Lagu-lagu Project Pop

Tulisan ini masih sambungan tulisan kemaren soal nyobain Apple Music. Nyari-nyari lagu Indonesia yang ketemu lagu cinta melulu. Aduh, nonton kdrama bolehlah isinya romance tapi kalau dengerin musik pengennya yang lebih memotivasi, bukan cuma dengerin kegalauan hati melulu, lagian kadang-kadang tujuannya buat didengerin pas nyetir biar gak ngantuk atau bosan kalau lagi lampu merah.

Membongkar-bongkar ingatan apa ya dulu lagu yang enak didengar, terus ingat sama Kahitna. Nah lagu Kahitna ini walaupun masih rada-rada lagu cinta, tapi masih dianggap enak di dengar (ah alasan, dasar aja gak biasa dengan lagu baru). Nah terus teringatlah dengan lagu-lagu Project Pop.

Dulu setiap kali Project Pop bikin album, saya akan beli kasetnya. Awalnya sejak masih bernama Padhyangan Project dengan lagu nasib anak kost, pertama beli pas jadi anak kost di Bandung hehehe, berasa lagu kebangsaan deh walaupun gak mengandalkan wesel lagi tapi udah pake transfer ke bank dan cek duit di atm saja. Senang aja dengerinnnya karena lagunya lucu-lucu.

Nih coba liat sebagian lirik lagu nasib anak kost

Nasib anak kost tak kenal lelah
Mengikuti mata kuliah
Ya nasib anak kost rajin belajar
Agar hidup tak susah la yaw ya nasib

Aku makan tiap hari
Kadang hanya makan mi
Gimana nggak kurang gizi

Wesel datang tak pasti
Ibu kost tak mau mengerti
Nagih sewa bulan ini ..

Padhyangan Project, Nasib Anak Kost

Padhyangan project ini berubah nama jadi P-Project dan jadi Project Pop. Terakhir beli CD audio Top Of The Pop waktu pulang ke Indonesia setelah di Chiang Mai. Nah setelah itu, saya gak pernah lagi ngikutin apakah ada album atau single yang baru dari Project Pop. Sebelum hari ini, saya hampir lupa dengan Project Pop hehehe.

Hari ini, saya bisa mendengarkan lagi lagu-lagu Project Pop yang lama maupun yang baru, sayangnya album dari Padhyangan Project tidak ada dalam Apple Music, jadi adanya album setelah mereka berubah nama jadi Project Pop. Itupun sudah lumayan banyak sih, dan hasilnya saya senyum-senyum sepanjang hari. Lagu-lagu mereka bukan cuma enak didengar dan nambah semangat, tapi liriknya juga lucu-lucu dan sebagian juga cerita soal persahabatan.

Ini satu potongan lirik lagu Ingatlah Hari Ini yang bikin saya jadi teringat masa-masa kuliah. Sayangnya, beberapa teman gak eksis di medsos dan menghilang dari peredaran. Walau demikian, mereka tetap istimewa sih di hati, dan saya ingat hari-hari itu. Hari-hari di mana teman-teman yang bantuin kalau lagi gak enak body karena sesama anak kost jauh dari orangtua dan keluarga.

Kamu sangat berarti
Istimewa di hati
S’lamanya rasa ini
Jika tua nanti
Kita t’lah hidup masing-masing
Ingatlah hari ini


Ketika kesepian menyerang diriku
Gak enak badan resah tak menentu
Ku tahu satu cara sembuhkan diriku
Ingat teman-temanku
Don’t you worry just be happy

Project Pop, Ingatlah Hari Ini

Jadi kalau kamu belum pernah dengerin lagu Project Pop, dan lagi nyari lagu Indonesia buat didengerin dan nambah semangat, coba deh dengerin lagu mereka. Selain enak didengar, liriknya lucu dan menghibur karena mereka awalnya idenya memang bikin grup parodi tapi cukup kreatif.

Waktu mendengarkan lebih lanjut, eh ada lagu Gara-gara Kahitna, loh kok jadi nyambung dengan pencarian lagu sebelumnya yah. Lirik lagu ini juga lucu, dan musiknya mirip-mirip musik Kahitna.

Setahun kemarin aku enggak ngerti
Gaya merayuku tak sebebas merpati
Ketika ku dengarkan lagu karangan Yovie
Kini aku tahu cara menyatakan cinta
Ku bilang bukan ku ingin mengganggumu
Ijinkan lah aku menyayangimu


Gara-gara Kahitna
Kita pun punya cerita cinta
Gara-gara Kahitna
Bergolak rasa di dada
Tadinya oh tadinya
Aku hampir hampir insomnia
Gara-gara Kahitna
Kau jadi kasih tercinta

Project Pop, Gara-gara Kahitna

Setelah bertahun-tahun gak mengikuti soal Project Pop, saya nemu mereka baru ngeluarin single baru tahun 2017 dan 2018. Walapun baru dengar sekali, saya langsung suka denger lagu mereka. Tahun 2017 single Kalahkan Dengan Cinta, dan 2018 judulnya Coconut.

Nah gak tau deh kenapa mereka bikin judul gak nyambung kayak Coconut, tapi lagunya enak di dengar dan seperti liriknya bilang, lagunya lagu gembira hehehe. Memang ya kalau orang kreatif, apa aja dari ga nyambung bisa disambungin.

