Kilas Balik Januari 2020

Berhubung hari ini saya lagi agak kekurangan ide menulis. Maka, saya memakai jurus membaca kembali tulisan lama untuk mencari ide menulis. Hasilnya? Tentu saja dapat ide berlimpah, hahaha. Beberapa hari ke depan, saya berencana untuk menuliskan kilas balik dari setiap bulan di tahun 2020 ini, melalui tulisan-tulisan yang ada di blog ini.

Tulisan kilas balik ini mungkin tidak akan mewakili secara detail apa yang terjadi dengan saya di bulan Januari 2020, tapi ya lebih baik daripada tidak sama sekali toh.

Salah satu tujuan menulis setiap hari memang untuk mengetahui apa saja yang saya rekam dalam hidup ini, dan seberapa produktif/atau tidak produktifnya saya. Kesimpulannya, selain mendapatkan kabar tentang virus covid-19 di akhir bulan Januari yang membuat timbul rasa khawatir, ternyata saya cukup banyak membaca buku, selain menonton asian drama.

Tahun 2020 memang di buka dengan banyak berita yang kurang menyenangkan, baik berita dari Indonesia maupun dari berbagai penjuru dunia. Tapi, saya memilih untuk tidak menuliskannya atau mengomentari setiap kejadian yang terjadi. Saya hanya menuliskan apa yang terjadi di tempat kami tinggal, sekedar untuk catatan kalau butuh mengingat lagi suatu peristiwa.

Untuk mengurangi rasa khawatir, saya berusaha mengalihkan fokus dengan buku bacaan dan menuliskan review drama, selain catatan kalau sedang jalan-jalan. Beberapa catatan jalan-jalan di akhir tahun 2019, dituliskan di awal Januari 2020.

Buku yang selesai dibaca Januari 2020

Beberapa buku yang berhasil saya selesaikan baca dan tuliskan reviewnya di bulan Januari 2020 antara lain:

Buku pertama Mark Mansoon: The Art of Not Giving a F*ck.

Buku ini mengajarkan prinsip Do Something buat saya. Prinsipnya sederhana: Lakukan sesuatu, mulai dari hal yang paling sederhana. Melakukan sesuatu lebih baik daripada diam saja.

Mungkin ini yang secara tidak sadar memotivasi saya untuk berusaha mengumpulkan badge kuning di KLIP setiap bulannya sampai bulan November kemarin (dan mudah-mudahan tetap semangat di bulan Desember ini).

Buku Austion Kleon: Keep Going

Buku ini mengajarkan untuk punya rutinitas dan membuat daftar untuk segala sesuatu. Bukan cuma daftar belanja, tapi daftar yang ingin ditulis, daftar bacaan, daftar yang ingin dikerjakan, daftar kegiatan, pokoknya semua hal kalau bisa ditulis dalam bentuk daftar. Selain itu, Austion Kleon juga mengingatkan untuk kerjakan saja apa yang kita kerjakan, tidak perlu langsung mengerjakan yang super.

Prinsip di buku Austin Kleon ini masih sejalan dengan prinsip Mark Mansoon. Intinya lakukan sesuatu, kerjakan saja walau tidak super. Lebih baik mengerjakan sesuatu yang tidak super daripada tidak mengerjakan apapun. Kapan supernya kalau tidak dimulai dengan yang tidak super, ya kan!

Baca buku Dilan 1990

Baca buku ini sebenarnya iseng doang semi penasaran dengan Dilan yang sering disebut-sebut dalam percakapan dengan teman-teman di Indonesia. Ceritanya ya khas kisah remaja di tahun 1990. Tapi entah kenapa, walau saya bisa membayangkan Bandung di sekitar tahun itu, rasanya kurang suka dengan gaya bahasanya, hehehe.

Baca Buku Austin Kleon: Steal Like an Artist

Ini sebenarnya buku pertama Austin Kleon, tapi saya membacanya setelah buku Keep Going. Ternyata isi buku Keep Going itu sedikit banyak mengulangi isi buku Steal Like an Artist. Tapi tetap menarik sih untuk dibaca. Karena di buku ini dibahas bagaimana meniru karya orang lain tanpa menjadi plagiat. Meniru yang bukan mencuri istilahnya. Selain itu juga cukup detail memberi nasihat bagaimana mencari pasangan yang mendukung kita berkarya dan memisahkan kehidupan digital dan analog untuk lebih produktif.

Walaupun saya tidak bisa meniru kegiatan bagian analognya, tapi mungkin buat sebagian orang bisa diaplikasikan untuk mengurangi gangguan fokus ketika berkarya.

Drama yang ditonton Januari 2020

Nah sekarang giliran drama yang ditonton dan dituliskan reviewnya. Saya tidak menonton terlalu banyak drama dan mulai menonton drama ongoing pada waktu itu. Tujuannya tentu saja supaya tidak keterusan nonton sampai pagi.

Berikut ini drama yang saya tonton dan tuliskan reviewnya di Januari 2020:

KDrama Crash Landing on You

Kesan dari menonton 10 episode pertama CLOY. Drama ini cukup fenomenal sampai saat ini dan menuai popularitas di banyak negara berkat Netflix. Banyak orang yang crash landing jadi penonton drakor gara-gara drama ini, apalagi pandemi membuat orang #dirumahsaja dan punya waktu lebih buat nonton berbagai film termasuk drama Korea.

Saya tidak akan menulis banyak tentang drama ini, kalau penasaran klik aja tulisannya ya, hehehe.

KDrama: Chocolate

Drama ini sangat lambat, tapi isinya menampilkan makanan yang menggugah selera. Jarang-jarang saya menonton drama yang super lambat seperti ini, tapi selesai juga nontonnya, hehehe. Nonton drama ini juga ongoing, sudah dimulai dari akhir November 2019.

CDrama: Find Yourself

Nonton drama ini karena iseng awalnya. Sempat bosan dan ditinggalkan. Tapi akhirnya diselesaikan juga. Ceritanya tentang wanita yang berkarir dan agak berumur yang belum menikah juga dan menemukan ada 2 pria yang menyukainya.

Klisenya mirip dengan drama Korea, tapi jalan ceritanya agak kepanjangan karena jumlah episodenya emang lebih banyak juga dibandingkan drama Korea. Endingnya gak ideal, tapi ya namanya juga drama, ada saja hal-hal tidak ideal terjadi di dalamnya.

Oh ya, saat menuliskan tulisan tentang drama ini, sebenarnya saya baru menonton beberapa episode saja. Sepertinya waktu itu lagi kehabisan ide nulis, jadilah menuliskan tentang drama ini, hehehe.

Penutup

Januari 2020 saya cukup produktif membaca buku dan menulis. Menonton drama tidak dianggap bagian dari produktifitas karena itu reward dan bahan untuk tulisan, hahaha. Hal lainnya gimana? ya seperti biasa, kegiatan homeschool anak-anak dan juga catatan hobi dan keseharian lainnya.

Semoga Desember 2020 ini bisa lebih produktif daripada Januari 2020, terutama untuk bagian membaca buku.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.