Mengembalikan Hobi Lama

Sebelum punya anak, saya sempat rajin merajut dan belajar jahit. Sejak Jonathan lahir, entah kenapa hobi merajut dan menjahit itu menguap terbang hilang. Mungkin karena saya kurang suka meninggalkan pekerjaan rajutan terlalu lama, akhirnya saya enggan untuk memulai. Beberapa kali mencoba mengembalikan mood, tapi ya akhirnya cuma browsing-browsing pola dan gak mulai juga.

Saya tahu punya anak bukan alasan untuk berhenti berhobi, tapi punya banyak rajutan yang gak kunjung selesai tidak membuat saya jadi rileks malah jadi senewen, maka akhirnya saya tinggalkan saja hal-hal yang bikin senewen. Hobi itu untuk dinikmati, bukan bikin jadi senewen toh hehehe.

Sekarang ini anak-anak sudah mulai besar. Saya merasa sudah waktunya saya punya waktu lagi untuk hobi saya. Anak-anak juga sudah mulai terbiasa bermain sendiri, asal mereka ga mainin benangnya sampai kusut, teorinya saya sudah bisa mulai merajut lagi.

Selama bertahun-tahun, benang dan jarum rajutan masih tersimpan rapi dan di bawa pindah rumah beberapa kali. Tahun ini saya mau kembali merajut lagi. Sepertinya kalau tahun ini masih gagal kembali merajut, harta karun merajutnya bisa di hibahkan saja ke orang-orang yang masih suka merajut.

Saya sudah menemukan komunitas merajut di kota ini, komunitasnya mengadakan pertemuan sekali seminggu dan kebetulan di hari yang sama dengan jadwal Jonathan les. Rencananya sesekali saya mau ikutan datang ketemu, supaya semangat berkaryanya tetap ada.

Selain mencari komunitasnya, kemarin saya memaksa diri untuk memulai mengerjakan hal yang kecil dan bisa selesai sekali duduk. Sambil nonton serial MacGyver, akhirnya selesai juga rajutan bunga rose. Rencananya nanti bunga ini akan ditempelkan di bandana, tapi bandananya belum dibikin hehehe. Sekarang lagi nyari-nyari motif bandana, dan udah dapat beberapa pattern yang bisa ditiru.

Setidaknya, hobi merajut ini bisa kelihatan hasilnya daripada hobi nonton film korea hahaha. Mending kalau nonton koreanya menghasilkan tulisan review, sejauh ini saya masih terlalu malas mereview film-film korea yang sudah saya tonton. Kalau dikombinasikan, bisa juga nonton kdrama sambil merajut hahaha.

Ngomongin kdrama dan merajut, saya ingat di salah satu kdrama yang saya tonton, si cowo merajut syal pink waktu dia sakit. Terus setelah dia sembuh dan mereka ketemu, syalnya dikasihin ke cewenya, dan diujung syalnya ada gulungan benang yang berisi cincin melamar si cewe. Ayo ada yang ingat ini kdrama yang mana? bisa jadi undian berhadiah nih. Hmm sayangnya saya jauh di Thailand, kalau nggak saya kasih hadiah benang deh hehehhe.

Kalau ada yang mau lihat tulisan lama soal hobi lama saya, bisa lihat di blog saya yang ini. Blognya udah gak pernah diupdate lagi. Mungkin nanti kalau udah banyak rajutannya baru deh diupdate lagi di sana.

Memanfaatkan Hobi untuk berbagi

Bukan, scarf-scarf ini bukan karya saya. Saya cuma bikin 2 square, lalu teman-teman dari berbagai tempat yang tergabung dalam mailing list bikin beberapa square, ada yang bikin 2 ada yang bikin 4, ada yang denger-denger bikin 10 (tapi belum nyampe). Masing-masing orang mengirimkan squarenya, lalu ada yang bersedia menyediakan waktunya untuk menggabungkan square-square yang diterima dan jadilah scarf etnik yang bagus-bagus diatas.

Bukan, scarf itu bukan untuk dijual, tapi akan disumbangkan secara cuma-cuma kepada yang membutuhkan. Mungkin kalau dijual harganya bisa mahal yah :). Cita-citanya sih mau bikin selimut, tapi untuk selimut dibutuhkan lebih banyak square, jadi ya sekarang sambil menunggu lebih banyak yang mengirim square, kita bikin scarf dulu. Scarf dan selimut sama-sama bikin hangat 🙂

Ini seperti kata pepatah : Dari sedikit, lama-lama jadi bukit. Kalau saya bikin 2 square itu ga ada artinya, ga bisa jadi apa-apa kecuali disimpan di plastik atau dijadiin kain lap. Tapi kalau setiap orang kirim 2 square, lama-lama jadi banyak. Oh ya, itu square bukan sembarang square sih, kalau diperhatikan baik-baik, walau warnanya berwarna warni tapi desainnya sama loh.

Anyway, bikin square itu gampang, cuma butuh benang sisa, waktu sedikit (misalnya lagi menunggu sesuatu), dan niat hehe. Ya kalau ga niat mah ga jadi square. Kalau ada yang tertarik untuk ikutan kerja bakti, menggunakan hobi untuk berbagi, yuk gabung ke group charity From Dinamic with Love. Klik ke situsnya untuk membaca informasi lebih lanjut ya

Harta Karun buat merajut

Akhirnya, sampai juga harta karun yang ditunggu-tunggu selama seminggu ini. Dengan perjuangan yang cukup panjang, keringat dan airmata (hiperbola mode on), akhirnya benang yang tak dapat dibeli di Chiang Mai ini sampai juga ke Chiang Mai.

Ini dia harta karunnya :

Benang dari Craft and Me

Alkisah sejak mulai rajin merajut, setelah memboroskan beberapa Baht untuk membeli benang di toko Import di sini, akhirnya memutuskan beli benang secara online dari Craft and Me, Indonesia saja. Harga beli di Indonesia memang jauuuuh lebih murah daripada benang import dari eropah atau amerika, tapi tetap yang harus dipikirkan ongkos kirim dan pajak.
Begini perjalanan sang benang hingga sampai ketanganku. Dari mbak Thata di Surabaya, benang diberangkatkan dengan bis malam ke Jakarta, karena kalau pake TIKI ongkos kirimnya aja udah seperberapa benang….., Lalu dari Jakarta, dikirim pake EMS ke Chiang Mai. Well, harus diakui, ongkos kirimnya agak bikin sakit hati, karena ongkos kirim EMSnya hampir sama dengan biaya beli benangnya. Oke jadi ceritanya harga benang jadi 2 kali lipat.

Udah nih, kirain tinggal duduk manis nungguin benang sampai ke rumah. Ternyata… Lanjutkan membaca “Harta Karun buat merajut”

Crochet : Peri Biru

Peri BiruSetelah menyelesaikan knitting syal buat Joe, entah kenapa kok ya pingin merefresh crochet lagi. Akhirnya setelah browsing cukup lamaa untuk memilih apa yang mudah dan cepat dikerjakan, disertai dengan rasa penyesalan : kemana aja selama ini, kok ga merajut, akhirnya memilih satu proyek sangat sederhana. Peri Biru

Anyway, walaupun diusahakan sedemikian baca polanya, tapi.. ada bagian yang kurang mengerti akhirnya di improvisasi. Pola bentuk angel ini untuk hiasan natal dan sebaiknya berwarna putih atau perak, tapiii karena adanya benang biru, ya sudahlah, kita bikin peri biru saja. Untuk orang yang sudah lama ga melatih jari dengan jarum crochet, berikut ini hasil rajutannya.