Coconut
Buah kelapa
Coconut
Yang aku suka
Coconut
Lagu gembira
Coconut
Mari berdansa
Kamu yang ganteng diujung sana
Kenapa kamu cemberut aja
Coba sini tengok-tengok saya
Kata orang saya mirip Raisa
Hai kamu yang cantik dan manis
Sini ku hibur pakai Bahasa Inggris
Are you smiling atau meringis
But I gonna say I love you may
Coconut
Buah kelapa
Coconut
Yang aku suka
Coconut
Lagu gembira
Coconut
Mari berdansa
Kamu yang single maupun yang double
Kids jaman now or kids jaman old
Hilangkanlah duka sedih di hati
Project pop sudah hadir di sini
Coconut
Buah kelapa
Coconut
Yang aku suka
Coconut
Lagu gembira
Coconut
Mari berdansa
Apapun yang kau rasakan
Dalam hatimu saat ini
Jangan sensi macak orang sakit gigi
Walau kamu sendirian
Asal hati nggak kesepian
Jangan ragu…

Project Pop, Coconut

Kalau mau dengerin lagu-lagu yang saya sebutkan (atau lagu-lagu Project Pop lainnya, saya lihat kebanyakan ada di YouTube juga, tapi lebih baik lagi kalau beli ya, kan mendukung karya anak bangsa. Saya belum beli sih, tapi kan udah langganan Apple Music hehehe. Mudah-mudahan Project Pop ada album baru deh, biar nambah koleksi di playlist.

catatan: tulisan ini opini pribadi dan saya gak dibayar sama sekali oleh Apple Music ataupun Project Pop.

Nyobain Apple Music di Thailand

Sejak gak kerja lagi, saya jarang sekali mendengarkan musik. Udah gak pernah tau lagu apa yang baru atau enak di dengar. Joe juga ga terlalu dengerin musik, tapi ya kayaknya dia di kantor karena semua orang pake earphone jadinya juga masihlah nemu 1 atau 2 lagu yang enak didengar.

Oh ya, dari nonton film juga kadang-kadang jadi nemu lagu-lagu enak seperti soundtrack Frozen, Plane, Sing, beberapa lagu anak-anak semuanya pernah dibeli dari itunes. Nah karena kemaren nonton kdrama Phantom jadi inget lagi dulu pernah beli CD Audio Phantom of the Opera abis nonton filmnya (masa itu belum musim beli musik dari iTunes), tapi sekarang ga nemu lagi cd nya di mana. Nah Joe jadi kepikiran untuk mencarinya di Apple Music.

Di Thailand kebetulan promosi mencoba Apple Music itu gratis selama 3 bulan. Nah ya, walaupun waktu daftar harus masukin kartu kredit, tapi bener-bener free of charge selama 3 bulan pertama. Kalau mau dibatalkan setelah 3 bulan juga bisa hehehe. Biasanya sih kalau memang menarik, layanan begini akan kami pakai terus seperti halnya Netflix, ini salah satu usaha untuk hidup legal.

Kembali ke soal dengerin musik, sekarang ini satu-satunya kesempatan saya buat mendengarkan musik itu kalau lagi di mobil. Salah satu bukti kami tidak terlalu mencari musik terbaru adalah: di mobil kami cd musiknya cuma ada 2, musik lagu anak-anak dan musik lagu natal. CD musik itu udah ada sejak Jonathan masih kecil hahahah. Sekarang ini cd nya sudah mulai susah dibaca dan kalau dipasang mulai melompat-lompat nyanyiannya. Oh ya, mobil kami belum ada slot usb buat music playernya, jadi ya makanya dulu burn CD sendiri. Nah, karena CD nya mulai gak bagus, akhirnya sekarang beralih pasang music dari HP aja pake kabel AUX.

Bulan lalu, saya streaming dari YouTube tiap kali pasang musik, akibatnya paket data kritis di akhir bulan hahaha. Nah terus masalah berikutnya, kalau di HP itu, tiap pindah dari aplikasi youtube, lagunya berhenti. Setelah saya komplain masalah ini, Joe bilang: loh kenapa gak pake Apple Music aja? Nah loh, saya kan gak pernah tau soal Apple Music ini kalau gak dikasih tau hahaha. Dengan agak ragu-ragu saya tanya: tapi kan aku gak pake iPhone, emang Apple Music bisa di Android? Hahaha aduh, bener-bener deh mulai gaptek ya jadinya kalau ga banyak mau. Apple Music ini sifatnya ya kayak aplikasi music bawaannya Android juga, bisa tetap jalan di background, bahkan ketika buka aplikasi Google Map atau Pokemon Go, ya tetep denger lagunya, malah jadi denger suara double.

Udah kepanjangan intronya. Singkat cerita, Apple Music itu ada aplikasinya untuk Android juga. Nah, untuk loginnya saya pake aja loginnya Joe biar librarynya juga bareng, tinggal bikin playlist terpisah aja. Berdasarkan pemakaian 2 hari ini saya kesenangan membrowse musik-musik yang ada. Musiknya bisa di dengar streaming ataupun didownload. Bisa menambahkan beberapa playlist tentunya dan kalau gak tau mau nyari lagu apa, ada juga channel sejenis Radio yang playlistnya udah mereka siapin. Ada daftar lagu yang populer sepanjang minggu ini, ada juga top 100 music global dan lokal. Banyak pilihan deh kalau gak tau mau milih apa.

