Cerita 6 Bulan Menggunakan MG4 EV

Tak terasa, sudah 6 bulan lebih menggunakan mobil listrik. Sampai saat ini kami belum menginstal wall charger di rumah, kok bisa? Ya ini ceritanya panjang. Tapi ternyata bisa kok tanpa wall charger di rumah, karena di Chiang Mai sudah ada banyak tempat mengisi baterai mobil.

Di tulisan ini, saya juga akan menceritakan apa saja yag pernah kami alami selama 6 bulan menggunakan mobil listrik MG 4. Tulisan ini sekedar catatan saja, walaupun ada beberapa masalah kecil, secara keseluruhan kami merasa puas menggunakan mobil listrik. Pengalaman sebulan pertama memakai mobil MG 4 EV bisa dibaca di tulisan sebelumnya.

Ukuran MG 4 EV pas untuk keluarga dengan 2 anak

Menggunakan EV Tanpa Wall Charger di Rumah

Saat memutuskan membeli mobil listrik, kami sudah melihat banyak tempat untuk charging mobil listrik. Tetapi sebenarnya, pada waktu itu saya pikir mengisi baterai mobil ya sama aja kayak mengisi baterai lainnya bisa dilakukan di rumah. Ternyata saya salah.

Memasang wall charger itu butuh meminta meter baru dari perusahaan listrik negara. Permasalah muncul ketika ternyata kami baru tahu kalau meminta meter baru itu hanya bisa dilakukan oleh pemilik rumah atau memiliki fotokopi bukti kepemilikan rumah dan surat kuasa kalau memang pemilik rumah mau mempercayakan kita mengurusnya ke PLN.

Ceritanya sangat panjang, tapi intinya sih saat ini belum bisa dipasang karena pemilik rumah belum bisa ke Chiang Mai untuk mengurus meter barunya. Jadi selama 6 bulan ini, kami mengisi baterai mobil di tempat pengisian yang untungnya cukup banyak ada di Chiang Mai.

Kami juga menemukan bukan hanya 2, tetapi ternyata ada 3 tempat untuk charging yang cepat ada di sekitar rumah. Joe bikin script buat monitoring 3 tempat isi baterai tersebut, sehingga kami bisa tahu kapan tempatnya kosong atau berisi. Untuk mengisi baterai, kami bisa memesan terlebih dahulu sebelum pergi mengisi baterai. Dengan sistem begini, kami tidak terlalu merasa perlu memiliki wall charger di rumah. Pengisian di akhir pekan juga biasanya tarifnya lebih murah daripada di hari biasa.

monitor status 3 tempat charging mobil di sekitar rumah

Jadi kami biasanya setiap akhir pekan mengisi baterai dengan biaya kurang dari 200 baht setiap mengisi. Akan tetapi, terkadang kalau kami mengisi sambil minum kopi supaya nggak berasa lama menunggu, ya biayanya jadi bertambah, hehehe.

Kesimpulannya sih untuk pemakaian kami yang biasanya mengisi BBM rata-rata sekali seminggu dengan biaya hampir 1000 baht, jadi hemat banyak karena bisa isi baterai dan minum kopi dengan biaya kurang dari 500 baht. Mungkin kalau punya wall charger sendiri di rumah bisa lebih hemat lagi, tetapi kabarnya walaupun charging di rumah ada tarif khusus di malam hari, akan butuh waktu lama untuk bisa charging mobilnya kalau kurang dari 20 persen untuk sampai ke 80 persen.

Kami masih tetap mengupayakan supaya ada wall charger di rumah, nanti kalau akhirnya sudah terpasang semoga ingat menuliskannya lagi.

Adaptasi MG 4EV setelah 6 bulan

Kalau dulu yang paling kagok dari perubahan memakai mobil Nissan ke MG adalah tempat lampu belok dan wiper yang bertukar antara kanan dan kiri. MG memang desainnya seperti mobil eropa, jadilah posisi wiper di sebelah kanan sedangkan lampu belok ada di sebelah kiri. Dalam waktu 6 bulan ini, hanya 1 kali saya sempat salah memakai wiper ketika mau belok. Joe juga pernah sekali. Sepertinya waktu itu emang lagi agak kagok dan sedikit kurang fokus saja.

