Lelucon bahasa Thai

Kali ini mau nulis singkat aja sambil memperkenalkan kata baru hen. Kalau bahasa Inggris kan hen itu artinya ayam betina, nah kalau bahasa Thai hen (เห็น) itu artinya: kelihatan. Masih ingat kan dengan kata mai (ไม่) yang artinya tidak, jadi mai hen (ไม่เห็น) artinya tidak kelihatan.

Jadi kalau tau bahasa Thai dan bahasa Inggris, liat gambar berikut ini pasti ikutan senyum.

foto dapat dari FB

Berikutnya, kalau ngobrol atau baca status orang Thai di Facebook/online, mereka suka nulis 555. Nah pertama kali saya juga bingung apaan sih 555. Kalau ingat lagi, angka 5 itu dalam bahasa Thai dibacanya haa (ห้า). Nah kalau 555 itu kira-kira jadinya haa haa haa yang bunyinya sama dengan orang ketawa. Jumlah angka 5 nya gak terbatas juga boleh kalau mau ketawanya panjang.

Oke hari ini segitu dulu, biar lebih ingat informasinya dikit-dikit aja ya. Sampai bertemu di tulisan berikutya.

Ya dan Tidak dalam bahasa Thai

Hari ini saya akan menuliskan kata yang juga sering diucapkan dalam percakapan. Kata tanya yang jawabannya ya dan tidak. Orang Thai mengerti dengan jawaban yes dan no, tapi lebih baik kalau tahu bahasa Thai nya juga dong.

Kata tanya: Chai mai ใช่ไหม

Jangan salah baca ya, ini bukan Chiang Mai hehehe. Kata tanya biasanya ini diakhiri dengan chai mai, yang artinya: iya tidak? atau bener nggak?.

Contoh pertanyaannya begini:

Khon Indonesia, chai mai kha? orang Indonesia ya? (khon คน artinya orang)

jawabnya: chai khaa/khrap, ya benar

atau karena orang Indonesia sering terlihat seperti orang Thai, apalagi bisa bahasa Thai, kemungkinan bisa saja orangnya salah dan bertanya: Khon Thai chai mai kha? orang Thai ya?

nah kalau begini kita jawabnya:

mai chai khaa/khrap, bukan/tidak benar

atau jawabanya mai chai khon Thai kha, khon Indonesia.Ini artinya: bukan orang Thai, orang Indonesia.

Chai ใช่

Kata chai artinya iya. Bisa ditambahkan dengan akhiran kha/krap juga untuk menambah kesan sopan. Kata ini biasanya untuk menjawab pertanyaan misalnya: orang Indonesia ya? kita bisa jawab: chai kha/khrap.

mai ไม่  / mai chai ไม่ใช่

Kata mai artinya “tidak”, mai chai juga artinya “tidak benar”. Jawaban lengkapnya biasanya menggunakan mai chai, tapi orang Thai terkadang bisa menjawab dengan mai saja. Perlu diperhatikan intonasi yang benar ketika mengucapkan kata mai ini, karena perbedaan mengatakan mai bisa memberikan arti kata yang berbeda yang artinya bukan “tidak”.

Untuk pertanyaan: Khon Thai, chai mai kha? bisa dijawab dengan mai kha, yang artinya “tidak”. Jawaban ini jawaban super singkat yang tidak memberikan jawaban yang benarnya.

Mai pen rai ไม่เป็นไร

Selain kata ya dan tidak, hari ini saya ingin memperkenalkan kata mai pen rai yang sering juga disebutkan oleh orang Thai. Kata ini artinya tidak apa-apa. Biasanya kalau ada orang yang minta maaf, kita bisa jawab dengan mai pen rai. Kata mai artinya tidak, pen seperti to-be dalam bahasa Inggris, dan rai merupakan bentuk singkat dari a-rai yang sudah pernah saya tuliskan sebelumnya yang artinya “apa”.

Orang Thai ini terkenal baik hati dan gak gampang marah, ketika kita melakukan kesalahan dan minta maaf, mereka akan jawab mai pen rai khaa. Atau ketika kita menjatuhkan sesuatu, lalu kita berusaha mengembalikan ke tempat semula, kadang-kadang mereka akan bilang udah gak apa-apa, gak usah dibenerin.

