Cerita Mudik Minggu ke-2 dan Makanan Indonesia

Cerita lanjutan selama di Indonesia masih edisi di rumah saja karena pulang staycation semua pada batuk. Seminggu di rumah saja untungnya internet sudah mulai lebih stabil walaupun tetap tidak secepat di Chiang Mai.

Kegiatan selama di rumah saja apalagi kalau bukan makan tidur. Besok kami akan berangkat ke Yogyakarta untuk salah satu misi utama mudik. Joe diperlukan datang lebih awal untuk persiapan kegiatan IOI di Yogyakarta bulan Agustus 2022 ini.

Berhubung di sini saya tidak masak, makanan ini semua dibeli di dekat rumah atau pun dengan bantuan jasa antar makanan. Salah satu kesempatan untuk berganti-ganti koki setiap hari, tapi juga bikin bingung mau pesan makanan apa lagi. Kami juga tidak fanatik dengan merk harus dimasak oleh toko tertentu, jadi pada dasarnya memesan yang bisa dipesan deh. Eh ada juga ding yang dikirimin sama kakak yang juga ada di Jakarta.

Sengaja dituliskan di sini supaya ingat kalau besok-besok mencari ide makanan lagi. Oh ya ini baru sebagian saja, karena ada lagi sebagian besar yang tidak kami foto ketika makannya.

Mie Baso

Mie Baso Biasa

Mie Baso ini tempatnya sebenarnya tidak terlalu jauh dari rumah, ada berbagai variasi baso yang bisa dipesan. Mulai dari baso urat, baso bola tennis, dan atau mie ayam baso. Saya memesan berbagai variasi, tapi yang ingat di foto ya ini doang.

Di Thailand sebenarnya ada mi baso juga, tapi tentunya rasanya berbeda. Kuahnya sepertinya dibumbui dengan cara yang berbeda. Tekstru mi nya juga berbeda walaupun namanya sama-sama bakmi untuk mi kuningnya. Lumayanlah makan mi baso di saat butuh makanan yang hangat-hangat.

Martabak Manis dan Asin

Salah satu makanan yang ingin dicicipi selama di Indonesia tentu saja martabak. Martabak manis dan asin begini hanya ada di Indonesia. Walaupun ada sejenis martabak telur di Thailand, tapi bentuknya berbeda sekali. Kalau martabak manis katanya sih mirip pancake, tapi menurut saya berbeda sekali.

Favorit saya martabak manis di Indonesia ini bukan hanya diisi coklat atau keju saja, tapi terkadang bisa diisi ketan dan kelapa juga. Aduh, menuliskan seperti ini membuat saya ingin memesan lagi. Mungkin nanti sore bisa nih memesan cemilan martabak begini lagi.

Sate Padang dan Nasi Padang

Makanan Padang merupakan salah satu makanan khas Indonesia. Walaupun di Chiang Mai sudah ada warung Indonesia yang sesekali menyediakan menu ini, tetap saja rasanya beda memesan langsung dari warung di Indonesia.

Karena sekarang kami sudah mengurangi makan nasi, makan nasi padang sebungkus kami bagi dua. Dipikir-pikir, dulu saya bisa menghabiskan nasi padang sendirian sebungkus dalam waktu singkat! No wonder diet gagal ya, hahaha.

Gudeg Jogja

Gudeg Jogja Telur

Walaupun belum sampai Jogja, tapi makanan khas Jogja ini sudah kami cicipi di Depok. Kebetulan tidak jauh dari rumah ada yang jual nasi gudeg ini. Rasanya sih lumayanlah. Bisa dibeli sebagai paket dengan nasi, ataupun beli tanpa nasi. Jadi bisa membeli gudeg, krecek, telur, tahu dan tempe terpisah-pisah kalau memang sudah punya nasi di rumah.

Rendang Daging

Rendang

Kalau rendang ini rejeki kiriman dari kakak yang rumahnya di Jakarta juga. Kebetulan pas lagi teleponan dia pamer lagi masak rendang, ya udah minta dikirimin sebagian. Karena rumahnya ga terlalu dekat untuk dijemput. Lumayan sih dengan adanya jasa antar-antar barang, kami ga usah jauh-jauh menjemput rendang.

Tongseng dan Sate Kambing

Menu ini dipesan saat mulai kehabisan ide mau makan apa. Untungnya tongsengnya ada pilihan untuk tidak pedas. Kami pesan makanan sate ini di warung ala Tegal. Saya tidak tahu juga aslinya tongseng dan sate kambing itu harusnya dari kota mana. Selain menggunakan kambing, warung yang sama menyediakan daging ayam dan sapi juga.

Pisang Goreng dan Kopi Kenangan

Di Chiang Mai ada pisang goreng dan kopi, tapi tentunya pisang goreng yang digoreng dengan bentuk kipas hanya ada di Indonesia. Kalau kopi kenangan sih sekedar icip-icip kopi yang katanya sekarnag sudah jadi perusahaan unicorn di Indonesia. Rasanya sih okelah, harganya juga mirip-mirip dengan kopi di Thailand.

Yang belum?

Masih ada banyak sih makanan yang belum dimakan. Tapi seringnya memang bingung loh mau memesan makan apa. Benar-benar butuh mencari ide padahal tinggal pesan. Beberapa makanan yang sudah dimakan tapi tidak difoto antara lain: Nasi timbel, Capcay, Pecel lele, Gado-gado, Pecel Sayur, Ikan bawal bakar, Bebek Goreng, Sop Buntut, dan Sop Buntut Bakar.

Oh ya, minggu ini urusan saya ke Bank Niaga sudah beres, tapi Joe belum ke Bank karena kami perginya gantian dan ternyata antrian Bank itu lumayan juga. Masih ada waktu sih sebulan lagi selama di Indonesia untuk urusan ke Bank. Toh sebenarnya urusannya tidak sampai berhari-hari asalkan sudah pergi saja ke banknya.

Begitu dulu cerita update liburan minggu ke-2 yang sebenernya tak lain dan tak bukan cerita makanan doang, hehehe. Semoga berikutnya di Jogja bisa semakin banyak variasi makanan yang bisa dicicipi.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.