Gimana Mengucapkan merk Samsung?

Waktu di Indonesia, saya tidak pernah terpikir untuk mempertanyakan bagaimana sih mengucapkan merk Samsung yang benar. Karena semua orang juga ngerti kalau saya sebut samsung itu ya merk Samsung. Nah waktu tinggal di Thailand sini, kadang-kadang saya suka ragu bagaimana mengucapkan kata Samsung, karena kalau saya sebut Samsung seperti biasa, orang yang mendengarnya suka bingung.

Nah, di sini tuh kadang-kadang saya dengar orang Thai menyebutnya Semsang atau semsong. Jadi sepertinya terpengaruh membaca teks Inggris yang mana huruf a kadang dibunyikan jadi e seperti apple jadi eppen.

Hari ini iseng mencari tahu cara membaca Samsung dari bahasa aslinya: Korea. Penulisannya begini: 삼성 nah kalau dibunyikan dalam bahasa Indonesia tulisan tersebut dibaca samsong. Iya bener pakai bunyi o bukan bunyi u. Terus kenapa kira-kira ditulisnya pakai u? Ya itukan yang nulis bukan orang Indonesia pada awalnya.

Nah karena saya pikir, mungkin itu karena yang menuliskan samsung orang dari negara berbahasa Inggris. Saya coba cari tau beberapa video YouTube tentang bagaimana menyebutkanSamsung dalam bahasa Inggris. Ternyata ada beberapa video yang saya temukan (dan orang yang komen pun gak sepakat dengan pengucapannya).

Ada yang menyebutkannya semsong

samsung dibaca semsong dalam bahasa Inggris

Ada yang menyebutnya samsung seperti pengucapan dalam bahasa Indonesia. Video yang ini dikomentari salah oleh beberapa orang, tapi ada juga yang bilang itu pengucapan sudah benar dari negara asalnya.

samsung seperti bahasa Indonesia

Untuk membandingkannya bisa juga coba buka di google translate ini. Menurut google translate Samsung di baca semsong dalam bahasa Inggris dan dibaca samsong dalam bahasa Korea.

Karena penasaran, saya coba pakai google translate untuk melihat dalam bahasa Thai translasinya jadi bagaimana. Ternyata dalam bahasa Thai : ซัมซุง dibacanya samsung seperti dalam bahasa Indonesia (tapi tentunya disebutkan dengan nada tertentu). Kalau dari huruf yang digunakan, u nya cukup diucapkan singkat, tapi ketika saya dengarkan google translate, pengucapan u nya terdengar agak panjang jadi samsuung.

semsong dan samsong

Jadi yang benar samsung, samsong atau semsong? Ya akhirnya tergantung di negara mana kali ya mengucapkannya. Kalau kita mau maksa sebut samsong di negara yang berbahasa Inggris dan mereka ga ngerti, akhirnya kita harus mencoba menyebutnya Semsong ataupun samsung.

Pada akhirnya bahasa itu buat alat komunikasi, kalau tidak dimengerti berarti ada yang salah dan kita harus mengikuti kosa kata yang dimengerti oleh lawan bicara kita. Tapi kalau ditanya bagaimana pengucapan asli dari merk Samsung? nah itu berarti mengikuti pengucapan dari negara asal merk tersebut yaitu Korea. Mereka akan mengucapkannya Samsong.

Banyak merk yang mengalami perubahan penyebutan seperti halnya samsung ini. Kalau kamu biasanya menyebut merk mengikuti bahasa setempat atau mengikuti bahasa asal negara merk tersebut? Saya akan berusaha mengingat pengucapan dari negara asalnya dulu: samsong, kalau yang dengar tidak mengerti ya baru deh coba ucapkan kombinasi lainnya hehehe.

Toko Barang Bekas (dari Jepang) di Chiang Mai

Sejak beberapa tahun lalu, dapat info ada toko barang bekas dari Jepang di Chiang Mai. Tadinya sih mikir, ngapain juga ya mereka beli barang bekas dari Jepang 1 kontainer penuh, terus di jual di Chiang Mai, apa ada yang beli? Terus awalnya iseng-iseng lihat Facebooknya, eh kok banyak mainan ya. Jadilah penasaran dan mendatangi gudang penjualan barang bekas itu.

Awalnya cuma tahu 1 tempat saja, waktu itu ke sana bawa Joshua masih belum 2 tahun, jadi kadang-kadang ke sana sambil gendong. Namanya gudang, tempatnya padahal berdebu dan ya agak panas. Tapi ya begitulah, kan alasannya ke sana mau nyari mainan buat anak juga, jadi anak masih balita juga di bawa aja ke sana hahaha.

