Jonathan, PlayBook, BB10 dan Portathon

Kami mendapat PlayBook gratis pertama ketika saya mengirimkan aplikasi Contraction Counter untuk PlayBook tahun 2011. Aplikasi ini diilhami dari kesulitan menghitung kontraksi ketika Jonathan lahir (kesulitannya karena di Blackberry waktu itu belum ada aplikasinya). Ternyata dari PlayBook itu, kami menempuh perjalanan panjang bersama BlackBerry. Dengan PlayBook gratis ini saya membuat aplikasi Four Colors dan Baby Coloring Book. Baby Coloring Book-nya menang juara 2 lomba BBDevID.

Aplikasi anak-anak untuk PlayBook masih sedikit, jadi kami memutuskan membelikan Jonathan iPad. Terinspirasi dari game-game iPad, kami mulai mengembangkan game untuk anak-anak untuk Jonathan. Salah satu pendorongnya waktu itu adalah: iPad berat jadi sulit dibawa-bawa ketika keluar rumah, sementara PlayBook kecil dan ringan tapi aplikasinya kurang (ini sebelum iPad mini dirilis). Saya mulai mengembangkan aplikasi puzzle untuk Jonathan. Setelah engine utamanya selesai, Risna mulai bisa ikut membantu membuat puzzle. Sebenarnya skrip-skrip untuk membuat puzzlenya masih sulit dipakai (banyak melibatkan skrip Python, inkscape, imagemagick), tapi Risna bisa menyesuaikan diri dengan cepat.

Game anak-anak di iPad banyak yang serupa (enginenya sama), hanya beda temanya saja, dan ini sangat wajar. Misalnya untuk anak laki-laki, temanya biasanya adalah mobil, transportasi, dan untuk anak perempuan temanya adalah boneka, princess, dsb. Game yang sama juga kadang memiliki banyak edisi, misalnya edisi Natal atau Tahun Baru. Kami juga mengambil pendekatan yang sama untuk PlayBook: kami membuat banyak game dengan tema yang berbeda-beda (Construction, Fruits, Transportation, Christmas, dsb) dengan beberapa engine saja.

Ketika beberapa game sudah selesai kami buat dan terbitkan untuk PlayBook, pada saat yang tepat, RIM mengumumkan Got Game Portathon. Inti acaranya adalah: Jika kita mengirimkan aplikasi dalam kategori game untuk BB10 dalam batas waktu 36 jam yang ditentukan, maka RIM akan membayar langsung 100 USD per game. Waktu itu kami sudah memiliki game-game playbook, dan hanya perlu menyesuaikan ukuran layar BB10. Dalam event ini kami mengirimkan 12 game, dan Puji Tuhan, semuanya diterima. Setelah selesai portathon tersebut, saya ikut Blackberry Jam di Bangkok, dan pulang dari sana membawa Dev Alpha B. Device development untuk BlackBerry 10.

Ternyata RIM tidak berhenti dengan satu portathon itu saja. Mereka pun mengadakan beberapa portathon lagi (kali ini tidak hanya game): Community Portathon, Marmalade Portathon, All Aboard Portathon, Android Portathon, dan terakhir Last Chance Portathon. Kami ikut di hampir semua portathon (kecuali Android). Hasilnya lumayan, plus kami juga mendapatkan beberapa Dev Alpha lagi. Dev alpha ini akan ditukarkan dengan device BB10 versi rilis sekitar bulan Februari/Maret. Masing-masing device nilainya kira-kira 500 USD.

Kenapa RIM mengadakan portathon? Jawabannya adalah untuk meningkatkan jumlah aplikasi (kuantitas) di Blackberry World (nama baru dari Blackberry AppWorld), mereka juga mengadakan sayembara lain Blackberry 10K, garansi bahwa aplikasi yang bagus akan mendapatkan minimal 10 ribu dollar dalam setahun. Untuk BB 10K, mereka mengadakan testing ekstensif, ini untuk mengejar jumlah aplikasi berkualitas di Blackberry World. Jadi mereka berusaha meningkatkan kuantitas aplikasi dan kualitas aplikasi. Dalam portathon yang kami ikuti, kami tidak mengejar untuk ikut BB10K, karena persyaratannya cukup sulit (dan rasanya sulit diaplikasikan ke game untuk bayi).

