Girls Talk

Hari ini saya bertemu dengan grup merajut lokal. Saya bertemu dengan lebih banyak lagi teman baru. Ada 10 wanita berkumpul membawa rajutan masing-masing, sambil ngopi ataupun nyemil. Dipikir-pikir, selama saya punya hobi merajut, baru kali ini saya punya kesempatan merajut bersama seperti ini.

Walaupun saya tergolong anggota baru, mereka yang umumnya lebih tua dari saya sangat ramah dan sudah seperti kenal lama saja (sepertinya ada yang lebih muda, tapi anggaplah saya paling muda hahaha), sambil merajut tentunya sambil berkenalan dan ngobrol. Obrolannya juga seru. Hobi yang sama bisa membuat topik apa saja jadi terasa nyambung.

Topik utama yang membuat semua berseru kagum atau mata berbinar-binar: benang dan perlengkapan merajut! Ya namanya juga grup merajut, tentunya benang itu bahan baku utama selain jarum rajut. Setiap ada jenis benang baru atau toko benang lokal yang tidak semahal toko benang import, semua langsung pengen tahu di mana persisnya. Dalam hati saya jadi teringat dengan masa awal saya mulai berhobi merajut ini dan berpikir: jadi kira-kira beginilah kelakuan saya waktu itu setiap lihat benang hahaha.

Ada anggota yang sering travelling, dan setiap bepergian tak lupa berburu benang. Jadi dia punya banyak sekali koleksi benang. Aduh benangnya bagus-bagus dan lembut. Untungnya sekarang saya sudah tobat untuk tidak berbelanja benang kalau memang belum habis yang sudah ada. Semoga tetap bertahan seperti sekarang dan tidak tergoda kalau keseringan liat benang bagus.

Topik-topik obrolan lainnya juga sangat beragam, mulai dari ngomongin anak milenial, cerita jaman sebelum ada internet yang terasa seperti jaman dulu kala (padahal belum selama itu), bertukar info soal dokter atau tips sehat, dan juga problem yang semua wanita akan alami: gangguan hormonal dan menopause. Saya jadi tersadar, sebelumnya saya gak pernah menghadiri grup yang terdiri dari wanita semua seperti ini. Kalaupun ada ikutan grup di facebook atau mailing list, tentunya berbeda dengan grup yang bertemu langsung seperti ini. Sambil ngobrol, tangan tetap bisa bekerja, jadi bukan sekedar nongkrong tanpa hasil.

Grup merajut ini anggotanya dari berbagai negara. Ada yang dari Brazil, Jepang, Myanmar, Korea, Canada, England, Perancis dan tentunya saya dari Indonesia. Kadang-kadang obrolannya berganti sendiri dari berbahasa Inggris ke bahasa Thai. Sepertinya karena sudah cukup lama tinggal di Thailand, kosa katanya lebih cepat menemukan kata dalam bahasa Thai daripada bahasa Inggris. Padahal semua ngakunya tidak lancar dalam berbahasa Thai.

Kalau melihat dari kecepatan mereka merajut, sepertinya saya yang paling lambat menyelesaikan rajutan. Tapi kali ini saya mau menikmati saja merajutnya, namanya juga hobi, harus dinikmati bukan untuk berlomba atau kejar setoran toh. Proyek yang kemarin sudah selesai, waktunya menentukan mau bikin apa selanjutnya. Memilih proyek rajutan ini terkadang bisa lama, seringnya malah terjebak browsing berlama-lama dan tidak juga memutuskan mau bikin apa. Sepertinya saya akan pakai jurus yang sama dengan sebelumnya: minta masukan dari temen-temen di grup dan langsung dikerjakan saja hehehe.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.