Setelah beberapa lama, mungkin karena tergolong ‘sukses’, toko barang bekas dari Jepang ini ada beberapa tempat. Barang-barangnya gak cuma mainan, tapi juga ada stroller bayi, kursi makan, baby gate, baju, sepatu, tas, elektronik, alat olahraga, piring dan gelas keramik, alat masak teflon, setrikaan, dan furniture seperti lemari kayu bahkan piano. Untuk mainan anak-anak mereka jualnya per kilo, jadi kalau beli mobil-mobilan yang ringan, beli mainan perkilo ini termasuk murah, untuk furniture kami gak pernah beli, dan saya gak pernah nanya.

Beberapa tempat agak rapi jualannya, mereka pilihin dan kasih label harga. Terus dikasih diskon lagi kalau beli lebih dari sekian ratus baht. Beberapa tempat benar-benar seperti gudang. Kalau beli mainan, kita harus cek sendiri apakah cukup lengkap atau menyesal kemudian.

Waktu baru nemu tempat beli ini, kami cukup banyak beli mainan di sana, bahkan Joe bahagia banget nemu mainan Sega yang rencananya dioprek tapi akhirnya gak sempat ngoprek tapi udah dimainin. Terus ada juga beberapa mainan yang cukup lama dimainin anak-anak dan akhirnya bosan. Ada juga mainan untuk belajar baca Jam atau belajar bilangan pecahan. Waktu beli Jonathan belum bisa baca jam analog dan belum belajar pecahan. Eh tapi waktu belajar, Jonathan gak butuh alat peraga udah langsung bisa hehehehe.

Karena punya anak 2, kadang-kadang kami beli mainan agak ‘boros’, alasannya: nanti kan bisa dipakai berdua. Jadi ya waktu nemu toko bekas, serasa nemu toko mainan (padahal ya itu, tokonya banyak jual yang lain selain mainan).

Setelah beberapa kali mengunjungi toko bekas, kamipun merasa udah gak ada yang menarik lagi. Saya kadang-kadang masih lihatin FB nya sih kalau lagi iseng. Sekarang ini anak-anak udah makin jelas maunya main apa, jadi kami udah gak terlalu butuh ke toko bekas Jepang itu.

Hari ini, ada teman yang dulu juga sering saya ajak lihat-lihat toko bekas dari Jepang, ngajakin saja buat lihat-lihat lagi. Karena udah lama gak ke sana, jalannya aja udah lupa hahaha. Nama tokonya juga beda-beda dan hampir lupa. Akhirnya tadi nyari dulu di daftar halaman FB yang pernah dilike buat nyari petunjuk jalan ke tokonya hehhehe.

Supaya gak lupa, saya akan tuliskan juga di sini 3 toko yang kami kunjungi hari ini.

Toko HugJang Japan Shop

ร้านฮักจัง โกดังสินค้านำเข้าจากญี่ปุ่น

Toko ini ada 2 bagian, display yang udah dirapihin dan dalam ruangan ber AC, dan bagian yang di luar yang setengah rapi tanpa AC (tapi ada atapnya).

Ini foto-foto bagian luar

Harga barang di luar biasanya lebih murah daripada barang-barang yang sudah di atur dalam ruang AC. Kadang-kadang, kalau beruntung bisa menemukan mainan bagus dan murah.

Ini foto-foto beberapa barang di bagian dalam.

Toko CM- Used Products

Toko ini sebenarnya toko barang bekas Jepang pertama yang kami dulu sering kunjungi. Mainannya dulu juga banyak yang bagus-bagus. Tapi sejak lokasinya pindah ke tempat yang sekarang, rasanya tempatnya jadi super sempit karena barangnya juga sepertinya banyak yang tidak laku dan belum mencari sudah lelah duluan melihatnya hehehe.

Kemungkinan, barang-barang yang baru di upload ke FB sudah duluan diambilin orang yang rajin memantau, jadi yang tersisa itu ya barang-barang yang tidak lengkap dan atau harus diperiksa dengan teliti.

Toko Felice Chiang Mai

โกดังญี่ปุ่นมือสอง -Felice Chiang Mai

Nah toko ini yang sebenarnya tempatnya paling besar, barangnya bahkan sampai 2 lantai. Tapi mainannya paling sedikit. Mereka banyak menjual furniture seperti lemari-lemari, meja, piano dan bahkan tempat tidur lengkap dengan kasurnya. Tempat ini tidak ada AC nya dan paling banyak debunya hehehe.

