Baca Buku: Keep Going

Ini buku pertama yang dibaca tahun 2020. Buku pertama yang dibacanya cukup cepat. Ceritanya di grup KLIP ada yang share buku yang dibaca ditahun 2019 yang berkesan dan ada yang menuliskan tentang buku ini. Berhubung bulan Desember lalu diserang kemalasan menulis jadi tertarik dengan buku ini yang memberikan tips-tips untuk tetap berkarya.

Judul lengkap buku ini Keep Going: 10 Ways to Stays Creative in Good Time and Bad. Buku ini ditulis oleh Austin Kleon seorang penulis yang juga menggambar. Saya baru tau setelah selesai membaca buku yang ini, ternyata dia sudah punya 2 buku sebelum buku ini. Buku dengan jumlah 224 halaman, bisa dengan cepat dibaca karena banyak halaman berupa illustrasi seperti komik. Buku ini juga merupakan buku pertama yang selesai saya baca di hari yang sama dengan hari belinya di Kindle (banyak buku yang walau tidak tebal tapi gak selesai-selesai membacanya sampai sekarang).

Dari judulnya aja udah ketahuan kalau ini isinya memberi motivasi biar kita gak berhenti berkarya. Walaupun mungkin dia memberi contohnya karya dalam bidang menulis ataupun menggambar, tapi sebenarnya tips yang dia berikan ini bisa untuk karya apa saja. Bukankah setiap manusia itu diciptakan untuk berkarya di bumi ini.

Buku ini menarik karena gaya bahasanya yang mudah dimengerti dan banyak ilustrasinya. Buku ini juga tidak menuntut kita untuk menciptakan karya yang sempurna, tapi kalau kata saya lebih realistis dan bagaimana membuat proses kreatif itu tetap terasa menyenangkan dan bukan jadi beban.

Berikut ini hal-hal yang berkesan buat saya dari buku ini. Saya tidak akan mengutip setiap bab seperti dari daftar isi, tapi apa yang saya ingat setelah diendapkan beberapa hari.

Rutinitas itu Penting

Biasanya paling sering mendengar keluhan tentang betapa membosankannya rutinitas. Tapi ternyata rutinitas itu penting dan malah lebih baik lagi kalau kita membuat jadwal yang sama setiap harinya untuk berkarya. Penulis buku ini mencontohkan bagaimana jika kita hidup di hari yang sama setiap harinya, seperti di film Groundhog Day?

Contoh daftar hal yang bisa dilakukan setiap hari dari buku Keep Going – Austion Kleon

Apa yang kita lakukan setiap harinya, itulah karya kita. Kita mau isi hari-hari kita tanpa berkarya, atau mau menghasilkan sesuatu yang berarti? Kadang-kadang untuk orang yang pernah sukses menghasilkan sesuatu karya, mereka sering berhenti dan merasa: aduh harusnya ini lebih baik dari yang sudah pernah saya buat. Perasaan seperti ini bisa membuat kita jadi berhenti berkarya. Padahal seharusnya ya tetap berkarya, mungkin hari ini hasilnya tak sebagus kemarin, tapi besok bisa jadi lebih baik dari hari ini karena kita sudah lebih terlatih mengerjakannya. Yang penting, lakukan saja setiap hari dengan apa yang terbaik yang bisa kita lakukan. Mulai setiap hari dengan karya baru.

Rutin itu penting, supaya kita tahu apa yang harus dilakukan berikutnya. Saya ingat, baca buku tentang membesarkan anak dari bayi, di sana juga disebutkan kita perlu membuat rutin anak yang sama setiap harinya, biar mereka tahu apa yang selanjutkan akan dilakukan. Dengan adanya rutin, anak jadi tahu bangun tidur harus apa, atau setelah selesai sikat gigi dan ganti baju tidur ya harus tidur. Untuk orang dewasa, rutin itu juga penting.

Kalau kita sudah tahu apa yang harus dilakukan berikutnya, kita tidak akan kelamaan mikir: ngapain ya abis ini, atau malah jadi tidak menghasilkan karya sepanjang hari. Oh ya, di buku ini juga disebutkan, kalau kita juga harus meluangkan waktu untuk berjalan di luar ruangan untuk memperhatikan hal-hal sekitar dan juga kalau lagi mentok ide, tidur siang/istirahat mata juga baik untuk merefresh diri.

Buat Daftar untuk Segala Hal

Kebiasaan membuat daftar itu baik. Misalnya mendaftarkan apa yang ingin dikerjakan, atau membuat daftar belanja. Bisa juga membuat daftar apa yang ingin dipelajari. Kalau sedang bepergian, bisa bikin daftar tempat menarik untuk dikunjungi. Bahkan bisa juga membuat daftar film yang ingin ditonton, atau buku yang ingin dibaca untuk hiburan.

Membuat daftar bisa membantu kita untuk mempermudah ketika membuat keputusan/pilihan. Kadang-kadang saya sudah mulai membuat daftar, misalnya membuat daftar topik yang bisa dituliskan di blog, supaya gak setiap hari bertanya-tanya: nulis apa yah hari ini. Sayangnya, setiap kali mau nulis, ide untuk menuliskan hal-hal yang ada di daftar seringnya terasa sulit dan akhirnya gak jadi deh dituliskan.

Punya Tempat Kerja yang Nyaman

Bagian yang ini sebenarnya sudah dipraktekkan oleh Joe. Dulu saya ingat sering protes kenapa komputer menyala 24 jam, atau kenapa mejanya gak rapi. Terus Joe bilang: yang penting ketika mau kerja, komputer sudah siap sedia untuk dipakai. Tidak harus menunggu dulu menyalakan komputer, atau harus membereskan meja dulu. Waktu untuk menunggu itu bisa bikin teralihkan perhatian dan malah ga jadi kerja.

Tempat kerja yang nyaman itu tidak harus rapi ala Marie Kondo, tapi yang penting semua hal yang dibutuhkan untuk berkarya tersedia di sana dan bisa kita pakai dengan mudah. Hal ini kembali ke gaya bekerja masing-masing orang. Ada yang tidak bisa kerja kalau mejanya terlalu berantakan. Nah untuk orang seperti ini, diperlukan meja kerja yang selalu rapi. Atau ada juga orang yang tidak bisa kerja kalau terlalu hening, dan kebalikannya terlalu ramai juga gak bisa kerja. Yang pasti, temukan tempat kerja yang nyaman untuk kita masing-masing.