Ketika kita mengucapkan terimakasih, jawabannya juga bisa mai pen rai, artinya ya tidak apa-apa, gak perlu berterimakasih.

Jangan lupa, untuk pengucapannya bisa dilihat dari link yang saya berikan, atau coba cari di YouTube. Kalau sudah ada kesempatan, mudah-mudahan saya bisa menambahkan bagian pengucapannya di blog ini juga.

Apa, Ini dan Itu dalam Bahasa Thai

Hari ini saya akan mengenalkan 4 kata yang sering dipakai dalam bahasa Thai. Kata-kata ini juga berguna dipakai ketika berbelanja atau mencari informasi tentang sebuah benda.

A-rai อะไร / A-rai na? อะไรนะ?

Kata a-rai artinya apa. Kata ini sering terdengar menjadi a-lai, atau a-lai na, akhiran na biasanya ditambahkan di akhir untuk menambah kesan lebih sopan. Orang Thai sering ngomong sesuatu lalu ditambahkan na kha/na krap, biasanya presenter di radio ataupun TV sering sekali akhiran kalimatnya selalu dengan kata na kha/na krap. Tambahan kata ini biasanya untuk membuat kalimatnya lebih sopan.

Jadi kalau seseorang misalnya bertanya a-rai na kha , kalimat ini terdengarnya lebih sopan daripada bertanya a-rai?

An nii อันนี้

Kata nii artinya ini, biasanya digunakan seperti menggunakan kata ini dalam bahasa Indonesia juga. Mirip ya bunyinya, jadi pasti gampang diingatnya. Biasanya digunakan dengan kata an nii artinya menjadi yang ini.

Kalau ingat dengan kata bertanya harga yang saya tulis sebelumnya, kata ini bisa digunakan ketika berbelanja menjadi: an nii raakhaa thaorai kha? yang artinya kira-kira “yang ini harganya berapa ya?”

Selain itu bisa juga digunakan untuk bertanya digabungkan dengan kata apa. Contohnya: an nii a-rai kha? artinya menjadi: “ini apa ya?”. Kata ini bisa digunakan untuk benda satu maupun lebih dari satu.

An nan อันนั้น

Kata nan artinya itu. Biasanya pengunaanya sama seperti kata itu dalam bahasa Indonesia. Jadi misalnya bendanya agak jauh dari kita, ya kita bisa tanya: yang itu harganya berapa? an nan raakhaa thaorai kha?

Seperti halnya kata an nii, kata an nan bisa digunakan untuk menunjuk benda lebih dari satu. Kata nan ini biasanya digunakan untuk benda yang ditunjuk agak jauh tapi tidak terlalu jauh. Untuk benda yang agak jauh, bahasa Thai menggunakan kata lain lagi.

Nuun โน้น

Kata nuun artinya yang di sebelah sana. Posisinya cukup jauh dari yang bicara. Misalnya kita lagi di toko, menunjukkan benda yang ada di rak agak jauh dari kita, maka kita bilang nuun a-rai kha? yang artinya: “yang di sana itu apa ya?”.

Kalau dibayangkan penggunaan nii itu posisi bendanya dekat dengan yang bicara, nan posisi bendanya agak jauh dari yang bicara sedangkan nuun itu posisi bendanya agak lebih jauh daripada benda yang ditunjuk dengan kata nan.

Seperti biasa, untuk lebih jelas bagaimana nada pengucapan kata-kata yang saya perkenalkan, silakan klik link yang diberikan atau cari di YouTube ya. Makin mantap deh ini kosa kata buat belanja oleh-olehnya hehehe. Sampai ketemu di tulisan berikutnya.

Berbelanja dan Angka Bahasa Thai

Banyak orang Indonesia senang berbelanja ke Bangkok. Supaya bisa berbelanja dengan harga yang ramah kantong, tentunya yang diperlukan itu adalah mengetahui angka dalam bahasa Thai. Untuk berbelanja oleh-oleh biasanya di tempat seperti pasar malam atau pasar dadakan kita bisa menawar harga. Kalau kita tidak mengerti angka mereka akan menunjukkan harga dengan kalkulator. Tapi kalau kita bisa mengerti angka dalam bahasa Thai, penjual lebih senang dan akan memberikan harga lebih rendah.