Berikutnya tentunya yang saya lakukan adalah:

  • cari musik Indonesia yang baru maupun yang dulu sering di dengar.
  • dengerin lagu-lagu Thailand juga (nah ini kurang familiar sebenarnya)
  • cari lagu yang sama dengan yang ada dengan playlist di CD mobil yang mulai rusak.
  • gak kalah penting, cari musik ost drama Korea dong!

Terus melengkapi kesenangan hati adalah, banyak lagu yang dilengkapi dengan liriknya, jadi bisa sing along kalau mau, atau kalau mau rajin bisa untuk belajar baca Korea ataupun Thai. Sekarang sih masih ngumpulin playlist aja dulu hehehe. Supaya lebih berguna, bangun pagi sekarang bikin playlist lagu yang semangat tinggi biar lebih semangat nyiapin sarapan dan siap-siap kegiatan harian.

Oh ya, kalau saya lihat harga berlangganan Apple Music ini berbeda di Thailand, Indonesia dan Amerika. Di Asia harganya lebih murah, paling murah itu harga mahasiswa/pelajar. Kalau kata Joe sih, misalnya memang berguna menghibur ya nanti bisa dipertimbangkan bayar. Kalau gak bayar lagi soalnya nantinya file-file yang di download tidak akan bisa diakses juga.

Mungkin akan ada yang nanya, kenapa gak makai Spotify atau Google Music? Saya sih alasannya sederhana: karena Joe udah daftar Apple Music aja sih dan lagu-lagu yang pernah kami beli dulu semuanya ada di library Apple Music juga. Lagipula Goggle Music belum masuk ke Thailand. Kelemahan Apple Music ini tentunya ada juga, beberapa lagu tidak bisa diakses dari region Thailand. Sejauh ini sih cukuplah, kita lihat saja berapa lama saya bertahan mendengarkan musik setiap hari.

Update 23 April 2019

Ternyata kalau saya dan Joe berbarengan menyalakan Apple Musicnya akan ada peringatan lebih dari 1 device mengakses musik dan menyarankan untuk upgrade ke family plan. Sekarang ini karena lagi masa trial bisa dicoba dengan buka account trial 1 lagi, atau ya udah gantian aja makeya, toh Joe pas jam kerja juga gak terus menerus dengerin musik dan saya di rumah juga ga pasang musik sepanjang hari.

Sedia Back-up Sebelum Hilang

Kemarin, waktu lagi asik ngobrol dengan teman di WhatsApp, tiba-tiba messagenya gak kunjung terkirim. Saya pikir koneksi internet di rumah lagi terputus. Buka-buka Facebook, isinya kok ga berubah ya. Coba buka instagram malah ga bisa sama sekali dengan pesan yang mengatakan tidak ada koneksi internet. Sempat agak heran, karena jelas-jelas saya sedang streaming film dan artinya koneksi internet baik-baik saja. Setelah saya nanya Joe, baru deh ketauan kalau bukan internet rumahnya yang bermasalah, tapi layanan Facebook, WhatsApp dan Instagram yang notabene dimiliki oleh 1 perusahaan yang sama yang sedang down.

Setelah Joe kasih tau kalau layanannya yang down, saya jadi googling, dan ternyata tepat sebulan sebelumnya Facebook juga mengalami masalah yang sama dengan alasan ada perubahan konfigurasi server yang mengakibatkan beberapa hal jadi tidak bisa diakses sama sekali.

berita facebook down

Saya tau kebanyakan orang mungkin tidak bermasalah dengan layanan down ini, tapi untuk orang yang memasang iklan di FB atau mungkin mengandalkan WhatsApp untuk berkomunikasi masalah pekerjaan, pastinya berasa kerugian walau itu cuma 2.5 jam.

Layanan online itu ya begitu resikonya. Makanya saya memilih untuk tidak hanya pakai WA tapi juga Telegram dan Line di handphone saya. Ya mungkin akan ada alasan: tapi hp saya dah penuh memorynya, atau tapi hp saya sudah lambat banget. Kalau begitu, ya pakai sms aja deh hehehe.

Buat perusahaan sebesar FB, layanan down ini bisa saja terjadi. Beberapa waktu lalu di bulan Maret, MySpace tanpa sengaja menghilangkan semua musik yang diupload user-nya sebelum 2015 waktu sedang memindahkan server. Kebayang ya kalau misal kita menyimpan musik karya kita di sana untuk back-up tapi malahan hilang. Nangis berhari-hari juga ya tetep aja ga kembali datanya.

Saya jadi ingat, pada suatu masa account e-mail saya juga pernah dihapus admin karena salah informasi, yang tentunya menghapus seluruh inbox saya. Namanya sudah dihapus, ya ga bisa dikembalikan lagi, jadilah saya hanya bisa merelakan saja. Untungnya waktu itu tidak ada data yang terlalu penting yang saya butuhkan dan saya masih punya salinan berkas yang saya anggap penting.