Mungkin sebagian dari Anda mikir: RIM putus asa ya, bagi-bagi uang untuk developer?. Sebagai pengingat: dulu Google juga mengadakan lomba aplikasi terbaik untuk Android (ADC), sebelum Android diluncurkan (tepatnya ADC pertama diadakan 2 Januari 2008 sampai 14 April 2008, sementara device Android pertama diluncurkan 22 Oktober 2008), jadi pendekatan RIM ini cukup wajar untuk menambah jumlah aplikasi. Sebagai catatan juga, total hadiah yang dikeluarkan Google dalam satu acara ADC (mereka mengadakannya sudah dua kali): 5 juta dollar. Sementara RIM menghabiskan kurang dari itu (sekitar 4.2 juta dollar, total semua portathon).

Game-game saya tulis dalam Haxe (kecuali Baby Coloring Book dan Four Colors yang memakai HTML5). Karena memakai Haxe, game-game tersebut bisa dengan mudah diporting ke iOS dan Android, asalkan kami mau menyesuaikan gambar ke ukuran layarnya. Selain game, saya juga menulis beberapa aplikasi sederhana untuk BB10, yang dibuat menggunakan Cascade (C++ dengan Qt/QML). Daftar aplikasi dan game kami bisa dilihat di situs appworld.

Secara umum, development dengan BlackBerry ini sangat menyenangkan. Untuk menjadi developer tidak perlu bayar apa-apa (misalnya untuk iOS butuh 99 USD/tahun + punya Mac/Hackintosh, Android butuh 25 USD, dst), pengembangan bisa dilakukan di Mac, Windows, ataupun LInux. Orang-orang yang memakai BlackBerry umumnya mau membeli aplikasi berbayar. Walau jumlah pengguna PlayBook saat ini kurang dari sejuta orang, tapi penjualan kami di PlayBook cukup bagus. Cukup bagi Risna untuk membayar pembantu per bulan, jadi Risna bisa agak santai di rumah dan sesekali bekerja membuat aplikasi baru. Rencananya Risna tidak hanya akan merilis aplikasi game untuk anak-anak, tapi juga membuat aplikasi untuk umum (mungkin dalam 1-2 bulan ini aplikasinya akan dirilis).

Rasanya tentram membuat aplikasi untuk mobile device karena kita tidak berurusan dengan berbagai proyek (yang rawan korupsi di pemerintahan), tidak berurusan dengan client yang bawel, bisa mengatur sendiri kapan akan merilis dan mengupdate produk, dan jam kerjanya bisa kapan saja dan di mana saja.

Satu hal yang kami sayangkan adalah ketika ada orang-orang yang berniat jahat pada kami, misalnya sengaja membuat review jelek, dan ini dilakukan dengan sangat niat, misalnya ada yang mencoba menulis review jelek beberapa kali untuk game Natal, tapi berkali-kali ditolak appworld karena menggunakan kata-kata kotor, dan tiap kali dia mengedit lagi kalimatnya sedikit sampai reviewnya diterima. Kejadian semacam ini sudah terjadi cukup lama (sejak saya merilis BiblePlus juga sudah terjadi), tapi baru saya tuliskan sekarang ini. Harapannya: semoga sebagian orang-orang itu membaca dan sadar. Kami kasihan pada orang-orang itu, karena mereka sangat pathetic, menyedihkan, tidak bisa membuat apa-apa tapi berusaha merusak kerja orang lain. Biasanya orang yang bisa membuat sesuatu, tidak akan menghabiskan waktu untuk menjelek-jelekkan karya orang lain, cukup menunjukkan bahwa karya mereka lebih baik.

