Aplikasi Bank di Thailand

Tulisan ini bukan iklan, tapi cuma mau cerita sedikit pengalaman memakai aplikasi bank di Thailand. Siapa tahu ada yang berencana pindah dan menetap di Thailand dan buat jadi gambaran kalau mau dibandingkan dengan layanan perbankan di Indonesia.

Sejak kami tinggal di Chiang Mai, kami membuka rekening bank lokal. Awalnya sih, Joe, berikutnya supaya lebih mudah untuk saya ambil duit, saya juga bikin rekening sendiri. Waktu kami membuka rekening, persyaratan utama selain passport, harus punya ijin tinggal dan ijin kerja. Untuk Joe sih tidak ada masalah, karena memang dia bekerja dan bahkan gajinya ditransfer masuk langsung ke bank. Untuk saya yang datang dengan visa ikut suami gimana? Karena Joe udah punya rekening disitu, mereka minta passport Joe aja sebagai syarat tambahannya.

Sejak buka rekening, pastinya sudah bikin kartu ATM dan internet bankingnya. Tapi saya jarang buka internet banking. Agak panjang stepnya kalau harus selalu masukin user id, password, dan malas melihatnya kecil sekali di layar HP.

Aplikasi perbankan di HP sebenarnya sudah ada beberapa tahun, tapi saya jadinya sudah kebiasaan minta Joe yang eksekusi kalau ada kebutuhan transfer ini itu. Saya bukan orang yang suka belanja online jadi tidak merasa butuh sering-sering transfer, tapi ya kadang-kadang mulai terasa kalau butuh bayaran kursus anak-anak lebih mudah kalau saya yang lakukan karena saya yang lebih sering antar jemput anak-anak.

Beberapa bulan lalu, saya pernah mencoba untuk mengaktifkan aplikasi perbankan di HP, instruksinya sih disuruh ke ATM, tapi sudah beberapa kali dicoba, tidak berhasil dan disuruh menghubungi cabang bank terdekat. Akhirnya saya menyerah dan hampir lupa untuk meneruskan niat memakai aplikasi perbankan di HP.

Awal tahun 2020, di saat ada waktu luang, saya ingat lagi untuk ke bank membawa buku bank dan passport untuk mengaktifkan aplikasi perbankan di HP. Awalnya, si mbak yang bantuin ajak saya ke ATM untuk aktifkan (dan tentu saja gagal lagi). Akhirnya mereka melakukan pengaktifan secara manual.

Ada beberapa masalah sepertinya yang mengakibatkan saya tidak bisa mengaktifkan langsung dari mesin ATM. Nomor passport saya yang tercatat di sistem bank dan nomor passport saya yang sekarang sudah tidak sama (ya sudah lebih 5 tahun yang lalu sih buka rekeningnya). Masalah berikutnya: karena saya memakai dual sim card dan data internetnya bukan di nomor utama, sistem banknya tidak mengijinkan aplikasinya untuk login. Akhirnya saya harus menonaktifkan dulu nomor yang saya pakai untuk paket data internetnya.

Perjalanan panjang untuk bisa memakai aplikasi perbankan tidak sia-sia. Sekarang ini saya bisa merasakan berbagai kemudahan dari memakai aplikasi perbankan selain untuk kebutuhan transfer dana.

Ada beberapa fitur dari aplikasi perbankan di HP yang saya suka banget selain untuk transfer dana.

Lanjutkan membaca “Aplikasi Bank di Thailand”

Certificate pinning dan unpinning

Certificate pinning adalah suatu cara agar sebuah aplikasi bisa memastikan bahwa koneksi SSL/TLS dilakukan terhadap server yang seharusnya. Topik yang sering ditanyakan ke saya adalah bagaimana membypass SSL pinning agar dapat melakukan pentest terhadap sebuah aplikasi. Di sini saya akan membahas beberapa teknik unpinning, terutama untuk mobile OS (iOS dan Android).

Sebelum masuk ke topik pinning, saya review dulu sedikit mengenai komunikasi sebuah browser/ aplikasi ke sebuah server. Agar lebih singkat: browser dan aplikasi akan saya sebut sebagai aplikasi saja, karena browser juga adalah sebuah aplikasi.

