Pentingnya Komunitas untuk Keluarga Homeschool

Manusia tidak dapat hidup sendiri, namanya komunitas itu dibutuhkan semua orang, tapi tentu saja kita tidak selalu bisa mengikuti semua komunitas yang ada. Untuk keluarga homeschool, komunitas itu terasa sekali diperlukan, bukan untuk anak usia sekolah saja, tapi juga untuk orang tua.

Ketika orang tua memutuskan untuk terjun untuk meng-homeschool anak, komitmen untuk homeschool bukan oleh anak itu saja, tapi juga terutama oleh orang tua sebagai pelaksananya. Terlepas dari apakah orang tua yang akan mengajar sendiri, atau orang tua mencarikan guru untuk setiap bidang studinya, tetap saja komitmen dari orang tua sangat dibutuhkan, termasuk mencari komunitas untuk mendukung kegiatan homeschool tersebut.

Kegiatan Homeschool Group Jonathan (sumber: FB Kids Yoga Garden)

Sekolah pada umumnya memiliki asosiasi orang tua dan guru untuk membicarakan berbagai hal tentang kegiatan ekstrakurikuler ataupun terkait kurikulum dari murid. Untuk keluarga homeschool, asosiasi seperti itu tidak ada.

Biasanya beberapa keluarga homeschool membentuk komunitas untuk anak-anak berkegiatan bersama dan orang tua juga berdiskusi bersama, tapi kurikulum atau metode belajar yang dipakai oleh masing-masing keluarga homeschool tidak selalu harus sama.

Komunitas untuk Anak Homeschool

Salah satu yang menjadi keraguan kebanyakan orang untuk menghomeschool anaknya adalah: “anak butuh sosialisasi”. Siapa yang bisa hidup sendiri dan tidak butuh sosialisasi? Apakah sosialisasi hanya terjadi di sekolah? tentu saja tidak. Sosialisasi itu dimulai dari rumah. Bagaimana hubungan antara anak dan orang tua, bagaimana hubungan anak dengan saudara kandungnya, bagaimana hubungan anak dengan tetangga, bagaimana hubungan anak dengan anak lain yang baru ditemukan, itu semua sosialiasi.

Tapi nanti anak tidak punya teman yang tetap dong? anak butuh teman bermain tetap. Kata siapa tidak bisa? Dengan adanya komunitas dengan keluarga homeschool lainnya, di situlah anak memiliki teman bermain yang tetap.

Tidak harus bertemu setiap hari kan untuk bisa menjadi teman bermain? Toh di sekolah, anak-anak juga waktu bermainnya hanya di kala jam istirahat. Sisanya ya anak-anak di sekolah itu untuk belajar (yang mana kebanyakan mendengarkan penjelasan guru yang berdiri di depan kelas dan bukan berdiskusi dengan teman sekelas).

Menurut saya, komunitas untuk anak homeschool bukan untuk belajar bersama, tapi untuk bermain bersama. Kalau mereka mendapatkan pelajaran dari kegiatan bermain, nah itu bonus. Kenapa tidak sekalian? ya tidak dilarang juga. Tapi maksud saya adalah, mencari komunitas homeschoolingnya tidak selalu berupa komunitas yang setiap bertemu akan mengadakan kegiatan belajar bersama. Adakalanya anak-anak butuh bermain saja tanpa harus dibebani dengan tugas mengerjakan sesuatu.

Komunitas untuk anak homeschool itu penting terutama untuk perkembangan sosialnya.

Komunitas untuk Orang tua Homeschool

Dibandingkan anak, orang tua yang menghomeschool lebih membutuhkan adanya komunitas (setidaknya itu yang saya rasakan). Dengan adanya komunitas saya bisa mendapatkan banyak informasi mulai dari kurikulum, metode belajar maupun fase perkembangan anak dan bagaimana menyiasati kalau anak sedang menolak untuk belajar.

Komunitas homeschool untuk orang tua ini tidak selalu harus bertemu secara fisik. Orang tua homeschool itu walaupun kebanyakan waktu di rumah, tapi banyak juga yang sibuk karena sambil homeschool juga sambil melakukan pekerjaan lainnya dan atau sambil antar jemput anak ke tempat kegiatan ekstra untuk mendukung kegiatan homeschool nya.

Saya mengikuti beberapa komunitas homeschool daring. Ada komunitas yang saya ikuti di FB dan ada juga yang di WAG. Dari komunitas yang saya ikuti, saya bisa bertanya atau membantu menjawab yang terkait dengan materi pelajaran tertentu, atau sekedar ngobrol tentang kurikulum yang digunakan dengan gaya belajar masing-masing anak.

Alasan setiap keluarga untuk menghomeschool tidak selalu sama, tujuan akhirnya juga belum tentu sama. Karena setiap anak berbeda, maka sudah biasa jika buku ajar yang dipakai juga berbeda. Ada yang mengikuti buku tertentu, ada juga yang menyusun sendiri sesuai kebutuhan anak.

Bergabung dengan komunitas homeschool di kota tempat kita berada juga sangat penting. Selain untuk membawa anak bermain bersama (sementara orang tua ngobrol santai), juga bisa untuk bertukar buku bacaan. Untuk komunitas homeschool di Chiang Mai, saya sering mendapatkan buku dengan harga murah dari keluarga homeschool yang mau pindah ke luar kota atau sudah selesai menggunakannya. Kalau beruntung, terkadang bisa mendapatkan buku-buku gratis juga.

Komunitas Homeschool di Masa Pandemi

Bagaimana kegiatan komunitas homeschooling di masa pandemi ini? Nah ini tentunya bisa saja tetap dilakukan secara daring ataupun luring. Untuk kegiatan luring, tentu saja kita harus mencari teman yang memang kita tahu gaya hidupnya memperhatikan protokol kesehatan, atau lebih baik lagi kalau misalnya lokasi rumahnya berdekatan dan kita tahu kalau rumahnya sama-sama zona hijau.

Ah tapi itu semua tidak saya alami di Thailand sini. Kegiatan homeschool grup Jonathan sudah berjalan sejak bulan Juli yang lalu, dan walaupun awalnya mereka pakai masker, belakangan ini saya perhatikan tinggal gurunya saja yang pakai masker. Tapi tentunya setiap mereka datang, mereka masih diukur temperatur dan dibiasakan kegiatan cuci tangan secara berkala. Selama tidak ada transmisi lokal di dalam negeri Thailand, mudah-mudahan saja anak-anak homeschool tetap bisa berkegiatan bersama.

Penutup

Kalau pembaca sedang mempertimbangkan untuk menghomeschool anaknya, saran saya pertama adalah mencari komunitas homeschool lokal. Berteman dengan keluarga homeschool dan bertanyalah sebanyak-banyaknya. Homeschool itu memang tidak untuk semua orang, tapi jangan karena alasan takut anak tidak bersosialisasi atau takut anak tidak punya ijazah membuat terhalang homeschool.

Pepatah Afrika berkata: “Dibutuhkan seluruh desa untuk membesarkan anak”, dan kalau boleh saya tambahkan “dan semuanya berawal dari orang tua di rumah.”

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.