Merapikan barang-barang itu tetap perlu, tapi berbeda dengan Marie Kondo yang bilang kalau merapikan buku jangan sambil berhenti dan membaca, kita malah disarankan untuk mengunjungi kembali karya-karya kita sebelumnya. Kadang-kadang dari hal-hal yang pernah kita lakukan di masa lalu, yang mungkin saja sudah terlupakan, kita bisa mendapatkan ide baru untuk karya berikutnya.

Lakukan Saja, Karya Kita Tidak Harus Selalu Super

Saya ingat, dulu waktu rajin merajut saya sudah membuat banyak hasil. Kadang-kadang waktu menentukan mau merajut apa berikutnya, ada perasaan: ah ini terlalu mudah, pengen cari yang lebih menantang. Terus akhirnya, malah kelamaan nyari pola dan gak jadi merajut.

Hal lain yang bikin kita gak jadi berkarya adalah ketika kita mengandalkan respon orang lain terhadap karya kita. Misalnya, kita pengen menulis itu sesuatu yang dapat jempol like banyak dari orang lain. Pengennya bikin foto yang super indah dan bisa membuat orang berdecak kagum. Pengennya masak kue yang paling enak sedunia. Pengennya menjahit baju nan indah dengan detail yang super rumit.

Ketika kita kebanyakan pengen tapi gak mulai melakukannya, ya akhirnya karya kita gak ada yang jadi. Makanya disebutkan, lakukan saja apa yang kamu bisa hari ini, terlalu berharap jempol orang atau menunda mengerjakan sesuatu dengan alasan ah ini masih kurang super tidak akan membawa hasil apa-apa. Kadang-kadang bahkan app sederhana seperti flappy bird saja bisa sangat populer.

Berikan Hadiah untuk Orang Lain

Jaman berhobi merajut, kebanyakan rajutan saya itu bukan untuk saya pakai sendiri, tapi untuk diberikan ke orang lain. Waktu belajar menjahit, motivasinya juga bukan untuk terima jahitan, tapi untuk bisa menjahitkan baju untuk dipakai sendiri, Joe dan anak-anak. Menghasilkan karya untuk dihadiahkan ke orang lain itu terasa lebih menyenangkan daripada kejar setoran hehehe.

Gimana kalau pekerjaanya memang penjahit? masa harus menghadiahkan melulu? Ya, nggak dong, bikin hadiah untuk orang lain itu jadi sarana latihan. Kalau ada pekerjaan profesional, ya tetap harus dikerjakan secara profesional. Kalau misalnya kita jadi penulis, bukan berarti hasil tulisan kita harus selalu sempurna kan, bisa saja kita menulis cerita singkat untuk dihadiahkan ke orang-orang tertentu.

illustrasi dari buku Keep Going – Austin Kleon

Nah kalau punya pasangan programmer, bisa tuh minta hadiah dibikinin program aplikasi. Ada banyak aplikasi yang dibuatkan Joe atas permintaan saya, yang kemudian sebagian dia bagikan secara gratis.

Perhatikan Sekitar, jangan Online Selalu

Bagian ini sebenarnya dibahas agak di bagian awal buku, tapi saya tuliskan terakhir. Jaman sekarang, hal ini merupakan hal yang paling sulit. Buku ini menyarankan kita bangun pagi untuk tidak langsung membaca berita online di berbagai penjuru dunia, tapi disarankan untuk rutin pagi itu bangun, jalan-jalan sekitar rumah sambil memperhatikan sekitar kita.

Contoh yang saya pikirkan, saya bisa memperhatikan siklus pohon mangga misalnya, kapan mulai ada bunganya dan kapan jadi buah. Hidup ini juga seperti pohon mangga, ada siklusnya dan ada musimnya. Dari memperhatikan sekitar kita, biasanya akan ada banyak ide-ide untuk berkarya. Setelah kita memberikan waktu untuk diri sendiri, baru deh baca-baca berita dunia.

Tapi sejauh ini, prakteknya masih sulit. Bangun pagi masih lebih dulu nyari henpon buat online. Jalan-jalan sekitar rumah belum dilakukan juga. Ini saja sambil menulis, masih sambil online dan sering pindah ke halaman lain hehehe. Pelajaran dari buku ini, jadi punya motivasi untuk tetap berusaha berkarya setiap harinya.

CDrama: Go Go Squid!

foto dari situs https://sudsapda.com/film/167496.html

Ini bukan drama mandarin pertama yang saya tonton, dan sebenarnya gak pengen menambah daftar tontonan selain western series dan kdrama. Drama ini justru Joe yang kasih tau saya, karena ceritanya tentang orang-orang yang terlibat dengan CTF (Capture The Flag).

Saya gak pernah ikutan CTF, tapi Joe beberapa tahun belakangan ini masuk dunia security berawal dari iseng-iseng ikut lomba CTF. Tapi ternyata film ini tidak ada level teknis CTF seperti yang diharapkan sebelumnya tapi lebih mirip seperti perlombaan main game online.

Awalnya nonton bareng Joe, kirain bakal seperti kdrama Phantom yang mana ada bagian teknis yang bisa dibahas Joe. Tapi astagaaaa jalan ceritanya lambat sekali dan cenderung gak masuk akal. Nanti saya akan tuliskan beberapa hal yang tidak masuk akalnya belakangan. Karena popularitas drama ini, saya jadi penasaran di mana bagusnya drama ini. Kebetulan lagi ga ada tontonan kdrama yang menarik, jadilah saya nerusin nonton cdrama ini dan menceritakan kalau ada bagian yang menarik ke Joe.

Jumlah episode drama ini relatif banyak dibandingkan kdrama, walau nontonnya disambil kerjain sesuatu dan sambil di skip-skip, tetap saja butuh waktu rada lama menyelesaikan drama 41 episode yang setiap episodenya sekitar 45 menit ini.

