DIY Workshop di McDonald’s

Hari ini Jonathan ikutan workshop di Mc Donald’s bareng anak-anak grup homeschooling Thai. Ceritanya beberapa minggu lalu saya kepikiran gimana caranya ya biar Jonathan punya teman berlatih ngobrol Thai, soalnya tetangga rumah kami anaknya sudah agak besar dan jam keluar rumahnya jarang bareng dengan Jonathan. Hasil dari nanya ke temen yang ikutan co-op tapi orang Thai, saya disarankan gabung ke grup homeschooling orang Thai. Tadinya agak ragu-ragu karena sampai sekarang baca bahasa Thai buat saya itu masih sering malasnya daripada memaksakan diri baca. Tapi ya masa sih anak disuruh belajar, sendirinya ga maju-maju belajar baca Thainya. Akhirnya sayapun masuk FB group yang isinya semua pake bahasa Thai.

Gak berapa lama bergabung, saya baca pengumuman mengenai workshop ini. Ada 3 paket harga yang ditawarkan, dan harganya seperti kita beli paket burger untuk di makan sendiri. Saya penasaran, kira-kira workshopnya ngapain aja ya? karena saya lihat anak-anak yang daftar workshop, rata-rata antara 5 dan 6 tahun. Saya pikir, ga mungkin dong mereka diajak goreng-gorengnya di McD.

Hari ini, sekitar jam 11 siang kami sudah tiba di lokasi workshop. Pertama kami harus daftar, memilih paket mana yang ingin dikerjakan dan bayar di tempat. Sembari menunggu semua yang sudah daftar sebelumnya hadir, anak-anak diberi kertas dan crayon untuk mewarnai. Beberapa anak langsung mewarnai dengan tekun.

Sekitar jam 11.20, anak-anak diminta berbaris berdasarkan ketinggian. Anak-anak dibagi dalam 2 grup, mereka akan diajak untuk tour melihat dapurnya Mc Donald. Sayangnya bagian yang ini saya dan orangtua lainnya ga ikutan, jadi ga tahu persisnya ada apa saja di dapurnya Mc Donald. Setiap kelompok di minta untuk berbaris memegang bahu teman di depannya dan berjanji untuk tidak memegang benda-benda di dapur dan tekun mendengarkan. Salah satu bagian yang saya sempat lihat, di bagian Mc Cafe nya, ada lemari es dan juga mesin untuk susu, minuman pepsi dan lain-lain.

Kalau dari cerita Jonathan, mereka juga masuk ke ruangan freezernya, dan juga dijelaskan mengenai proses menerima proses drive thru. Kataya dijelaskan ada sensor untuk mengetahui ada mobil yang datang memesan. Anak-anak di bawa keluar untuk melihat titik drive thrunya. Bagian ini Jonathan kemungkinan sudah hapal, karena beberapa kali kami mampir beli drive thru walau itu sekedar beli ice cream cone hehehe. Saya juga lihat anak-anak diberi penjelasan mengenai mesin kasirnya. 

Sekitar jam 11.50, anak-anak dimnta kembali duduk dan diberikan video mengenai Mc Donald di Thailand. Sebelum memulai workshop menyusun burger, mereka diberi kuis berdasarkan video yang ditonton dan diberi hadiah bukut tulis kecil apabila menjawab dengan benar. Di luar dugaan saya, walaupun videonya menggunakan audio bahasa Thai, tapi karena ada informasi tertulis dalam bahasa Inggris, Jonathan cukup mengingat beberapa fakta, dan berhasil menjawab pertanyaan pertama mengenai tahun berapa Mc Donald masuk ke Thailand. Saya dan beberapa orang tua lain ga nyimak bagian yang itu, dan Jonathan duluan angkat tangan dan menjawab 1985.

Ada yang unik dengan cara memberi kuis di sini. Anak-anak di minta untuk mendengarkan pertanyaan dan memegang kupingnya selama pertanyaan diajukan. Lalu siapa yang tahu jawabannya dipersilahkan mengangkat tangannya. Mungkin cara ini bukan cara baru, tapi buat saya, hal ini baru dan masuk akal. Dengan memegang kupingnya, kita yakin anak-anak  memasang kuping mendengarkan pertanyaan. 

Setelah beberapa pertanyaan diajukan, akhirya sampai juga ke bagian workshop yang dinanti-nantikan yaitu mempersiapkan burger. Saya jadi baru tau juga bagaimana mereka menyusun burger dan membungkusnya. Pertama sisi atas roti burger adala sisi yang diberikan saus tomat dan saus paprika. Lalu susun sayuran selada dan tomat di atas saus tadi. Bagian daging burger di letakkan di sisi bawah burger, lalu di tangkupkan ke sisi yang sudah ada sayuran dan tomat. Berikutnya untuk melipat bungkusan burger, letakkan burger di tengah dalam keadaan terbalik dan kertas dengan orientasi portait, lalu sisi kertas yg dekat ke kita di lipat ke bagian atas burger. Lalu burger di balikkan sambil melipat kertas. Setelah burger tiak terbalik lagi dan berada di tengah kertas, sisi kanan dan kiri kertas bisa dilipat ke bagian bawah burger.  Dan selesailah sudah mempersiapkan burger dan siap untuk disajikan.

Mungkin karena umur anak-anaknya masih kecil-kecil, mereka tidak diajak untuk mengiris sayur, tomat ataupun memanggang roti dan patty untuk burgernya. Semua hal-hal tersebut sudah dipersiapkan oleh pegawai Mc Donald nya. Dipikir-pikir, hal sederhana begitu saja anak-anak sudah senang ya. Melihat bagaimana dapurnya dan belajar mempersiapkan burger sambil memai celemek dan topi chef. Dan diakhir, tentu saja makan burger yang mereka persiapkan plus french friesnya. Kegiatan workshop diakhiri foto bersama dan pemberian sertifikat.

Selesai workshop, tentunya anak-anak bermain-main di ruangan bermain yang ada di Mc Donald. Jonathan cukup enjoy dengan kegiatan hari ini, pulang ke rumah jam 2 siang dia langsung tidur siang. Senangnya lagi, karena dia bisa dapat beberapa teman baru. Beberapa keluarga homeschool Thai cukup bisa berbahasa Inggris. Saya sih tadi ngobrol pake bahasa Thai, kalau obrolannya ga rumit-rumit amat, saya masih bisalah ngerti mereka ngobrolin apaan hehehe. 

Cukup positif dengan pengalaman bareng homeschoolers Thai hari ini. Kegiatannya menarik, gak mahal, semua happy dan saya senang dapat beberapa teman baru untuk kembali mengasah bahasa Thai saya yang sudah lama ga bertambah vocabularynya. Semoga lain kali ada kegiatan lainnya yang juga cocok untuk Joshua dan mereka bisa berlatih bahasa Thainya juga.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.