Kalau mau lihat foto-foto toko ini (dan toko sebelumnya) bisa lihat di FB nya saja ya. Foto-foto yang saya sertakan di sini hanya contoh yang saya ambil hari ini. Dan kebetulan toko terakhir karena tidak ada yang menarik saya terlewat dan tidak memfoto sama sekali.

Bonus buat yang membaca sampai habis, hari ini langit Chiang Mai sangat indah. Seperti lukisan saja ya.

Kalau di Indonesia, ada gak ya toko barang bekas dari Jepang seperti ini?

Mempermudah Ganti HP Android

Jaman dulu, kalau kita ganti HP, biasanya kita perlu memindahkan daftar kontak kita secara manual. Setelah HP semakin pintar, ganti HP bisa lebih mudah apalagi bila kita sudah membiasakan diri membackup berbagai data kita. Kebiasaan membuat salinan data ini merupakan kebiasaan yang baik, apalagi kalau kita mempunyai koneksi internet yang cukup cepat.

Saya sering mendapat cerita teman yang HP nya error lalu harus di reset dan semua daftar kontak hilang. Kisah lainnya teman yang pakai iphone/ipad dan mengijinkan anaknya menggunakan gadgetnya sering tanpa sengaja foto-foto di HP terhapus karena anaknya berusaha masuk dengan paksa dan otomatis menghapus data padahal belum pernah di backup. Atau aplikasi chat WA yang lupa di backup waktu ganti HP ataupun hang dan harus reinstal paksa dan mengakibatkan percakapan sebelumnya hilang.

Jaman sekarang ini, hal-hal itu sudah bisa dihindari kalau kita sinkronisasi data kita atau back up di berbagai layanan yang ada di internet, termasuk nantinya mempermudah ketika kita ganti HP. Apalagi kalau kita punya internet koneksi 24 jam, tentunya bisa kita set sinkronisasi data dilakukan ketika kita tidur misalnya.

Ada yang bilang simpan data di Internet tidak aman dan rawan kebocoran privasi. Untuk ini, ya semuanya ada plus minusnya ya, tentunya kita perlu mengamankan semua account yang kita punya. Kalau saya, karena semua foto dan notes saya gak ada konten yang sensitif, kalau cuma ketauan jadwal tiap minggu ngapain aja sih masih gak apa-apa hehehee.

Beberapa hal yang perlu diingat sebelum ganti HP Android adalah:

  • salin kontak lokal semua ke google contacts, dengan cara ini waktu kita ganti HP, kita tidak perlu mencatat ulang nomor-nomor kontak kita
  • kalau terbiasa mencatat jadwal di HP, sinkronisasi ke google Calendar. Waktu ganti HP, otomatis jadwalnya kebawa juga.
  • backup foto ke Google Photos setiap kali HP terhubung WiFi dan atau terhubung WiFi dan dicharge. Dengan cara ini kita juga bisa mengosongkan storage lokal kita ketika foto sudah di backup. Kalau mau punya backup dengan ukuran asli, bisa juga dilakukan dengan kabel data ketika terhubung ke komputer/laptop.
  • backup percakapan WhatsApp ke google drive setiap harinya. Kalau saya, saya set proses backup setiap jam 2 malam, dengan asumsi jam segitu saya lagi tidur. Kalau di backup ketika kita aktif menggunakan HP, pastinya HP akan terasa lambat sekali.
  • percakapan Telegram, semua data otomatis tersimpan di server, jadi tidak perlu di backup.
  • percakapan LINE tidak saya back up karena jarang pakai.
  • biasakan gunakan layanan yang ada loginnya dan ada fasilitas sinkronisasi data ke server, misalnya untuk notes saya gunakan color notes, ketika pindah HP, semua notes saya otomatis terbawa.
  • untuk tulisan yang lebih panjang, saya sudah terbiasa menggunakan google docs, google spreadsheet dengan menyimpan salinan lokalnya untuk mempercepat akses ketika tidak terhubung ke internet, dan nantinya akan disinkronisasi ketika terhubung ke internet.
  • untuk FB, kalau dirasa penting kita bisa juga mendownload semua data kita sesekali. Tapi saat ini saya tidak banyak mengupdate FB dan tidak merasa ada yang penting untuk dibackup, mungkin nanti dibackup kalau ada niat deaktivasi
  • berbagai aplikasi saya login menggunakan FB atau google dan datanya tersimpan di server, kalau lupa password, selalu bisa reset password hehehe
  • untuk keamanan FB dan Google account, saya pakai pengaman tambahan (google authenticator), nah untuk pengecekan pengaman tambahan ini saya perlu pindahkan secara khusus (ini saya minta tolong Joe hehehe)
  • berbagai file lain yang bukan foto dan tidak masuk kategori manapun bisa juga disimpan di dropbox