Sinopsis

Tokoh wanita seorang yang cerdas dan cantik. Di usia 20 tahun sudah ambil master degree di bidang komputer. Jago mrogram dan bahkan bisa membuat face recognition untuk sistem lalu lintas. Mendalami AI dan juga menjadi asisten dosen di kampusnya. Selain sebagai mahasiswa, dia juga menjadi penyanyi online yang cukup populer dengan nick name baby squid (mungkin ini makanya judulnya jadi go go squid!). Di akhir pekan dia membantu sepupunya menjaga warung internet (di sini pertemuan pertama dia dengan tokoh pria), sedangkan di hari kuliah dia tinggal di asrama mahasiswa.

Tokoh pria: jagoan CTF yang sebenarnya lahir dan besar di Norway, tapi karena cinta tanah air dia memilih menjadi warga negara Cina dan berusaha membuat Cina dikenal di dunia CTF. Impiannya membuat bendera Cina berkibar di kejuaraan CTF tingkat dunia. Karena satu dan lain hal, dia harus pensiun sebagai pemain CTF dan akhirnya di usia menjelang 30 tahun, dia memutuskan untuk mendirikan club CTF dan melatih generasi muda untuk menjadi pemain CTF.

Ceritanya klise: si cewek jatuh cinta pada pandangan pertama dengan si cowok. Dengan berbagai cara dia berusaha mendapatkan cara untuk mengontak si cowok. Si cowok orang yang fokus dengan usahanya untuk membuat tim CTF-nya menang. Cowok ini selain digambarkan dingin, juga agak kasar dan terang-terangan menolak si cewek.

Klise berikutnya: ternyata keluarga si cewek dan si cowok ini saling mengenal dan ada rencana menjodohkan si cowok dengan kakak sepupu si cewek, tapi ketemuannya di rumah si cewek. Dan ya, untuk menolak si kakak sepupu, tau-tau si cowok mengaku-aku kalau dia dan si cewek sudah berpacaran jadi gak bisa dengan si kakak sepupu. Tapi tentunya hubungannya gak mulus dan ditentang orangtua si cewek karena beda usia yang cukup jauh dan karena CTF itu dianggap cuma hobi main game dan bukan pekerjaan yang mempunyai masa depan.

Ini bukan drama asia pertama di mana si cewek ngejar-ngejar cowoknya duluan dan akhirnya cowok dingin jadi hangat (eh maksudnya jadi jatuh cinta juga dengan si cewek).

Bagusnya drama ini

Setelah bersabar dan berhasil menyelesaikan drama ini, akhirnya bisa juga melihat kenapa drama ini populer. Berikut ini kesimpulan subjektif:

  • mengajarkan mengenai memaafkan kesalahan sahabat dan move on untuk cita-cita bersama
  • menggambarkan kerjasama dari generasi muda untuk mewujudkan impiannya dan tak lupa membawa nama negara dan bangsa (nasionalis sekali).
  • berusaha mengenalkan CTF sebagai esports – walaupun menurut saya tetap aja drama ini gak menjelaskan dengan benar CTF itu bagaimana
  • promosi pariwisata di Cina, ada beberapa scene itu di tempat wisatanya dan melihatnya jadi pengen deh ke sana hehehe
  • promosi negeri Cina, film ini terasa sekali unsur nasionalismenya, misalnya pernyataan kalau di Cina sekarang semua hal bisa diakses melalui HP termasuk membayar apapun di manapun bisa dari HP pintar.
  • pemerannya sepertinya cukup terkenal di Cina (blom terlalu banyak nonton cdrama seperti kdrama jadi gak tau juga popularitas aktor dan aktris nya)

Kejanggalan dalam drama ini

Sebenarnya, niat utama dari tulisan ini mau nulis unek-unek soal kejanggalan yang banyak sekali dalam drama ini. Dan keanehannya itu ada dari episode pertama.

  • si cewek katanya cerdas, tapi kok di episode pertama kelakuannya gak kayak mahasiswa s2 yang cerdas, atau yang kerjanya cuma belajar doang. Malah keliatan aneh kayak anak baru gede ngejar-ngejar cowok. Di beberapa episode selanjutnya, baru deh diperlihatkan kalau si cewek ini cukup pintar.
  • si cowok katanya jago CTF, tapi menginstal aplikasi di HP atau memblokir pesan yang masuk dari user tertentu saja kok minta tolong sama anak-anak binaannya.
  • di drama ini orang yang bisa CTF digambarkan tidak selalu bisa mrogram, dan kalau pensiun dari CTF mereka ga punya kerjaan yang menjanjikan, padahal kalau tidak bisa mrogram sama sekali rasanya mereka gak akan bisa jadi jagoan CTF, seharusnya sebagai jagoan CTF mereka bisa bekerja menjadi pentester yang saat ini belum banyak orang yang bisa melakukannya dan masih banyak dibutuhkan.
  • perlombaan CTF ditunjukkan seperti perlombaan game online. Beberapa bagian yang ditunggu-tunggu seperti halnya finalnya malah gak ditunjukkan teknisnya sama sekali, mungkin yang terlibat dalam pembuatan film ini sudah kehabisan ide bagaimana menunjukkan perlombaan CTF
  • yang paling mengganggu dari drama ini adalah jalan cerita yang terlalu lambat dan kadang-kadang terasa kaku.

Kesimpulannya, drama ini bukan untuk melihat apa itu CTF atau bagaimana perlombaan CTF berlangsung. Drama ini ya seperti halnya drama bergenre romantis lainnya, kisah klise dengan meminjam orang-orang berlatar belakang CTF dan IT (tapi ceritanya gak IT sama sekali).

Kdrama: Kill Me Heal Me dan Hyde Jekyll and Me

Tulisan ini udah lama jadi draft. Dramanya juga sudah lama ditontonnya. Tapi ya, daripada gak dipublish saya coba lengkapi seingatnya dan mungkin akan ada spoiler (tanpa detail). Karena ini drama lama, saya pikir kebanyakan toh sudah pada nonton, jadi tidak apalah ada spoiler dikit-dikit hehehe.

Film Kill Me Heal Me (KMHM), tayang lebih dahulu (7 Januari – 12 Maret 2015) daripada Hyde Jekyll and Me (HJM) tayang (21 Januari – 26 Maret 2015). Jadi bisa dibilang HJM ini kalah start dari KMHM sekitar 2 minggu dengan hari dan jam penayangan yang sama di stasiun yang berbeda.