DNS

Ketika kita mengunjungi blog.compactbyte.com, aplikasi akan bertanya: apa alamat IP untuk blog.compactbyte.com? pertanyaan ini ditujukan ke server DNS (domain name system). Dan setelah tahu alamat IP-nya aplikasi bisa melakukan koneksi ke server tersebut.

Dari proses awal ini saja sudah ada dua kemungkinan masalah: pertama adalah server DNS mana yang kita pakai?

Lanjutkan membaca “Certificate pinning dan unpinning”

Internet di HP: Beli Paket Data VS WIFI Gratisan

Saat ini, hampir semua orang sudah punya HP yang bisa akses internet. Hampir semua orang juga mengupayakan supaya HP nya bisa ‘on’ terus dan terkoneksi ke internet. Harga paket internet juga sangat beragam.

Saya ingat, di jaman awal punya HP yang bisa konek internet dulu, saya sering beli simcard yang lagi promosi demi bisa akses internet. Ada 2 pilihan: bayar volume data atau bayar jam pemakaian. Karena cuma punya HP 1, ya jadinya sering tukar-tukar nomor HP. Atau ya tukar kartu untuk bisa online, lalu tukar lagi untuk nomor yang dipakai.

Dulu pernah sengaja beli HP yang bisa dijadikan modem juga. Jadi akses internetnya tetep dari komputer/laptop. Lama-lama, mulai ada HP yang bisa akses ke WiFi. Tapi di Indonesia masa itu, masih sedikit tempat untuk akses wifi gratisan.

Sekarang ini, hampir semua orang pakai HP cerdas yang selain bisa koneksi internet dengan paket data yang disediakan provider, bisa juga terkoneksi melalui wifi. Sejak di Thailand, kami sudah sangat terbiasa mengakses internet 24 jam dengan kecepatan yang lumayanlah. Di rumah kami sengaja berlangganan internet yang terhubung dengan fiber optik, tapi kalau keluar rumah, untuk keperluan komunikasi kami berlangganan paket data lagi di HP. Kadang-kadang kalau dihitung-hitung, pulsa yang diisikan ke HP ya dipakainya hanya untuk beli paket data itu saja. Semua panggilan dan pesan disampaikan lewat aplikasi chat via internet.

Karena sudah terbiasa dengan HP konek 24 jam ke internet, kalau sedang traveling kami juga selalu mencari tahu bagaimana memperoleh paket data yang murah di tempat tujuan. Kalau pulang ke Indonesia, karena kami masih punya simcard Indonesia, kami tinggal perlu mencari paket mana yang akan dipilih. Kalau travelingnya dalam negeri Thailand, tentunya ga ada masalah. Nah kalau perginya ke negara lain selain Indonesia dan Thailand kami akan cari tahu bagaimana mendapatkan akses internet di HP yang termurah.

Pengalaman waktu ke Singapur, mereka menyediakan paket data yang sangat besar untuk turis selama 5 hari. Waktu ke Hongkong juga ada paket data untuk turis yang bisa dibeli di airport. Di Hongkong, beberapa hotel memberikan fasilitas peminjaman modem dan HP dengan nomor lokal gratis. Tapi waktu Joe ke Abudhabi kemarin, dia malah memilih roaming paket internet dari XL (karena kebetulan masih punya banyak pulsa di kartu XL nya).

Mungkin ada juga yang merasa gak butuh internet selama traveling dan cukup dengan mencari koneksi WiFI gratisan di hotel atau di tempat umum lainnya. Tapi buat kami, kadang-kadang mencari wifi gratisan ini tidak praktis.

Beberapa contoh internet dibutuhkan ketika traveling:

