Liburan Hari ke-4: Jakarta Aquarium

Hari ini, kami dan keluarga adik-adik Joe jalan bareng ke Jakarta Aquarium. Lokasi Jakarta Aquarium ini di Neo SOHO Mall lantai LM dan LG. Sampai di sana, kami makan siang dulu di open Kitchen lantai 3A karena sudah hampir jam 12. Awalnya tempat makannya terlihat sepi. Jam 12 lewat sedikit tiba-tiba banyak sekali orang ada di mall (ya iyalah ya, namanya juga jam makan). Oh ya, mall ini tempat parkirnya di atas gedung mall nya sendiri. Masuk dan keluar parkiran terasa memusingkan karena naik gerakan memutar (spiral) beberapa lantai sampai atas.

Setelah makan, kami menuju lantai LM. Oh ya, harga tiket masuk untuk weekend lebih mahal dibanding hari biasa. Kami cari promosi pake kartu kredit BNI dan Traveloka. Kami beli tiket regular, karena biasanya anak-anak (terutama Joshua) masih takut dengan tontonan 5 Dimensi.  Tapi dengan promosi kartu BNI kami mendapatkan diskon 15 persen. Promosinya dengan 1 kartu hanya bisa untuk membeli 4 tiket dan kami punya 2 kartu BNI. Kami berangkat 12 orang, 6 dewasa dan 6 anak, tapi anak di atas 120 cm dihitung dewasa, jadilah kami harus membeli 7 dewasa dan 4 anak (1 anak masih bayi, dan anak di bawah 2 tahun belum dikenakan biaya).  Jadi kami beli 6 tiket dewasa dan 2 anak dengan kartu BNI dan 1 tiket dewasa plus 2 anak dengan Traveloka (kita ga bisa beli tiket anak doang dengan traveloka, jadi minimal harus ada 1 orang dewasanya).

Promosi begini sering berganti, jadi sebelum ke sana bisa cek dulu promosi yang masih berlaku. Kalau saya baca websitenya, ada juga promosi happy hour di hari biasa dan jam tertentu diskon 50 persen. Ada juga promosi moms and kids, di mana ibunya saja yang bayar dan anak di bawah umur tertentu gratis, Kenapa kami ga pergi hari biasa? karena hari biasa adik-adik Joe kerja, jadi weekend itu kesempatan yang langka buat ngumpul lengkap.

melihat ikan dari atas

Sekarang ke bagian cerita di dalamnya. Kesan pertama, tempatnya remang-remang dengan musik yang bikin ngantuk hehehehe, mungkin biar ikan-ikannya merasa tenang kali ya hehehe. Saya sempat agak kecewa karena di awal yang saya lihat kebanyakan hanya layar display saja dan bukan aquarium beneran, tapi ternyata ada juga bagian aquariumnya, di mana anak-anak bisa melihat ikan-ikan yang besar seperti ikan pari, hiu dan berbagai jenis ikan yang saya gak tau namanya.

Kalau diperhatikan dengan seksama, Jakarta Aquarium berusaha memberikan pengetahuan mengenai berbagai ikan yang ada di Indonesia dan juga kesadaran untuk menjaga lingkungan untuk tidak membuang plastik karena bisa membuat kerusakan lingkungan hidup di laut. Setiap display yang ada tersedia tablet yang menjelaskan jenis ikan, ukuran ikan dan di mana ditemukan biasanya. Kalau ke sana sebagai tugas sekolah, tentunya ada banyak sekali yang bisa dilaporkan oleh murid-muridnya. Sayangnya, saya tidak menemukan katalog lengkap ikan yang ditampilkan di website Jakarta Aquariumnya.

kesempatan menyentuh bintang laut

Selain ikan, jakarta aquarium juga menampilkan otter, turtle dan iguana. Anak-anak diberikan kesempatan memegang beberapa kura-kura kecil, bintang laut, ikan pari kecil dan beberapa jenis ikan kecil. Sebelum memegang ikan, harus cuci tangan dengan bersih tanpa sabun, dan setelahnya bisa mencuci tangan menggunakan sabun. 

informasi dalam tablet di berbagai tempat

Di lantai bawah, ada juga display seperti aquarium super besar, di mana kita bisa melihat ikan-ikan yang sedang berenang. Di lantai dasar ini juga ada display jelly fish dan ikan Piranha. Kalau diperhatikan, gerakan ikan piranha sangat sedikit, mereka cenderung terlihat diam. Gerakan jelly fish kalau diperhatikan juga seperti bisa menari-nari dan menghipnotis. Ada 1 ikan yang terlihat seperti rumput yang melayang-layang di air, tapi ya kalau diperhatikan dengan seksama ya ada matanya di bagian bawah.

ikan piranha

Terus terang, ada banyak hal yang saya tidak ketahui nama dan bentuknya sebelumnya dan karena ke Jakarta Aquarium saya jadi tahu, oooh ada ya ikan seperti itu, atau ooh ada ya penghuni laut yang lucu seperti itu. Untuk anak-anak, mungkin melihat sekali saja tidak akan cukup, tapi itulah gunanya memfoto sebanyak-banyaknya untuk kemudian nanti dikeluarkan fotonya dan dicari informasi lebih lanjut di internet heehehe.

Di dekat pintu keluar, ada teater 5D, panggung pertunjukan dan juga tempat untuk membeli foto. Kami tidak membeli fotonya karena harga fotonya 350 ribu rupiah. Saya juga tidak bisa komentar mengenai teater 5D karena kami ga beli tiket untuk masuk 5D. Kami menyempatkan menonton pertunjukan mermaidnya.

pertunjukan mermaid

Ceritanya dinarasikan dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Tokoh-tokohnya hanya menari dan berekspresi, panggungnya di lengkapi dengan special effect asap dan lampu-lampu untuk memberi kesan tertentu. Saya cukup kagum dengan kreativitas mereka dalam membuat pertunjukannya walaupun mungkin lebih baik kalau pertunjukannya di lakukan dalam ruangan dan kursi yang lebih nyaman. Saya juga kagum dengan pemain yang bisa menari-nari seperti putri duyung. Mereka pasti harus latihan cukup banyak supaya bisa menahan napas sambil menari-nari dalam aquarium besar.

Kami menghabiskan waktu sekitar 3 jam dari sejak masuk sampai keluar. Anak-anak cukup puas melihat ikan dan juga pertunjukannya, walaupun ada bagian yang buat Joshua terasa menakutkan, karena tokoh ratu jahatnya beneran deh wajahnya jahat banget (hahaha aktingnya berhasil dong ya). 

Secara keseluruhan Jakarta Aquarium cukup menarik untuk anak-anak belajar dan mendapatkan pengalaman memegang ikan-ikan, Tapi saya tidak tahu kenapa harga weekend harus dibedakan dengan harga hari biasa. Satu hal yang terasa sangat berbeda dengan Chiang Mai, harga makanan di dalam Jakarta Aquarium sangat mahal. Milo 1 gelas 25 ribu rupiah (50 baht), padahal harga biasanya diluar kurang dari setengahnya. Kalau mau ke sana, sebaiknya cari harga promosi, bukan akhir pekan dan hari libur dan bawa bekal susu sendiri hahaha.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.