Bulan Maret yang lalu, kami perlu ke Bangkok untuk mengurus ijin tinggal di Thailand. Kami sudah 3 kali ke tempat tersebut untuk mengurus ijin tinggal. Karena kantornya ada rencana pindah lokasi, maka kami putuskan untuk segera ke sana supaya sudah lebih familiar dengan tempatnya.
Setelah semua berkas siap untuk dibawa, kami memesan tiket pesawat dan hotel. Seperti sebelumnya saat mengurus ijin tinggal, kami menginap di Bangkok Mandarin Hotel yang lokasinya sangat dekat dengan tempat urusannya berada. Kali ini, kami juga menginap 2 malam di Bangkok. .

Seperti tulisan jalan-jalan lainnya, saya akan banyak bercerita dengan sebagian foto-foto saja.
Contents
Chiang Mai – Bangkok
Kami berangkat hari Minggu, 9 Maret 2025 dengan Thai Lion Air. Pilihan maskapai ini, alasannya karena jadwal terbangnya yang tidak terlalu pagi dan juga tidak terlalu sore, dan harganya masih relatif murah dibandingkan yang lainnya.
Kalau beberapa kali sebelumnya, kami naik Van ke Bangkok, kali ini kami naik pesawat karena agak dadakan dan biasanya kalau dadakan supirnya tidak tersedia.

Selesai makan siang, naik grab ke bandara. Penerbangan berangkat sesuai jadwal, tetapi agak lama di bandara Don Mueang menunggu bagasi tiba. Setelah terbiasa dengan air asia yang biasanya cukup cepat mengantarkan bagasi, rasanya kemarin jadi agak kurang sabar menunggu bagasi. Padahal ya bukan bagasi kami saja yang lama, yang lain juga begitu.
Setelah menunggu hampir sejam, akhirnya koper kami sampai juga. Langsung deh keluar dan mencari taksi.
Biasanya kami mencari taksi meter dari bandara, tapi saya ingat terakhir kali menggunakan taksi begitu kami harus mengantri agak lama untuk mendapatkan giliran naik ke taksi. Kami melihat ada booth Grab, jadi kepikiran kenapa nggak mencoba pakai Grab, karena ternyata di bandara Don Mueang kita boleh aja mesan Grab.
Pemesanan Grab berjalan cepat, tapi grabnya yang sampai agak lama karena sepertinya saya salah memilih titik penjemputan di kedatangan domestik, bukan keberangkatan domestik. Jadilah kami menunggu hampir 20 menit sampai akhirnya grabnya datang menjemput.
Tapi waktu melihat mobil yang datang, wow mobil BYD ATTO3 yang masih plat toko! Bolehlah berasa naik mobil baru. Oh ya, grab yang membawa kami ke bandara di Chiang Mai juga mobil listrik AION. Sepertinya semakin banyak mobil listrik dipakai untuk ngegrab.

Satu hal yang menarik perhatian anak bungsu ketika di Bangkok adalah ketika kami lewat gerbang Tol. Di Chiang Mai memang tidak ada jalan tol, makanya hal seperti ini jadi menarik perhatian anak-anak.
Bangkok Mandarin Hotel
Setiap kali ke Bangkok untuk urusan ijin tinggal, kami pasti menginap di hotel ini. Biasanya kami juga mengambil 2 kamar yang terhubung dengan connecting door. Tapi kali ini, kami memesan kamar yang ada bath tub nya, dan kamar tipe ini tidak ada yang terhubung pintunya. Tapi anak-anak sudah cukup besar untuk menempati kamar terpisah dari kami, toh kamarnya bersebelahan.
Setelah beristirahat sebentar, kami memutuskan untuk mencari makan malam dengan jalan ke sekitar hotel. Sebenarnya ada banyak sekali yang menjual aneka ragam makanan di sekitar hotel, kami baru menyadari sekarang, setelah berkali-kali menginap di area tersebut. Tapi si bungsu tetap saja memilih makanan dari 7 eleven daripada food street. Jadilah kami mencari 7 eleven yang letaknya di seberang jalan dari hotel.

Sebenarnya ada juga zebra cross dari bawah, tapi kami sengaja naik jembatan penyebarangan untuk sekalian memperbanyak jumlah langkah jalan sore.
Kali ini, si bungsu mau mencoba makan nasi kuning briyani. Ternyata dia ingat pernah makan nasi kuning saat berada di Sukoharjo waktu mudik sebelumnya. Walaupun rasanya berbeda, tapi karena sama-sama kuning dan toh tidak pedas, dia mau makan nasi kuning. Satu lagi jenis makanan akhirnya bertambah ke pilihan makanan si bungsu yang selama ini sangat sedikit variasinya.
Sore itu kami hanya beristirahat saja, supaya bisa bangun pagi di hari Senin. Siap-siap untuk urusan ke kantor one stop service yang ada di Samyan Mitrtown Bangkok.
Misi Utama

Sesuai rencana, kami berangkat setelah sarapan. Kami jalan kaki saja karena toh dekat. Waktu kami datang, walaupun belum jam buka layanan, sudah ada beberapa orang juga yang datang lebih dulu dari kami. Setelah tanya sana sini, akhirnya dapat informasi dokumen apa yang masih perlu dilengkapi.
Seperti biasa, namanya urusan dengan dokumen, selalu ada yang perlu ditambahkan. Untungnya di sana ada tempat untuk mencetak dokumen maupun memfoto kopi jika dibutuhkan.
Setelah wara wiri urusan dokumen, sekitar pukul 11 kurang urusan kami selesai. Artinya misi utama ke Bangkok sudah selesai. Lega juga bisa selesai agak cepat, karena sehubungan dengan rencana pindah lokasi, kantornya buka hanya setengah hari kerja saja. Kalau kemarin urusan gak selesai sampai jam 12, bisa-bisa kami harus kembali lagi hari berikutnya.
Bersyukur ketemu dengan beberapa petugas yang bersedia membantu memberitahu apa yang kurang, lumayan juga hasil belajar bahasa Thai selama ini semakin berguna untuk urusan begini. Setelah semua beres, baru deh kami kepikiran untuk jalan-jalan.
Setelah cukup sering ke Bangkok, sebenarnya kami tidak terlalu banyak tujuan yang ingin dikunjungi kalau bukan karena terpaksa. Jadi kami kepikiran untuk mengunjungi One Bangkok mall saja, tempat di mana kantor urusan ijin tinggal ini akan dipindahkan. Anggap saja survei lokasi supaya lain kali kalau mau ke sana sudah tidak bingung lagi.