  • ketika mendarat di singapura, pesan grab bisa saja pakai wifi di bandara, tapi biasanya begitu keluar dari bandara koneksi terputus dan bisa susah untuk berkomunikasi dengan supir grabnya misalnya dia tidak berhenti di titik yang kita sebutkan ketika memesan
  • akses ke google map kalau lagi nyasar di jalan. Waktu di hongkong, kami juga mencoba naik MRT dan berjalan kaki untuk menuju ke tempat wisata. Kalau tidak ada google map, kayaknya saya bakal nyasar deh walau ada banyak petunjuk jalannya.
  • komunikasi sesama anggota keluarga. Kadang-kadang saya harus bawa 1 anak ke toilet, sementara Joe nunggu dengan anak yang 1 lagi, nah yang nunggu ini kan ga bisa diam di 1 titik, jadi ya paling setelah urusan ke toilet selesai bisa bertanya ada di titik mana buat bertemu lagi.
  • kalau janjian dengan teman (misalnya berencana bertemu teman yang tinggal di negara yang kita kunjungi), supaya gampang dan in case terlambat dari waktu yang sebelumnya diomongkan, ada baiknya bisa akses internet selagi di perjalanan. Waktu saya ke singapur, janjian dengan teman ketemu bukan di rumahnya, nah kalau ketemu di food court aja kadang suka bingung duduknya dekat dengan jualan yang mana, jadi ada baiknya kalau bisa bertanya setelah dekat dengan lokasi sebelumnya.

Memang kesannya jadi ketergantungan ya dengan internet. Tapi ya pernah juga nih, teman saya janji akan datang ke rumah. Di tunggu-tunggu gak ada kabar. Ternyata katanya dia ketinggalan HP dan ga ingat nomor telpon saya. Lalu dia juga ga punya akses ke internet walaupun bawa tablet. Jadinya dia menelpon teman saya yang dia ingat nomornya, lalu teman saya itu mengontak saya lewat FB chat. Nah kalau misalnya FB chat saya tidak diinstal atau kebetulan HP saya lagi gak konek ke internet gimana? Masalahnya adalah: teman saya yang menolong itu tidak mengirimkan nomor telepon yang dipakai untuk menelpon dia. Haduh ribet deh janjian jaman sekarang kalau HP ketinggalan hehehe.

Aduh jadi kemana-mana ini ceritanya. Kalau dipikir-pikir, dulu jaman belum ada HP ataupun internet bisa aja ya janjian ga pake ribet. Kenapa sekarang jadi ribet? karena ada HP dan bisa konek setiap saat, ada kecenderungan kita menggampangkan. Gampang ntar tinggal kabari. Gampang ntar di update udah sampai mana. Nomor HP teman ga perlu dihapal, kan semua ada di memori HP. Kalau tiba-tiba HP ketinggalan, baru deh jadi ribet hehehe. Atau kalau tiba-tiba koneksi internet terputus seperti masa FB dan WA down, baru deh pusing.

Nah kalau saya sih selalu pilih beli paket data daripada nyari-nyari WiFi gratisan supaya bisa konek internet dari HP setiap dibutuhkan. Sebelum pergi keluar rumah juga selalu memastikan kalau HP gak ketinggalan biar ga pusing hehehe. Kalau kalian kira-kira pilih mana?

Mempermudah Ganti HP Android

Jaman dulu, kalau kita ganti HP, biasanya kita perlu memindahkan daftar kontak kita secara manual. Setelah HP semakin pintar, ganti HP bisa lebih mudah apalagi bila kita sudah membiasakan diri membackup berbagai data kita. Kebiasaan membuat salinan data ini merupakan kebiasaan yang baik, apalagi kalau kita mempunyai koneksi internet yang cukup cepat.

Saya sering mendapat cerita teman yang HP nya error lalu harus di reset dan semua daftar kontak hilang. Kisah lainnya teman yang pakai iphone/ipad dan mengijinkan anaknya menggunakan gadgetnya sering tanpa sengaja foto-foto di HP terhapus karena anaknya berusaha masuk dengan paksa dan otomatis menghapus data padahal belum pernah di backup. Atau aplikasi chat WA yang lupa di backup waktu ganti HP ataupun hang dan harus reinstal paksa dan mengakibatkan percakapan sebelumnya hilang.

Jaman sekarang ini, hal-hal itu sudah bisa dihindari kalau kita sinkronisasi data kita atau back up di berbagai layanan yang ada di internet, termasuk nantinya mempermudah ketika kita ganti HP. Apalagi kalau kita punya internet koneksi 24 jam, tentunya bisa kita set sinkronisasi data dilakukan ketika kita tidur misalnya.

Ada yang bilang simpan data di Internet tidak aman dan rawan kebocoran privasi. Untuk ini, ya semuanya ada plus minusnya ya, tentunya kita perlu mengamankan semua account yang kita punya. Kalau saya, karena semua foto dan notes saya gak ada konten yang sensitif, kalau cuma ketauan jadwal tiap minggu ngapain aja sih masih gak apa-apa hehehee.