Saya tidak merasa software kami sempurna, tapi kami sangat senang kalau ada yang mereview jujur, atau memberi kritik membangun. Misalnya jika ada software versi lite, dan dideskripsinya ditulis: hanya 5 puzzle yang free, dan ada yang memberi satu bintang sambil bilang “jelek, cuma 5 yang gratis”, maka jelas-jelas yang mereview adalah orang yang bodoh dan patut dikasihani. Atau jika ada software puzzle untuk toddler (gratis, dalam kategori game anak-anak), dan dibilang “jelek, terlalu sederhana”, maka review semacam itu juga sama sekali tidak berguna. Oh iya, saya katakan bahwa memberi review jelek (tanpa alasan jelas) itu hal yang jahat karena biasanya pengguna akan menghindari aplikasi dengan review rendah, mereka masih lebih mencari aplikasi yang belum ada reviewnya sama sekali. Tapi lama-lama kami maklum: orang-orang itu mungkin iri karena tidak bisa membuat sesuatu sendiri, dan mungkin juga pengangguran, menghabiskan bermenit-menit sekedar untuk menyusahkan orang lain.

Sesekali saya merasa kesal kalau baru membaca review jelek seperti yang saya ceritakan di atas, tapi kadang ada juga orang yang berniat sangat baik: orang-orang itu mengemail saya dulu, menanyakan pada saya masalah yang mereka hadapi (dan setelah selesai saya bantu menyelesaikan masalahnya, mereka memberi review 5 bintang). Senang rasanya kalau menemui pengguna seperti itu.

BlackBerry 10 belum pasti sukses, tapi dari uang yang dihasilkan (plus dari portathon), cukup untuk memodali kami untuk melirik platform lain. Jika BlackBerry 10 sukses, maka kami sangat senang, jika tidak sukses, kami tetap bisa memporting aplikasi kami ke platform lain (dan sudah ada modalnya).

BlackBerry 10

Besok, RIM akan merilis Blackberry 10, smartphone terbaru dengan sistem operasi baru (BB10). Sistem operasi baru ini benar-benar berbeda dari yang sebelumnya berbasis Java (disebut BBOS), dan lebih mendekati iOS dan Android. Walaupun terbilang telat, saya sangat berharap OS baru ini bisa sukses. Menurut saya, secara hardware dan software, ponsel yang akan dirilis RIM ini sudah sangat bagus. Kalau dilihat dari hardwarenya:

  • Layarnya sudah retina display, seperti iOS (dan beberapa HP Android kelas atas)
  • Punya slot microSD, jadi kapasitasnya bisa ditambah, tidak perlu memikirkan kapasitas
  • Punya konektor micro HDMI, tidak perlu beli aksesori ekstra seperti di iOS
  • Kameranya bagus (8 Mp belakang dan 2 Mp depan), bisa merekam 1080p
  • Baterenya bisa diganti, cocok untuk orang yang ingin membawa batere cadangan
  • Koneksinya lengkap (semua band + LTE), Wifi (a/b/g/n), Bluetooth 4.0, NFC

Saya sudah mencicipi kemampuan hardware Blackberry karena sudah mendapatkan Dev Alpha B, device khusus untuk developer untuk mengembangkan aplikasi BB10 sebelum waktunya launching.

Dari sisi software, mereka tidak lagi peduli dengan software untuk blackberry lama (tidak jalan di BB10). Semua softwarenya dari level OS-nya baru.

  • Meski device pertama hanya memakai touchscreen (tanpa keyboard), tapi keyboard virtualnya sangat bagus. Saya sudah mencoba berbagai keyboard virtual di berbagai platform (iOS, Nokia, Android, termasuk beberapa keyboard alternatif seperti Swype), dan menurut saya dibanding yang lain, keyboard BB10 yang paling bagus.
  • Browsernya amat sangat bagus, bahkan mendukung konten Adobe flash. Flash hanya diaktifkan jika terdeteksi bahwa website memakai flash secara ekstensif, jadi tidak akan menghabiskan batere karena flash tidak akan ditampilkan jika website sekedar memakainya untuk iklan. Andaikan tidak suka, flash juga bisa dimatikan.
  • Ada BlackBerry hub untuk menyatukan semua bentuk komunikasi (BBM, Email, SMS, Facebook, Twitter, dsb).
  • Multitasking sejati.
  • Saat ini saya belum mencoba (karena belum diaktifkan di dev alpha), tapi mereka juga berusaha mengejar ketertinggalan. Ada asisten seperti SIRI, peta dengan turn by turn navigation dan 3D view.