Dengan mempunyai salinan terhadap semua data kita, seandainya HP saya hilangpun (aduh jangan sampai deh), data saya semua tetap bisa dikembalikan ke HP yang baru. Mungkin akan ada yang bilang: aduh harus langganan berapa banyak tuh untuk simpan data doang. Coba aja hitung-hitung lagi, lebih penting mana kehilangan data atau langganan yang kalau dirata-ratakan perharinya gak seberapa.

Berikut ini proses menyalin data dari HP android lama ke yang baru. Ketika nyalakan HP, setelah setting bahasa dan region akan sampai ke bagian ini

copy apps dan data ketika HP baru beli di nyalakan

Selanjutnya ikuti saja langkah-langkahnya

Saya pilih yang pertama: A backup from and android phone.

Dari gambar, kalau kita tidak ingin menyalin data dari HP lama, kita bisa juga memilih “Don’t Copy”.

akan ada petunjuk membuka google app di hp lama
kita akan di minta untuk memberi perintah”set up my device”

Di HP lama, kita bisa gunakan perintah suara atau ketikkan di google search box “set up my device”, nantinya HP baru akan otomatis mengenali melalui koneksi dengan jaringan Bluetooth dan WiFi.

tekan next di hp lama dan baru
kita akan diminta mengecek apakah bentuknya sama dan klik next di hp lama

Kalau ada beberapa HP android di dekat kita, ketika kita memberi perintah suara, bisa saja HP lain menangkap perintah kita. Untuk meyakinkan kita gak salah menyalin HP, maka kita harus memberi perintah lanjut/next di HP lama yang memang kita ingin salin datanya ke HP baru.

masukkan login akun google kita

Di HP yang baru tentunya kita akan diminta untuk login menggunakan google account kita. Lalu proses menyalin aplikasi dan data dari HP lama pun dimulai.

proses menyalin data di mulai ke Hp baru
kita bisa memilih apa saja yang ingin kita salin

Proses menyalin data ini bisa dipilih, tapi karena saya ingin memindahkan semuanya, maka saya pilih semua. Dengan memilih ini bahkan sejarah telepon keluar masuk juga akan pindah. Calendar, contacts dan photo tentunya juga nantinya tidak perlu diinput ulang. Setting wifi yang sudah pernah kita simpan passwordnya juga akan otomatis terbawa.

Kalau proses ini selesai, apakah HP baru kita sudah 100 persen sama dengan HP baru? sayangnya belum, masih ada tahapan berikut yang harus dilakukan, antara lain:

  • login ulang aplikasi seperti FB, Dropbox, Telegram, Amazon, Apple Music, Grab, Coursera, Duo Lingo, Memrise dan aplikasi lainnya. Beberapa aplikasi yang login menggunakan akun google otomatis sudah bisa langsung di pakai.
  • Memindahkan WhatsApp: backup ke google drive di HP lama, lalu buka dan restore di HP baru. Hapus aplikasi WA di HP lama supaya tidak konflik lagi.
  • Memindahkan file-file di folder “download” secara manual kalau memang masih ada yang penting. Untuk hal ini bisa juga diakali menggunakan dropbox (tapi sekarang ini saya tidak menggunakan dropbox tapi simpan di chat telegram).
  • untuk aplikasi banking dan yang butuh security lebih, Joe pernah menuliskannya di sini.

Biasanya, setelah yakin aplikasi yang dipindahkan berjalan baik di HP baru, saya akan hapus aplikasinya di HP lama. Setelah 1 bulan memakai HP baru dan tidak pernah merasa butuh sesuatu dari HP lama, baru deh saya bolehkan Joe factory reset atau terserah mau dioprek apalagi hehehe. Biasanya HP lama akan dipakai Joe untuk keperluan pentest atau ya untuk cadangan kalau ada HP yang butuh di service.

Walaupun sudah dipermudah begini, saya masih merasa malas proses ganti HP. Prosesnya hanya beberapa jam, tapi ya harus dikerjakan juga untuk pemakaian beberapa tahun ke depan. Ok, semoga lain kali ganti HP jangan sampai kehilangan data penting ya.