Beberapa hal yang perlu diingat sebelum ganti HP Android adalah:

  • salin kontak lokal semua ke google contacts, dengan cara ini waktu kita ganti HP, kita tidak perlu mencatat ulang nomor-nomor kontak kita
  • kalau terbiasa mencatat jadwal di HP, sinkronisasi ke google Calendar. Waktu ganti HP, otomatis jadwalnya kebawa juga.
  • backup foto ke Google Photos setiap kali HP terhubung WiFi dan atau terhubung WiFi dan dicharge. Dengan cara ini kita juga bisa mengosongkan storage lokal kita ketika foto sudah di backup. Kalau mau punya backup dengan ukuran asli, bisa juga dilakukan dengan kabel data ketika terhubung ke komputer/laptop.
  • backup percakapan WhatsApp ke google drive setiap harinya. Kalau saya, saya set proses backup setiap jam 2 malam, dengan asumsi jam segitu saya lagi tidur. Kalau di backup ketika kita aktif menggunakan HP, pastinya HP akan terasa lambat sekali.
  • percakapan Telegram, semua data otomatis tersimpan di server, jadi tidak perlu di backup.
  • percakapan LINE tidak saya back up karena jarang pakai.
  • biasakan gunakan layanan yang ada loginnya dan ada fasilitas sinkronisasi data ke server, misalnya untuk notes saya gunakan color notes, ketika pindah HP, semua notes saya otomatis terbawa.
  • untuk tulisan yang lebih panjang, saya sudah terbiasa menggunakan google docs, google spreadsheet dengan menyimpan salinan lokalnya untuk mempercepat akses ketika tidak terhubung ke internet, dan nantinya akan disinkronisasi ketika terhubung ke internet.
  • untuk FB, kalau dirasa penting kita bisa juga mendownload semua data kita sesekali. Tapi saat ini saya tidak banyak mengupdate FB dan tidak merasa ada yang penting untuk dibackup, mungkin nanti dibackup kalau ada niat deaktivasi
  • berbagai aplikasi saya login menggunakan FB atau google dan datanya tersimpan di server, kalau lupa password, selalu bisa reset password hehehe
  • untuk keamanan FB dan Google account, saya pakai pengaman tambahan (google authenticator), nah untuk pengecekan pengaman tambahan ini saya perlu pindahkan secara khusus (ini saya minta tolong Joe hehehe)
  • berbagai file lain yang bukan foto dan tidak masuk kategori manapun bisa juga disimpan di dropbox

Dengan mempunyai salinan terhadap semua data kita, seandainya HP saya hilangpun (aduh jangan sampai deh), data saya semua tetap bisa dikembalikan ke HP yang baru. Mungkin akan ada yang bilang: aduh harus langganan berapa banyak tuh untuk simpan data doang. Coba aja hitung-hitung lagi, lebih penting mana kehilangan data atau langganan yang kalau dirata-ratakan perharinya gak seberapa.

Berikut ini proses menyalin data dari HP android lama ke yang baru. Ketika nyalakan HP, setelah setting bahasa dan region akan sampai ke bagian ini

copy apps dan data ketika HP baru beli di nyalakan

Selanjutnya ikuti saja langkah-langkahnya

Saya pilih yang pertama: A backup from and android phone.

Dari gambar, kalau kita tidak ingin menyalin data dari HP lama, kita bisa juga memilih “Don’t Copy”.

akan ada petunjuk membuka google app di hp lama
kita akan di minta untuk memberi perintah”set up my device”

Di HP lama, kita bisa gunakan perintah suara atau ketikkan di google search box “set up my device”, nantinya HP baru akan otomatis mengenali melalui koneksi dengan jaringan Bluetooth dan WiFi.

tekan next di hp lama dan baru
kita akan diminta mengecek apakah bentuknya sama dan klik next di hp lama

Kalau ada beberapa HP android di dekat kita, ketika kita memberi perintah suara, bisa saja HP lain menangkap perintah kita. Untuk meyakinkan kita gak salah menyalin HP, maka kita harus memberi perintah lanjut/next di HP lama yang memang kita ingin salin datanya ke HP baru.

