Tak Kenal Maka Tak Ditonton

Awal menonton drama Korea, saya seperti kebanyakan orang, akan bertanya dengan teman yang sudah lebih dulu terjun menjadi penikmat drama Korea. Seiring dengan jam terbang menonton, maka setiap orang akan menemukan selera masing-masing dalam memilih apa drama berikut yang akan ditonton.

Saat ini ada banyak sekali drama Korea yang lama maupun sedang tayang, bahkan ditengah pandemi Covid-19, industri drama tidak berhenti dan tetap berproduksi. Untung saja pemerintah Korea Selatan termasuk salah satu negara yang cukup sukses menghentikan penyebaran infeksi Covid-19. Para selebriti yang bergerak di industri entertainment Korea Selatan juga aktif memberikan sumbangan untuk membantu pemerintah melakukan pengetesan dengan cepat terhadap masyarakatnya.

Drama Korea juga naik daun di masa di rumah saja ini. Banyak teman-teman saya yang tadinya tidak nonton drakor, akhirnya jadi ikutan menonton drakor daripada bosan di rumah saja. Bagaimana dengan serial Amerika? Beberapa serial Amerika yang saya ikuti kebetulan sedang istirahat pergantian season, dan beberapa juga berhenti produksi sementara ini karena infeksi Covid-19 di Amerika masih sangat tinggi.

adakah yang mengenali semuanya? (sumber: TADZ entertainment)

Setelah menonton beberapa drama, saya menemukan kalau tidak semua drama itu menarik ditonton kalau tidak mengenali siapa pemerannya. Awalnya, semua wajah terlihat mirip-mirip saja, sama seperti sampai sekarang saya tidak mengenali siapa bintang drama mandarin walau sudah beberapa kali saya tonton.

Setelah banyak ngobrol dengan teman drakorian, saya menemukan nama-nama yang sering disebut-sebut. Lalu sayapun mulai mencoba menonton drama berdasarkan nama yang sering disebut-sebut tersebut. Ternyata, memang nama-nama yang terkenal, dramanya memang terasa berbeda dengan nama yang belum pernah saya dengar sebelumnya. Sejak itu, saya memilih drama dengan mencari tau siapa pemerannya. Jika saya tidak mengenali namanya, jarang sekali akan saya tonton.

Jadi awalnya, saya menonton drama itu random berdasarkan judul yang sering saya dengar, resume cerita yang dituliskan Netflix dan trailer yang sepertinya menarik. Jika dramanya terasa menarik dan aktingnya juga bagus, saya akan berusaha mencari tau siapa pemeran utama pria dan wanitanya dan mencari tahu karya-karya mereka sebelumnya yang juga tersedia di Netflix.

Lambat laun, sejak punya komunitas yang sama-sama penyuka nonton drama, saya mulai bisa melihat perbedaan wajah-wajah mereka. Tapi untuk mengenali 30 mata di atas, saya belum bisa, hehehe. Jam terbang menonton masih belum cukup tinggi untuk mengenali semua pemain drama yang lama maupun yang baru. Kalau ada yang tahu jawaban lengkapnya, silakan tuliskan di kolom komentar, hehehe.

Kalau melihat dari daftar drama yang sudah ditonton, semua nama aktor dan aktris yang disebutkan disitu semuanya masuk ke dalam daftar aktor yang kalau ada drama baru akan saya pertimbangkan untuk di tonton. Tapi untuk drama lamanya, belum tentu saya tonton lagi. Tapi kalau melihat dari tulisan tentang beberapa drama yang saya tonton ulang, di situ terlihat aktor yang aktingnya menurut saya tidak akan saya lewatkan dan biasanya akan saya tonton semua drama-dramanya yang sebelumnya untuk melihat spektrum tokoh yang bisa dibawakannya.

Kalau aktrisnya gimana? Ada beberapa teman yang tidak menonton drama dari aktris tertentu walaupun dramanya kolaborasi dengan oppa kesayangannya. Kalau saya sih melihat drama selain berdasarkan ceritanya, juga bagaimana akting dari aktor dan aktrisnya.

Kebanyakan penonton drama (wanita) memang akan memilih drama berdasarkan pemeran prianya saja. Mengutip seorang teman yang menyukai drakor, katanya begini: “aku emang ga nonton karena lead femalenya sih, jadi selalu dimaafkan, selama oppa-nya menghibur.”