Mata uang yang dipakai di Thailand namanya Thai Baht atau disingkat THB. Ketika berbelanja kita bisa menggunakan kata-kata berikut ini:

Raakhaa thaorai? ราคา เท่าไหร่

Kata raakhaa = harga, thaorai = berapa, jadi arti kata raakhaa taorai ini untuk bertanya harga kepada penjual. Untuk cara pengucapan bisa klik link atau cari di youtube ya.

Biasanya kita bertanya raakhaa thaorai ini sambil tunjuk benda yang ingin kita tanyakan harganya. Untuk memberi kesan sopan, kita selalu bisa menambahkan akhiran kha/krap menjadi raakhaa thaorai kha?

Gii Baat กี่บาท

Kata gii = berapa banyak, baat = baht (mata uang Thai). Kata ini merupakan cara lain untuk bertanya harga: berapa baht?

Lot raakhaa dai ma-i ลดราคาได้ไหม

Kata lot = turunkan, raakhaa = harga, dai ma-i = boleh tidak? Jadi artinya kira-kira: bisa turun lagi gak harganya? Oh ya bahasa Thai tidak mengenal spasi di antara katanya, jadi jangan heran kalau tulisan Thai-nya digabungkan semua ya.

Oke sekarang sudah tau kata untuk bertanya harga dan menawar harga. Berikutnya yang juga perlu diketahui adalah angka-angkanya.

Angka dan nominal uang Thai

Uang koin THB ada dalam bentuk satang 25 dan 50, ini seperti sen nya, 1 THB = 100 satang. Lalu koin Baht sendiri ada 1 THB, 2 THB, 5 THB dan 10 THB. Setelah itu berikutnya ada dalam bentuk lembaran kertas: 20 THB, 50 THB, 100 THB, 1000 THB. Saat saya menuliskan ini 1 THB itu nilainya sekitar 455 rupiah.

Penyebutan angka 1 – 10 :

berikut ini saya ambil dari situs: https://www.into-asia.com/thai_language/reference/numbers.php. Untuk pengucapannya situs ini mengunakan beberapa tanda baca untuk menandakan naik turunnya tone. Karena terlalu banyak, saya tidak bisa memberikan linknya satu persatu. Bisa dicari di YouTube saja cara pengucapannya ya.

Arabic NumeralsThai NumeralsPronunciation
0ศูนย์ suun
1หนึ่ง neung
2สอง soong
3สาม saam
4สี่ sii
5ห้า haa
6หก hok
7เจ็ด jet
8แปด pet
9เก้า kao
10๑๐สิบ sip

Angka 11 – 19

Arabic NumeralsThai NumeralsPronunciation
11๑๑สิบเอ็ด sìp èt
12๑๒สิบสอง sìp sŏng
13๑๓สิบสาม sìp săam
14๑๔สิบสี่ sìp sèe
15๑๕สิบห้า sìp hâa
16๑๖สิบหก sìp hòk
17๑๗สิบเจ็ด sìp jèt
18๑๘สิบแปด sìp bpàet
19๑๙สิบเก้า sìp gâo

Angka puluhan sampai 99

Arabic NumeralsThai NumeralsPronunciation
20๒๐ยี่สิบ yêe sìp
21๒๑ยี่สิบเอ็ด yêe-sìp-èt
22๒๒ยี่สิบสอง yêe-sìp-sŏng
23๒๓ยี่สิบสาม yêe-sìp-săam
30๓๐สามสิบ săam sìp
31๓๑สามสิบเอ็ด săam-sìp-èt
32๓๒สามสิบสอง săam-sìp-sŏng
40๔๐สี่สิบ sèe sìp
50๕๐ห้าสิบ hâa sìp
60๖๐หกสิบ hòk sìp
70๗๐เจ็ดสิบ jèt sìp
80๘๐แปดสิบ bpàet sìp
90๙๐เก้าสิบ gâo sìp
99๙๙เก้าสิบเก้า gâo-sìp-gâo

Angka ratusan sampai juta:

Arabic NumeralsThai NumeralsPronunciation
100๑๐๐หนึ่งร้อย nèung rói
200๒๐๐สองร้อย sŏng rói
555๕๕๕ห้าร้อยห้าสิบห้า hâa-rói-hâa-sìp-hâa
10.00๑๐๐๐หนึ่งพัน nèung pan
10.000๑๐๐๐๐หนึ่งหมื่น , mèun 
100.000๑๐๐๐๐๐แสน , săen 
1.000.000๑๐๐๐๐๐๐ล้าน láan

Ok, sekarang sudah bisa deh berbelanja oleh-oleh kalau jalan-jalan ke Thailand dengan menggunakan bahasa Thai dan mengerti angka-angka Thai.

