Polusi Udara di Awal 2020

Kalau tahun lalu polusi di Chiang Mai terasa mulai akhir Januari, tahun ini polusi datang lebih awal lagi. Sejak bulan Desember 2019, sudah terasa ada hari-hari di mana terasa berkabut. Bahkan ketika kami berangkat ke Sukhothai tanggal 28 Desember, saya ingat udara di Chiang Mai terasa berbau asap.

Waktu itu saya merasa bersyukur kami memutuskan pergi liburan ke Sukhothai karena di sana udaranya lebih bersih. Untungnya ketika kami di Sukhothai, ada hujan deras yang membersihkan udara di Chiang Mai, sehingga ketika kami kembali ke Chiang Mai, udaranya terasa masih bersih.

Beberapa hari lalu, saya ingat melihat ke arah Doi suthep, pemandangannya sangat cerah. Saya pikir: ah untunglah polusinya tidak jadi datang lebih awal. Tapi ternyata saya salah. Sudah 4 hari ini, polusi kembali lagi. Awalnya polusi terasa hanya di malam hari, sedangkan di pagi hari dan siang udaranya cukup bersih. Tapi sudah 2 hari ini angka polusinya merah seperti hari ini.

Saya jadi harus meralat nih kapan waktu terbaik datang ke Chiang Mai. Suhu udaranya memang sekarang ini masih cukup terasa sejuk di pagi hari, tapi siang harinya sudah terasa menyengat. Mau jalan-jalan di kala polusi begini rasanya sangat tidak disarankan sekali. Iseng-iseng, saya mencoba mengecek bagaimana kualitas udara di Sukhothai dan Bangkok yang letaknya menjauh dari utara Thailand. Hasilnya, ternyata di Bangkok malah tidak lebih baik daripada di Chiang Mai.

Saya menemukan berita yang menyatakan kalau Bangkok malah menjadi ranking 3 dengan kualitas udara terburuk di dunia akibat polusi dari daerah industrinya. Jadi bertanya-tanya, kira-kira kalau polusinya lebih awal, apakah selesainya juga lebih awal? Tahun lalu sih polusinya cukup lama sampai sekitar akhir April dengan titik tertinggi di bulan Maret.

Karena sudah beberapa kali mengalami polusi, kami sudah punya persiapan beberapa filter dan juga alat pengukurnya. Tapi karena sudah dipakai beberapa tahun, waktunya untuk mengganti hepa filternya. Untungnya sekarang, hampir semua jenis hepa filter sudah ada yang jual di toko online yang di Bangkok. Pesanan filter beberapa hari lalu sudah tiba hari ini, dan langsung dipasang. Kami juga sudah membeli beberapa masker yang bisa pm2.5 untuk kebutuhan di luar rumah. Beberapa tahun yang lalu, filter penggantinya harus pesan dari luar Thailand dan menunggu beberapa minggu baru tiba.

Tapi biasanya, dengan adanya filter di rumah dan di mobil, kami sangat jarang memakai masker wajah. Kami juga menghindari banyak beraktifitas di luar rumah. Pergi ke mall, walaupun indoor, jadi dikurangi. Mall di sini tidak ada filter udaranya. Beberapa restaurant maupun coffee shop mulai mempersiapkan filter udaranya juga, biasanya tempat-tempat ini akan lebih ramai dikunjungi dibandingkan yang tidak ada filternya.

Biasanya, polusi udara jelek ini tidak selalu memburuk setiap harinya. Ada hari-hari di mana polusinya tiba-tiba berkurang, terutama setelah hujan. Tapi untuk amannya, pilih bulan lain untuk berlibur ke Chiang Mai daripada kecewa. Tapi kalau memang kebetulan harus tinggal di Chiang Mai selama bulan polusi, bisa mempersiapkan diri dan mengikuti tips yang pernah saya tuliskan. Intinya sih: jaga kesehatan, gunakan masker ketika di luar dan nyalakan filter udara di dalam rumah (pastikan pintu dan jendela tertutup rapat).

Kalau udara mulai polusi begini, setiap hari berharap turun hujan supaya udaranya bersih. dan semoga saja polusi tahun ini tidak berkepanjangan seperti tahun lalu.

Penulis: Risna

https://googleaja.com

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.