Oppa itu panggilan bahasa Korea untuk seorang wanita ke kakak laki-laki yang lebih tua. Tanpa selalu membandingkan umur sebenarnya, biasanya semua aktor pemeran utama di kdrama disebut oppa oleh para pemirsanya. Trend di Korea sebenarnya sama saja dengan di Indonesia, kalau pria itu harus lebih tua dari wanitanya, nah jadi kebanyakan dalam drama romantis, ketika si tokoh wanita dan prianya sudah berpacaran, si wanita akan memanggil kekasihnya dengan panggilan kesayangan oppa.

Sebenarnya sama saja dengan menonton film dan serial Amerika. Kalau kita mengenal siapa pemerannya, akan ada nilai awal atau setidaknya ekspektasi bahwa tontonan tersebut akan menarik dan dibawakan dengan baik. Biasanya kalau seorang aktor sudah punya nama, mereka juga akan memilih skenario dan siapa saja yang bekerja memproduksi film mereka. Kolaborasi dari skenario yang bagus, sutradara yang bagus dan aktor yang memerankannya akan membuat sebuah tontonan terasa lebih buat pemirsa.

Ada benarnya ungkapan tak kenal maka tak sayang. Kalau tidak kenal dengan aktor dan aktrisnya, akan mengurangi keinginan untuk menonton sebuah drama ataupun bertahan untuk meneruskan drama sampai selesai. Setelah mengetahui spektrum akting seorang aktor dan aktris, kita juga akan tahu peran seperti apa yang paling cocok untuk mereka perankan.

Ada aktor dan aktris yang cocoknya untuk peran tertentu saja, begitu mereka mencoba berperan dengan penokohan yang berbeda, akan terasa kalau mereka kurang menguasai emosi dari tokoh yang mereka perankan. Tapi ada juga aktor dan aktris yang sepertinya bisa memerankan tokoh yang sangat berbeda.

Sejauh perjalanan menonton drama, baru ada 2 aktor yang saya lihat bisa memerankan tokoh yang sangat berbeda dengan baik: Hyun Bin dan Jo Jung-suk . Dari sekian banyak aktor drakor, akting 2 aktor tersebut yang menurut saya patut ditonton karya lama dan barunya.

Hyun Bin dalam “Hyde Jekyll and Me”, berhasil membuat saya terkecoh karena pada waktu itu saya menontonnya random dan belum mengenal siapa itu Hyun Bin. Beberapa episode pertama, saya benar-benar tidak terpikir kalau dia memerankan 2 tokoh utama.

Akting HB di setiap drama yang dia perankan juga sangat berbeda. Lihat saja aktingnya di “Confidential Assingment(2017)” dan “The Negotiation (2018)” jscene berantem ataupun jadi orang jahat, tetap saja terlihat totalitas.

Jo Jung Suk dalam drama “Don’t Dare to Dream” atau yang dikenal dengan “Jealousy Incarnate” berhasil menunjukkan akting pria yang awalnya sombong setengah mati dan mengesalkan, lalu berubah ekspresinya ketika mengetahui dia mengidap kanker payudara. Pria yang berusaha keras terlihat tangguh, padahal fisiknya melemah dan bisa membuat penonton merasa ikut emosi diaduk-aduk. Belum lagi, dia harus bersaing dengan sahabatnya sendiri untuk mendapatkan hati wanita yang selama ini sudah dia sakiti.

Akting JJS di film “My Annoying Brother(2016)”, “Hit and Run Squad (2019)” dan “EXIT (2019)” juga menunjukkan kalau dia bisa menjadi karakter yang sangat berbeda dan bahkan terlihat seperti orang sakit jiwa sekalipun.

Tidak semua orang harus sepakat dengan pendapat saya. Masih ada banyak lagi nama-nama aktor dan aktris yang mungkin lebih keren daripada 2 aktor tersebut menurut pemirsa drakor lainnya. Kalau mau tahu aktor dan aktris lainnya versi teman-teman saya, baca juga tulisan mereka ya.

2 thoughts on “Tak Kenal Maka Tak Ditonton”

  1. Sepakat.
    Yang bikin salut memang JJS memulai karirnya dari nol loo… Jadi kemampuan aktingnya memang sesuai dengan perjalanan karirnya yang dirintis selama ini.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.