Paling kagok karena untuk menyalakan lampu belok ada di tangan kiri bukan di tangan kanan

Kami juga sudah mulai terbiasa dengan tidak ada tongkat untuk ganti gigi dan rem tangan . Walaupun buat saya, terkadang untuk mundur masih mencari sesuatu di tengah-tengah untuk ganti gigi mundur.

Dalam waktu 6 bulan, kami juga sudah biasa dengan mobil yang tidak ada bunyinya. Kami agak bertanya-tanya, kira-kira kalau naik mobil BBM bakal berasa berisik gak ya, hehehe.

Kunci tanpa anak kunci, ganti gigi dengan putaran dan rem tangan dengan mengangkat tanda P

Kami juga merasa sangat dimudahkan dengan tidak harus memutar kunci mobil. Tidak perlu memanaskan mobil. Begitu masuk, ketika kunci berada di dalam mobil, otomatis mesin mobil akan menyala ketika kita duduk. Ketika mau keluar juga nggak perlu matikan mesin, tapi harus ingat mengunci pintu mobil karena ketika mengunci pintu, mesin akan mati.

Oh ya, karena kunci tidak diputar seperti biasa, terkadang ketika salah satu dari kami membuka pintu gerbang, kami suka lupa kalau kunci ada di dalam tas dan ikut kebawa keluar. Biasanya kalau begini, akan ada peringatan bahwa kunci berada di luar mobil, walaupun mesin tidak akan langsung mati. Dalam 6 bulan pemakaian, ada 2 kali kejadian lupa kalau kunci terbawa di dalam tas. Makanya biasanya kami akan meletakkan kunci seperti di foto, supaya keliatan dan ingat kalau kunci ada di dalam. Kalau mau keluar, ga mungkin lupa bawa kuncinya karena pasti keliatan setelah tangannya memencet tanda P untuk parkir.

Kemudahan lain yang juga dirasakan dengan mobil MG ini, sekarang kami bisa dengan mudah melihat Google Map. Dengan menyambungkan ponsel ke kabel USB, android auto akan otomatis membuka google map dan atau untuk memasang musik. Layar untuk indikator peta dan pengaturan AC ini terpisah dengan dashboard untuk kebutuhan melihat berbagai rambu jalan dan indikator yang dibutuhkan untuk menyetir.

Salah satu hal yang awalnya saya pikir MG agak kalah dibandingkan Nissan adalah bagian bagasinya. Dulu saya senang dengan mobil Nissan karena bagasinya memang super luas dibandingkan dengan mobil sedan lainnya. Ternyata, ketika adik Joe datang dari Jakarta dan membawa 2 koper besar, 1 koper kabin selain beberapa tas ransel, semua bisa masuk ke bagasi.

Mobil kami belum pernah dibawa perjalanan luar kota, akan tetapi sudah pernah dipakai ke area yang agak naik. Kalau kata Joe sih nyetirnya nggak berasa berat sama sekali. Beda banget tentunya dengan pengalaman waktu naik Nissan yang kalau tanjakan kami harus matiin AC biar mesinnya kuat, hehehe.

Dalam waktu 6 bulan, kami juga sudah menemukan tempat di mana kami bisa mencuci mobil selain cuci sendiri. Selain itu, kemarin saya sudah membawa untuk pemeriksaan 6 bulan. Lumayan sih pemeriksaan 6 bulan sekalian mobil dicuci dan bersihkan. Bulan ini nggak perlu cuci mobil deh.

Pemeriksaan setiap 6 bulan atau 10.000 km

Ketika membeli mobil, kami diberitahukan kalau kami akan mendapatkan fasilitas pemeriksaan gratis setiap 6 bulan selama beberapa tahun (saya lupa persisnya). Saya pikir pemeriksaan ini benar-benar gratis-tis. Ternyata, selain pemeriksaan rutin, akan ada poin-poin yang ditambahkan yang ditanya terlebih dahulu apakah kami ingin melakukannya atau tidak.