Hidup di era digital ini memang memanjakan kita dengan berbagai kemudahan, memory handphone penuh kita back-up foto ke layanan online seperti google photos. Menyimpan tulisan juga bisa di google drive. Banyak juga yang menyimpan kenangan foto di Facebook ataupun instagram. Lalu kalau tiba-tiba account dihapus, hilanglah semuanya dalam waktu sekejap mata.

Pelajaran dari memakai layanan online ya untuk data yang kita anggap penting, kita harus tetap punya salinannya secara offline. Kalau dulu waktu masih kuliah saya ingat diajarkanya misalnya kita bisa mempunyai salinannya di usb terpisah atau compact disk. Tapi semuanya itu juga bisa hilang kalau gak hati-hati menyimpannya. Akhirnya ya tetap harus punya beberapa salinan untuk data super penting.

Data digital ini sangat mudah diduplikasi, sangat mudah dimodifikasi dan sangat mudah juga dihapus. Dan semua itu bisa terjadi bukan karena sistem yang salah, tapi kadang-kadang faktor kelalaian manusianya juga. Terus gimana dong? ya jangan mengandalkan 1 layanan saja.

Salah satu alasan kenapa saya akhirnya lebih suka bercerita di blog daripada di media sosial FB walaupun gak banyak yang komen adalah, karena blog ini dikelola sendiri (alias Joe yang urusin). Inipun pernah beberapa kali bermasalah kalau server tempat kami hosting error. Tapi dari pengalaman, kami selalu membackup blog ini di server terpisah dari tempat hosting, jadi kalau hostingnya misalnya tiba-tiba menghapus semua data di server, data kami tetap ada salinannya.

Hidup di era digital akan lebih nyaman kalau kita tidak hanya mengandalkan layanan tertentu saja. Selalu punya cadangan/salinan untuk semua yang kita anggap penting.

Pertemanan dan Interaksi di Media Sosial

Sejak internet semakin menjangkau semua orang, ada banyak orang terhubung di media sosial (medsos). Teman-teman lama maupun baru, sekarang ini lebih banyak terhubung melalui medsos. Sejak telepon genggam semakin pintar, kita semakin jarang menghapalkan nomor telepon orang lain. Jangankan nomor telepon orang lain, nomor telepon kita sendiri saja kadang-kadang kita tidak hapal. Setelah menambahkan teman ke medsos, atau ke aplikasi chat seperti WA, Line, Telegram, setelah itu kalau ada perlu kita lebih sering kontak lewat aplikasi chat daripada telepon biasa.

Menerima pertemanan di medsos ini kadang agak dilematis. Misalnya, waktu saya pakai nama belakang saya dengan marga saya, ada banyak sekali orang batak yang berusaha menambahkan saya padahal tidak kenal dengan saya. Atau, ada juga saudara-saudara yang saya gak terlalu kenal, tapi karena ada mutual friends maka mereka berusaha menambahkan saya. Kadang-kadang saya terima pertemanan, kadang-kadang saya biarkan saja begitu. Atau kadang saya terima, lalu kalau tidak ada interaksi saya unfriend lagi hehehee.

Contoh lain yang juga bikin saya ragu-ragu menerima pertemananya adalah teman sesama alumni di SMA ataupun ITB. Biarpun sama-sama satu angkatan atau sama-sama satu jurusan beda angkatan, tapi kalau pada dasarnya gak pernah ngobrol sebelumnya, biasanya gak langsung saya terima. Temen-temen Joe juga kadang menambahkan saya jadi teman karena kami satu almamater, tapi ya kalau misalnya saya merasa gak benar-benar kenal, akhirnya saya diamkan saja. Toh kalau saya posting di FB hampir selalu Joe juga saya tag.

Ada beberapa alasan kenapa saya ragu-ragu menerima pertemanan di medsos, antara lain:

  1. Saya ga merasa benar-benar kenal, biasanya dengan yang seperti ini, walaupun saya terima pertemanan akhirnya gak ada tegur sapa sama sekali. Jadi ya tetap aja gak kenal dong judulnya. Fakta kalau kami bersaudara (jauh) atau sesama alumni tidak akan berubah walaupun gak temanan di medsos kan.
  2. Kalau yang meminta pertemanan itu timelinenya banyak jualan, sudah pasti tidak akan saya terima. Kalau saya butuh beli sesuatu, saya cari sendiri ke online shop.
  3. Timeline banyak share link soal politik dan banyak debat kusir. Saya gak suka membacanya jadi lebih baik gak usah dijadikan teman.
  4. Kalau banyak ikutan quiz atau main game juga biasanya tidak akan saya terima langsung jadi teman di medsos. Capek scroll timeline kalau cuma dapat hasil quiz atau notifikasi game doang.
  5. Timeline yang mengajak temenan kosong, jadi dia join medsos untuk kepo tapi gak mau berbagi berita. Nah untuk model begini biasaya kalaupun saya terlanjur terima gak lama akan saya unfriend.

Buat saya, media sosial ini bukan lagi dunia maya di mana saya hanyalah sebuah user id. Karena kami jauh dari tanah air, pertemanan di medsos ini menjadi jalan untuk mengetahui kabar berita teman-teman dan keluarga, serta berbagi kabar berita. Jadi kalau berteman di medsos tapi tidak ada interaksi, ya sepertinya tidak perlu juga jadi teman.

