci tangan, yang cuek ya cuek.

Sejak akhir tahun 2019, tingkat polusi di Chiang Mai sudah memburuk. Beberapa orang sudah mulai menggunakan masker ketika keluar rumah (termasuk Joe dan Jonathan). Tapi ya kebanyakan masih cuek. Anak-anak batuk pilek juga ketika dingin menyerang, tapi perasaan ya biasa saja.

Lanjutkan membaca “Gara-gara Virus Corona”

Jeruk Peras

Hari ini mau cerita tentang jeruk. Bukan, bukan karena lagi baca buku Gadis Jeruk nya Jostein Gaarder. Cerita soal bukunya lain kali karena belum selesai baca versi Indonesia-nya. Cerita hari ini mumpung harga jeruk relatif murah di musim dingin daripada biasanya. Kebetulan juga, ada teman yang kasih tahu tempat membeli 10 kg jeruk dengan harga 160 baht saja, padahal di warung depan komplek kemarin saya beli jeruk 50 baht per kg nya.

Karena belum pernah beli 10 kg sekaligus, saya berbagi dengan 3 orang teman-teman saya yang lain. Ada yang mau 2 kg dan ada yang mau cuma 1 kg. Akhirnya saya kebagian 5 kg saja. Nah gimana cara menghabiskan jeruk 5 kg?. Tentu saja dibikin jadi jus jeruk. Kalau saya harus mengupas jeruk 5 kg satu persatu, udah pasti jeruknya gak akan kemakan dan malah kebuang.

Lanjutkan membaca “Jeruk Peras”