Thanksgiving Day, Loy Kratong dan Yi Peng Festival di Chiang Mai

Hari ini, hari Kamis ke-4 dalam bulan November, orang Amerika merayakan Thanksgiving Day. Hari ini, malam bulan purnama di bulan ke-12 kalendar Lunar Thai, orang Thailand merayakan Loy Kratong. Loy kratong juga diikuti dengan Yee Ping Festival yang jatuh pada malam bulan purnama bulan ke-2 kalendar Lanna. Hari ini 22 November 2018, bukan hari libur di Thailand, walaupun banyak kegiatan berlangsung terutama di sepanjang sungai.

Di Chiang Mai, banyak expat dari berbagai negara dan tentunya juga banyak yang dari Amerika. Sangkin banyaknya, di Chiang Mai sampai ada konsulat Amerika segala. Hari ini beberapa restoran yang biasa menyajikan makanan Amerika dan hotel memanfaatkan momen yang ada untuk menjual paket dinner Thanskgiving Day, dan buat yang lokasinya dekat dengan sungai Ping, mereka memanfaatkan untuk menjual tiket makan malam perayaan Loy Kratong dan Yi Peng Festival.

Dampak dari beberapa perayaan jatuh di hari yang sama yang paling terasa adalah: banyak jalanan macet. Kalau saja ga punya kegiatan wajib, rasanya lebih baik ga usah kemana-mana. Akses jalan ke rumah kami, yang terdekat itu melewati daerah sungai Ping, dan kalau sudah begini, harus siap-siap kena macet.

Kami, sebagai orang Indonesia yang tidak merayakan Thanksgiving dan tidak merayakan Loy Kratong maupun Yi Peng Festival, biasanya cuma jadi penonton saja. Lokasi rumah yang dekat dengan tempat orang-orang menghanyutkan Kratong, membuat kami bisa dengan mudah melihat kegiatan mereka ini. Tahun-tahun sebelumnya, Jonathan pernah juga bawa pulang kratong yang dijadikan kegiatan di sekolah, jadilah kami ikutan sesekali menghanyutkan kratong di sungai.

Pertama kali tahu mengenai Loy Kratong ini, saya bertanya-tanya, sebenarnya kegiatan ini kegiatan keagamaan atau budaya? Ternyata asal mulanya lebih merupakan kegiatan keagamaan, tapi entahlah bagaimana, orang Thailand pinter aja mengemas kegiatan mereka menjadi sesuatu yang menarik juga untuk turis asing. Sekarang ini, saya lihat perayaan Loy Kratong dan Yi Peng festival lebih komersil dibandingkan religius.

Beberapa waktu lalu, saya dengar percakapan seorang Thai non Budha berkata kalau mereka tidak lagi ikut-ikutan menghanyutkan kratong, karena itu bertentangan dengan agama yang mereka yakini. Tapi salah seorang teman non Thai lain berkata kalau tetangganya yang bukan Budha mengencourage untuk tetap ikutan mengenalkan budaya Loy Kratong ke anak-anaknya. Kami sendiri sebagai non Budha, melihat keramaian Loy Kratong ini sebagai budaya yang menarik untuk diamati di Thailand.

Yang saya tidak suka dari acara Loy Kratong ini adalah: kadangkala orang masih main petasan lewat jam 10 malam. Masa anak-anak kami masih bayi, keributan petasan bikin anak nangis dan susah tidur. Beberapa tahun ini, pemerintah Thailand mulai meregulasi jam untuk bermain petasan, dan sekarang ini festivalnya lebih terjadwal dan gak bikin kaget tengah malam lagi.

Dampak negatif dari menghanyutkan Kratong juga ada. Awalnya, Kratong itu dibuat menggunakan bahan yang 100 persen biodegradable, bahan utama pelepah pisang, daun pisang, bunga-bunga dan lilin. Belakangan untuk membuat lebih indah, banyak juga yang membuat dengan styrofoam dan kertas. Tahun ini saya sudah melihat ada himbauan untuk memilih Kratong yang ramah lingkungan. Walaupun Kratong ramah lingkungan, biasanya hari berikutnya sungai Ping jadi terlihat kotor. Pemerintah di sini untungnya cukup sigap, mereka mengerahkan petugas dan volunteer untuk membersihkan sungai.

Dampak dari Yi Peng festival juga ada, kabarnya tahun ini hanya diijinkan beberapa lokasi untuk melepaskan lantern secara masal dan ditentukan jamnya. Untuk kegiatan ini, beberapa penerbangan di Chiang Mai juga harus direschedule. Kadang-kadang ada juga kejadian rumah terbakar dan atau pemadaman listrik karena ada khomloi yang jatuh di kabel listrik.


Jutaan khomloi dilepaskan ke angkasa memang terlihat indah, tidak heran beberapa tempat yang mendapat ijin mengadakan acara ini menjual tiket cukup mahal mulai dari 2ribuan baht.


Lalu bagaimana cara menikmati Loy Kratong dan Yi Peng di Chiang Mai dengan aman? kalau kami sih pilih jalan ke sungai dekat rumah, perhatikan kratong yang dihanyutkan orang lain. Sesekali perhatikan langit dan lihatlah komloi seperti kunang-kunang diangkasa. Kalau ingin ikut menerbangkan komloi, pilihlah lokasi yang memang diijinkan dan tiketnya tidak mahal. Kami belum pernah ikutan menerbangkan komloi massal, rencananya nanti saja kalau anak-anak sudah besar, jadi tidak risiko kehilangan anak di keramaian hahaa.


Tahun 2008, sebelum punya anak, kami pernah ikutan keramaian sekitar Nawarat Bridge. Pernah di posting di blog ini juga. Kemungkinannya tahun ini acaranya semakin ramai dibanding 10 tahun lalu. Kami memilih menghindar dari kemacetan dan keramaian tahun ini. Kalau ada yang pingin lihat foto-foto 10 tahun lalu, bisa cek linknya di posting 10 tahun lalu hehehe.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.