Misalnya saja, kemarin kami disarankan untuk membersihkan area rem. Biaya tambahan ini nggak mahal sih, sekitar 300 an baht. Pemeriksaan rutin ini berlangsung sekitar 90 menit dan itu sudah termasuk mobil yang dicuci bersih ketika dikembalikan.

Sebagai catatan sebenarnya pemeriksaan rutin mobil pertama itu dilakukan setelah 10000 km atau 6 bulan, tergantung mana yang sampai lebih dahulu. Karena kami belum sampai 10000 km, kami tetap memeriksakan setelah 6 bulan. Katanya pemeriksaan 6 bulan berikutnya akan disarankan untuk menukar letak ban.

Berbagai Sensor di Mobil

Ada berbagai sensor di mobil MG EV ini. Beberapa sensor yang pernah membantu adalah pemberitahuan kalau tekanan ban mobil menurun. Sensor memberitahukan ban sebelah mana persisnya yang tekanannya butuh ditambah. Di mobil ini sudah tersedia alat isi angin yang otomatis, jadi kalau misal mau isi angin, nggak perlu ke bengkel atau kemana-mana.

Salah satu sensor yang juga cukup membantu adalah ketika kita agak terlalu cepat dan ada bahaya menabrak mobil di depan kita. Mobil akan memberi peringatan supaya kita menurunkan kecepatan.

Ada lagi sensor yang terkadang bikin kaget, kalau kita melewati garis putus-putus pembatas jalan dan kita pindah jalur tanpa menyalakan lampu tanda pindah jalur, akan ada peringatan dan setirnya berasa melawan dan berusaha kembali ke dalam jalur. Bagian ini juga bisa disetting sih untuk dihilangkan kalau memang merasa terganggu. Tetapi sejauh ini kami tetap aktifkan untuk melatih kebiasaan menyetir di dalam garis dan atau menyalakan tanda ketika akan berganti jalur.

Satu sensor yang perlu diwaspadai juga adalah sensor ketika berbelok dan berusaha untuk menambah kecepatan. Beberapa kali kejadian ini membuat mobil akan berhenti mendadak karena sensornya bisa jadi agak terlambat dan menganggap ada sesuatu di depan dan dia akan memaksa mobil berhenti.

Kejadian mobil berhenti mendadak ketika baru belok dan berusaha menambah kecepatan ini cukup bikin deg-deg an. Kalau kata bengkelnya sih, selama kita belok itu nggak berusaha langsung gas poll, seharusnya kejadian ini nggak akan terjadi lagi. Memang kalau diingat-ingat, beberapa kali kejadiannya ketika berusaha injak gas setelah belok keluar komplek rumah. Kabar baiknya, fitur ini sebenarnya bisa dimatikan setiap kali setelah mobil dinyalakan. Kalau mau dimatikan permanen juga bisa, tetapi ya dipikir-pikir, ada baiknya tetap dinyalakan dan berhati-hati saja ketika belok jangan langsung tancap gas.

Happy Makai EV

Harga mobil EV sekarang ini semakin banyak yang menurun dibandingkan harga ketika kami membelinya, akan tetapi kami tetap merasa tidak menyesal membeli sejak 6 bulan lalu. Di Chiang Mai, tenaga listrik itu berasal dari tenaga panas bumi dan bukan batubara, jadi dengan menggunakan mobil listrik di sini, kami bisa benar-benar membantu mengurangi polusi selain berhemat biaya transportasi.

Semoga saja semakin banyak yang menggunakan mobil listrik, setidaknya polusi dari bahan bakar kenderaan bermotor bisa berkurang di kota ini.

Penulis: Risna

https://googleaja.com

3 thoughts on “Cerita 6 Bulan Menggunakan MG4 EV”

  1. Wah review mobil listriknya menarik nih, jadi ada pencerahan. Mantap.
    Mulai melirik mobil listrik nih…

    1. Iya mbak, kalau misal di Indonesia udah banyak tempat charge seperti pom bensin, sebenernya mobil listrik ini worth to buy banget

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.