Dari ratingnya drama KMHM lebih sukses daripada HJM, padahal menurut saya ceritanya sama-sama menarik untuk ditonton walau temanya sama. Tapi memang kalau mengikuti 2 film yang temanya sama dan harus memilih jam tayang, pastilah akhirnya pemirsa akan meneruskan yang sudah duluan ditonton.

Kesamaan:

  • sama-sama membahas DID (Disassociative identity disorder) atau dikenal dengan kepribadian ganda
  • tokoh yang mengidap DID ini sama-sama anak orang kaya yang masih memegang keputusan penting di perusahaan orangtuanya
  • sama-sama menggunakan teknologi (smart watch dan cctv di rumah) untuk berusaha memonitor kondisi fital dan keep track kegiatan dirinya (antisipasi kalau kepribadian lain muncul)
  • pribadi utama digambarkan berusaha melakukan meditasi untuk mencegah kepribadian lain muncul
  • penyebab utama dari kepribadian ganda ini sama-sama trauma masa kecil, menyalahkan diri sendiri dan metode diri untuk bertahan hidup
  • tentunya ceritanya gak lengkap tanpa tokoh wanita yang menjadi trigger mulai dari awal pribadi terpecah ataupun muncul kembali dan pada akhirnya menjadi kunci untuk penyembuhan
  • pribadi alternate digambarkan duluan jatuh cinta dengan tokoh wanita, kemudian pribadi utamanya ikutan jatuh cinta juga (jadi perebutan wanita deh)
  • pribadi alternate ada yang ingin ambil alih dan menjadi pribadi utama
  • ada klise di mana tokoh wanita tinggal dengan tokoh pribadi utama (alasannya beda tapi intinya sama untuk membantu proses penyembuhan)
  • ada scene di amusement park dan ada scene kembang api.

Perbedaan:

  • KMHM punya kepribadian sampai 6, HJM hanya 3 (dan yang ditunjukkan hanya 2)
  • di KMHM pribadi utama tidak punya metode untuk berkomunikasi dengan pribadi yang lain dan masing-masing pribadi bisa muncul tanpa trigger khusus, sedangkan di HJM karena hanya ada 2 karakter yang diceritakan, digambarkan mereka punya cara berkomunikasi dan bahkan punya pembagian waktu siang untuk pribadi utama dan malam untuk pribadi alternate
  • di KMHM pribadi utama orang yang baik sedangkan salah satu pribadi alternate yang dominan digambarkan lebih agresif dan dekat dengan kekerasan. di HJM pribadi utama digambarkan egois dan dingin, tidak lebih baik daripada pribadi alternate yang suka menolong, ramah dan murah senyum
  • tokoh wanita di KMHM psikiaternya, tokoh wanita di HJM pegawai nya yang kebetulan berperan penting untuk proses menemukan psikiaternya yang diculik dan tentunya psikiaternya ini diperlukan untuk proses kesembuhannya.
  • di KMHM keluarga tokoh utama tidak aware kalau anaknya punya kepridadian ganda, sedangkan di HJM keluarga mengetahui dan dengan aktif berusaha mencari dokter untuk menyembuhkan anaknya dari DID

Kesan tentang HJM bisa di baca di posting saya sebelumnya. Intinya walau ada beberapa bagian kurang masuk akal dengan penggunaan hipnotis, tapi jalan ceritanya diselesaikan dengan tuntas dan tidak ada kesan terburu-buru.

Kesan tentang KMHM:

Jalan cerita awalnya sangat lambat dan membosankan. Saya sempat hampir berhenti di episode pertama. Tapi setelah melewati 2 episode dan muncul beberapa kepribadian ceritanya mulai terasa menarik dan bikin penasaran. Tapi beberapa episode terakhir juga kembali membosankan dan rasanya lambat sekali. Pada akhirnya, ada kesan mengakhiri cerita dengan terburu-buru.

KMHM ini lebih terasa komedinya, apalagi ketika tokoh utamanya menjadi seorang gadis remaja yang berlaku seperti fangirl. Akting Ji Sung cukup meyakinkan dan sangat berkesan ketika dia mengejar-ngejar Park Seo Joon dan berteriak Oppaaa. Sepertinya bagian komedi ini yang bikin saya bertahan menonton sampai selesai.

Penyelesaian masalah kepribadian ganda di KMHM ini agak terlalu mudah. Tidak ada metode hipnotis seperti di HJM, tapi lebih ke mengingat peristiwa di masa kecilnya, berdamai dan memaafkan masa lalu dan dengan mudah semua kepribadian alternate mengundurkan diri dan berjanji tidak akan keluar lagi.

Tahun 2015 saya belum nonton kdrama, jadi saya tidak mengikuti drama ini ketika sama-sama ditayangkan. Saya bahkan baru tahu belakangan kalau ada tema senada dengan HJM.

Saya menonton HJM lebih dahulu dari KMHM dan buat saya temanya menarik setelah sebelumnya mulai bosan dengan tema kdrama yang temanya begitu-begitu saja hehehe. HJM saya tonton tahun 2018 dan KMHM baru tahun ini. Walau temanya sama, pendekatan penyelesaian masalahnya berbeda dan punya daya tarik masing-masing.

Jadi kalau mau nonton yang mana dulu dong? ya bebas mau yang mana karena KMHM dan HJM ada di Netflix dan bisa dilewatkan kalau ada bagian yang membosankan hehehe.

Warna warni Mi Band 4

Bulan Maret 2019 saya mencoba dan menuliskan tentang Mi Band 3. Tadinya saya pikir saya tidak akan ganti jam lagi sampai mi bandnya rusak, tapi ternyata beberapa bulan lalu ada versi Mi Band 4 yang di release dengan beberapa fitur tambahan dari Mi Band 3, di antaranya layar berwarna dan bisa tracking untuk berenang dan dengan harga yang sama dengan harga release Mi Band 3 fiturnya juga lebih baik.

