Panasnya Chiang Mai di bulan April

Setiap tahun di bulan April, saya sudah tahu Chiang Mai itu panas, tapi saya sering lupa karena kami biasanya traveling di bulan April. Tulisan ini saya tulis dengan niatan biar ingat tahun depan jadwalin kabur dari Chiang Mai sebelum musim polusi dan super panas ini di mulai. Polusi dan panas yang tak berkesudahan ini membuat ide menulis juga hilang (alesan deh).

Biasanya, menjelang Songkran, akan ada hujan sekitar beberapa hari berturut-turut untuk menyejukkan udara yang panas jadi agak mendingan. Tapi ya, tahun ini aduhai ga ada hujan sama sekali. Sepanjang 2019 baru ada 2 kali hujan di Chiang Mai yang saya tahu, tapi itu cuma berlangsung beberapa tetes aja di lokasi kami dan polusi udara tak kunjung berkurang. Di daerah sekitar Chiang Mai malahan beritanya sampai kekeringan air dan banyak tanaman dan hewan kekeringan juga.

Bersyukur sebenarnya ada teknologi pendingin AC, dulu di Indonesia perasaaan baik-baik saja hidup tanpa AC, sejak tinggal di sini kayaknya kalau musim panas begini AC ga menyala duh kok rasanya ga bisa bernapas dengan lega. Kadang-kadang kalau di mobil, udah atur biar suhunya paling dingin sekalipun, tetep aja rasanya masih panas kalau duduknya di depan. Tapi gak mungkin kan nyuruh Jonathan yang nyetir di depan hahahaha.

Biasanya juga, di hari Jumat Agung sekitar sore hari jam 3 akan ada mendung dan hujan walau cuma sebentar. Saya ingat beberapa kali hal ini terjadi entah di Indonesia ataupun di Thailand. Sempat berharap hari ini akan ada hujan, tapi ternyata harapannya belum jadi kenyataan.

Waktu libur Songkran kemarin, kami sukses cuma ke mall dan sisanya di rumah saja. Di satu sisi, liburan di rumah saja itu hemat dan bisa istirahat, tapi di sisi lain, kok rasanya kalau di rumah saja gak berasa liburannya, karena sehari-harinya saya juga ya di rumah ngurusin anak-anak.

Suhu udara sudah seminggu ini berkisar di atas 30 derajat celcius sampai 41 derajat celcius. Kalau melihat prakiraan cuaca 10 hari ke depan, ya sepertinya masih akan seperti ini dan tetap gak ada harapan hujan. Di Lampang (sekitar 1 jam perjalanan dari Chiang Mai), kabarnya hari ini suhu udara mencapai 44 derajat celcius.

Kalau sudah begini, pastinya tagihan listrik bulan ini akan naik tajam dibanding bulan-bulan sebelumnya. Saya ingat, beberapa tahun lalu suhu udara masih agak panas sampai November. Musim hujan datang tapi udara tetap panas. Semoga tahun ini musim panasnya gak berkepanjangan seperti waktu itu.

Kalau masih panas juga gimana dong? ya… mungkin menjadwalkan liburan kali ya ke mana kek yang adem hehehe. Di Medan dan Depok kabarnya udaranya juga lagi panas, tapi ada hujan yang datang dan pergi. Saya udah minta dikirimin ke sini sebenernya hujannya, tapi katanya tukang gojeknya masih ngetem makanya ga sampai-sampai hahaha.

Sebenarnya musim panas ini masih mendingan dibandingkan musim dingin. Kalau dingin sekali, kami gak punya penghangat ruangan. Musim panas ini kami masih bisa ngadem nyalain AC dan mengurangi beraktifitas di luar rumah.

Udara yang panas ini juga sangat-sangat membantu cucian cepat kering. Cuci baju juga tambah bersih, soalnya airnya yang ditampung di tanki jadi panas waktu masuk ke mesin cuci (mesin cuci kami bukan model yang bisa menghangatkan air panas). Cuci piring juga jadi lebih bersih, kalau ada bekas masakan yang berminyak, jadi lebih cepat menghilangkan bekas minyaknya hahahhaa. Satu lagi penghematan di musim panas adalah, kami gak harus nyalain mesin pemanas air di kamar mandi, karena airnya udah panas (tanki air kami kena panas matahari sore).

Kalau ngomongin panas matahari begini, jadi agak kepikiran, coba yaaa panel surya udah murah, harusnya dipasang aja tuh di atap rumah, terus energi dari matahari dikonversi jadi listrik disimpan ke batere, terus disalurkan untuk nyalain AC. Kalau kata Joe, mudah-mudahan nanti kalau udah mampu punya rumah sendiri bisa tuh direncanakan bikin seperti itu, dan mudah-mudahan pada waktu itu teknologinya semakin mantap dan harganya makin terjangkau.

Aduh jadi kemana-mana deh. Ya demikian sekilas laporan cuaca dari Chiang Mai heehhe.Mulai garing kayak kerupuk di goreng kering sama cuaca panas nih.

Tambahan 20 April 2019: Ternyata walaupun prakiraan cuaca bilang kemungkinan hujan cuma 20 persen, hari ini hujan turun super deras (badai) sekitar 1 jam. Di beberapa tempat di Chiang Mai ada pohon tumbang dan pemadaman listrik. Akhirnya hujan yang tertunda itu datang juga. Setelah hujan udaranya cuma sebentar adem, sekarang udah tetep panas lagi hehhee, tapi ya lumayanlah daripada nggak sama sekali.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.