Hari Kartini yang Terasa Berbeda di 2021

Hari Kartini tahun 2021 ini, ada yang terasa berbeda. Biasanya, setiap hari Kartini, 21 April, kami menelpon ke Indonesia untuk mengucapkan selamat ulang tahun pada emak mertua yang kami panggil Eyang girl.

Tahun lalu ternyata menjadi kesempatan terakhir kami mengucapkan selamat ulang tahun. Emak sudah menghadap sang pencipta di akhir April 2020 yang lalu.

Sudah hampir setahun Eyang girl pergi, dan kami masih tetap belum bisa pulang ke Indonesia. Sampai saat ini, kepergian Eyang girl masih belum berasa nyata buat kami.

Kemarin, bahkan tadi pagi, masih terpikir kalau ini hari Kartini, waktunya nelpon Eyang buat mengucapkan selamat ulang tahun. Tapi, dengan cepat tersadar kalau eyang sudah tidak ada lagi.

Menuliskan ini sebenarnya mendatangkan kembali rasa sedih seperti saat mendengar berita kehilangan. Dari tadi, saya menunda untuk menuliskan ini, tapi lebih baik dituliskan daripada saya menyesal karena tidak menuliskannya.

Beberapa hari lalu, saat saya bersih-bersih ponsel, saya menemukan rekaman video eyang lagi bercanda dengan cucunya. Di video itu eyang tertawa dengan lepas, rasanya seolah sedang video call saja dengan eyang.

Hidup jauh dari keluarga, ketemu hanya sekali setahun kalau bisa pulang. Kala pandemi melanda, pulang bukanlah hal yang bisa dengan mudah dilakukan.

Kalau kata Joe sih, sekarang ini semua belum terasa nyata. Kita bisa sedih dan segera lupa dengan kesedihan, karena kita memang jauh dan ga lihat langsung kalau eyang sudah tidak ada. Tapi, kalau kita pulang ke rumah di Indonesia dan tidak mendapat sambutan khas Eyang, pastilah baru terasa benar-benar rasa kehilangannya.

Memang,setiap kami pulang, eyang pasti sudah bertanya mau dimasakin apa. Jam berapapun kami tiba di bandara, kami pasti sudah disambut dengan masakan eyang.

Pernah sekali, kami disambut dengan tempe mendoan dan aneka gorengan yang dibawa oleh adiknya Joe yang menjemput. Katanya sih biar kami bisa ganjal perut sebelum sampai di rumah. Perjalanan dari bandara ke rumah, memang cukup lama, apalagi kalau kami tibanya sore hari dan saat jalanan sedang macet-macetnya.

Sampai di rumah, biasanya kami disambut dengan teh hangat dan makanan yang sudah dimasak eyang sendiri. Hanya sekali, waktu kami pulang terakhir kali, Desember 2019 kami tidak disambut masakan karena eyang sedang sakit.

Bukan saja ketika kami tiba disambut dengan masakan, biasanya setiap kami kembali lagi ke Chiang Mai, kami juga akan dibekali dengan masakan eyang. Setidaknya untuk beberapa hari ke depan setelah sampai dari Indonesia, saya pasti bisa bebas masak.

Terakhir kali ketika kami pulang dari Indonesia ke Chiang Mai, eyang baru saja mulai merasa sehat. Hal yang pertama dilakukan eyang tentu saja masak buat kami.

Eyang memang suka masak, dan beruntungnya saya, sebagai menantu. yang tidak bisa masak, eyang makin senang karena menemukan alasan buat masak yang banyak setiap kami pulang, hehehe.

Aduh, judulnya Kartini, tapi malah cerita eyang. Ya memang, karena buat saya, walau eyang bukan Kartini yang tulis surat dan jadi pahlawan Nasional, tapi karena eyang ulang tahun di hari yang sama dengan peringatan hari Kartini, setiap ngomong Kartini, saya akan ingat Eyang girl.

Dan menurut saya, Eyang girl tidak kalah dengan Kartini. Walau dia tidak berpendidikan tinggi, tapi dia pintar dan punya banyak keterampilan.

Kalau dari cerita Joe, Eyang girl di masa mudanya sering membantu kegiatan yang membutuhkan dia karena dia bisa membaca dan menulis. Kebanyakan perempuan di kampung tidak bisa baca tulis seperti Eyang girl.

Eyang juga aktif membantu kegiatan di Posyandu. Makanya Eyang cukup banyak wawasannya tentang kesehatan ibu dan anak balita.

Eyang punya banyak keterampilan. Selain jago masak, eyang bisa menganyam dan menjahit baju. Eyang juga suka bercocok tanam. Saya pernah juga belajar menjahit dari eyang, tapi saya sekarang malah tidak menjahit lagi.

Mungkin tulisan ini harusnya ganti judul ya, tapi ah biarkanlah. Kemungkinannya saya akan mengingat Eyang girl di setiap hari Kartini.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.