Belajar Bahasa Thai Yuk

Sawatdii kha สวัสดีค่ะ

Setelah menunda sekian lama, saya akan menuliskan seri belajar bahasa Thai. Dulu waktu datang ke Thailand, susah sekali mencari informasi tentang belajar bahaasa Thai, bukunya pun sangat sedikit. Ada banyak situs belajar bahasa Thai tapi umumnya dalam bahasa Inggris. Semoga saya bisa konsisten menuliskan tentang bahasa Thai di blog ini.

Kata pertama yang perlu diketahui dalam bahasa Thai itu tentu saja salam. Ketika bertemu atau berpisah, orang Thai akan mengucapkan salam sambil menangkupkan tangan di depan dada dan mengatakan sawatdiikha / sawatdiikrap. Kata ini digunakan untuk selamat pagi, siang ataupun malam juga.

Bahasa Thai merupakan bahasa yang membedakan tinggi rendah bunyi dari sebuah suku kata. Agak sulit menjelaskan dengan kata-kata saja. Untuk sekarang ini saya akan mencoba memberikan link ke salah satu situs belajar bahasa Thai yang memberikan contoh pengucapan dari kata sawatdiikaa. Atau bisa juga silahkan cari contoh pengucapannya di youtube.

Apa bedanya Sawatdiikha dan Sawatdiikrap?

Bedanya adalah berdasarkan siapa yang mengucapkan. Kalau yang mengucapkan perempuan kita menggunakan kata berakhiran kha, kalau yang mengucapkan laki-laki, gunakan kata yang berakhiran krap. Untuk pengucapan krap, kadang-kadang orang Thai tidak membunyikan huruf r dalam krap, jadi sering juga yang kedengaran hanya sawatdiikap.

Kata sawatdii berasal dari kata sawat dan dii, sawat yang berarti salam sejahtera dan dii berarti baik atau sehat. Jadi salam sawatdii ini kira-kira artinya memberikan salam sejahtera dan harapan semoga sehat dan baik-baik saja untuk pendengarnya.

Fakta: Bahasa Thai punya standar RTGS untuk transliterasi, tapi sayangnya ini tidak menangani masalah tinggi rendah (tone) suara dan panjang pendek vokal, sehingga kebanyakan situs atau buku belajar bahasa Thai berusaha memberikan transliterasi sendiri dan umumnya untuk pengucapan orang yang berbahasa Inggris. Saya menuliskan di sini dengan pengucapan bahasa Indonesia, jadi saya menuliskan dii bukan dee. Kenapa i nya ada 2? karena dalam bahasa Thai, huruf i itu ada yang seperti pengucapan huruf i biasa dalam bahasa Indonesia, dan ada juga yang diucapkan lebih panjang. Untuk bunyi i yang lebih panjang saya tuliskan menggunakan 2 huruf i.

Untuk belajar bahasa Thai, ada baiknya belajar baca dan tulis langsung dengan huruf Thai nya. Tapi ya saya harus mengakui kalau huruf Thai ini juga tidak sesederhana alpabet kita yang hanya 26 huruf yang sudah gabungan dari konsonan dan vokal. Aksara bahasa Thai ada 44 konsonan, dan 32 vokal. Aturan penulisan bahasa Thai juga lumayan rumit. Huruf vokal itu ada yang dituliskan di depan, di atas atau dibawah konsonan. Untuk merepresentasikan 1 huruf vokal dalam bahasa Thai, kadang-kadang dipakai lebih dari 1 simbol. Tapi sekarang ini gak usah langsung bingung, kita kembali ke kata Sawatdii saja.

Sawasdii atau Sawatdii?

