Hujan Bulan April di Thailand

Bulan April di Chiang Mai, Thailand merupakan bulan yang aneh. Aneh karena, seharusnya bulan April itu musim panas, tapi di saat menjelang Songkran, atau bahkan di hari Songkran yang jatuh di pertengahan April, sering turun hujan. Hal ini terutama beberapa tahun belakangan ini.

Akan tetapi, hujan di bulan April ini tidak selalu membawa udara yang sejuk ataupun segar. Buktinya, sudah beberapa hari ini ada angin kencang dan hujan turun di malam hari, tetap saja angka polusi belum menunjukkan benar-benar bersih dan aman dari polusi.

Hujan di musim panas

Saya tidak meragukan kalau April itu disebut musim panas. Apalagi kalau melihat ramalan cuaca beberapa hari mendatang. Setelah hujan beberapa hari ini, sudah bisa dipastikan siang hari akan panas terik dan menyengat.

Sesungguhnya saya bersyukur dengan adanya hujan di musim panas dan polusi seperti ini. Bersyukur kalau udaranya sedikit lebih dingin dan polusinya juga tidak menjadi terlalu parah.

Akan tetapi, hujan di musim panas ini agak lebih mengerikan daripada hujan yang datang di musim hujan. Mengerikan karena disertai angin kencang. Beberapa waktu lalu, dahan pohon mangga di depan rumah ada yang patah gara-gara angin kencang dan hujan ini.

Sebenarnya terkadang datangnya hujan ini disambut gembira tapi terkadang juga ada kekhawatiran. Kekhawatiran utama adalah kalau sampai mati lampu. Entah kenapa, setiap kali hujan deras, ada pemutusan listrik. Sejauh ini sih pemutusan listriknya hanya sebentar. Tapi namanya manusia, gampang sekali merasa resah dan gelisah kalau tidak ada listrik.

Mau itu hujan di siang hari atau di malam hari, kalau hujan disertai angin kencang lalu mati lamput, rasanya ya…deg-deg an. Deg-deg an kehabisan batere dan belum selesai nulis untuk disetorkan ke KLIP? Hehehehe.

Malam ini hujan turun lagi, semoga saja besok udara bersih. Setidaknya kalau di tahun sebelumnya, hujan di masa Songkran itu adalah hujan yang menghapus polusi dan awal dari hari-hari super panas tapi langitnya biru dan indah.

Oh ya, liburan Songkran berakhir sudah, tapi sepertinya untuk 2 minggu ke depan, semuanya masih tetap di rumah saja. Chiang Mai masih dalam zona merah Covid-19. Penambahan kasus per hari juga masih di atas 100.

Sejauh ini sudah terlihat ada pengurangan sih, tapi seperti biasa, pemerintah Thailand dan masyarakatnya tidak mau ambil resiko dengan membuka semua seperti new normal yang sebelumnya.

Semoga hujan malam ini menghapus polusi, tapi tidak membuat terjadinya gangguan pada aliran listrik.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.