Menurut saya, BB10 ini punya banyak harapan sukses, beberapa faktor yang bisa membantu kesuksesannya:

  • Pengguna BlackBerry BBOS masih sangat banyak, 70 juta orang masih berlangganan BBM. Sebagian besar orang lembam, tidak mau berpindah ke merk lain yang tidak mereka kenal. Jadi ada harapan bahwa sebagian besar pengguna ini akan beralih ke BB10.
  • Dua pemain terbesar adalah iOS dan Android, tapi sebagian orang malas berpihak pada iOS dan Android, dan ingin sistem operasi yang lain. Sekarang ini OS alternatif yang ada di pasaran belum banyak: Windows (masih kurang sukses), BADA (masih kurang sukses), Symbian (sudah akan dihentikan sebentar lagi). Jika harga ponsel BB10 ini tidak terlalu mahal, maka persaingannya adalah dengan Android.

Tapi tentunya ada juga beberapa hal yang mungkin menghalangi kesuksesannya:

  • Beberapa aplikasi mungkin tidak akan pernah ada di BB10, misalnya Skype (karena dimiliki Microsoft). Tapi semoga saya salah dan RIM bisa bernegosiasi dengan Microsoft. Update Saya salah, ternyata Skype, Kindle dan banyak aplikasi lain akan ada di BB10 :).
  • Beberapa aplikasi mungkin akan lama baru akan diporting ke BB10, karena mereka menunggu dulu apakah bakal sukses atau tidak. Ini bisa jadi seperti ayam dan telur: BB10 butuh aplikasi tertentu supaya sukses, tapi aplikasi tertentu cuma akan ada versi BB10-nya jika BB10 sukses.
  • Mungkin orang sudah bosan dengan BlackBerry, dan RIM tidak bisa menghapus kesan bahwa BB itu lambat, multimedianya kurang bagus, dsb
  • Saat ini belum semua API disediakan oleh RIM (misalnya API untuk background processing), sehingga sulit untuk membuat aplikasi tertentu. Semoga RIM tidak berlambat-lambat mengimplementasikan fungsionalitas penting di OS-nya.

Semoga sukses BB10, kami (saya dan Risna) sangat menunggu peluncurannya pada 30 Januari 2013, 10 pagi Eastern Standard Time, alias 30 Januari 2013 jam 9 malam WIB/ICT.

Menulis program Alkitab, dulu dan sekarang

Di posting ini saya ingin sedikit bernostalgia membuat program Alkitab di device Nokia 3650 yang sangat terbatas, sampai device terbaru Blackberry 10 yang sangat mudah. Isinya kebanyakan teknis pemrograman mengenai betapa sulitnya dulu membuat program Alkitab, dan betapa mudahnya sekarang membuat program Alkitab.

Warning: posting ini panjang sekali. Dan jika Anda bukan programmer, mungkin bisa dibaca singkat saja ke bagian akhir (penutup).

Lanjutkan membaca “Menulis program Alkitab, dulu dan sekarang”

Game Puzzle Mesin Konstruksi

Jonathan suka sekali bermain puzzle di iPad dan Android. iPad ukurannya besar, dan  tablet Android yang kami miliki (Asus Transformer) juga sama besarnya. Biasanya kami membawa-bawa Playbook ke mana-mana untuk hiburan Jonathan, tapi mainan puzzle anak-anak kurang banyak di Playbook. Jadi saya memutuskan untuk membuatkan game puzzle untuk Jonathan sekaligus aplikasinya dijual.

Tema yang dipilih untuk puzzle pertama ini adalah mesin konstruksi (construction machines). Salah satu alasannya karena Jonathan suka dengan mobil-mobil mainan konstruksinya yang berwarna kuning.

Game ini sudah dirilis di Blackberry Appworld. Mungkin di masa depan akan dirilis di Ipad dan Android. Versi lite (5 Puzzle) bisa di dapat di sini dan versi fullnya (20 Puzzle) bisa dibeli di sini.

Untuk Anda yang memakai desktop dengan browser yang mendukung Flash, Anda bisa melihat demonya (versi lite di): http://yohan.es/demo/construction-puzzle/ Harap sedikit sabar, karena file SWF utamanya 3 mb.

Sebelum membahas mengenai detail implementasinya, saya berikan dulu gambaran mengenai aplikasinya. Berikut ini halaman awalnya. Di sini pengguna bisa langsung menunjuk gambar puzzle yang ingin diselesaikan.