Mungkin kita sering membaca kata sawasdii dan bukan sawatdii. Ini sebenarnya kalau yang baca orang Thai bunyinya akan tetap sama jadi sawatdii. Hal ini karena dalam bahasa Thai, untuk suku kata yang berakhiran dengan huruf s, bunyinya otomatis akan menjadi bunyi huruf t. Hal inilah kenapa nama saya diucapkan orang Thai jadi Rit-na (seharusnya Risna), dan nama Joe disebut Yo-han-net (seharusnya Yohanes). Beberapa orang Thai juga suka membunyikan huruf r menjadi l, sehingga nama saya bisa berubah jadi lit-na. Lalu beberapa orang mengubah lagi nama saya jadi Li-na/Ri-na dengan menghilangkan bunyi s di akhir suku kata pertama. Pengucapan nama saya bisa ada huruf s nya hanya kalau huruf s itu menjadi suku kata baru menjadi Ri-sa-na (dan tentunya ada yang berusaha menyebut nama saya jadi Li-sa-na).

Selain huruf s di akhir suku kata, ada beberapa huruf lain yang juga berubah bunyinya. Bahasa Thai hanya mengenal 6 bunyi diakhir suku kata yang memiliki konsonan di akhir suku katanya. Bunyi yang dipakai itu hanya bunyi k, t, p, m, n dan ng. Bagian yang ini kapan-kapan akan dijelaskan lagi.

Biasanya ketika kita belajar bahasa baru, kita akan pengen tahu bagaimana menuliskan nama kita dalam bahasa tersebut. Tapi untuk menuliskan nama kita dalam aksara Thai yang diperlukan bukan pemetaan mana huruf yang bunyinya sama dengan nama kita, tapi lebih perlu mencari tahu bagaimana nama kita disebutkan dalam suku kata, lalu mencari tahu aksara Thai mana yang memberikan bunyi tersebut. Nama saya dalam bahasa Thai akan selalu jadi rit-na atau ri-sa-na.

Khop khun ขอบคุณ

Kata berikutnya yang penting diketahui adalah kata khop khun untuk berterimakasih. Seperti halnya dengan sawatdii, kata terimakasih ini jika diucapkan perempuan diberi akhiran kha menjadi khop khun kha, jika diucapkan laki-laki menjadi khop khun kap. Kata khop khun berarti menunjukkan rasa berterimakasih untuk orang yang diajak bicara. Kata Khun merupakan kata yang berarti Anda dalam bentuk formal.

Kho thoot ขอโทษ

Selain mengucapkan salam dan terimakasih, kata yang wajib tahu juga adalah mengucapkan permintaan maaf dengan kho thoot. Terjemahan langsung dari kata ini adalah kho = meminta, thoot = hukuman. Jadi permintaan maaf ini seperti pernyataan mengaku salah (dan siap mempertanggungjawabkan kesalahan dan memohon keringanan hukuman). Dan seperti halnya dengan 2 kata pertama, kita bisa menambahkan akhiran kha untuk perempuan dan akhiran kap untuk laki-laki ketika mengucapkannya untuk menambah tingkat kesopanan. Ibaratnya kalau kita gak pakai akhiran kha/kap kita cuma bilang: maaf (kayak kurang niat), tapi kalau kita bilang kho thoot kha/kho thoot kap kita bilang: aduh maaf ya saya udah berlaku salah.

Sepertinya dengan bisa mengucapkan 3 kata di atas, kalau berkunjung ke Thailand, pastilah orang Thailand langsung senang sekali dan memberi diskon ketika berbelanja hahaha. Sampai bertemu di tulisan berikutnya! สวัสดีค่ะ

Naik Tuktuk di Chiang Mai

Kemarin baca berita kalau di Jakarta sekarang ada Grab Bajaj. Terus jadi kepikiran dengan Tuktuk di Chiang Mai. Selama tinggal di sini rasanya naik Tuktuk itu kurang dari 5 kali. Saya gak suka naik tuktuk, soalnya sama seperti Bajaj, mesinnya suaranya berisik. Di sini supir tuktuk juga suka ngebut dan nyalip-nyalip gitu jalannya. Kalau gak terpaksa rasanya gak ingin naik tuktuk.

Ketika sedang ngobrolin GrabBajaj yang berlanjut ke ngomongin tuktuk, Jonathan nguping dan bilang gini: emang tuktuk itu apa sih? . Jonathan ternyata lupa kalau dia sudah pernah naik tuktuk, tapi memang terakhir naik tuktuk itu sebelum ada Joshua jadi bisa dimengerti kalau Jonathan gak ingat hahaha. Siapa sangka kalau setelah ngobrolin Tuktuk kemarin, hari ini saya perlu naik tuktuk. Tapi Jonathan gak mau diajakin naik tuktuk, soalnya udaranya tadi siang panas banget.

