Musim Panas dan Polusi di Chiang Mai, Maret 2024

Musim panas tahun 2024 di Chiang Mai sudah terasa sejak akhir bulan Februari. Bukan hanya udara yang makin panas, polusi juga mulai terasa. Sebenarnya, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, polusi udara di musim dingin di Chiang Mai tidak terlalu terasa. Malahan di awal tahun saya sering baca tentang kondisi udara di Bangkok yang sampai menyarankan pekerja kantoran di Bangkok untuk bekerja dari rumah.

Saya pikir, atau mungkin saya tadinya berharap, siklus polusi di utara Thailand yang selalu ada di awal tahun sampai bulan April atau Mei sudah berakhir. Dengan datangnya musim panas, beberapa titik hutan terjadi kebakaran dan kemarin 15 Maret 2024, Chiang Mai mendapatkan rekor kota paling berpolusi di dunia.

Menghadapi Polusi di Chiang Mai

Karena polusi udara bukan sesuatu yang baru lagi buat kami, sebenarnya kami sudah punya persiapan setiap kali polusi datang di Chiang Mai. Mesin filter udara di setiap ruangan sudah ada dan selalu ada filter penggantinya. Masker yang dilengkapi dengan filter juga kembali dipakai. Di mobil MG sudah ada filter pm2.5 terintegrasi, jadi tidak perlu filter tambahan.

Dipikir-pikir, dengan adanya siklus polusi yang selalu datang, membuat kami dan banyak tempat sudah lebih siap menghadapi polusi. Tetap saja kami mengurangi kegiatan di luar kalau udara sudah buruk begini. Kegiatan jalan pagi dan sore juga jadi agak terganggu dengan adanya polusi tinggi begini.

Dengan musim polusi yang selalu datang berulang di awal tahun, hampir semua tempat sudah mempersiapkan diri dengan filter ruangan. Berbagai restoran dan coffee shop juga menyediakan filter udara untuk memastikan pelanggan mau datang makan di tempat mereka.

Kemarin siang kebetulan ada jadwal Joshua ke dokter gigi. Dan seperti dugaan, di sana juga setiap ruang pemeriksaan dan ruang tunggunya sudah ada filter udara bekerja. Jadi sebenarnya, dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, hampir semua tempat indoor sudah memiliki filter udara.

Makanya setelah dari dokter gigi, kami tadi bisa mampir minum kopi sambil makan es krim di Bear Hug Cafe, salah satu cafe yang menarik pengunjung dengan mengumumkan kalau meraka punya filter udara.

Bagaimana dengan mall? Nah kalau ini sih rasanya nggak ada filter udaranya. Entah sekarang ya, tetapi di tahun-tahun sebelumnya, kami pernah mencoba membawa sensor pengukur pm2.5, di dalam mall ya tetap saja polusinya cukup tinggi. Apalagi kan kalau mall itu ada banyak orang keluar masuk dan pintu-pintunya otomatis terbuka tertutup.

Panas dan akan semakin panas

Suhu udara juga semakin naik. Biasanya kalau bulan April nanti bisa sampai 40-an derajat celcius. Kalau sekarang ini, walau menurut aplikasi 36 derajat celcius, karena ada lapisan tebal polusi, mataharinya malah jadi seperti terhalang panasnya sedikit.

Beberapa pekan terakhir sudah sering mendengar prakiraan cuaca akan datangnya badai musim panas, tetapi entah kenapa nih belum datang juga. Kalau melihat prakiraan cuaca beberapa hari ke depan, sepertinya akan ada penuurunan temperatur di pekan depan, artinya kemungkinan saja akan ada badai yang membawa angin dan sedikit hujan.

Setiap kali polusi mulai parah begini, hanya bisa berharap semoga ada angin kencang yang meniup polusi pergi dan atau hujan yang membersihkan udara setidaknya untuk beberapa hari.

Siap-siap bayar tagihan listrik

Namanya musim panas, apalagi dilengkapi dengan polusi. Biasanya kami akan lebih banyak berdiam diri di rumah dan menyalakan AC dan juga filter udara. Otomatis pemakaian listrik lebih banyak dari biasanya. Setiap musim panas begini, harus siap-siap nggak usah kaget kalau tagihan listrik naik banyak dari biasanya.

Tetapi sebenarnya anggap saja bayar listrik itu seperti biaya menjaga diri tetap sehat. Katanya kan lebih baik mencegah daripada mengobati. Lebih baik pasang filter dan AC dan bayar listrik agak mahal, daripada berada dalam ruangan yang panas dan berpolusi.

Selamat datang musim panas di Chiang Mai, semoga juga badai tropisnya datang secukupnya untuk membersihkan udara dari polusi yang terlalu rajin datangnya setiap tahun.

Penulis: Risna

https://googleaja.com

4 thoughts on “Musim Panas dan Polusi di Chiang Mai, Maret 2024”

  1. Waaahhh … Teh Risna di Chiang Mai sudah musim panas lagi. Ini Jakarta masih hujan dan dingin. Katanya cuaca ekstrim ya. Semoga selalu sehat aamiin …

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.