Indomie Seleraku

Disclaimer: Tulisan ini bukan iklan, cuma iseng aja.

Beberapa waktu lalu, di FB muncul foto Indomie yang saya post beberapa tahun lalu. FB juga menyebutkan post itu sebagai post saya yang paling banyak dikomen pada tahun itu. Sebenarnya yang komentar ga banyak amat, tapi saya jadi iseng baca lagi komen-komen orang mengenai Indomie.

Beberapa garis besar dari komentar yang masuk adalah:

  • Ga bagus makan mi instan termasuk Indomie
  • Lebih enak Mi Ayam Bawang daripada Indomie Kari Ayam
  • Udah lama ga makan Indomie

Sejak merantau di Thailand, Indomie sudah menjadi makanan langka buat saya. Saya pernah juga menyimpan Indomie sampai kadaluarsa karena ga begitu pengen makannya. Pernah terpikir kalau kami tidak begitu rindu dengan makanan Indonesia dan mencukupkan dengan apa yang ada di Thailand. Tapi dengan adanya anak-anak, dan mencicip ulang rasa Indomie, ternyata kami jadi kembali mencari Indomie dan merasa perlu berpesan dibawakan kalau ada yang datang haha. Dari semua kontroversi mengenai mi instan, sebenarnya mi instan ini sudah membantu banyak orang, seperti dituliskan di posting ini. Satu-satunya rasa yang kami bawa atau pesan untuk di bawa ke sini itu Indomie kuah rasa Kari Ayam. Untungnya selera saya dan Joe sama, jadi gak repot buat bawa berbagai rasa.

tetap jadi favorit Indomie Kari Ayam

Beberapa tahun terakhir, Indomie Goreng sudah bisa dibeli di Chiang Mai. Awalnya ketemu di swalayan yang banyak menjual makanan impor, tapi belakangan ini sudah ada di hampir semua swalayan bahkan di mini market seperti 7 Eleven. Harganya? rasanya lebih mahal dibanding harga beli di Indonesia. Harga 1 bungkus Indomie goreng rasa original itu berkisar antara 16 – 18 baht. Kalau beruntung, kadang-kadang ada sale di 7 Eleven harganya jadi tinggal 10 baht saja. Ada juga indomie goreng dalam cup, harganya 27 baht. Walau tergolong mahal dibanding mi instan lokal, harga Indomie ini masih lebih murah daripada harga mi ramen korea yang harganya mulai dari 40 baht.

Setelah Indomie Goreng rasa original, belakangan muncul juga Indomie goreng Hot and Spicy, dan rasa Barbecue Chicken Flavor. Untuk 2 rasa yang agak pedas ini anak-anak kurang bisa makannya, jadi kami jarang beli.

Nah bulan Agustus lalu, kami menemukan varian baru dari Indomie goreng yang di jual di Chiang Mai. Indomie rasa Salted Egg alias telur asin. Untuk rasa ini saya kurang suka, akhirnya Joe yang makan sendiri (belinya emang cuma sedikit buat coba).

Mi Goreng Rasa Telur Asin

Mi goreng rasa telur asin ini saya nemunya baru di Rimping saja. Harganya 18 baht sebungkusnya (sekitar 8400 rupiah).

Di Chiang Mai ada yang jual telur asin, dan ada Lays rasa telur asin juga. Joe iseng makan mi goreng telur asin pakai telur asin dan Lays rasa telur asin. Abis itu dia bilang pusing hahaha, kayaknya karena semua terlalu asin.

Triple telur asin

Nah hari ini waktu saya ke 7 Eleven, nemu lagi varian baru dari Indomie goreng di Chiang Mai, kali ini rasa Soto. Karena belum di coba, jadi belum bisa kasih komentar, walaupun agak disayangkan kenapa sih yang masuk malah mi goreng semua. Soto itu seharusnya berkuah dong ah. Tadi beli Indomie Mi Goreng rasa Soto 1 bungkusnya 18 baht, kalau Mi Goreng rasa Original 16 baht. Kemungkinan sih berikutnya beli lagi hanya kalau lagi diskon saja hahaha. Di Indonesia berapa ya sekarang harga 1 bungkus Indomie goreng?

Sebenarnya ada banyak sekali mi instan masuk ke Thailand dan dijual di Chiang Mai. Kami juga kadang-kadang iseng mencoba berbagai mi instan lokal ataupun yang dari korea. Sejauh ini anak-anak cuma mau makan Indomie Mi Goreng rasa Original, dan Indomie kuah Kari Ayam (kalau lagi punya). Iya kami memang kasih anak-anak makan mi instan juga, tapi tentunya gak setiap hari ataupun setiap minggu.