masukkan login akun google kita

Di HP yang baru tentunya kita akan diminta untuk login menggunakan google account kita. Lalu proses menyalin aplikasi dan data dari HP lama pun dimulai.

proses menyalin data di mulai ke Hp baru
kita bisa memilih apa saja yang ingin kita salin

Proses menyalin data ini bisa dipilih, tapi karena saya ingin memindahkan semuanya, maka saya pilih semua. Dengan memilih ini bahkan sejarah telepon keluar masuk juga akan pindah. Calendar, contacts dan photo tentunya juga nantinya tidak perlu diinput ulang. Setting wifi yang sudah pernah kita simpan passwordnya juga akan otomatis terbawa.

Kalau proses ini selesai, apakah HP baru kita sudah 100 persen sama dengan HP baru? sayangnya belum, masih ada tahapan berikut yang harus dilakukan, antara lain:

  • login ulang aplikasi seperti FB, Dropbox, Telegram, Amazon, Apple Music, Grab, Coursera, Duo Lingo, Memrise dan aplikasi lainnya. Beberapa aplikasi yang login menggunakan akun google otomatis sudah bisa langsung di pakai.
  • Memindahkan WhatsApp: backup ke google drive di HP lama, lalu buka dan restore di HP baru. Hapus aplikasi WA di HP lama supaya tidak konflik lagi.
  • Memindahkan file-file di folder “download” secara manual kalau memang masih ada yang penting. Untuk hal ini bisa juga diakali menggunakan dropbox (tapi sekarang ini saya tidak menggunakan dropbox tapi simpan di chat telegram).
  • untuk aplikasi banking dan yang butuh security lebih, Joe pernah menuliskannya di sini.

Biasanya, setelah yakin aplikasi yang dipindahkan berjalan baik di HP baru, saya akan hapus aplikasinya di HP lama. Setelah 1 bulan memakai HP baru dan tidak pernah merasa butuh sesuatu dari HP lama, baru deh saya bolehkan Joe factory reset atau terserah mau dioprek apalagi hehehe. Biasanya HP lama akan dipakai Joe untuk keperluan pentest atau ya untuk cadangan kalau ada HP yang butuh di service.

Walaupun sudah dipermudah begini, saya masih merasa malas proses ganti HP. Prosesnya hanya beberapa jam, tapi ya harus dikerjakan juga untuk pemakaian beberapa tahun ke depan. Ok, semoga lain kali ganti HP jangan sampai kehilangan data penting ya.

Aplikasi Wattpad untuk Hobi Menulis dan Baca

Apa sih Wattpad? Wattpad ini sejenis social media untuk orang-orang yang mencari bahan bacaan ataupun suka menuliskan cerita. Bedanya dengan social media lain apa? Biasanya orang membuka wattpad dengan 2 tujuan: mencari bacaan atau menuliskan cerita.

Bacaan jenis apa? cerita seperti apa? Bisa apa saja. Cerita pendek, cerita bersambung, kumpulan cerita, ataupun artikel nonfiksi. Banyak penulis pemula yang memulai menulis di wattpad dalam bentuk cerita bersambung. Biasanya tulisan yang sudah diterbitkan di wattpad bisa di baca oleh pengguna wattpad lainnya. Kalau ternyata banyak yang suka mengikuti ceritanya, bisa jadi di saat tulisan selesai sudah ada penerbit yang bersedia menerbitkannya. Novel Metropop Resign! yang saya tuliskan kemarin juga salah satu buku yang awalnya dituliskan di wattpad.

Beberapa contoh kategori cerita, masih banyak kategori lainnya

Biasanya cerita-cerita yang belum selesai itu bisa kita komentari. Kalau kita mengikuti suatu cerita, kita bisa set supaya mendapatkan notifikasi ketika penulis menambahkan bagian baru dari ceritanya. Tapi banyak juga cerita yang tak kunjung selesai dan pembaca hanya bisa kecewa.

Saya tahu mengenai aplikasi ini sudah lama. Dulu cuma iseng mencoba membaca cerita yang direkomendasikan oleh aplikasi. Cerita kita bisa direkomendasikan kalau mendapat banyak respon dari pengguna lain berupa jumlah pembaca, ataupun menambahkan cerita kita ke daftar bacaan mereka. Untungnya cerita yang saya ikuti itu akhirnya selesai juga dan kabarnya dijadikan buku dengan menambahkan 1 bab baru setelah bab yang diterbitkan di wattpad. Setelah bukunya diterbitkan dalam bentuk fisik, tulisan di wattpadnya juga dihapus.