Masa menjelang pemilu, banyak yang bilang timeline medsosnya terasa panas dengan berbagai berita. Buat saya hal ini tidak terjadi, karena dari masa pemilu 5 tahun lalu dan masa pilkada DKI tahun lalu, saya sudah memfilter banyak berita dari timeline saya. Untuk kategori teman dan saudara yang memang tidak ada interaksi biasanya saya unfriend (karena toh mereka gak merasa butuh tahu kabar saya), untuk teman dan saudara yang memang masih ada interaksi tapi terlalu banyak komentar politik saya unfollow.

Sekarang ini selain unfollow, ada lagi pilihan snooze. Kalau unfollow kita tidak akan menerima update sama sekali sampai kita follow lagi. Untuk berhenti sementara waktu (misalnya selama masa jelang pemilu ini), bisa juga kita snooze selama 30 hari.

snooze dan unfollow

Sekarang ini dari sekian banyak medsos yang ada, saya hanya aktif di FB. Saya gak suka instagram dan twitter. Antar muka untuk berinteraksi ataupun update cerita/foto di instagram gak lebih baik dari FB. Saya tahu sebagian besar teman-teman saya sekarang mulai meninggalkan FB dan beralih mengupdate instagram saja. Tapi kalau mau komen di Instagram itu rasaya kurang enak membacanya. Kalau twitter udah dari dulu saya gak suka, bacanya lebih pusing lagi soalnya.

Saya masih memakai Facebook selain karena antarmuka untuk interaksinya lebih enak dibaca, di FB kita bisa berinteraksi dalam grup juga. Untuk berinteraksi dalam grup FB, kita tidak harus berteman dengan semua anggota grup dan tetap bisa saling berbalas komentar. Kalau kemudian kita menambahkan teman dari grup menjadi teman kita, ya gak masalah kalau memang ada interaksi sebagaimana teman. Biasanya saya hanya tambahkan teman dari grup yang saya ikuti kalau memang jenis grup yang aktif berdiskusi, bukan cuma grup jualan hehehe.

Bagaimana dengan WhatsApp grup? Ya ini beda lagi. Biasanya WAGrup sifat percakapannya ya kalau sempat baca dan nimbrung, kalau udah kelewat, ya gak harus di balasin juga semua pesan yang masuk. Sekarang ini saya cuma punya sedikit WAGrup. Biasanya WAGrup yang terlalu ramai akan saya mute atau malah saya keluar dari sana.

Saat ini WAGrup saya cuma sedikit, paling ada WAGrup temen sekelas SMA, temen yang hobinya sama, dan keluarga. WAGrup keluarga juga bukan keluarga besar, tapi lebih ke keluarga langsung saja. Untuk WAG keluarga besar, saya memilih tidak gabung karena biasanya terlalu ramai dan tidak selalu ada yang penting.

Pada akhirnya, mari gunakan media sosial dengan bijak. Jangan karena sudah bayar paket data bulanan, lalu kita merasa bebas mau nulis apa saja di media sosial. Media sosial ya media untuk bersosialisasi, bukan untuk kepo, bukan untuk debat kusir, bukan untuk cari pelanggan. Media sosial masih lebih baik digunakan untuk berdiskusi, saling menyemangati, saling berbagi kabar baik dan bahagia dan bagi-bagi hadiah juga boleh hehehhee.

Kenapa Masih Ngeblog

Alkisah, sekitar bulan Oktober di tahun 2000 saya mulai jadi blogger. Postingnya menggunakan blogspot.com. Sekitar tahun 2004, Joe ngajakin ngeblog bareng aja, biar dia yang urusin hosting, template dan lain sebagainya. Saya pikir lumayan ya saya ga usah mikirin hal-hal teknis, kalau mau nulis ya nulis aja. Eh tapi, ternyata karena ga harus “ngurusin” blog, beberapa tahun malahan saya jadi malas nulis dan sempat diingetin Joe buat mulailah menulis lagi.

Kenapa saya bisa tahu persis kapan saya mulai ngeblog? karena walaupun blog lama itu sudah ditutup, arsipnya masih ada dan bisa saya lihat. Tulisan saya dulu sangat personal dan emosional hahahah. Contoh tulisan personal dan gak penting adalah: dari membaca arsip blog lama, saya bisa tahu kapan saya beli hp siemens kuning m35. Isi postingnya juga ya cuma beberapa baris, seperti status facebook saja hehee. Gak penting banget ya.

Setahun terakhir ini, saya kembali rajin ngeblog. Awalnya, memaksakan diri dengan ikutan grup yang memberikan tantangan minimum 1 posting 1 minggu. Menulis blog itu sebenarnya gampang, gak ada aturan baku, apalagi kalau blog pribadi. Tapi menulis di media yang kita gak tahu siapa saja yang membaca, kita perlu memperhatikan jangan sampai tulisan kita menjadi boomerang ataupun terlalu banyak memberikan informasi yang tidak seharusnya jadi konsumsi umum.

