Salah satu tempat yang kami rencanakan untuk kunjungi di musim dingin adalah Hot Springs San Kamphaeng. Tapi namanya rencana, akhirnya baru bisa ke sana di akhir bulan Januari bareng dengan oppung.
Perjalanan dari Chiang Mai ke Hot Springs San Kamphaeng tidak menanjak dan relatif datar
Seperti kebanyakan tempat di Chiang Mai dan sekitarnya, mama saya juga sudah pernah mengunjungi Hot Springs San Kamphaeng ini di tahun 2019. Tetapi kali ini kami beruntung, karena tak disangka di sana sedang ada San Kamphaeng Onsen Festival #1 yang diluncurkan sebagai bagian kegiatan pariwisata Thailand.
Seperti tulisan sebelumnya, saya akan banyak bercerita menggunakan foto-foto saja.
Salah satu kegiatan di Chiang Mai yang menarik untuk mama saya ketika berkunjung adalah melihat Festival Bunga. Tahun 2025 ini, merupakan kali ke-2 buat mama saya melihat Chiang Mai Flower Festival.
Festival Bunga di Chiang Mai selalu diadakan di akhir pekan pertama di bulan Februari. Tapi tahun ini kegiatannya mundur seminggu dari tanggal 1 ke tanggal 8 Februari. Untungnya saat mama saya masuk ke Thailand, ijin berkunjung di Thailand untuk orang Indonesia bisa berlaku sampai 2 bulan, jadi mama saya masih bisa melihat festival bunga di tahun 2025 ini.
Sebelumnya mama saya melihat Festival Bunga Chiang Mai tahun 2019. Waktu itu kami mengunjungi langsung ke taman di pagi hari dan menunggu mobil parade sampai di taman tanpa menonton paradenya.
Untuk melihat sesuatu yang berbeda, kami sengaja melihat kegiatan parade di Sabtu 8 Februari 2025 pada pagi hari di depan jembatan Nawarat, dan mengunjungi taman bunga pada sore harinya. Konon selain hiasan bunga, taman juga dihias dengan lampu warna warni yang menambah keindahannya.
Kami mengambil banyak sekali foto dan video pada hari itu. Saya akan membagikan cerita melalui sebagian foto saja.
Setelah pulang dari berkemah di Doi Inthanon dan melihat bunga sakura Thailand yang bermekaran, kami menyusun rencana untuk pergi lagi ke Doi Pui. Mumpung sleeping bag sudah datang dan cukup untuk semua termasuk opung, dan udara masih dingin.
Bukan Pertama Kali ke Doi Pui
Di area perkemahan Doi Pui ini juga ada bunga sakura Thailand. Kami sudah pernah mengunjungi tempat ini ketika ingin melihat Sakura Thailand di tahun 2019.
Area perkemahan Doi Pui di tahun 2019, bunga Sakuranya masih cantik sekali
Si bungsu sudah pengen berkemah sejak 2019
Di tahun 2019, kami mengunjungi tempat ini dengan menyewa mobil dan supir. Waktu itu, misinya adalah membawa opung melihat bunga Sakura. Jadi buat mama saya, tempat ini juga sudah tidak asing lagi. Saya juga jadi menemukan kalau sejak tahun 2019, si bungsu udah pingin berkemah, ada fotonya dia masuk ke dalam tenda yang tersedia di sana.
Di tahun 2025 ini Joe yang menyetir mobil EV kami ke Doi Pui. Tadinya kami tidak ingat sama sekali kalau ternyata jalan ke lokasi perkemahan ini cukup bikin deg-degan. Jalannya sempit dan agak terjal. Setiap belokan kami perlu membunyikan klakson.
Area perkemahannya juga jauh ke bawah dari lokasi parkir mobil. Tapi memang pemandangannya lebih keren di tempat ini dibandingkan Doi Inthanon. Selanjutnya saya akan bercerita melalui foto-foto saja.
Tidak pernah terpikir sebelumnya kalau akhirnya kami bisa berkemah yang beneran tidur di tenda dan bukan model glamping (glamour camping). Tempatnya memang tempat khusus berkemah. Cocok untuk orang yang gak punya pengalaman berkemah seperti kami.
