Cerita Mudik Minggu ke-3: Yogyakarta

Tulisan kali ini kelanjutan cerita mudik. Biar nggak terlalu panjang ceritanya sengaja dibagi per minggu, walaupun sebenarnya tidak terlalu banyak juga yang bisa diceritakan, hehehe. Yuklah langsung saja cerita minggu ke-3.

Hari – hari di rumah saja

Sejak 1 Agustus 2022 kami sudah berada di Yogyakarta. Seperti disebutkan di cerita sebelumnya, salah satu misi utama mudik ini adalah karena Joe ikutan jadi panitia IOI yang pelaksanaannya mulai tanggal 7 – 15 Agustus 2022 dan mengambil tempat di Yogyakarta.

Sebagai panitia yang bertugas menyiapkan perangkat komputer yang akan digunakan lomba, tentunya persiapan dilakukan lebih awal lebih baik. Ada sekitar 300 laptop yang disiapkan untuk keperluan lomba (untuk peserta dan cadangan). Semua laptop itu harus disiapkan agar memiliki konfigurasi yang sama. Detail teknisnya kapan-kapan Joe tulis, bagaimana kegiatan persiapan teknisnya.

komputer IOI dari acer
Joe dikasih kunci kamar yang isinya ratusan laptop buat IOI nih…

Kami menginap di airbnb dan bukan di hotel yang sama dengan tempat laptop berada, jadi Joe harus ke hotel tempat lokasi lomba untuk persiapannya. Tanggal 2 itu masih sedikit panitia yang datang, jadi ya kerjanya lumayan lama sampai sore. Tapi tanggal 3, Joe dan adiknya sudah dapat bala bantuan sehingga pekerjaan bisa lebih cepat selesai.

laptop ready buat peserta lomba IOI
Laptop siap digunakan untuk kompetisi IOI

Selama papanya pergi kerja, anak-anak sebenernya senang aja di penginapan yang berupa rumah. Apalagi rumahnya ada internet yang lebih cepat daripada di rumah Eyang, dan tentunya juga karena di penginapan ada TV dan meja untuk meletakkan komputer, rasanya semua jadi lebih terasa di rumah saja.

Bapak dan anak sibuk dengan laptop masing-masing

Jalan Pagi dan Berenang 

Rumah yang kami sewa berada dalam komplek perumahan yang memilki kolam renang dan juga perlengkapan fitness . Kami boleh memanfaatkan fasilitan kolam renangnya tanpa biaya tambahan. Kolamnya tidak terlalu jauh dari rumah. Ya dipikir-pikir di komplek itu tidak ada yang jauh, karena komplek perumahannya saja lebih kecil daripada komplek rumah kami di Chiang Mai.

Jalam pagi di komplek rumah di Yogya

Waktu di Chiang Mai, kami selalu berjalan setiap pagi. Saat di Depok, kami tidak bisa jalan pagi setiap hari, selain karena jalanannya padat, juga karena kami sempat kurang sehat. Di Yogya, kami mencoba melanjutkan kegiatan jalan pagi, walaupun hanya 15 menit saja karena kompleknya memang kecil dan anak-anak nggak mau diajak mutar beberapa kali.

Hari Kamis, 4 Agustus, Joe tidak harus pergi mengerjakan untuk persiapan IOI karena dia harus menunggu pekerjaan bagian tim yang lain dulu. Jadi ya pagi-pagi setelah jalan keliling komplek dan sarapan, kami berenang di komplek perumahan. Jonathan senang karena dia bisa melanjutkan berlatih berenang. Apalagi berenangnya dengan oppung dan inang tua, dia bisa berenang lebih lama dibandingkan Joshua yang masih saja takut-takut masuk air.

Setiap kali berenang, sepertinya kami nggak pernah bertemu dengan orang lain. Memang sih komplek perumahannya belum banyak penghuni, mungkin juga mereka tidak mau berenang pagi-pagi karena udara Yogya relatif dingin di pagi hari saat kami di sana.

Ke Taman Pintar

Selesai makan siang, kami mengajak anak-anak ke Taman Pintar Yogyakarta. Sebenarnya kami sudah pernah ke sana di tahun 2016, tapi ternyata kali ini isinya sudah semakin banyak. Kalau rajin, nanti saya akan menuliskan terpisah tulisan tentang Taman Pintar Yogyakarta versi tahun 2022 ini.

Kalau dipikir-pikir, tempat ini jadi mengingatkan dengan Museum Science yang ada di Bangkok. Sama-sama berada dalam gedung beberapa lantai. Bedanya, yang di Yogya ini lebih keren sih menyusunnya, kita kadang-kadang nggak berasa naik tangganya tau-tau udah tingi. Waktu mau turun baru deh berasa kalau ternyata kami dari tadi sudah naik beberapa lantai.

Sayangnya, Joshua tidak bisa menikmati tempat ini. Ceritanya karena jalanan macet, Joshua tertidur di jalan. Perjalanannya padahal tidak sampai 1 jam loh. Ketika kami baru parkir, kami membangunkannya dan dia langsung bilang dia ingin mencari toilet. Nah, tapi abis itu moodnya ga bagus. Baru sebentar masuk melihat bagian dalam, dia sudah merengek minta pulang. Ternyata, sampai di bagian luar lagi, dia langsung minta ke toilet lagi. Lah kalau tau masalahnya butuh ke Toilet, di dalam gedung ada beberapa Toilet deh rasanya.

Ke Solo Kunjungan Keluarga

Saya lupa apa kegiatan kami hari Jumat, tanggal 5, tapi sepertinya Joe masih harus ke hotel untuk persiapan akhir laptop. Para panitia juga sepertinya sudah semakin banyak yang datang ke Yogya, jadinya pekerjaan Joe relatif berkurang dan tidak perlu berlama-lama ke hotel. Apalagi tanggal 5 itu kakak saya yang besar datang dari Jakarta bersama anaknya. Jadi kami ngobrol-ngobrol dan bersantai saja di rumah.

Hari Sabtu, 6 Agustus, kami bareng adik Joe menyempatkan ke Solo dan Sukoharjo untuk mengunjungi keluarga yang masih ada di sana. Karena memang Yogya dan Solo tidak terlalu jauh, kami sengaja berperjalanan pulang pergi saja. Berangkat setelah makan siang dan kembali setelah membeli panganan khas Solo untuk makan malam.

Tadinya sih kepikiran akan kembali lagi ke Solo setelah urusan dari Yogya beres, tapi tidak jadi karena toh yang masih ingin dikunjungi di Solo dan Semarang sedang sibuk dan tidak bisa bertemu juga.

Sementara kami pergi ke Solo, Inang tua dan Oppung memanjakan mata ke pasar Beringharjo dan seputar Malioboro. Mereka tentu saja memuaskan diri melihat-lihat batik dan membeli yang memang mau dibeli, hehehe.

Ternyata ceritanya sudah panjang saja. Seperti biasa, foto ke solo menyusul deh diuploadnya, sudah waktunya istirahat.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.