Setelah menunda-nunda dan tetap mau bertahan dengan mi band 3 saja, akhirnya jadi juga beli Mi Band 4 nya bulan September lalu karena Joe juga mau pakai Mi Band 3 nya. Setelah pemakaian beberapa bulan dengan Mi Band 4, baru deh ingat kalau belum nulis soal Mi Band 4 ini.

jadi juga beli tali warna warni

Dengan adanya display berwarna di Mi Band 4, kita bisa memilih berbagai tampilan wajah jam nya. Nah daripada cuma wajahnya yang berubah, saya akhirnya jadi juga beli tali jam warna warni nya. Tali jamnya juga gak mahal dan kebetulan kompatibel untuk Mi Band 3 dan Mi Band 4 ( jadi Joe juga bisa ganti-ganti warna tali kalau iseng). Karena ongkos kirimnya 30 baht dan harga talinya 9 baht, akhirnya kami beli 5 warna sekaligus (ongkos kirimnya sama saja kirim 1 dan 5).

Selain jadi iseng ganti-ganti warna tali dan display, kelebihan Mi Band 4 dari versi Mi Band 3 yang paling terasa itu di bagian batere tahan lebih lama beberapa hari. Klaimnya memang bisa untuk 20 hari, tapi karena saya mengaktifkan sleep tracking dan heart rate monitor, paling lama saya harus mencharge Mi Band ini sekitar 12 hari (rata-rata 10 hari kalau ingat sudah saya charge). Daya tahan batere berkurang kalau kita aktifkansleep monitoring dan heart rate monitornya.

seminggu batere masih di atas 50 persen

Heart rate detection bisa di set setiap menit sampai per 30 menit. Semakin kecil interval pengecekan, semakin cepat batere berkurang. Saya sekarang set jarak pengecekan heart rate setiap 5 menit.

Kadang-kadang punya device dengan banyak fitur, tidak selalu semua fiturnya kita aktifkan. Fitur yang paling sering saya gunakan dari mi band 4 ini antara lain:

  • memperhatikan apakah target jumlah langkah per hari sudah tercapai atau belum
  • memperhatikan pola tidur (berapa jam tidur, berapa jam tidur lelapnya)
  • memperhatikan denyut jantung rata-rata harian dan ketika tidur
  • notifikasi kalau ada panggilan masuk (karena hp saya selalu silent)
  • notifikasi message dari Joe (yang lain notifikasinya saya matikan hahaha)
  • notifikasi alarm dan calendar

Saya tahu ada banyak jenis smart band beredar sekarang ini dan masing-masing punya fitur andalannya. Saya pilih Mi Band 4 ini karena harganya tidak lebih dari 1500 baht dan fiturnya cukup untuk saya. Fitur olahraga belum pernah saya pakai. Rencananya mau kembali berolahraga sebelum 2019 berakhir hehehehe.

Forest App: Fokus Bekerja bonus Tanam Pohon Beneran

Apa hubungannya fokus bekerja dan tanam pohon? Ceritanya dengan menginstal aplikasi ini, kita bisa diingatkan untuk tetap fokus dengan apa yang kita kerjakan dan bukan mainan handphone melulu. Kalau target tercapai sesuai waktu yang kita tentukan, kita diberikan koin. Nanti koinnya dikumpulkan bisa untuk membeli fitur tambahan atau bisa juga untuk menanam pohon beneran.

Sudah beberapa lama Jonathan pakai aplikasi Forest ini, dan dia sudah mengumpulkan cukup koin untuk menanam 1 pohon beneran (yang nanam nantinya orang dari pembuat app ini). Saya jadi terpikir untuk ikutan instal aplikasi forest ini, siapa tau jadi lebih fokus dan produktif dan bisa ikutan nanam pohon beneran.

Jonathan udah mengumpulkan cukup koin untuk tanam 1 pohon beneran

Teorinya membuat kita produktif tapi kenyataannya bisa saja kita nyalakan di HP terus kita nonton TV atau tinggal tidur. Atau bahkan kalau curang, kita bisa masukkan aplikasi Netflix atau browser ke whitelist-nya (daftar aplikasi pengecualian). Tapi inti dari pemakaian app ini sih untuk membantu kita tetap fokus dengan pekerjaan kita supaya target tercapai dan tidak terus-terusan mainan HP. Jadi kembali ke kita juga mau sekedar biar dapat koin banyak terus bisa tanam pohon, atau mau berusaha fokus.

Misalnya nih, buat yang lagi berusaha baca buku di HP tapi selalu tergoda buat liat aplikasi messenger atau cek medsos terus-terusan, bisa saja kita set aplikasi e-book readernya masuk ke dalam whitelist, tapi browser dan segala aplikasi untuk akses media sosial akan menyebabkan pohon yang ditanam terhenti.

Udah dapat gambaran gak aplikasi Forest itu seperti apa? Pertama donlot dulu dari playstore (gratis) atau dari applestore ($1.99) untuk iOs. Aplikasi ini menawarkan in-app purchase juga, jadi ya hati-hati kalau dimainin anak-anak.

Untuk tanam 1 pohon benerannya kita harus mengumpulkan 2500 koin dan menjadi premium member dengan biaya sekitar 29000 rupiah. Bayar member premiumnya cukup sekali, nantinya setelah jadi member premium, setelah kita berhasil mengumpulkan 2500 koin kita bisa klaim supaya pihak penyedia jasa aplikasi tanam 1 pohon. Info lengkapnya baca di link ini aja ya.

Saya lagi coba nih nulis blog ini di PC, sambil nyalain aplikasi forestnya. Kalau mau bener-bener fokus, kita harus instal juga di browser PC kita untuk membatasi godaan buka-buka sosmed. Heran ya, pengendalian diri terhadap sosmed aja harus sampai pake app begini. Tapi namanya melatih diri, kadang-kadang butuh sedikit pemaksaan. Saya senang dengan aplikasi ini karena banyak peringatan-peringatan lucu kalau kita mau menyerah.

Ini contoh screen capturenya:

Nah yang paling memotivasi sih selain supaya target tercapai yang kemarin sudah dituliskan di google calendar, tapi juga kita bisa ngumpulin koin buat tanam pohon beneran. Jadi ya motivasinya buat diri sendiri dan buat bumi lebih hijau juga.

Katanya sih pesan-pesan untuk meninggalkan layarnya bisa kita tulis sendiri juga kalau mau, tapi sepertinya peringatan dan penyemangat dari aplikasinya juga sudah cukup buat saya.

Karena beberapa hal dari target yang ingin saya capai membutuhkan aplikasi di HP, jadi daftar whitelist saya termasuk Memrise, DuoLingo, Kindle, Playbook, dan Apple Music.