Saya tidak tahu kenapa Indomie di Thailand semuanya kategori mi goreng, padahal mi ramen korea ataupun Jepang ada juga mi kuahnya. Semoga berikutnya varian Indomie yang masuk Thailand rasa Kari ayam.

Innovation Fair di Chiang Mai

Salah satu yang tidak sengaja dilihat waktu kemarin ke mall adalah innovation fair ini. Di mall di Chiang Mai memang sering ada pameran yang ada produknya seperti ini, tapi sepertinya saya baru sekali ini melihat innovation fair.

Menurut KBBI, kata inovasi artinya sebagai berikut:

inovasi/ino·va·si/n1 pemasukan atau pengenalan hal-hal yang baru; pembaharuan: — yang paling drastis dalam dasawarsa terakhir ialah pembangunan jaringan satelit komunikasi;2 penemu-an baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya (gagasan, metode, atau alat);

KBBI.web.id

Nah, jangan bayangkan pameran inovasi ini super canggih semua. Ada banyak hal yang terlihat biasa tapi dipikir-pikir memang ada nilai baru diperkenalkan dalam produk yang dipamerkan.

Berikut ini foto dari peserta pameran inovasi ini.

Saya tidak detail bertanya untuk setiap produk yang ada, tapi mesin cuci buah saya ingat dijelaskan kalau itu cuma pakai air biasa, tapi dengan mesin tersebut bisa membersihkan sayur dan buah selama 5 menit dan lapisan yang biasanya ada dalam tanah dan dikuatirkan masih ada di kulit sayur dan buah bisa dibersihkan. Mereka juga mendemokan untuk melihat sebelum dan sesudah dicuci dengan beberapa hal yang bisa diukur.

Satu hal yang juga menarik perhatian saya adalah produk kecantikan dari buah Gac, saya bahkan baru tau ada yang namanya buah Gac. Kalau lihat di wikipedia, dalam bahasa Indonesia buah Tepurang. Tapi saya tetap baru dengar sekali ini nama buah tepurang. Memang kadang kita pikir kita sudah tahu banyak hal, tapi nama buah, sayur, ikan dan burung saja mungkin masih banyak yang saya belum tahu karena belum pernah baca atau melihatnya.

Produk yang pertama kali membuat saya tertarik melihat pameran ini menampilkan gogo board yang bisa diprogram dengan Scratch. Langsung kepikiran buat foto dan kirim ke Joe buat diajarin ke Jonathan hehehe. Saya gak beli sih, karena biasanya Joe sudah punya raspberry pi nya dan bisa bikin sendiri hehehe.

Acara pameran inovasi ini diadakan oleh Chiang Mai University. Tujuan diadakan pameran begini tentu saja memberi kesempatan untuk para enterpreneur memamerkan penemuannya dan siapa tau bisa bertemu investor untuk produksi dalam skala besar.

ada talkshow nya juga

Waktu kemarin kami di sana, sedang ada 1 grup di wawancara di panggung. Sepertinya masing-masing peserta pameran akan mendapat kesempatan untuk berbicara lebih banyak tentang penemuannya di panggung. Karena percakapannya dalam bahasa Thai, saya tidak bisa lama-lama mendengarkannya, teman-teman yang ikut ke sana gak pada ngerti soalnya hehehe.

Senang dengan kegiatan positif seperti ini. Semoga tahun depan bisa melihat lagi pameran seperti ini. Jaman dulu masih kuliah sepertinya acara seperti ini tidak ada. Mudah-mudahan sekarang di Indonesia juga ada banyak kegiatan seperti ini di kampus-kampusnya ya.

Pameran Kebudayaan Etnis di Chiang Mai

Kemarin anak-anak lagi ikutan grup homeschool dari jam 9 pagi sampai sore. Saya ada kesempatan deh buat jalan-jalan dengan teman-teman yang juga anak-anaknya lagi sekolah.

Di Chiang Mai sering sekali ada berbagai pameran yang temanya tentang Thailand Utara. Biasanya di setiap pameran, selain ada pameran hasil kerajinan yang unik, juga ada makanannya. Jadi misi kali ini ya jalan-jalan sambil cari makan siang hehehe.

