Aturan Menulis Kamu Bagaimana?

Setiap orang pasti punya aturan menulis masing-masing. Saya awalnya tidak menyadari kalau saya juga punya aturan menulis. Setelah menemukan aturan menulis ala Stephen King ini, ternyata saya sepakat dalam banyak hal walau belum melakukan beberapa hal mengikuti saran Stephen King.

Stephen King

Mungkin ada yang belum kenal siapa sih Stephen King. Kenalan dulu kalau gitu ya. Menurut wikipedia, Stephen King lahir dengan nama asli Stephen Edwin King 21 September 1947. Dia dikenal sebagai penulis novel Amerika dengan genre horor, fiksi supernatural, suspense, kriminal, science-fiction, dan fantasi. Karyanya sudah banyak menjadi best-seller dan beberapa diadaptasi menjadi film horor.

Daftar karyanya sudah terlalu panjang buat saya sebutkan di sini, tapi ini ada beberapa yang bisa dilihat di Netflix. Intinya sih mau bilang, dia penulis yang sangat produktif dan tetap produktif sampai sekarang di usianya yang sudah 73 tahun.

Beberapa film yang diadaptasi dari Novel Stephen King yang ada di Netflix

Pastinya ada sesuatu yang bisa dipelajari dari Stephen King, bagaimana dia bisa tetap produktif menulis. Masa sih ga ada rasa jenuh menulis, dan gimana caranya karyanya bisa hampir selalu terkenal walaupun terkadang dia menerbitkannya dengan nama samaran?

Aturan Menulis Ala Stephen King

Berikut ini aturan menulis ala Stephen King, yuk coba tanyakan ke diri masing-masing mana yang bisa kita ikuti dan mana yang belum kita lakukan dan kenapa.

Aturan menulis ala Stephen King

1| Menulis untuk diri sendiri

Menulis untuk dirimu sendiri, baru khawatirkan pembacamu. Dengan kata lain, bebaskan saja menulis apa yang ingin dituliskan. Saya pernah berhenti menulis karena merasa-rasa nanti kalau saya tulis A bagaimana tanggapan yang baca ya, apakah akan ada yang merasa kalau saya sedang menceritakan dia. Sering juga tidak jadi menulis karena merasa ide tulisan saya sudah sering dibahas orang, jadi udah kebanyakan mikir, jangan-jangan ini sudah tidak menarik lagi karena sudah banyak yang bahas.

Tapi setelah berusaha menulis setiap hari, saya sudah mengadaptasi saran dari Stephen King ini (walau saya sebelumnya tidak tahu tentang aturan ini). Saya menulis ya menulis saja. Motivasi saya menulis juga buat diri saya sendiri, bukan untuk orang lain.

2| Membaca

Nah ini teorinya saya sudah tau, untuk bisa menulis lebih baik, seorang penulis harus banyak membaca, membaca dan membaca. Apa daya, sekarang ini masih berlatih lagi untuk konsisten membaca selain menulis. Memang sih ada bedanya dirasakan ketika hanya menulis saja dibandingkan menulis dan membaca.

Terkadang, ketika menulis, ada saja hal-hal yang sudah dibaca jadi bahan untuk dituliskan kembali. Sedangkan kalau tidak banyak membaca, otomatis jadi berkurang bahan untuk jadi tulisan.

3| Jauhi distraksi

Bagian menjauhi distraksi ini saya masih sering gagal. Ketika menulis, harusnya semua yang lain dimatikan supaya fokus menulis. Tapi seringkali yang terjadi adalah, saya menulis sambil ngobrol di messenger, atau membuka-buka sosial media.

Menulis tulisan ini saja, karena sambil mencari tahu karya-karya Stephen King, tadi hampir terdistrak nonton dulu, untung ingat kembali ke tulisan ini.

4| Punya gaya sendiri

Setiap orang punya gaya menulis sendiri. Ada yang suka gaya menuturkan fakta, ada yang suka gaya bercerita, ada juga yang suka menuliskan dengan infografis. Untuk genre nya juga beda-beda, dan setiap orang bebas memilih gaya masing-masing.

Saya sendiri termasuk gaya bebas, bahkan ketika menuliskan reviu drama Korea saja, saya tidak punya format penulisan yang sama.

5| Tinggalkan yang membosankan

Nasihat yang ini sebenarnya saya kurang mengerti. Karena saya tidak akan pernah bisa menuliskan hal yang membosankan buat saya. Biasanya saya akan menuliskan hal yang menarik saja. Apakah itu artinya saya sudah meninggalkan hal yang membosankan dan fokus pada hal-hal yang menarik saja? Entahlah, mungkin pembaca ada yang lebih mengerti maksud dari poin ini apa?

6| Berbahagialah

Menulis adalah tentang menjadi bahagia. Ini saya setuju banget. Kalau menuliskan hal-hal dengan terpaksa dan bikin gak bahagia, pasti kualitas tulisannya terasa berbeda dengan menulis ketika kita merasa bahagia. Prinsip menulis untuk berbagi kebahagiaan ini yang kami adaptasi di DrakorClass. Setelah berbahagia menonton drama Korea, kami menuliskan hal-hal yang menarik dari drama tersebut.

7| Istirahat

Jangan lupa istirahat, karena istirahat itu penting untuk kita memulihkan tenaga dan waktunya untuk bermimpi juga. Banyak loh dari mimpi kita bisa menjadi ide tulisan. Ah jadi ingat beberapa waktu lalu saya mimpi horor, tapi belum saya tuliskan. Eh tapi, saya sudah lupa tuh, ga jadi deh cerita horornya.

Cukup dulu tulisannya sampai di sini, sudah waktunya buat saya istirahat. Semoga saja tidak sampai bermimpi horor malam ini, hehehe. Yuk temukan aturan menulis yang sesuai dengan diri kita masing-masing, dan tetap berbahagia dalam menulis.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.