Ada yang sudah tanam pohon banyak gak dari memakai aplikasi ini? kalau belum, yuk coba pakai siapa tau jadi lebih fokus bekerjanya.

Melatih diri menyelesaikan Target dengan Goal di Calendar HP

Kemarin saya lagi kepikiran, ada gak ya aplikasi checklist untuk hal-hal yang dikerjakan setiap harinya oleh Jonathan yang dia bisa lihat di HP. Sebelumnya, saya pernah cetak dan minta dia memberi tanda centang setiap kali pekerjaanya selesai, tapi prakteknya sering lupa juga.

Sebenarnya saya tidak ingin menambahkan aplikasi baru, ataupun harus bawa-bawa buku untuk mengingat daftar hal yang dilakukan setiap hari ini. Terus waktu saya lagi mengisi jadwal kegiatan minggu depan di Google Calendar, eh gak sengaja nemu ada fitur membuat Goal juga yang fungsinya kurang lebih bisa seperti yang saya inginkan. Intinya Jonathan bisa lihat apa yang harus dia lakukan hari itu dan kalau sudah selesai bisa beri tanda sudah dikerjakan. Selain untuk Jonathan, tentunya fitur ini berguna untuk saya juga.

Ini contoh goal dan jadwal kemarin dan hari ini

Setiap harinya, saya menggunakan aplikasi DuoLingo 15 menit dan aplikasi Memrise untuk latihan bahasa Korea. Selain itu saya juga ingin mulai melatih diri rutin bermain piano dan membaca buku paling tidak 15 menit sehari. Untuk menulis blog, saya alokasikan waktunya sore hari 1 jam, tapi ya kalau ada waktu siang saya akan kerjakan juga dan nanti tingal kasih tanda selesai.

Ternyata melihat jadwal dan hal-hal yang harus dilakukan jadi lebih mudah, karena kita bisa set alarm untuk mengingatkan kita. Bahkan bisa set alarm sebelum dan setelah waktunya diingatkan apa sudah dikerjakan atau belum.

Percobaan beberapa hari ini ke Jonathan, walau saya masih harus bertanya apa yang harus dilakukan berikutnya oleh Jonathan, dia juga bisa dengan lebih cepat melihat apa yang harus dikerjakan hari ini dan apa yang masih belum selesai.

Melihat hal-hal yang kita daftarkan berhasil dilakukan semua, memberikan kepuasan tersendiri. Sementara ini efeknya saya jadi rajin dan mengerjakan sebelum alokasi waktu malahan hehehe.

Apa saja yang bisa kita set jadi Goal di Google Calendar dan bagaimana cara mengaturnya? Lengkapnya ada di link ini. Tapi saya akan kasih sedikit langkah-langkahnya juga.

Pertama tentunya buka aplikasi Google Calendar, lalu klik tanda + di sudut kanan bawah dan pilih Goal. Berikutnya pilihlah mau mengatur Goal yang mana.

Pengingat Olahraga dan Menambah keahlian
Pengingat mencari waktu untuk teman, diri sendiri dan lebih terorganisasi

Namanya juga pengingat ya, tentunya hanya bisa mengingatkan yang kita masukkan untuk diingat. Kalau kita gak ingat mengatur apa yang perlu diingat, tentunya aplikasinya lebih ga tau lagi hehehe.

Di dalam pilihan Organise my life, ada pilihan untuk menyediakan waktu membuat list of things to do. Untuk sekarang ini saya coba membuat pengingat untuk membuat jadwal selama 15 menit di pagi hari.

Nantinya Google Calendar akan membantu mencarikan slot waktu di antara slot waktu kosong kita (tentunya kalau ada jadwal yang sudah pasti, harus kita tambahkan dulu sendiri). Fitur ini juga akan mencatat keberhasilan kita menyelesaikan target kita dalam seminggu berapa kali kita lakukan.

Sementara ini, saya berusaha menuliskan Goal dari hal-hal yang memang sudah rutin saya lakukan. Nantinya aplikasi ini bisa dipakai juga untuk melatih diri untuk kebiasaan yang baru (misalnya olahraga? hehehe). Jadi dengan begini Smart Phone yang kita pakai semakin bikin kita smart karena selalu ingatin kita untuk hal-hal yang emang kita jadwalkan sebelumnya.

Buat yang rutin teleponan dengan keluarga yang jauh, bisa juga menjadwalkan pengingat berkabar ria dengan keluarga. Buat ibu-ibu yang merasa jadwal padat dan ga punya me time juga bisa menjadwalkan ke salon misalnya hehehe.

Sekali lagi, ini kan namanya aplikasi untuk menetapkan target ya, kalau misalnya target hari ini belum tercapai ya jangan menyerah. Tetap semangat menentukan target untuk hari berikutnya hehehe. Mulai dengan target yang kecil-kecil dan pasti bisa dilakukan, kalau melihat banyak yang kita targetkan tercapai rasanya lebih memotivasi untuk menyelesaikan lebih banyak lagi.

Contohnya ya ini, target nulis blog malam hari, akhirnya saya kerjakan siang menjelang sore supaya bisa kasih tanda Did it.

Yay, Nulis blog hari ini selesai

Kdrama: My Mister

sumber wikipedia: https://en.wikipedia.org/wiki/My_Mister

Drama My Mister ini tidak termasuk dalam genre yang biasanya saya tonton. Tapi kemarin setelah menonton beberapa genre romance comedy, agak bosan dengan cerita-cerita klise. Iseng lihat film apa yang kira-kira menarik ya, coba liat deh drama yang dapat award sebagai best drama di Baeksang Award tahun 2019: My Mister.

Tanpa membaca resensi sebelumnya dan bahkan tidak tau siapa nama pemerannya, jadilah saya mulai menonton ‘My Mister’. Kesan saya? film ini sangat menyedihkan! Kalau ini kisah cinta yang menyedihkan pasti saya sudah berhenti menontonnya di episode pertama, tapi karena ceritanya lebih ke cerita kehidupan, saya terusin deh nontonnya sampai habis walaupun butuh waktu lebih lama mencernanya hehehe.

Sedikit catatan, kalau kamu tipe orang yang gampang stress sedih menangis berkelanjutan atau depresi, sebaiknya jangan menonton drama ini. Kadang-kadang melihat kehidupan orang lain yang punya lebih banyak masalah dari kita memang bisa membuat kita merasa lebih baik, tapi bisa juga membuat kita jadi semakin terbeban.