Oh ya, sebelum ke One Bangkok, kami beli cemilan dulu. Beli Ya Kun Kaya Toast (yang aslinya dari Singapura), dan Auntie Anne.
One Bangkok
Setelah dipelajari, One Bangkok itu tidak jauh dari Samyan. Kami bisa naik MRT saja dan hanya berhenti di Lumphini yang jaraknya 2 stop dari Samyan.

Gedung Samyan Mitrtown ini terhubung ke stasiun MRT. Jadi kami hanya perlu ke stasiun MRT lalu membeli tiket dengan menggunakan QRCode maupun uang tunai.

Gak lama kami sudah sampai di One Bangkok, yang mana terhubung dengan exit MRT Lumphini. Lumayan ga harus berpanas-panas jalan di luar jadinya.

Karena sudah menjelang jam makan siang, kami mulai melihat-lihat kira-kira ada makanan apa saja di sana. Ternyata ya ada banyak. Dari sekian banyak pilihan makanan, pilihan si bungsu Oishi Ramen. Tapi sebelum memesan makanan kami memutuskan melihat ada apa saja di mall tersebut yang mungkin menarik untuk dikunjungi lain kali.


Ternyata di One Bangkok ini ada tempat bermain indoor yang lumayan besar, mengingatkan pada Berjaya Times Square di KL. Tapi tentunya yang di KL lebih besar karena terdiri dari beberapa lantai.
Selain tempat bermain (yang kami hanya liat tapi tidak kunjungi), ada toko alat tulis kantor yang menarik perhatian kami. Entah kenapa ya, walau sudah jarang sekali menulis di buku beneran, setiap melihat alat tulis dan juga buku catatan, ada perasaan pengen mampir melihat-lihat (yang kadang-kadang jadi beli juga).
Setelah melihat ada apa saja yang mungkin menarik, kami kembali ke Oishi Ramen. Bedanya tempat ini dengan yang ada di Chiang mai adalah tempat ini kita memesan menggunakan mesin dan banyak hal kita lakukan sendiri, termasuk menyimpan tatakan kembali ke area yang dikhususkan untuk itu.

Menu makanannya hampir sama semua, jadi lebih mudah dalam memilih mau makan apa sian gitu.
Selesai makan siang, eh ternyata si kecil masih minta es krim. Memang biasanya, setelah urusan ijin tinggal selesai, kami akan mampir di Swensens untuk makan es krim. Mungkin si kecil ingat dengan kebiasaan itu, jadilah dia minta es krim setelah selesai makan. Kebetulan juga toko Oishi dan Es Krimnya bersebelahan.

Selesai makan es krim, kami pulang naik MRT lagi ke Samyan. Eh ternyata di Samyan ada yang jual nasi kuning, ya udah dibeli bungkus deh buat makan sore.
Berenang

Dipikir-pikir hari itu kerjaan nyemil dan makan sangat banyak. Jadilah kami memutuskan sore hari harus berenang membakar lemak yang dimakan tadi. Tapi tentunya kami berenang setelah beristirahat terlebih dahulu.
Anak-anak memang lagi senang berenang. Kolam di bangkok mandarin hotel ini kedalamannya sama semua, dan anak-anak bisa berdiri tanpa takut tenggelam. Mereka senang bisa bermain air dan juga latihan berenang sedikit. Kebetulan tamu yang lain kebanyakan hanya duduk saja di pinggir, tetapi tidak masuk ke kolam renang. Tempat berenangnya juga tidak terkena matahari langsung, jadi lumayan nggak usah takut hitam.
Selesai berenang, kami makan di kamar saja dan memutuskan tidak kemana-mana lagi. Istirahat karena sudah banyak berjalan dan juga main air.
Bangkok – Chiang Mai

Hari Selasa tanggal 11 Maret 2025, kami kembali ke Chiang Mai dengan naik Thai Lion Air lagi. Alasannya sama dengan ketika berangkat, jadwal yang tidak terlalu sore tapi juga tidak terlalu pagi dan harganya masih murah ya Thai Lion Air ini. Ternyata bahkan pesawatnya tidak terlalu penuh. Tidak ada yang duduk di sebelah saya. Jadi bisa dibilang satu baris hanya kami ber-4.

Sampai di Chiang Mai, kami tidak harus menunggu lama untuk mendapatkan bagasi. Kami juga memesan taxi meter yang ada di dekat pintu keluar. Kali ini tidak memesan Grab, karena sepertinya di Chiang Mai saya tidak melihat ada counter Grab. Lagipula rumah kami sangat dekat dari bandara, naik taksi manapun beda harganya tidak banyak.
Home sweet home, urusan beres dan bisa kembali sebelum terlalu malam. Kami bisa jalan sore keliling komplek deh sore itu. Oh ya catatan tambahan, saat kami kembali, jalanan komplek sudah ditambahkan garis pinggir dan garis tengahnya juga, jalannya jadi semakin seperti jalan besar yang ramai dilalui saja.