Upgrade jaringan rumah ke 2.5GbE

Baru-baru ini saya mulai mengupgrade jaringan di rumah ke 2.5 Gbps. Ini sekedar catatan mengenai: kenapa 2.5GbE (kenapa tidak 5GbE atau 10GbE), dan hardware yang dipilih saat ini serta pengalaman yang saya alami dalam proses upgrade ini.

TP-Link 2.5Gbps Switch

Catatan singkat: huruf b kecil artinya bit, jadi 1Gbps = 1 milyar bit per detik. Satu byte sama dengan 8 bit, B besar menyatakan byte. Jadi kecepatan 1 gigabit per second (1 Gbps) setara dengan 125 MBps (megabytes per second). Tapi karena ada overhead header ethernet, header IP, header TCP, dsb, kecepatan realnya kurang dari 125 MBps(dari pengalaman: sekitar 100-110 MBps).

Kenapa upgrade?

Dulu saya mengupgrade dari fast ethernet (100 Mbps) ke gigabit ethernet (1 Gbps) karena ISP saya menaikkan kecepatan menjadi lebih dari 100Mbps (dan sekarang sudah 1Gbps). Tanpa jaringan yang mendukung, maka naiknya kecepatan tidak bisa dinikmati di seluruh jaringan rumah.

Di jaringan rumah, saya sering melakukan transfer file besar. Dengan kecepatan 100 megabit/s, kecepatan transfer file realnya sekitar 10-12 megabyte/second. Mentransfer file sebesar 1 gigabyte butuh waktu sekitar 100 detik, sedangkan dengan kecepatan 1 gigabit/s bisa selesai dalam sekitar 10 detik.

Saat ini semua file ukurannya besar (video 4K ukurannya ratusan megabyte, file APK/IPA puluhan sampai ratusan megabyte, file ISO beberapa gigabyte). Ketika melakukan upgrade dari 100Mbps ke 1Gbps, peningkatan kecepatan 10x lipat ini sangat berarti dan sangat terasa.

Kecepatan internet dari ISP sudah mentok 1Gbps selama beberapa tahun terakhir ini, jadi buat apa upgrade lebih dari 1Gbps? Dulu kecepatan 1 gigabit sudah cukup untuk jaringan internal karena mentok di kecepatan harddisk yang hanya 80-160 megabyte/s, artinya kalau jaringannya cepat, tetap harus menunggu data dibaca/ditulis dari harddisk.

Sekarang hampir semua hardware saya sudah memakai SSD dan/atau NVME, yang kecepatannya beberapa ratus megabyte per second, lebih cepat dari kecepatan jaringan. Jadi jika network bisa dipercepat, maka kecepatan transfer file bisa lebih cepat.

Saya menginstall VMWare ESXi di salah satu komputer untuk menjalankan banyak virtual machine. Semua virtual machine dalam ESXi sharing satu koneksi network interface card. Dengan menambah kecepatan jaringan, Virtual machine yang ada tidak akan berebut bandwidth.

Kenapa 2.5GbE? (dan bukan 5GbE/10GbE)

Sebenarnya ada kecepatan yang lebih tinggi yang bisa saya pilih: 5Gbps dan 10 Gbps. Saya memutuskan memilih 2.5GbE karena: support hardware dan harga. Kebanyakan hardware baru sudah mendukung 2.5GbE dan mudah menambahkan ke hardware yang belum bisa 2.5GbE. Selain itu kita tidak perlu mengganti kabel.

Motherboard desktop saya dan server sudah memakai NIC (network interface card) yang mendukung 2.5GbE. Single Board computer ROCK 5B sudah mendukung kecepatan ini. Untuk device yang belum mendukung, ada dua cara upgrade: membeli PCIe network card, atau USB3 ethernet. Harganya pun sekarang relatif terjangkau, PCIe 2.5GbE sekitar 10 USD, dan USB Ethernet 2.5 GbE sekitar 12-17 USD.

Saat ini semua hardware saya belum mendukung 10GbE, jadi kalau mau memakai ini harus membeli banyak benda. Harga PCIe 10GbE tidak murah, switchnya juga masih mahal. Saat ini juga tidak ada USB ethernet 10GbE, hanya ada adaptor Thunderbolt 10GbE (sedangkan kebanyakan device tidak mendukung Thunderbolt). Jadi kecepatan 10GbE ini bagi saya masih belum cocok.