Tokoh Wanita: Si Pegawai Temporer

Cerita drama ini tentang seorang wanita berusia 21 tahun yang sudah tidak punya orang tua dan harus mengurus neneknya yang bisu, tuli dan lumpuh. Selain itu, dia juga harus membayar cicilan hutang orangtuanya ke rentenir.

Untuk membiayai hidupnya dan neneknya, dia bekerja sebagai pegawai temporer di sebuah perusahaan konstruksi yang tugasnya membantu sebuah tim inspeksi bangunan dalam hal distribusi surat-surat ataupun fotokopi dokumen dan mengentri data ke komputer. Di kantornya tentunya dia tidak membutuhkan berinteraksi dengan teman kerjanya. Jadi digambarkan tokoh ini jarang sekali berbicara.

Pulang dari pekerjaan temporer, dia juga sambil bekerja paruh waktu mencuci piring di restoran besar. Digambarkan, untuk menghemat, dia bahkan menyisihkan sisa makanan yang ada di piring sebelum dia cuci untuk di bawa pulang dan di makan kemudian.

Udah cukup sedih belum? Nah jadi neneknya tadinya dia masukkan ke panti jompo supaya ada yang mengurus selagi dia kerja, tapi karena dia gak punya duit untuk bayar biaya rutinnya, akhirnya dia harus membawa neneknya pulang. Harusnya dia bereskan biaya administrasinya dulu sebelum bisa bawa neneknya pulang, tapi ya namanya gak punya duit, dia pun ‘menyelundupkan’ neneknya keluar dari rumah jompo itu. Karena dia gak kuat untuk gendong neneknya, sampe di satu titik, dia bawa neneknya menggunakan keranjang belanja dari supermarket dekat rumahnya.

Haduuuh, udah deh gak usah lanjutin nontonnya ya, sedih amat sih. Itu rentenirnya juga jahat banget, nagihnya sampe ditungguin di rumahnya. Ceritanya ternyata si rentenir yang sekarang menagih ke dia adalah teman tumbuh bersama di masa kecilnya, orangtuanya berhutang itu ke orangtua si rentenir.

Somehow si rentenir mewarisi pekerjaan jadi rentenir dari orangtuanya dan si cewek juga mewarisi hutang dari orangtuanya. Namanya uang ya, walau waktu kecil tumbuh bersama, tetap aja dihitung tuh bunga hutangnya. Gak ada tuh ceritanya dibebaskan dari hutang karena ada perasaan kasihan misalnya.

Filmnya selain sedih juga ada beberapa bagian adegan kekerasan. Si rentenir ini menagih hutang kadang-kadang main pukul, tapi si cewek juga preman, nggak diam aja menerima, dia melawan dong dan kadang pukul balik. Tapi ya namanya tenaga cewek yang badannya lebih kecil, walau semangat tinggi tapi karena basically dia kurang makan ya mana bisa melawan cowok tinggi besar.

Jadi gimana ceritanya, akankah si cewek bisa melunasi hutang dan bunganya yang sudah banyak itu? tonton aja deh kalau mau tahu.

Loh jadi ini my mister nya mana? katanya judulnya my mister, kok ceritanya tentang si cewek. Si rentenir kan belum mister, katanya tumbuh bersama, kemungkinan si rentenir paling beda dikit umurnya dari si cewek.

Tokoh Pria: Si Mister

Hehehe, sabar…ini kan ceritanya biar gak terlalu spoiler, jadi ceritanya dari sudut pandang pemeran utama wanita dulu. Nah jadi si cewek 21 tahun itu kerja di perusahaan konstruksi jadi pegawai sementara untuk membantu tim nya si mister. Si mister ini insinyur sturktural, tapi karena politik di kantornya, dia dipindahkan jadi tim inspeksi keamanan gedung.

Si mister ini digambarkan orang yang lurus-lurus aja. Pekerja keras, cerdas, teliti, serius, dan selalu baik hati ke semua orang. Mister baik hati ini istrinya pengacara,sudah punya anak 1 di sekolahkan di Amerika. Bagian yang ini saya kurang jelas anaknya tinggal dengan siapa di Amerika, karena anaknya paling juga masih SD dan masih cukup muda. Mungkin ada di sebut umurnya, bisa jadi saya terlewat, tapi dari fotonya sih paling anaknya sekitar 8 – 10 tahun.

Si mister anak ke-2 dari 3 bersaudara yang mana laki-laki semua. Mereka tinggal di perkampungan yang saling mengenal satu sama lain dan bahkan sudah berteman sejak kecil dan bersekolah di sekolah yang sama. Kegiatan mister ini tiap hari pulang kerja ngumpul dengan 2 saudaranya yang lain dan kadang dengan teman-teman sekolahnya yang tergabung dalam klub bola untuk minum-minum di salah satu warung minum milik temannya juga.

Bagian minum-minum setiap hari ini sebenarnya bagian yang paling saya tidak suka dari drama Korea. Tapi kalau dari cerita tukang pijet di sini, anaknya juga tiap hari pulang kerja suka minum-minum sama teman-temannya dan bahkan sama adiknya juga (anak tukang pijet saya 2 laki-laki) dan ya sering juga mabuk katanya. Siapa yang bayarin minum-minum tiap hari? kadang ya patungan bagi rata rekeningnya, kadang ada yang traktir gantian.

Kehidupan si mister ini yang awalnya baik-baik saja berubah sejak ada usaha menyuap bos nya yang salah alamat ke dia karena namanya mirip.

Dikisahkan abangnya mister sudah tidak bekerja dan berpisah dari istrinya karena urusan hutang (bikin bisnis gak sukses), mamanya si mister minta tolong biar si mister modalin abangnya. Lah si mister juga masih pegawai biasa, jadi gak punya duit untuk modalin abangnya. Lagi mikir-mikir gimana caranya biar dapat duit untuk modalin abangnya, eh ada orang datang kasih amplop isinya duit segepok.