Kursi komputer di belakang tuktuk

Ceritanya kursi komputer Joe rusak setelah kurang lebih 5 tahun, kemarin nyari di mall kursi yang ada itu kursi untuk main game dan harganya lumayan mahal. Jadi tadi nyarinya yang di dekat rumah saja (dekat tapi gak deket banget). Harganya lumayan beda banyak dari harga yang di mall, tapi tokonya tidak ada jasa pengantaran kalau cuma beli 1 kursi. Nah mobil kami jelas-jelas gak muat bawa kursi komputer di bagasinya. Pemilik toko yang usulin pakai tuktuk saja. Karena saya pikir toh tidak jauh, ya bisalah pakai tuktuk diangkut. Jadilah tadi kursi komputernya diikat di belakang tuktuk, dan saya duduk di bagian penumpang untuk memberi tahu arah ke rumah.

Di Chiang Mai, Tuktuk dan Songtew merupakan taksi tanpa argo tanpa AC yang ongkosnya tentunya lebih murah daripada taksi biasa. Selain membawa penumpang, mereka juga biasanya jadi pilihan untuk membawa barang yang tidak bisa dibawa di bagasi mobil kecil. Biayanya tentunya lebih murah daripada harus menyewa mobil pick up misalnya. Saya juga pernah melihat orang pindah rumah menggunakan jasa Songtew atau tuktuk. Sepertinya karena sering membawa orang yang membawa barang-barang besar, supir tuktuk tadi juga langsung cekatan mengeluarkan tali dan langsung tau bagaimana mengikat kursi di belakang tuktuknya tanpa kuatir kursi itu akan jatuh.

Foto di dalam tuktuk

Karena jarang naik tuktuk, saya lupa ternyata di Thailand, supir tuktuk juga wajib mencantumkan identitasnya seperti halnya yang ada di taxi. Saya perhatikan, bagian atas tuktuk dilapisi dengan foil, sepertinya upaya untuk mengurangi panas di dalam tuktuk. Sofa penumpang dan jarak ke depan juga cukup luas. Kalau misalnya terpaksa, ayah, ibu dan 2 anak masih bisalah duduk bareng di tuktuk, dengan catatan tuktuknya jangan ngebut. Hari ini saya merasa beruntung, karena supir tuktuknya menyetirnya tidak ngebut dan sangat hati-hati, mungkin juga karena dia takut kursi yang diikat di belakang tuktuknya jatuh. Image tuktuk yang ada selama ini tergantikan dengan pengalaman baik hari ini. Kapan-kapan kalau iseng mau ikutan wisata naik tuktuk keliling Chaing Mai ah hehehehe.

Review: Kumon Thai

Catatan: Tulisan ini merupakan review mengenai belajar membaca dan menulis bahasa Thai di Kumon Thailand, saya tidak dibayar untuk tulisan ini.

Sejak Homeschool, Jonathan saya ikutkan kelas Kumon Thai sebagai bagian dari belajar membaca dan menulis bahasa Thai. Awalnya saya tahu Kumon itu untuk Matematika dan Bahasa Inggris saja, eh ternyata ada juga untuk pelajaran bahasa Thai.

Setelah ikutan tes, Jonathan mulai dari level paling awal Word Building Block (7A) dan sekarang sudah sampai level Sentence Building Block (B I) dalam waktu 2 tahun. Lama? ya nggak juga, karena setiap level itu diulang sampai anaknya bisa lulus testnya untuk naik level. Jadi dipastikan anaknya memang sudah mampu untuk naik level.

Belajar bahasa Thai dengan metode Kumon ini lebih cocok untuk Jonathan dibandingkan ikut kelas kursus grup ataupun privat. Kelas Kumon Thai ini menjadi bagian dari homeschool kami, nilainya juga bisa diperoleh setiap kali dia ada ujian kenaikan level.