IMG_00000130

Puzzlenya beberapa jenis. Misalnya yang standar seperti puzzle biasa seperti ini:

IMG_00000145

Sebagian sedikit lebih sulit karena tidak menampilkan garis:

IMG_00000148

 

Sebagian hanya melengkapi bagian kendaraan saja:

IMG_00000112

 

Dan sebagian melengkapi bentuk dalam sebuah scene:

IMG_00000136

Gambar-gambar puzzle ini dibeli dari VectorStock. Harga sebuah vektor di VectorStock bervariasi. Untuk standard license, sebagian besar biayanya 1 USD per file (satu file bisa cuma satu gambar, bisa juga banyak gambar), dan tidak boleh digunakan di aplikasi yang dijual (aplikasi gratis boleh, website boleh). Untuk expanded license yang mengijinkan penggunaan gambar untuk produk komersial, harganya mulai dari 25 USD per file.

Saya membeli dua file expanded license untuk aplikasi ini. Biaya VectorStock ini sangat murah dibandingkan situs lain dan hal ini membuat sebagian designer/artist kesal karena VectorStock ini membuat mereka sulit bersaing dengan situs lain. Sebagai developer, saya merasa harga ini cukup fair. File yang rumit dihargai lebih mahal di VectorStock.

Untuk masalah kode program, saya menggunakan haxenme yang baru saya pelajari baru-baru ini. Haxe memungkinkan pembuatan program cross platform dari satu source code. Game ini sebenarnya jalan di Android dan iPad (juga di browser), tapi masih butuh sedikit polesan supaya sesuai dengan ukuran layar Android  dan iPad.

Secara algoritma, game puzzle yang dibuat ini sangat sederhana, yang memakan waktu adalah membuat konten puzzlenya. Puzzle dirancang menggunakan inkscape oleh saya dan Risna. Untuk memudahkan pemotongan gambar, saya menulis program dalam Python yang akan melakukan pemotongan gambar secara otomatis (berdasarkan properti objek di inkscape). Dengan tools yang sudah saya rancang, rencananya kami akan merilis lagi beberapa aplikasi puzzle dengan tema yang berbeda-beda.

Jonathan menjadi tester utama kami. Dia sudah sangat lancar memainkan berbagai jenis puzzle di tablet lain dan semua puzzle ini bisa dimainkan oleh Jonathan. Jonathan juga menemukan beberapa bug kecil yang sudah saya perbaiki. Namanya saya cantumkan di bagian about sebagai tester Smile

register

Semoga puzzle-puzzle berikutnya bisa segera menyusul.

LocalBar: install file BAR langsung dari PlayBook

Hal yang menyenangkan dari membuat program adalah kalau program yang kita buat bisa berguna buat banyak orang. Kali ini mau cerita dikit soal aplikasi LocalBar yang saya rilis Sabtu lalu.

Aplikasi gratis ini gunanya untuk menginstall file BAR langsung dari PlayBook. File BAR adalah file installer Playbook, sama seperti APK di Android atau IPA di iOS. Tadinya jika seseorang orang ingin menginstall file BAR, orang tersebut harus menggunakan aplikasi desktop.

 

main.jpg (1024×600)

Aplikasi ini saya umumkan di Forum Crackberry hari Sabtu siang, di URL ini:

http://forums.crackberry.com/showthread.php?p=6828950

localbar

 

Di forum BlackBerry terbesar ini, threadnya sempat masuk most viewed dan saya (tinyhack) masuk top thanked.

Hari minggu dan Senin artikelnya sudah masuk di sebagian besar situs BlackBerry di seluruh dunia. Orang-orang membuat berita dan tutorial dalam berbagai bahasa: Inggris (ada banyak sekali versi bahasa Inggris), Jerman, Vietnam, Spanyol , Italia, China, Perancis, Rusia, Jepang, dan mungkin bahasa lain juga. Bahkan ada yg membuat tutorial video dalam bahasa Inggris dan ada video dari Spanyol.

