Update Chiang Mai dan Langkah Pertama Thailand Menuju Normal Baru

Tulisan ini merupakan kelanjutan tulisan saya sebelumnya mengenai langkah-langkah yang diambil pemerintah Thailand dalam mencegah penyebaran Covid-19. Sekedar catatan untuk dibaca ketika pandemi berlalu.

Chiang Mai Bebas Pasien Covid-19

Setelah hampir sebulan (tepatnya 27 hari) tidak ada penambahan pasien baru, akhirnya Chiang Mai bebas Covid-19. Dari 40 orang yang terinfeksi positif di Chiang Mai, 1 orang meninggal dunia dan sisanya sudah pulang dari rumah sakit dan dinyatakan bebas Covid-19. Saya jadi terpikir lama sekali waktu yang dibutuhkan untuk pasien terinfeksi bisa pulang dari rumah sakit.

Memang setiap orang bisa berbeda daya tahan tubuhnya. Tapi andaikata pasien terakhir yang dipulangkan kemarin itu adalah pasien terakhir yang terdeteksi positif, berarti dia sudah terinfeksi beberapa hari sebelum terdeteksi positif. Wow, lebih dari 27 hari sendirian dalam ruang isolasi? Pastinya lega sekali setelah akhirnya sembuh dan bisa kembali bertemu dengan keluarga.

Dibandingkan dengan kita yang terpaksa harus di rumah saja tapi masih bisa melakukan banyak hal dan kondisi sehat, pastilah kondisi pasien yang di rumah sakit jauh lebih tidak enak. Selain kemungkinan rasa tidak nyaman dan kesakitan yang menjadi akibat dari penyakit, mereka juga pasti merasa sepi di ruang isolasi kurang lebih sebulan. Sungguh saya merasa tidak pantas mengeluh dengan kondisi di rumah dalam kondisi sehat kalau mengingat kondisi pasien yang tidak bisa ketemu keluarga.

Emergency Decree Sampai 31 Mei 2020

Saat ini, secara keseluruhan negeri Thailand sudah merasa sedikit lebih baik. Sampai dengan tanggal 6 Mei 2020, jumlah pasien yang masih dirawat di rumah sakit tersisa 173 orang dari total 2.989 orang terinfeksi sejak akhir Januari 2020. Artinya pasien yang sembuh ada 2.761 orang (98 persen) dan meninggal 55 orang (2 persen).

Sudah hampir 2 minggu terakhir, jumlah pasien baru yang ditemui hanya berada di satu digit alias tidak lebih dari 10 orang. Kasus baru yang ditemukan biasanya berasal dari warga negara Thailand yang pulang dan masih dalam pengawasan setelah di repatriasi ke Thailand. Bisa dibilang tidak ditemukan adanya transmisi lokal.

Dengan situasi sekarang, apakah sudah waktunya untuk bernapas lega dan menyimpan semua masker dan kembali hidup seperti sebelum pandemi? Tentu tidak semudah itu. Pemerintah Thailand masih memperpanjang emergency decree sampai 31 Mei 2020. Penerbangan internasional dan curfew juga masih akan diberlakukan.

Beberapa penerbangan internasional diijinkan untuk kebutuhan mengembalikan warga negara Thailand yang ingin pulang, atau warga negara asing yang ingin kembali ke negaranya masing-masing.

Beberapa maskapai sudah mulai beroperasi untuk penerbangan dalam negeri. Beberapa provinsi memberlakukan aturan wajib karantina untuk traveler yang datang dari provinsi yang masih ada kasus positif.

Jalan antar lintas provinsi masih memberlakukan pemeriksaan suhu tubuh dan mewajibkan memakai masker kepada pengendara. Untuk yang didapati sakit atau demam tidak akan diijinkan lewat dan akan diantar ke rumah sakit yang sudah ditentukan.

Semua sekolah dan kursus anak-anak masih ditutup. Tapi beberapa hal yang dianggap kebutuhan dasar mulai dibuka dengan tetap memperhatikan physical distancing.

Menuju Normal Baru

Sejak Hari Minggu, 3 Mei 2020 kemarin, beberapa kelonggaran dari aturan sebelumnya mulai diberlakukan di seluruh Thailand. Seperti halnya sebelumnya, setiap daerah diberikan hak untuk menambahkan aturan jika dianggap perlu. Aturan baru ini akan dievaluasi selama 14 hari sejak diberlakukan.

Kelonggaran untuk 14 hari mendatang (sumber: Bangkok Post)

Ada enam tempat yang mulai boleh dibuka kembali, yaitu: pasar, penjual makanan, retail dan toko termasuk untuk alat telekomunikasi, kegiatan olahraga yang bertempat di alam terbuka, salon dan toko binatang peliharaan. Untuk detailnya bisa dilihat dari infografis di atas.

Untuk setiap tempat yang sudah boleh dibuka itu, tetap harus jaga jarak aman, memakai masker, dan tidak boleh ada kerumunan. Misalnya kalau kita ingin memotong rambut, kita harus membuat janji terlebih dahulu dan datang sesuai dengan waktu yang dijanjikan. Hal ini untuk mencegah ada banyak orang menunggu giliran di dalam ruang yang sama.

Makan di restaurant sudah diperbolehkan, tapi tempat makannya harus memenuhi syarat di mana setiap meja ada jaraknya atau mungkin ditutup dengan plastik. Untuk hal ini, sepertinya saya dan keluarga masih memilih lebih baik makan di rumah saja.

Penutup

Beberapa peraturan pertama ini masih akan dievaluasi dalam 14 hari. Walaupun sudah banyak yang di buka sejak hari Minggu, sampai hari ini saya malah masih betah di rumah saja. Udara yang panas mencapai 40 derajat setiap siang menjelang sore diselingi dengan kemungkinan hujan deras disertai angin yang tiba-tiba, membuat saya merasa sudah cukup dengan di sekitar rumah saja.

Banyak yang antusias untuk segera beraktivitas di luar lagi seperti dahulu, tapi kita juga tahu semua tidak akan sama seperti dahulu. Sekarang ini memakai masker ketika di luar rumah sudah menjadi bagian dari trend yang baru.

Saya tahu pandemi masih belum berakhir, ini masih langkah pertama. Tapi saya tetap berharap pemerintah dan penduduk di Thailand tetap bekerja sama dan waspada jangan sampai ada infeksi gelombang kedua, terutama nanti ketika penerbangan internasional sudah mulai dibuka kembali.

Penulis: Risna

https://googleaja.com

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.