Baca Buku: Steal Like an Artist

Waktu buka-buka aplikasi ipusnas, saya menemukan kalau 2 buku Austin Kleon yang dia tulis sebelum buku Keep Going ada versi terjemahannya di sana. Langsung deh dipinjam. Saya pilih baca buku Steal Like an Artist yang terbit tahun 2012 terlebih dulu. Buku Show your work belum dibaca tapi sudah dipinjam.

Ada 2 buku Austin Kleon di ipusnas

Oh ya, aplikasi ipusnas ini agak berubah-ubah aturannya. Kalau dulu bisa pinjam cuma 3, belakangan ini bisa pinjam 2 buku/hari. Terus kalau dulu misalnya kita tidak suka dengan isi buku yang kita pinjam, bisa kita kembalikan langsung, tapi sekarang kita hanya bisa mengembalikannya 24 jam kemudian. Kalau dulu bisa pinjam agak lama, sekarang hanya bisa dipinjam 3 hari. Kalau dalam waktu 3 hari belum selesai, ya bisa pinjam lagi.

cover buku di aplikasi ipusnas

Judul bukunya tetap bahasa Inggris, tapi isinya sudah berbahasa Indonesia semua kok. Ini bisa dilihat daftar isinya.

Karena sudah baca buku Keep Going dengan bahasa Inggris, waktu baca buku ini dengan bahasa Indonesia ada perasaan agak kagok, isinya mirip-mirip dan banyak hal seperti diulang di buku Keep Going. Tapi ya, walau buku ini judulnya seperti untuk Seniman, nasihat yang diberikan bisa diaplikasikan juga untuk berbagai hal lain dalam berkarya.

Saya tidak akan menuliskan detail apa yang saya dapat dari tiap bab, tapi saya akan menuliskan hal-hal yang menarik untuk diingat dari buku ini buat saya.

Meniru yang bukan mencuri

Sesuai judul, dalam berkarya kita bisa meniru hasil karya orang lain. Tapi dalam meniru ini, bukan berarti kita meniru mentah-mentah. Jadi, misalnya kita suka dengan gaya berkarya si A, ya boleh aja kita tiru-tiru gayanya. Tapi tentunya setelah kita berlatih berkali-kali, kita akan mempunyai gaya tambahan kita sendiri. Mulai kerjakan dan jangan banyak alasan.

Meniru ide orang lain juga sah-sah saja. Tapi tentunya, kita harus punya nilai tambahnya. Bahkan kalau ingin menulis tentang review film kita tidak bisa semata-mata mengumpulkan hasil salinan dari yang kita temukan di internet. Jadi ingat, isi blog ini sering di copy paste mentah-mentah. Kalau niru kayak gitu namanya mencuri yang tidak boleh.

Kerjakan yang kita suka

Kalau kita mengerjakan yang suka, biasanya kita akan mengerjakannya dengan senang hati. Tapi kalau misalnya kita disuruh menuliskan sesuatu topik yang kita tidak suka, pasti jadinya isinya setengah hati. BIasanya, kerjaan iseng-iseng itu lebih bagus hasilnya daripada kerjaan terpaksa.

Mengerjakan yang kita suka ini bisa berarti mengerjakan hobi atau sekedar iseng-iseng saja. Lebih baik lagi kalau hobi itu bisa jadi duit tapi gak ada tekanan. Hobi itu bagus untuk melatih kemampuan sebelum dijadikan ajang cari duit. Jadi ingat tulisan saya tentang kenapa kita perlu hobi.

Kurangi kerja digital

Nah ini sebenarnya sarannya lebih karena sekarang ini gadget digital kita banyak bikin kita teralihkan perhatiannya. PR besar nih buat bisa kerja tanpa menyalakan internet hehehe.

Bawa buku catatan dan alat tulis kemanapun untuk menuliskan ide-ide yang ada di sekitar kita untuk dicuri. Kalau lagi di jalan, perhatikan sekitar dan jangan sibuk dengan gadget saja. Belajar dari orang-orang dengan bidang keahlian yang berbeda dengan kita biar wawasan kita semakin luas dan tentunya jadi punya banyak ide-ide baru.

Memilih pasangan yang mendukung kita berkarya

Ini nasihat terbaik. Bukan berarti kita harus mencari pasangan yang sama persis dengan kita, atau punya kemampuan yang sama dengan kita. Pasangan yang dimaksud di sini juga bisa berarti rekan bisnis. Kalau kita dapat pasangan yang cuma bisa kritik memang menyebalkan jadinya. Tapi kalau pasangan yang mengerti kita dan memberi dukungan buat kita berkarya, tentunya kita bisa semakin mudah menghasilkan karya.

Di halaman terakhir, ada contoh ilustrasi yang bisa kita tiru. Misalnya bikin daftar kegiatan, bikin daftar bacaan, bikin daftar eliminasi hal-hal yang tidak diperlukan.

contoh hal-hal yang bisa dilakukan

Kira-kira, kalau sudah baca buku ini perlu gak baca buku selanjutnya? Ya kalau ada waktu sih baca aja, tapi isinya kemungkinan serupa walau tak sama persis. Cara menceritakannya menarik. Ilustrasinya juga menarik. Dan setelah selesai membacanya, saya bisa mengulang membaca jauh lebih cepat.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.