Cara Mengembangkan Satu Kalimat Menjadi Ratusan Kata

Saya bukan ahli di dunia menulis ataupun blog. Tulisan ini terinspirasi dari tema tantangan menulis mingguan di KLIP. Awalnya saya hanya menemukan 1 kalimat untuk menjawabnya dan setelah saya susun kerangka, kemarin saya berhasil menulis 700 kata lebih. 

Mulai bulan Juni 2021, syarat setoran KLIP naik menjadi 350 kata setelah sebelumnya 300 kata. Banyak teman-teman yang mulai mengeluh dan bilang bakal mati gaya tidak tahu mau menulis apa. Tapi ada juga yang malah tidak tahu caranya menulis kurang dari seribu kata, karena terbiasa menulis ribuan kata per hari.

Memang jumlah kata bukanlah segalanya. Kualitas sebuah tulisan tidak ditentukan oleh kuantitas dari jumlah katanya. Demikian juga kualitas tulisan tidak ditentukan oleh kuantitas dari berapa banyak orang tersebut sudah menerbitkan tulisan. 

Saya pernah menuliskan jumlah kata ideal dalam sebuah tulisan di blog versi saya. Pada akhirnya jumlah kata tergantung dengan apa yang dibahas dalam tulisan tersebut.

Tapi tentu saja seperti semboyan KLIP, Practices makes progress. Setelah berlatih terus menerus, kita akan belajar untuk membuat tulisan yang lebih baik. 

Kita nantinya bisa menyesuaikan kapan menulis singkat, padat, jelas dan kapan kita perlu mendeskripsikan dengan detail termasuk kronologis suatu peristiwa jika dibutuhkan.

Salah satu cara untuk membantu kita menulis yang baik adalah kerangka. Iya, ini kerangka seperti kerangka karangan yang dipelajari waktu kita SD.

Kita perlu berlatih untuk menentukan pokok pikiran dan mengembangkan pokok pikiran tersebut menjadi sebuah tulisan yang utuh. Dengan adanya kerangka, kita bisa fokus sesuai kebutuhan dan tujuan dari tulisan.

Fokus pada Topik/ Kata Kunci

Kalau di dunia menulis kita mengenal kata topik atau pikiran utama, di blog kita mengenal istilah kata kunci. Buat saya, kedua hal tersebut ada kemiripannya. 

Sebuah tulisan yang baik, berusaha menjelaskan apa yang ada di dalam judul dari tulisan dan kemudian dibantu dengan beberapa pikiran utama sesuai dengan alurnya.

Dalam menulis yang benar, kita sebaiknya memikirkan alur dari tulisan kita dengan tujuan memperjelas apa yang kita tuliskan sebagai judul/headline dari tulisan. 

Seperti sebuah buku, sebuah tulisan pun biasanya ada yang namanya pendahuluan, isi dan penutup. Bedanya buku dan tulisan di blog, dalam sebuah tulisan, semua hal dijelaskan hanya dengan beberapa paragraf dan beberapa kalimat dan bukan dalam bab terpisah.

Ketika membuat kerangka, kita sudah memikirkan terlebih dahulu apa yang menjadi alasan kita menuliskan tulisan tersebut. Seperti tulisan ini, saya menuliskannya karena adanya kebutuhan menulis minimum 350 kata untuk setoran KLIP. Sedangkan seringkali, kita hanya terpikir 1 kalimat untuk menjawab pertanyaan yang ingin diceritakan dari judul.

Sebuah kata kunci biasanya menjadi kata jawaban dari pertanyaan yang ingin dijawab dari tulisan. Buat tulisan ini pertanyaanya sudah jelas: Bagaimana caranya mengembangkan tulisan dari 1 kalimat menjadi ratusan kata.

Setelah pendahuluan, kita masuk ke bagian utama. Bagian utama ini pun bisa dipisah-pisah menjadi beberapa bagian, bisa juga tidak. Tapi jawaban pertanyaan yang ada di dalam judul harus sudah jelas di bagian isi.

Untuk tulisan ini, jawaban dari bagaimana mengembangkan tulisan menjadi ratusan kata? Ya dengan membuat kerangka tulisan terlebih dahulu.

Lalu bagian terakhir adalah penutup. Memberi kesimpulan kalau apa yang menjadi masalah di bagian pendahuluan, sudah dijawab di bagian isi. Lalu ajakan untuk mencoba sendiri.

Membaca kembali dari awal sampai akhir

Sebelum tulisan dipublikasikan, ada baiknya kita baca kembali dari awal sampai akhir. Ketika membaca kembali, ada kalanya kita merasa ada bagian yang bisa ditambahkan atau dikurangi. 

Seringkali juga malah bisa jadi judulnya berubah untuk membuat tulisannya lebih tepat sasaran karena cakupannya lebih luas dari tujuan penulisan awal. Atau bisa jadi kita merasa perlu mengubah kerangka yang sudah ditentukan sebelumnya untuk membuat tulisan lebih terasa baik alurnya.

Dengan membaca kembali, sering juga terinspirasi untuk membuat tulisan terpisah yang membahas sebuah topik lebih dalam lagi.

Penutup

Coba tebak, tulisan ini sudah berapa ratus kata? Yupe, sudah lebih dari cukup untuk setoran KLIP hari ini. Tulisan ini sekitar 600 kata lebih.

Nah tulisan ini juga masih bagian dari yang terpikir ketika menulis kemarin dan dari pengalaman menulis di blog selama mengikuti KLIP.

Setelah sekian lama menulis tanpa kerangka, setelah menulis hampir tiap hari bersama KLIP, saya bisa lebih fokus menulis sesuatu dengan adanya kerangka tulisan. 

Kalau kalian bagaimana? Penulisannya selalu pakai kerangka? Atau malah tidak pernah merasa butuh kerangka dan tau-tau selesai tulisannya?

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.