Daftar buku yang kita baca

Kebanyakan cerita bisa dibaca dengan gratis, tapi ada juga cerita yang untuk membacanya kita harus membayar. Saya belum pernah mencoba membaca cerita yang harus bayar jadi kurang tahu detailnya. Tapi kalau dilihat dari jumlah pembacanya, wow banget ada yang sampai dibaca 3 juta pengguna lainnya.

Cerita yang banyak dibaca orang bisa direkomendasikan ke pengguna lain

Salah satu contoh cerita nonfiksi yang saya temukan ketika iseng mencari hari ini ternyata buku tentang belajar bahasa Korea. Menurut penulisnya, dia hanya mengumpulkan tulisannya dari berbagai sumber dan kredit tetap ke penulis asli. Mungkin ini kira-kira sama dengan yang saya lakukan menulis seri belajar bahasa Thai di blog ini. Hmmm apa saya juga ikutan memindahkan sebagian ke wattpad ya hehehe.

Wattpad ini bisa diakses melalui browser dan ada aplikasinya juga untuk android dan iphone. Kalau kita sudah install aplikasi ini di HP kita, kita bisa mendownload cerita yang ingin kita baca ataupun menuliskan cerita kita secara offline juga.

Apakah wattpad ini hanya untuk orang yang suka menulis? kalau menurut saya wattpad ini justru lebih banyak pembacanya daripada penulis. Tapi ya cerita di wattpad ini banyak juga fanfiction dari cerita film atau buku yang ada. Kalau suka membaca berbagai cerita dan punya banyak waktu untuk itu, bisa juga coba cari-cari bacaan di wattpad. Kalau gak puas dengan akhir sebuah cerita juga bisa saja menuliskan versi cerita sendiri di wattpad hehehe.

Tapi seperti halnya dengan media sosial lainnya, tulisan yang kita tulis di wattpad ini bisa jadi suatu hari akan hilang kalau layanannya ditutup dan kita tidak punya salinannya. Dengan alasan ini, untuk sekarang saya memilih menulis di blog ini saja dulu. Mungkin kapan-kapan kalau sudah mulai bisa menulis fiksi bisa mencoba untuk menulis di sana.

Oh ya, kalau kamu rajin menulis di wattpad, bisa tulis di komentar supaya bisa dikunjungi.

Mencetak lewat WiFi dan Tips Mencetak Dua Sisi di Epson L3150

Lanjutan cerita eksperimen dengan printer EPSON L3150 yang bisa mencetak dari WiFi. Pertama, untuk bisa mengirimkan perintah mencetak dari HP android, kita harus menginstal aplikasi Epson iPrint dari Google Play. Dengan menginstal aplikasi ini kita bisa membuka dokumen atau foto yang ingin dicetak. Kita juga bisa mengirimkan perintah scan dan mendapatkan hasil scannya langsung di handphone.

Nah kalau kita mau mencetak file PDF yang dibuka dengan aplikasi lain, dan ingin mengirimkan perintah cetaknya langsung dari aplikasi tersebut, kita harus menginstal Epson Print Enabler dari Google Play.

Mencetak dari handphone memang terasa sangat mudah, tapi ternyata ada banyak fitur yang tidak tersedia kalau untuk mencetak dokumen dengan halaman banyak. Biasanya dulu saya suka mencetak dua sisi dan ada pengaturan ketika dokumen selesai dicetak, semua sudah tersusun rapi dari depan ke belakang. Dilema mencetak dari handphone, tidak ada pilihan untuk reverse printing ataupun tidak ada pilihan untuk mencetak dua sisi.

Kelemahan lain, untuk mencetak langsung ke range halaman tertentu dari aplikasi Epson iPrint, kita tidak bisa mengetikkan langsung nomor halamannya. Jadi kita hanya bisa memilih tanda tambah dan kurang sampai ke halaman yang diinginkan. Hal ini tentunya tidak nyaman sama sekali.