Pernah ada pernyataan soal blog itu hanya trend sesaat. Setelah kemarin blogwalking di blog saya sendiri dan menemukan hampir semua teman ngeblog dulu sudah gak ngeblog lagi, saya pikir ada benarnya kegiatan ngeblog itu trend sesaat, sekarang ini sudah digantikan dengan kegiatan posting ke sosial media yang juga trendnya berganti-ganti. Tapi blog itu sendiri (sebagai media) bukan trend sesaat, masih banyak blog menarik hingga saat ini. Sekarang ini saya menemukan ada banyak sekali blogger yang aktif mengajak menulis/kegiatan literasi.

Banyak blogger yang sangat serius, serius hanya menulis topik tertentu dengan tata bahasa yang benar. Serius membangun imagenya di kalangan penulis, dan banyak juga blogger yang akhirnya jadi penulis buku . Penulis buku juga banyak yang tetap ngeblog sebagai sarana untuk mempromosikan bukunya. Akhirnya ngeblog ini gak jauh-jauh dari dunia literasi.

Dalam 15 tahun ngeblog bareng, kami juga punya beberapa blog yang kami coba pisahkan untuk membahas topik tertentu. Semua tulisan kami itu ada yang masih tetap dipublish, walaupun blognya sudah tidak di update lagi. Saya punya 2 blog lain yang sepertinya tidak akan di update lagi, tapi isinya masih berguna jadi dibiarkan saja gak ditutup.

Waktu anak-anak lahir, Joe juga bikinkan blog masing-masing, tapi akhirnya kami kurang rajin untuk mengupdatenya (selain kadang ada rasa kuatir kalau terlalu banyak upload foto anak atau cerita soal anak, nanti ada yang salah gunakan foto-fotonya dan atau jadi melanggar privasi anak).

Sekarang ini kami memutuskan untuk lebih banyak mengisi blog ini saja. Joe masih akan menulis hal-hal super teknis di blog nya yang lain, dan hal-hal agak teknis di sini. Saya masih akan menulis berbagai topik random yang belakangan ini mulai terkategori antara kehidupan di Chiang Mai, bahasa Thai, kdrama, homeschooling, dan seputar anak-anak. Joe juga masih akan menuliskan hal-hal non teknis di sini. Topik non teknis yang ditulis dengan style orang teknis contohnya ini nih: susahnya jadi hantu cewek film Jepang. Terus, ada yang tahu gak kalau tulisan Jadilah Bintang ini bukan tulisan saya.

Ada banyak cerita tentang blog ini, kepikiran 15 tahun ini nulis apa ja sih? banyak topik yang sama ditulis berulang kali. Banyak juga hal yang sekedar opini dituliskan dan waktu saya baca lagi, opini saya belum berubah dan bahkan hampir menuliskan hal yang sama lagi. Kadang-kadang karena tidak ada topik khusus, saya malah kesulitan mencari ide tulisan. Ada hari-hari di mana saya punya banyak hal yang pengen saya tuliskan, tapi tidak ada waktu, ada juga hari-hari di mana saya punya banyak waktu tapi gak punya ide tulisan.

Sebelum menuliskan tulisan ini, saya iseng membaca-baca random tulisan kami yang lama. Membaca juga komentar-komentar yang mungkin dulu kelewat gak pernah saya baca. Saya baru ingat pernah menulis protes soal persepsi mengenai cerita romantis, dan ternyata banyak komentar yang saya belum baca.

Dari tulisan di blog ini, kami juga sering mendapatkan beberapa pertanyaan dari orang-orang non batak yang akan menikah dengan orang batak. Tapi karena kasus tiap orang beda, kami mana bisa sih kasih patokan soal nikah aja atau jangan nikah hehehe.

Beberapa tahun lalu ketika saya masih belum aktif menulis lagi, kami bertemu dengan mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Chiang Mai. Waktu bertemu dia bilang gini: mbak, mas, nulisnya sering-sering dong, saya senang pas ketemu blognya jadi lebih kebayang Chiang Mai itu seperti apa.

Seberapa randomnya tulisan kami, senang kalau ada yang mendapatkan informasi atau sekedar perspektif baru. Semoga tahun ini bisa tetap konsisten menulis setiap hari dan bisa semakin banyak berbagi cerita, opini dan pandangan dalam hidup ini.

Belajar Bahasa itu Proses

Sejak beberapa minggu lalu, saya pernah nulis kalau saya mulai rutin belajar bahasa Korea. Kali ini mencoba disiplin melakukannya sedikit setiap hari. Tanpa terasa, sudah 26 hari saya tidak pernah bolos mereview kosa kata bahasa Korea di Memrise.

Kemarin, akhirnya saya menyelesaikan kursus bahasa Korea pertama yang saya ikuti di Coursera. Walau udah selesai banyak modul, tapi saya merasa belum terlalu bisa nonton kdrama tanpa subtitle. Saya masih kurang latihan hehehe.

Coursera yang saya ambil kursusnya harusnya 5 minggu, tapi saya selesaikan dalam waktu kurang dari 5 minggu. Menurut saya quiz nya terlalu gampang dan bisa ditebak jawabannya. Jadi lulus 100 persen bukan berarti saya udah menguasai materi 100 persen.