Aplikasi ini sebenarnya tidak sulit, tapi riset untuk membongkar protokol instalasinya yang lama. Sudah lama ingin mencoba Native SDK BlackBerry PlayBook, jadi ketika punya waktu, saya membuat aplikasi ini. Ini adalah aplikasi pertama yang bisa menginstall BAR langsung dari PlayBook. Banyak orang yang ingin tahu bagaimana cara kerjanya (bahkan ada yang menawar source codenya). Akhirnya saya putuskan akan bekerja sama dengan orang-orang dari BBXTeam untuk membuat aplikasi dengan user interface yang lebih indah.

Oh iya, karena belum ada yang bikin beritanya bahasa Indonesia, jadi ini sekalian ngasih pengumuman dalam bahasa Indonesia Smile

TinyController for Blackberry

Awalnya (sekitar pertengahan tahun 2010) saya pakai BlackBerry 8800 untuk mengembangkan Bible Plus for BlackBerry, lalu karena butuh testing OS 5, dan sekaligus perlu testing untuk BB dengan touchscreen, saya membeli BB 9550 milik adik saya (beli second). Dari dulu saya malas sekali mengetik di layar sentuh, demikian juga dengan BB ini, jadi sehari-hari BB ini sangat jarang saya pakai. Saya pikir: wah enak juga kalau ada program yang bisa mengendalikan BB dari PC sehingga saya bisa mengetik dengan enak.

Awalnya saya cuma menemukan SOTI, harganya mahal 39.90 USD (350 ribu rupiah) jadinya saya nggak beli, cuma coba trialnya. Baru-baru ini (beberapa bulan yang lalu), muncul FlexMo web messenger. Program SOTI menurut saya bagus, cepat, tapi mahal dan hanya bisa di Windows saja. Sedangkan program FlexMo belum bisa saya coba (registrasi selalu gagal), tapi dari review yang saya baca di Internet, program ini murah (4.99 USD), tapi lambat, dan hanya bisa untuk BBM saja, tapi bisa cross platform (jalan di Windows, Mac, Linux). Kedua program ini juga punya kelemahan yang sama: BBM Group di OS 6 ke atas tidak bisa digunakan. Ini memang keterbatasan API Blackberry, jadi memang harus kita terima. Pada OS 5, BBM Group tidak bisa dipilih dari Desktop, tapi setelah masuk ke dalam groupnya, kita bisa mengontrol BB-nya. Di OS 6, ini sama sekali tidak mungkin.

Terpikir oleh saya: gimana kalau saya buat program semacam SOTI, tapi dengan harga yang lebih terjangkau. Minimal kalau program ini tidak laku, saya masih akan memakainya untuk keperluan saya sendiri.
Lanjutkan membaca “TinyController for Blackberry”

Bible Plus dan Tiny Meter sudah di Blackberry App World

Beberapa waktu yang lalu, RIM menggratiskan biaya untuk menjadi publisher di App World. Tadinya biayanya 200 USD untuk mendaftar dan bisa mengupload 10 aplikasi. Selain itu diperlukan syarat akta notaris. Persyaratan biaya dihapusan, hanya tinggal perlu akta notaris, tapi persyaratan itupun sekarang tidak wajib lagi (cukup scan identitas).

Karena sangat excited ingin menerbitkan Bible Plus di App World, saya segera mendapatkan akta notaris. Lalu sebagai percobaan, saya mengirimkan aplikasi saya BB meter, tapi ternyata sekarang nama aplikasi tidak boleh lagi mengandung kata “BB” atau “Berry”, jadi saya mengubah namanya jadi Tiny Meter. Sekitar 5 hari kemudian, aplikasi tersebut diterima di App World.

Setelah berhasil menerbitkan Tiny Meter dan mengerti prosesnya dengan lebih baik, saya mensubmit Bible Plus, dan 5 hari kemudian diterima. Sayangnya di awal, ada banyak review jelek dari orang-orang yang tidak membaca dokumentasi bahwa Alkitab yang disertakan hanya perjanjian baru KJV, tapi pengguna bisa mendownload Alkitab lain. Komentar para pemberi satu bintang ini adalah: “payah hanya KJV perjanjian baru saja”. Padahal fakta tersebut sudah dijelaskan di deskripsi, sudah ada di screenshoot, dan jelas-jelas ada menu “select bible”, “add bible”, dan “download bible”.
Lanjutkan membaca “Bible Plus dan Tiny Meter sudah di Blackberry App World”