Pilihan dari menu pdf reader yang bisa dibuka dengan Epson Print Enabler lebih baik dari menu sebelumnya, kita bisa mengetikkan langsung nomor halaman yang diinginkan, tapi dari sini juga tidak ada pilihan mencetak 2 sisi ataupun mencetak halaman ganjil atau genap saja.

Ada banyak fitur yang sebelumnya sudah menjadi hal standar di printer Canon yang ternyata tidak ditemukan ketika mencetak lewat wifi. Di Linux, ada setting untuk mencetak 2 sisi, tapi entah kenapa ketika mencetak lewat wifi, biasanya akan ada pertanyaan untuk membalik halamannya. Kemarin kami mencoba beberapa kali, printernya tidak bertanya dan malah selalu ambil kertas yang baru.

Karena tidak punya laptop windows buat mencoba koneksi pakai kabel, dan udah keenakan ngeprint wireless, dicobalah mencari tahu gimana biar bisa mencetak dua sisi. Bahan yang mau dicetak lumayan banyak, kalau cuma mencetak 1 sisi, ga kebayang nanti hasilnya tebal sekali dan boros kertas. Mencetak wireless dari komputer Windows belum dilakukan, komputer Windowsnya lagi dipake nonton hehehe.

Percobaan berikutnya saya coba mencetak dari Macbook (dan masih via Wifi), lagi-lagi tidak bisa mengaktifkan setting mencetak 2 sisi. Tapi untungnya kali ini ada pilihan untuk mencetak halaman ganjil saja atau genap saja, dan bahkan ada pilihan untuk mencetak dengan urutan dari belakang ke depan.

Akhirnya saya mencoba mencari cara manual dengan memanfaatkan mencetak dengan pilihan ganjil saja atau genap saja. Ternyata cara manualnya tidak terlalu sulit dan perbedaanya kita harus memberi perintah cetaknya 2 kali, kalau kegiatan membalik kertasnya kan pasti harus dilakukan kecuali jenis printer canggih yang bisa membalik kertas otomatis.

Caranya:

  1. pilihan range halaman yang ingin dicetak
  2. set printer untuk mencetak halaman ganjil saja (odd only)
  3. ambil tumpukan kertas dari tray dan letakkan kembali di tempat kertas dengan halaman kosong menghadap ke kita
  4. set printer dengan range yang sama dengan nomor 1, lalu pilih mencetak halaman genap saja (even only)
  5. selesai dicetak semua sudah tersusun dengan halaman nomor kecil ada dipaling depan terurut ke belakang.

Perhatikan baik-baik, nomor halaman ganjil dan genap bukan berdasarkan nomor halaman dari page rangenya. Halaman 142 itu nomor genap, tapi ketika kita mencetak halaman ganjil justru yang akan dicetak itu adalah lembar pertama halaman 142, ketiga halaman 144, kelima halaman 146 dan seterusnya.

odd pages only

Ketika kita membalik tumpukan kertas, halaman yang tercetak pertama ada di bagian belakang. Nah ketika kita mencetak lagi dengan urutan halaman genap (lembar ke-2 itu halaman 143), maka secara tidak langsung kita mengurutkan lagi kertasnya dari nomor kecil ke nomor besar.

even pages only

Perhatikan juga, jangan sampai kita memilih setting ganjil genap ini 2 kali. Kalau kita sudah set dari dialog di aplikasi dokumennya (yang saya pakai adobe acrobat reader), saya tidak perlu lagi mengatur setting di printernya .

gunakan default setting untuk printer

Kesimpulannya:

Mencetak lewat wifi untuk printer EPSON L3150 dari HP Android walaupun memberikan kemudahan karena tidak harus membuka laptop/komputer, memiliki keterbatasan. Untuk mencetak sehari-hari yang jumlah halaman tidak banyak dan tidak perlu 2 sisi, kita bisa dengan mudah melakukannya dari HP.

Kalau aplikasi printer di laptop kita tidak support mencetak 2 sisi, kita tetap bisa melakukannya dengan sedikit langkah tambahan dan kalau sudah terbiasa, lama-lama jadi tidak terasa bedanya dengan printer yang memberikan opsi mencetak 2 sisi.

Mencetak tanpa kabel terhubung ke printer memang memberi banyak kemudahan dan mengurangi alasan menunda mencetak dokumen. Printer dibiarkan saja menyala dan pastikan kertas tersedia, setiap kali mau mencetak tinggal kirim perintah dari jauh dan ambil hasilnya ketika akan pergi.