Quiznya juga bisa diulang mengerjakannya walaupun dibatasi 3 kali mengulang sebelum menunggu beberapa jam untuk mencoba lagi. Kalau ada jawaban yang salah, bisa ambil quiz ulang, saya bisa mengganti jawaban dengan pilihan yang lain dan jadilah quiznya bisa lulus 100 persen. Kuisnya tidak di random ulang. Jumlah pertanyaannya juga antara 5 – 7, sangat mudah untuk mengingat apa saja jawaban kita sebelumnya.

Tapi apalah arti lulus 100 persen, kalau kenyataanya tetap gak mengerti materi ataupun gak bisa membaca hangeulnya. Tidak mengerti partikel atau akhiran apa yang harus dipakai untuk mengubah kata dasar menjadi kata kerja ataupun kata lainnya. Pada akhirnya walaupun perlu untuk lulus, tapi lebih perlu pengertian kita sebagai hasil belajar.

Belajar dari coursera ini menambah wawasan beberapa bentuk grammar bahasa Korea, tapi kadang-kadang ada bagian yang seperti melompat dan kurang banyak contoh. Tapi ya itu tugas saya untuk lebih banyak berlatih kalau memang mau bisa fasih bahasa Korea.

Target belajar bahasa Korea supaya bisa nonton kdrama tanpa subtitle masih jauh banget, kosa-kata saya masih sangat sedikit. Kemampuan membaca hangeul juga masih ga berbeda dengan kemampuan membaca bahasa Thai. Ada kalanya saya merasa malas membacanya karena merasa aduh ini apaan sih! Terus akhirnya nebak hahaha.

Mumpung masih semangat belajar bahasa Korea, saya memilih untuk melanjutkan kursus lain dari Coursera dan rencananya mau coba belajar dengan kursus gratisan yang ada di YouTube juga.

kursus berikutnya

Kalau baca dari deskripsinya, kursus berikutnya ini harus sudah terbiasa dengan alphabet Korea. Kursus sebelumnya cukup jelas memberi dasar mengenali dan membaca hangeul.

Saya belum berniat membeli buku atau belajar grammarnya secara serius, karena saya tahu kelemahan saya dalam belajar bahasa itu di grammar. Kalau dikasih terlalu banyak terminologi grammar saya merasa eneg duluan. Lagipula saya merasa belajar iseng begini lebih fun daripada pake target tinggi-tinggi hehehe.

Metode belajarnya sejauh ini ya, memakai aplikasi Memrise dengan target mengingat 15 kata per hari. Mengerjakan coursera kalau lagi rajin asal gak sampai lewat batas waktu pengerjaannya. Biasanya saya mengerjakan coursera kalau lagi menunggu Jonathan di tempat kursus.

Gak terlalu ambisius kan targetnya. Oh ya, karena buat saya belajar bahasa itu proses dan latihan, jadi kadang-kadang memang butuh repetisi berkali-kali sampai bisa mengingat makna kata ataupun grammar sebuah kalimat.

Untuk belajar menggunakan coursera, ada aplikasinya di android maupun iphone. Pelajarannya juga bisa di download, jadi bisa belajar secara offline. Jadi bisa dibuka di mana saja. Materi yang diberikan juga video-video singkat sekitar 10 – 15 menit. Selain video, ada file pdf yang merupakan ringkasan dan soal latihan dari materi yang diberikan. Lalu setiap 1 materi biasanya diberikan quiz kecil.

Dipikir-pikir, saya sebenernya telat buat belajar bahasa Korea. Saya ingat, dari jaman saya kuliah, teman-teman saya udah pada rajin nonton kdrama dan tertarik buat belajar bahasanya. Tapi ya, baru sekarang sih punya waktu nonton kdrama, jadi aja baru sekarang tertarik belajar bahasanya hehehe.

Ada yang mau belajar bahasa Korea bareng dengan saya? biasanya kalau ada temannya, yang iseng-iseng begini jadi lebih seru. Biasanya yang tertarik belajar bahasa korea ini karena nonton kdrama atau pengen dengerin lagu-lagu kpop.

Tentang Kopdar

Kemarin teman saya bercerita, kalau temannya ada yang baru kopdar. Saya sudah lama sekali gak dengar kata kopdar ini, jadi teringat masa-masa di Bandung dulu ikutan kopdar komunitas, ataupun nemenin temen kopdar. Kopdar ini singkatan dari kopi darat, alias ketemuan di dunia nyata dengan teman (atau teman-teman yang selama ini interaksinya di dunia online).

Kalau dulu mungkin orang kenalan kebanyakan dari IRC atau platform chat lainnya (Yahoo, ICQ dan atau Mailing List), sekarang ini sosial media juga menjadi salah satu tempat ketemuan orang di dunia online. Banyak yang saya tahu menambah teman dari FB atau instagram, kalau saya sih biasanya yang ada di sosial media saya adalah orang-orang yang memang saya kenal langsung atau belakangan ini dari group menulis yang membuat saya mulai rajin ngeblog lagi.

Kopdar itu ngapain sih? ya sebenarnya kopdar itu intinya ketemuan. Setelah sekian lama ngobrol pake tulisan dan atau video call, terutama untuk orang-orang yang mungkin sedang cari jodoh sekalian ketemu di dunia nyata. Bisa juga ketemuan kalau mau tukar proyek, ngasih proyek atau bertukar ilmu.