Area perkemahan yang menyediakan tenda untuk disewa
Dari dulu saya sering diajak teman untuk berkemah. Tapi waktu itu saya pikir saya ga akan kuat untuk tidur beralas tipis dan di tenda yang akan terasa dingin sekali. Saya juga gak mau repot memikirkan misal anak-anak bangun tengah malam minta ke toilet. Setelah anak-anak besar, barulah kami mempertimbangkan untuk mencoba berkemah. Ternyata mereka menyambut baik dan malah sangat bersemangat sekali pingin pergi lagi.
Makanya nih setelah bulan Januari 2025, tanggal 17 dan 18 kami pergi untuk pertama kali ke Doi Intanon, hanya berjarak 2 minggu, sekitar tanggal 1 dan 2 Februari kami pergi lagi ke Doi Pui.
Doi dalam bahasa Thai artinya gunung. Jadi kami pergi ke 2 arah gunung yang berbeda yang lokasinya tidak terlalu jauh dari kota Chiang Mai.
Baru beberapa hari rasanya Chiang Mai kembali normal setelah dilanda banjir yang menjadi banjir terparah selama kami di Chiang Mai. Ternyata, setelah jalanan kering, rumah-rumah pada bersih, jalanan sudah dibuka, sampah sudah diangkut, dan semua terasa hampir normal, curah hujan yang masih tinggi ternyata memutuskan kalau banjir mampir lagi ke Chiang Mai dan sekitarnya. Dan kali ini lebih tinggi dari sebelumnya.
Saya pikir tulisan catatan banjir 2024 akan menjadi tulisan tentang banjir terakhir tahun ini, ternyata peringatan masih akan ada hujan karena musim moonsoon yang sebelumnya diduga ga usah khawatir banjir itu meleset. Yaaa namanya manusia, kita berharap yang terbaik, tapi kalau terjadi yang tak sesuai perkiraan, terima saja dan cari solusinya.
Banjir 5 Oktober 2024 di Chiang Mai (Sumber: Chiang Mai News)
Kami aman di pengungsian
Kami baik-baik saja dan aman di tempat kering dan mudah-mudahan tetap kering sampai banjir berlalu. Pasokan makanan juga aman, karena kami kembali mengungsi di daerah old city, di depan warung makan Indonesia. Staycation jilid ke-2 juga deh. Kami nggak tahu juga apakah air masuk ke rumah atau tidak, nanti diupdate lagi kalau sudah kembali.
Setelah banjir pergi, air memang surut, tetapi ada banyak hal yang disisakan oleh banjir. Air yang kalau sedikit menjadi sesuatu yang kita butuhkan ternyata kalau terlalu banyak menjadi sesuatu yang sifatnya bisa merusak.
Paksu bilang gini, “Di musim kering, kita berharap turun hujan supaya tidak kekeringan. Di musim banjir begini, setiap melihat hujan selalu ada rasa was-was apakah akan menyebabkan banjir lagi. Manusia memang susah untuk merasa cukup.”
Sebelum berkepanjangan, langsung aja deh membahas apa yang tersisa setelah hujan.
Tumpukan karung ini butuh waktu dan ekstra kerja keras untuk memindahkannya
Sebelum menuliskan tentang catatan banjir di Chiang Mai selama kami di sini, saya ingin mengucapkan terima kasih untuk semua teman-teman dan keluarga yang sudah mendoakan kami selamat dari bencana banjir ini. Saat ini kami sudah aman di rumah, rumah juga sudah bersih, air sungai sudah surut dan jalanan yang kemarin terendam dan ditutup sudah mulai dibuka kembali. Semua berangsur normal kembali.
Bertahun-tahun tinggal di Chiang Mai, baru kali ini rumah kami terancam kemasukan air. Saya sebut terancam, karena airnya memang sudah sampai masuk ke halaman dan tinggal sedikit lagi sampai ke pintu rumah.
Supaya ingat, saya akan menuliskan lagi beberapa fakta tentang banjir di Chiang Mai yang baru saya perhatikan setelah mengalami kebanjiran di 2024 ini.