Semua hardware saya juga belum mendukung 5Gbe. Jika saya ingin memakai 5Gbe, tersedia USB ethernet 5GbE, walau harganya masih mahal (harganya 2-4x versi 2.5GbE) dan jarang ditemukan. Menurut review ini kebanyakan USB Ethernet tidak optimal, hanya mendukung sampai 3.5Gbps. Jika saya harus mengupgrade semua hardware, saya akan sekalian memilih 10GbE, jadi saya akhirnya memilih 2.5Gbe saja.

PCIe Network adaptor, USB Ethernet dan Switch

Sebelum membeli hardware baru, saya mengetes dulu support Linux dan Windows. Motherboard kedua benda ini sudah memiliki NIC 2.5GbE. Desktop saya memakai Windows, dan server memakai Linux. Keduanya bisa berkomunikasi dengan baik, dan pengujian menunjukkan kecepatan sesuai harapan.

Testing kecepatan saya lakukan dengan iperf3 dan juga dengan samba. Di Linux saya memastikan bahwa negosiasi speed sudah sukses dengan ethtool.

Pastikan Speed sudah 2500Mb/s dengan ethtool

Di Windows dan macOS, ini bisa dilihat langsung di setting. Di windows ini juga bisa dilihat di command line dengan: wmic nic where netEnabled=true get name, speed.

USB ethernet di macOS memakai Speed 2500Gbps

Setelah itu baru lakukan test dengan iperf3. Test saya lakukan beberapa kali untuk memastikan semuanya OK. Saya memakai MTU standard (bukan Jumbo), jadi kecepatan 2.5Gbit ini sudah sesuai harapan.

Mac-Windows

Setelah itu dicoba apakah benar transfer file bisa dilakukan dengan cepat. Kita bisa memakai SCP, atau samba.

Contoh transfer dengan scp

Jika ada masalah di level ini (transfer lambat), coba cek lagi konfigurasi SCP atau samba-nya.

Kecepatan mencapani 220 MB/s dari Samba (Linux) ke Windows, kebetulan nama folder-nya sama di server dan Lokal.

Ketika ROCK 5B datang, saya menguji speednya dan ternyata bisa 2.5Gbps, saya jadi makin yakin membeli switch 2.5Gbps supaya bisa menghubungkan berbagai komputer saya sekaligus.

Saya membeli switch 5 port (TP Link, harga 60 USD) untuk meja saya dan TP Link 8 Port untuk area server. Di meja saya ada 3 komputer (seperti dijelaskan di posting ini). Jadi 3 port terpakai untuk 3 device di meja saya, dan 1 port terhubung ke switch lain.

Untuk Mac Mini M1, saya memakai USB Ethernet 2.5Gbs. Ada keanehan yang belum berhasil saya selesaikan: koneksi ke Windows akan mencapai 2.3Gbps, sedangkan ke Linux hanya mencapai 1.6Gbps (sudah dicoba ke dua komputer Linux).

Untuk server ESXi, saya membeli PCIe Ethernet dengan chipset Intel I225 karena ESXi tidak mendukung Chip Realtek yang lebih murah. Jika ingin berhemat: USB to ethernet juga bisa dikenali oleh ESXi.

Penutup

Hasil upgrade dari 1Gbps ke 2.5Gbps memang tidak sedrastis ketika mengupgrade dari 100Mbps ke 1Gbps, tapi saya cukup yakin upgrade ini akan menghemat waktu saya cukup banyak setiap harinya. Ketika melakukan upgrade ini, saya juga jadi mereview kembali berbagai konfigurasi jaringan, dan juga sudah merencanakan update level berikutnya.

Saat ini belum semua hardware saya update ke 2.5Gbps. Ada yang karena tidak bisa diupgrade (tidak ada USB 3.0). Ada juga yang karena memang tidak akan butuh mentransfer data besar/banyak.

Berbagai teknologi sudah ada sejak lama (contohnya standard 10GbE sudah ada sejak 20 tahun yang lalu, tahun 2002), tapi harganya belum terjangkau sampai saat ini. Upgrade berikutnya akan saya lakukan jika harga dan effortnya sudah masuk akal (buat saya).

Satu tanggapan pada “Upgrade jaringan rumah ke 2.5GbE”

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.