Dari beberapa kali kopdar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk membuat pertemuan pertama ini terasa lebih nyaman buat semua pihak yang bertemu (terutama buat yang mau cari jodoh wkwkwk)

Lokasi bertemu

Tentukan lokasi bertemu yang tidak terlalu ramai dan tidak terlalu sepi juga. Biasanya restoran atau coffee shop jadi tempat yang cukup nyaman kalau misalnya sama-sama ngopi. Gak usah kuatir soal siapa yang bayar, namanya baru ketemu ya bayar masing-masing dong ah. Kalau ada yang mau bayarin gimana? ya gak ditolak dong, asal wajar-wajar saja, apalagi kalau misalnya ketemunya rame-rame, masa yang bayar ditumpukan pada 1 orang.

Ngobrol!

Nah kan ketemuan ini tujuannya ngobrol, ya ngobrollah. Topiknya apa? ya sama aja dengan topik selama ini waktu chatting. Bisa soal buku yang sedang dibaca kalau hobi baca, bisa soal film yang sedang tayang kalau hobi nonton, atau apalah topik yang selama ini bisa bikin betah chatting lama-lama.

Topik yang sebaiknya jangan dibicarakan: topik politik atau ngomongin artis, karena 2 topik itu gak akan ada habisnya. Kecuali misalnya udah tau punya pandangan politik yang sama atau selera yang sama terhadap artis tertentu, ya bolehlah diobrolin hehehe. Jangan juga ngobrolin temennya temen yang random banget atau curhat soal kerjaan kantor, karena biasanya agak susah mengikuti pembicaraan kalau gak kebayang siapa yang diomongin.

Oh iya, kalau lagi kopdar, kecuali sedang menunggu berita penting, sebaiknya gak usah ngobrol sambil liatin telepon genggam. Gak perlu juga langsung check in lokasi sambil upload foto ketemuan ke semua sosial media. Foto ya foto aja, nanti uploadnya setelah selesai ketemuannya. Karena kalau langsung upload foto, bisa-bisa akhirnya sibuk balas-balas komen bukannya ngobrol sama yang bertemu.

Berapa lama ketemunya?

Ini sih bebas ya, tapi kalau bisa sediakan waktu 1 – 2 jam. Karena kadang tergantung tempat bertemunya, siapa tau lama nungguin makanannya. Kalau makan buru-buru, ya gak bisa sambil ngobrol jugakan. Namanya ngobrol santai, kalau gak selesai ngobrolnya ya memang bakal bisa dilanjutkan online, tapi kan ini udah sengaja kopdar, masa sih cuma 30 menit. Biasanya juga pas ngobrol online bisa lebih lama dari itu kan heehehe.

Kalau memang lagi punya waktu banyak, abis makan/ngopi bisa dilanjutkan ke temat lain untuk sekedar nongkrong santai. Yang perlu dihindari ketika kopdar adalah minta ditemenin belanja (baik itu nyari buku, kosmetik atau baju), kecuali temennya itu emang lagi rencana shopping juga dan atau memang jago shopping. Kalau sekedar mampir di mini market bareng ya bolehlah. Satu lagi yang sebaiknya tidak dilakukan ketika kopdar: ngajak nonton bareng! mana bisa ngobrol di bioskop, kapan-kapan kalau emang udah cocok jadi temen bolehlah janjian kayak ama temen lama buat ke bioskop hehehe.

Boleh bawa teman gak?

Kalau temannya ini sebenarnya mutual friend atau malah yang berjasa ngenalin, boleh banget di bawa. Kalau misalnya ketemuannya dengan komunitas tertentu juga boleh banget bawa temen, asalkan temannya juga punya minat yang sama dengan komunitas itu. Terus ya pas ngobrol, jangan malah jadi ngajak temen kita doang yang ngobrol, tapi ya ajaklah teman baru itu ngobrol. Kalau kopdarnya dalam rangka mencari jodoh, ya… jangan bawa teman, nanti tau-tau berjodohnya sama teman yang di bawa pula hahahaha.

Saya pernah kopdar bawa teman, itu tapi karena saya janjian mau nginep di rumah temen saya waktu di luar kota dan biar gampang, ketemunya dengan teman saya itu di tempat yang sama dengan janjian sama si kopdar hehehe. Terus saya juga pernah jadi teman yang di bawa kopdar, tapi waktu itu karena komunikasi belum secanggih sekarang ada HP untuk gampang ngecek udah sampe atau belum, akhirnya kami gak menemukan orang yang mau diajak kopdar itu dan malah ngemall aja hehehe. Mungkin teman saya emang ga niat kopdarnya wkwkwk.

Kopdar yang paling berkesan itu buat saya bertemu dengan teman-teman sesama perajut. Pas ketemuan ngomongin benang dan lagi ngerjain apa, terus pulangnya biasanya bawa benang atau harta karun rajutan yang baru atau bisa shopping perlenengkapan rajut bareng.

Kalau sekarang ini, saya sudah gak pernah kopdar lagi. Paling-paling di sini ketemuan dengan warga Indonesia yang baru pindah ke Chiang Mai. Kalau kopdar komunitas harapannya suatu saat bisa ketemu dengan teman-teman di group Kelas LIterasi Ibu Profesional (KLIP), terutama yang sudah mau mampir baca tulisan saya selama beberapa bulan terakhir ini hehehe.