Cara belajar di Kumon Thai mulai dari awal yang kami jalani ini sebagai berikut:

  • pertama anak akan di nilai level bahasa Thai nya sampai mana. Karena waktu itu Jonathan sempat sekolah di sekolah yang full berbahasa Inggris, kemampuan bahasa Thai Jonathan yang pernah ada waktu kecil menghilang. Jadi dia harus mulai dari awal lagi (level 7A)
  • anak akan diminta untuk mengerjakan lembar kerja setiap harinya (5 hari seminggu) dan 2 hari seminggu mengerjakannya di kumon center.
  • pekerjaan anak harus dikerjakan tidak lebih dari 30 menit dan anak bisa mengerjakan lembar kerja secara mandiri.
  • lembar kerja yang diberikan sekitar 10 lembar (2 sisi per lembar), jika waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan dinilai lebih dari 30 menit, maka pemberian lembar kerja bisa dikurangi per hari nya.
  • lembar kerja yang sudah dikerjakan akan dikoreksi oleh instruktur kumon di kumon center, kalau ada yang salah, anak diminta untuk memperbaiki sampai tidak ada yang salah.
  • tidak ada hari libur dalam mengerjakan lembar kerja, hal ini untuk membangun kebiasaan rutin setiap harinya, lagipula mengerjakan kumonnya tidak memakan waktu lama.
  • instruktur kumon merupakan orang yang sudah mendapat pelatihan khusus, mereka membantu anak dengan memberikan petunjuk dan bukan memberikan jawabannya langsung.
  • dalam 1 level, akan ada pengulangan set lembar kerja beberapa kali sampai anak dinilai bisa lulus untuk test naik ke level berikutnya.
  • lamanya anak berada dalam 1 level tergantung dari masing-masing anak, dan bukan dari ukuran berapa bulan. Ketika anak lulus test naik level, akan ada laporan berapa kali lembar kerja level tersebut diulangi dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk anak itu menjalani level tersebut.
Level kumon Thai mulai dari bawah ke atas

Metode Kumon ini cocok untuk Homeschool karena:

  • Mulai dari yang paling mudah dan tingkat kesulitannya meningkat sesuai dengan kemampuan anak, jadi anak bisa mengerjakan lembar kerja secara mandiri (self study)
  • Anak terbiasa dengan rutin harian mengerjakan kumon, kalaupun hari libur, anak tetap diberikan lembaran kerja untuk dikerjakan.
  • Umumnya dengan kebiasan berlatih sedikit setiap hari, anak akan lebih maju daripada level yang dipelajari di sekolah.
  • Ketika di kumon center, anak belajarnya bukan dalam setting kelas besar, tapi gurunya mengajar tiap anak 1 demi 1. Setiap anak diajar secara khusus sesuai dengan tingkatannya, dengan begini anak tidak perlu merasa ketinggalan dari teman-temannya. Kalau ada bagian yang tidak dimengerti bisa ditanyakan langsung.
  • Materi diberikan secara bertahap sesuai dengan kemampuan anak, tidak ada anak yang harus stress karena tidak mengerti ketika mengerjakan.
  • Waktu pengerjaan lembar kerja yang dibatasi tidak lebih 30 menit, untuk menghindari anak merasa bosan mengerjakan lembar kerjanya.

Bagaimana dengan kumon matematika dan bahasa Inggris? nah ini saya ga bisa banyak kasih opini, karena Jonathan tidak kami daftarkan untuk 2 pelajaran tersebut. Kemampuan matematika dan bahasa Inggris Jonathan saat ini lebih dari cukup, jadi kami tidak merasa perlu untuk menambah pekerjaan sekolahnya.

Dari cerita salah seorang teman kami yang anaknya ikut kumon Math. Anaknya yang awalnya ketinggalan dalam pelajaran Matematika, sekarang ini sudah melebihi kemampuan pelajaran Math di sekolah. Efeknya ya tentunya anak jadi gak takut buat belajar matematika. Anaknya juga setiap hari mengerjakan kumon tanpa disuruh oleh orangtuanya di rumah.

Dulunya, saya juga agak meragukan metode Kumon, tapi ternyata keraguan saya karena saya gak kenal Kumon. Sayangnya di tempat Jonathan ikut Kumon, kelas Kumon ini khususnya untuk anak sekolah, bukan seperti tempat kursus bahasa Thai, jadi saya gak bisa merekomendasikan misalnya ada orang dewasa ingin belajar baca tulis Thai dengan metode Kumon ini hehehe.