Baliho acara pamerannya

Walaupun judulnya pameran ini untuk mempromosikan tourism, kemarin waktu kami datang pengunjungnya tidak begitu banyak. Mungkin juga karena kami datangnya hari kerja dan belum jam makan siang. Atau mungkin juga, turis yang jadi sasaran pameran ini belum tau tentang acara ini. Tapi ya acara ini masih akan berlangsung sampai hari Minggu tanggal 1 September 2019. Kemungkinan diharapkan ramainya itu di akhir pekan.

Jadi, ada apa saja di sana? Mari kita melihat gambar saja.

Pameran seperti ini sering diadakan di Chiang Mai. Kadang-kadang sangat ramai dan banyak yang bisa dilihat, tapi kadang tidak terlalu ramai. Kemarin itu acaranya tergolong tidak terlalu ramai pengisinya. Tapi saya menemukan banyak hal menarik di sana.

Beberapa hal yang kami beli (walau tidak ada fotonya): snack dari kacang, biji wijen dan madu. Rasanya enak! Manisnya dari madu, katanya sih asli hehehe. Terus ada madu yang diambil dari lebah yang dipelihara di kebun kopi. Madunya jadi rasa kopi kali ya hehehe. Ada biji kopi juga tentunya. Ada sabun dari madu dan bubuk kopi. Ada shampo natural dari buterfly pea. Saya membeli kain tenun buat tutup piano.

Selain yang kami beli ada juga yang menjual kerajinan bambu, balsem dari buah lengkeng, lotion dan pelembab dari sari buah lengkeng, kunyit dan minyak esensial oil.

Datang ke pameran begitu bikin saya kagum dengan kreativitas manusia. Bisa aja gitu kepikiran membuat sesuatu dengan bahan yang ada di alam dan bisa dijadikan produk yang bisa dijual. Tapi saya suka kasian dengan ibu-ibu tua yang menjaga pameran. Mereka kelihatan bosan karena pengunjungnya kurang banyak. Sambil menunggu jualannya mereka tetap berkarya. Ada yang bertenun, menggambar di kain seperti membatik, menyulam manik-manik, atau sekedar menggulung benang untuk dirajut.

Saya sempat ngobrol dengan salah satu ibu-ibu yang jaga pameran sambil menenun kain. Saya bertanya berapa lama dia menyelesaikan 1 lembar kain. Katanya kalau sekedar kain selendang kecil 2 hari juga bisa selesai, tapi kalau kain lebar yang bisa untuk baju itu bisa butuh waktu sebulan, apalagi kalau yang bahannya dari benang sutra. Tentunya karena waktu pengerjaan dan bahan yang digunakan sutra, kain seperti itu harganya juga tidak bisa murah. Ada salah satu yang dia tunjukkan harganya 1 lembarnya 3500 baht. Dan itu bukan kualitas paling mahal ya. Mungkin kalau dibandingkan ya seperti harga kain songketlah, mana ada sih kain begitu harganya murah.

Oh ya seperti biasa, awalnya mereka akan mengajak ngobrol dengan bahasa Thailand Utara, setelah mereka perhatikan saya dan teman-teman ngobrol bukan dalam bahasa Thai baru deh mereka ganti ke bahasa Thai central. Sampai sekarang saya belum bisa bahasa Thai Utara, lah bahasa Thai Central saja kadang-kadang masih ada kata yang saya tidak mengerti hehehe.

Mudah-mudahan pameran berikutnya yang mengisi lebih ramai dan saya ada kesempatan lagi jalan-jalan santai seperti kemarin hehehe.

Tentang MLM (Multi Level Marketing)

Catatan: Saya tidak anti MLM, tapi ini sekedar opini berdasarkan pengalaman kenapa saya tidak tertarik bergabung dengan MLM (multi level marketing).

sumber dari internet

Siapa yang tidak pernah mengalami dihubungi teman yang sudah lama tidak ada kabar atau ditambahkan jadi teman di sosial media hanya karena ada beberapa teman yang sama lalu kemudian ditawari produk MLM?

Sewaktu kuliah, saya pernah ikutan MLM. Waktu itu saya pakai produknya, awalnya ikutan supaya dapat potongan harga saja. Tapi tentunya, upline tidak pernah membiarkan downline tidak aktif untuk mencari bawahan lagi. Terus ya sempat juga saya jalani walau setengah hati. Tapi usaha untuk menawarkan produk, membujuk ikutan gabung dan kemudian harus membeli supaya tutup poin ternyata tidak semudah itu. Walaupun waktu diajak bergabung dengan harga murah dan sejuta keuntungan lainnya, tapi pada akhirnya banyak juga modal ekstra yang perlu dikeluarkan.

