Mencoba Bel Pintu Tanpa Baterai

Dari sejak ngontrak rumah di Chiang Mai, rumah yang kami tempati sistem belnya sudah rusak kabelnya. Jadi kami selalu mengakali dengan membeli bel tanpa kabel. Biasanya bel tersebut butuh baterai, baik untuk bagian penerima yang mengeluarkan suara maupun yang dipencet. Masalah berikut yang muncul adalah: baterainya tidak tahan lama dan lama-lama jadi malas ganti baterai. Nah sekarang ini kami mencoba memakai bel pintu yang tanpa baterai.

Bel yang di pencet tanpa baterai, penerimanya dicolok di rumah

Teorinya, bel ini bisa tanpa baterai karena ketika tombolnya dipencet, tenaga yang dihasilkan dari gerakan pencet itu cukup untuk mengirimkan sinyal ke penerimanya. Lalu bagian penerimanya tentu saja butuh listrik untuk membunyikan melodi yang bisa kita dengar. Jadi tidak ada lagi kebutuhan akan baterai.

Bel pintu ini sudah dipesan dari sebulan lalu di online shop dari Cina, kalau biasanya dulu sekitar 2 minggu barang dari Cina sudah sampai, sekarang lebih dari 1 bulan baru sampainya. Dan hari ini kami langsung mencobanya.

Suara dari bel ini cukup kencang dan bisa diatur volumenya. Jarak antara bel yang dipencet dengan penerimanya juga bisa cukup jauh. Suara bel nya sebelum diatur bunyinya defaultnya maksimum dan sangat kencang. Biasanya, suara dari luar itu tidak terdengar di kamar kerja Joe di kamar atas, tadi saya sudah cobakan dan suaranya masih terdengar.

Ketika membeli, ada beberapa pilihan, misalnya membeli 1 pencetan dengan 2 penerima yang akan berbunyi (misalnya kalau rumahnya sangat besar). Bisa juga misalnya 2 pencetan bel ke penerima yang sama (misalnya saja rumahnya ada pintu depan dan pintu belakang yang bisa menerima tamu).

Ketika kami menerimanya, belnya sudah diset dari tokonya sesuai dengan permintaan (kami membeli 1 bel dengan 2 penerima karena Joe berencana memodifikasi penerima 1 nya untuk memberi notifikasi ke ponsel). Tapi kalaupun misalnya belnya tidak berbunyi, kita bisa mengatur sendiri. Petunjuknya ada di kotaknya.

Petunjuk mengeset bel dan penerimanya

Nah waktu saya mencoba memilih musik yang mau dipakai, ternyata ada banyak sekali pilihan musiknya. Ada puluhan bunyi yang saya hitung saja lebih dari 30 bunyi. Bunyinya mulai dari bel biasa, sampai “Hey Jude” dan beberapa lagu klasik lainnya.

Beberapa pilihan bunyi bel

Dari sekian banyak pilihan musik, sepertinya kami akan tetap dengan nada bel standar yang bunyinya ‘ting tong’, daripada jadi bingung ketika mendengarnya dan malah cari-cari ponsel.

Karena bel ini baru sampai hari ini, bel ini belum teruji oleh waktu dan cuaca. Nanti setelah beberapa bulan memakainya, saya akan mengupdate daya tahan bel tanpa baterai ini. Mudah-mudahan saja kali ini menyelesaikan masalah bel rumah kami yang sering dipencet tukang pos padahal tidak ada baterainya, hehehe.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.