Namanya godaan ya, orang lurus seperti si mister pun agak tergoda untuk menerima suap tersebut. Tapi si mister heran, kenapa juga dia di suap? dia kan gak begitu tinggi jabatannya sampai harus di suap? Lagi sambil mikir, dia simpan tuh duit ke laci mejanya dan rencana diambil sebelum pulang. Tapi ternyata, si pegawai temporer yang saat itu pakai kacamata hitam untuk menutupi bekas pukulan rentenir melihat gerak gerik si mister yang berusaha menyembunyikan uang suap ke lacinya.

Bagian ini agak terlalu panjang untuk diceritakan dan ga mau spoiler tapi intinya si cewek pegawai temporer berusaha mengambil uang suap si mister buat bayar hutang, karena toh dia tahu si mister kemungkinan ga akan terima tuh uang suap. Plus gak mungkin si mister bakal umumkan duit suap hilang.

Si cewek mengalihkan perhatian si mister dengan minta dibelikan makan malam dan minum sepulang kerja. Si mister yang takut ketahuan disuap mengiyakan membelikan makanan buat si cewe dan minum dengan niat balik lagi ke kantor setelahnya untuk ambil amplopnya. Tapi tentunya si mister gak jadi naik ke ruang kantornya karena lift sedang di service. Tapi keesokan harinya, si mister datang pagi-pagi mau ambil amplopnya ternyata sudah ga ada dong.

Haduh itu episode pertama loh semuanya diceritakan. Ampun ya ceritanya rumit amat. Terus sampai beberapa episode itu ceritanya banyak politik kantor usaha menjatuhkan bos nya si mister dan si mister biar dipecat atau minta berhenti dari kantor.

Sampai di titik ini, saya malah jadi penasaran, ini drama kok bisa jadi drama terbaik sih. Jalan ceritanya terlalu lamban rasanya, cerita sedih cenderung membuat waktu berjalan terasa lambat memang. Tapi kebetulan-kebetulan yang terjadi terasa masuk akal dan akhirnya duit yang hilang dari laci malah menyelamatkan karir si Mister karena duitnya ditemukan kembali di tempat sampah dan diserahkan ke pihak yang menginvestigasi.

Akhir yang bahagia

Loh kok udah berakhir aja sih, baru juga cerita episode pertama. Hahaha, ini drama potensi untuk berakhir dengan kesedihan gede banget. Tapi perlu diketahui akhirnya bahagia supaya penonton bertahan menontonnya. Penyelesaian masalahnya gak sederhana, tapi juga gak terlalu berbelit-belit. Kalau berakhir dengan sedih juga, saya gak rekomendasikan film ini untuk ditonton hehehe.

Cewek 21 tahun, si pegawai temporer dengan permasalahan hidupnya menjadi sumber masalah sekaligus membantu memecahkan masalah si Mister di tempat kerja dan juga di keluarganya Ceritanya tapi juga si cewek ini agak ‘jahat’ menurut saya. Tapi ya ceritanya ini semua karena dia butuh survive dalam hidupnya, jadi si cewek ini seperti bermuka 2. Kadang dia seperti membantu bos nya mister untuk membuat si Mister berhenti kerja, tapi kadang dia juga bantuin si Mister.

Di akhir cerita, semua permasalahan di selesaikan dengan tuntas dan ya buat tokoh utama bahagia. Tokoh pendukungnya juga cukup bahagia dan ga ada kesedihan yang besar lagi. Memang lebih menyenangkan ya menonton drama yang berakhir bahagia, setidaknya bisa memberikan harapan setiap masalah ada penyelesaiannya dan hidup ini juga akan selalu ada bahagianya.

Ah susah ya nulis cerita tanpa spoiler. Tapi ya kalau mau tau endingnya juga tonton aja sendiri hehhee.

Relationship: Keluarga dan Teman

Bagian lain yang menarik dari film ini selain cerita mister dan si cewek yang kebetulan tinggal di lingkungan yang sama, digambarkan bagaimana kehidupan bertetangga yang masih sangat dekat antara mister dan teman-temannya karena mengenal bertahun-tahun dan pertemanan yang akrab karena mereka tumbuh besar bersama dan menangis dan tertawa bersama.

Hubungan antara mister dengan abang dan adiknya juga cukup akrab dan mereka sangat sayang dengan ibunya. Tapi anehnya, istrinya si mister yang bukan dari lingkungan tersebut malah merasa jadi outsider dan gak bisa akrab dengan keluarga ataupun dengan teman-teman si mister.

Masalahnya juga karena gak ada komunikasi sih. Ibunya si mister merasa menantunya yang pengacara itu sudah capek bekerja di kantor, jadi kalau ada kegiatan makan bersama si ibu akan melarang si menantu itu untuk membantu di dapur. Nah si menantu kan jadi kikuk dan serba salah. Si Mister ini juga jarang mengungkapkan apa yang ada di pikirannya, jadi kesannya kayak orang kesepian di tengah keramaian.

Istrinya mister juga merasa kegiatan si mister minum-minum tiap hari sama teman-temannya ini membuat dia malas pulang cepat ke rumah, karena paling juga di rumah ga ada siapa-siapa, sedangkan untuk ikutan minum-minum dia merasa gak nyambung sama teman-teman mister. Jadi ya salah satu pelajaran yang penting juga adalah: pastikan pasangan anda bisa nyambung dengan teman-teman anda, atau kalau gak bisa nyambung, bagi waktu yang bener jangan sampe pasangan merasa di nomor 2 kan.

Sedikit Spoiler

Dalam drama ini, dengan perhatian Mister yang tulus dan selalu baik hati walaupun dalam kesusahannya, si cewek akhirnya jatuh hati dengan si Mister. Nah ini saya akan spoiler sedikit, saya suka drama ini karena si mister tetap konsisten sampai akhir dan drama ini tidak jadi drama roman picisan ataupun klise di mana tokoh cowok dan ceweknya walau beda umur jauh banget digambarkan ‘jadian’.

Kisah cinta si mister dan si pegawai temporer bukan kisah cinta romantis tapi lebih ke arah hubungan dengan sesama manusia. Eh penonton jangan kecewa, lebih gak masuk akal soalnya kalau endingnya si mister menerima cinta si pegawai temporer. Kalau gak jadi nonton gara-gara faktor ini ya gak apa-apa, tapi endingnya bahagia kok, lebih bahagia deh daripada kalau mereja terlibat secara romantis hehehe.