Oh ya, satu hal kelebihan EPSON dibandingkan CANON yang kami miliki sebelumnya: walaupun sama-sama sistem inktank, berat dan ukuran printer EPSON ini lebih ramping dan lebih ringan dibandingkan CANON. Saya tidak tahu komponen apa di CANON yang bikin berat. Tapi ya, sejauh ini walaupun masih harus banyak coba-coba dan mengorbankan banyak kertas, saya cukup puas dengan printer EPSON L3150 ini.

Game Harry Potter: Wizards Unite

Game Harry Potter ini merupakan game terbaru dari Niantic pembuat game Pokemon Go. Karena belakangan mulai jarang main Pokemon Go, iseng deh coba liat Harry Potter. Tulisan ini isinya kesan pertama dari bermain Harry Potter yang baru diinstal beberapa hari. Belum eksplorasi banyak soal game ini, tapi sekilas udah bisa liat kemiripan game ini dengan Pokemon Go.

Secara garis besar, game ini sangat mirip dengan Pokemon Go. Ada banyak terminologi yang bisa diasosiasikan dengan Pokemon Go. Tapi menurut saya, game Harry Potter ini terlalu banyak informasi di awal dan terlalu banyak tulisan yang harus dibaca dan mungkin lebih cocok untuk pemain game yang biasa dengan game di PC. Buat saya yang main game cuma sekedar iseng, game ini agak bikin males mainnya, butuh waktu untuk memahami aturan permainannya. berbeda dengan saya, Jonathan dan Joe sudah lebih dulu main game ini, jadi sekarang ini saya banyak bertanya dengan mereka.

Saya sudah membaca semua buku Harry Potter dan menonton filmnya, tapi saya tidak bisa ingat informasi seperti materi pembuat tongkat sihir ataupun pola yang dibentuk ketika kita menyebutkan metode sihir tertentu. Di game Harry Potter ini kita seperti diajarkan tracing mengikuti pola sihirnya untuk membebaskan objek yang dikutuk yang disebut confoundable (seperti pokemon nya). Di game ini juga ada sejenis pokestop dan pokegymnya. Untuk membebaskan objek yang dikutuk kita harus punya sejenis bolanya yang disebut spell.

Kalau anda penggemar berat harry potter yang sangat mengingat pola-pola yang harus dibentuk dan nama-nama spell yang disebutkan, di dalam game ini ada banyak kata-kata yang mungkin mengingatkan isi bukunya walaupun buat saya ini jadi seperti permainan anak yang sedang belajar tracing lalu dikasih hadiah menempel stiker hehehe.

salah satu pola yang harus diikuti untuk magic spell

Selain terlalu banyak informasi yang harus dibaca, animasi dalam game ini juga sepertinya terlalu berat untuk di HP. Kadang ada kesan HP nya mau hang karena menunggu game dimuat. Tanpa mengerti tujuan mainnya, saya tau-tau sudah di level 5. Kalau di game Pokemon Go, rasanya naik level di awal bisa cepat tapi lama-lama semakin sulit naik level karena butuh point lebih banyak.

Tugas harian game ini juga terlalu banyak dan membutuhkan waktu lama. Misalnya tugas membuat potion: pembuatan potion ini membutuhkan waktu 1 jam lebih. Ya tidak harus ditunggu karena bisa saja aplikasinya ditutup dan akan selesai 1 jam kemudian. Tapi untuk yang langsung ingin melihat potionnya, ada pilihan untuk mengeluarkan koin supaya proses pembuatan potionnya bisa langsung selesai. Dalam banyak hal, game ini juga sepertinya terlalu banyak menawarkan untuk membeli koin.

Kesimpulannya buat saya sekarang ini game ini terlalu rumit dan jadi gak bisa dinikmati. Terlalu berat untuk HP dan untuk memenuhi target harian. Game Pokemon Go jauh lebih menyenangkan dan santai bermainnya.

Apakah saya akan berhenti langsung bermainnya? ya nggak juga sih, sesekali akan tetap di cek karena Joe dan Jonathan yang lebih dulu akan membaca informasi tentang game ini dan saya tinggal bertanya hehehe.