Beberapa hal yang membuat saya berhenti ikutan MLM adalah:

  • Ada terlalu banyak seminar yang katanya perlu diikuti, dan seminar ini tentunya tidak gratis. Kita bahkan disarankan membelikan untuk teman kita yang bisa diprospek untuk menjadi anggota juga.
  • Seringkali untuk mengejar mendapat bonus, akhirnya saya belanja benda-benda yang sedang promosi dengan harapan bisa menjualnya lagi kalaupun tidak saya pakai. Tentunya godaan ini karena ada nilai bonus yang dinominalkan sekian rupiah dan angkanya tentu lebih dari modal yang perlu kita tambahkan supaya tutup poin. Tapi kenyataanya barang-barang tersebut akhirnya terus menumpuk dan tidak berhasil saya jual (emang saya kurang pinter kali ya jualannya).
  • banyak produk yang tadinya saya tidak butuh jadi terasa butuh, dibeli mumpung diskon dan demi kejar poin. Akhirnya saya merasa ini sih namanya menguntungkan produsen saja pada akhirnya. Keuntungan yang ada terasa “semu”.
  • Saya tahu ada banyak yang sudah mendapat penghasilan tetap setiap bulan seperti gaji bulanan, tapi menurut saya untuk sampai ke tahap itu tetap saja butuh waktu dan modal yang lumayan. Mengatur “anak buah” juga dan meyakinkan mereka untuk kejar poin dan merekrut teman-teman baru setiap saat.
  • Misalnya untuk dapat penghasilan yang lumayan itu butuh di tingkat 7 saja, kalau setiap tingkat butuh kaki 2 maka dibutuhkan orang sebanyak 2pangkat 7 – 1 = 127 orang. Atau katakanlah sampai level 6 saja dibutuhkan sekitar 63 orang yang aktif berbelanja dan semuanya tutup poin. Bayangkan kalau setiap orang hanya butuh belanja 1 juta rupiah saja, berapa duit terlibat di dalamnya? Yang jelas yang paling diuntungkan itu yang punya usaha MLM tersebut.
  • Teorinya kita hanya perlu mengatur 2 (atau lebih) bawahan langsung kita saja, prakteknya kalau memang mau dapat target, kita harus mengatur seluruh bawahan. Kita harus tetap menyemangati (memaksa) mereka untuk berbelanja.
  • Untuk sampai ke level di atas 5 itu tidak semudah teorinya. Padahal bonus level 5 itu belum cukup untuk memenuhi kebutuhan bulanan kita. Akhirnya dilemanya setiap bulan antara menjual produk dan mencari keuntungan dari jual produk dan membujuk teman supaya bergabung. Pada akhirnya kerja MLM ini bukan “cuma” selingan tapi jadi kehidupan kita yang mana setiap melihat teman yang terpikir adalah menawarkan produk dan mengajak bergabung.
  • Kadang-kadang produk yang dijual di supermarket sebenarnya lebih murah dan lebih cocok untuk saya, tapi demi kejar poin saya bela-belain pake produk MLM nya.
LevelJumlah orang dengan minimal 2 kaki
11
23
37
415
531
663
7127
8255
9511
101023
112047
124095
138191
1416383

Kalau ada yang sudah berhasil ikut MLM sampai di atas level 7 dan bertahan sampai bertahun-tahun, saya ucapkan selamat. Tapi kalau ada yang masih di bawah dan merasakan apa yang saya sebut di atas, pikirkan kembali apakah sudah siap untuk menjadi sales tetap dari produk MLM yang kamu jual. Hanya sedikit yang bisa sampai ke level atas dengan jumlah orang yang terlibat. Apakah semua produk yang kamu beli untuk tutup poin itu memang sudah paling cocok buat kamu, atau sebenarnya ada rasa keterpaksaan buat membelinya.

Saya tidak bilang MLM itu jelek atau tidak akan berhasil. Saya cuma mau bilang, MLM itu sama saja dengan bisnis apapun. Butuh totalitas juga menjalaninya kalau mau berhasil mendapatkan penghasilan yang stabil. Jadi jangan pernah bergabung dengan MLM karena berpikir ini passive income, cuma nawarin produk dapat bonus ini itu. Jualan MLM itu lebih sulit daripada buka warung kopi! Kalau buka warung, pembeli yang datang ke kita. Kalau produk yang kita jual memang barang yang dicari banyak orang, kita gak perlu ngiklan karena sudah ada yang mengiklankan buat kita. Kalau lokasi warung kita strategis seperti di kantin kampus, yakinlah setiap hari pasti ada yang beli, apalagi kalau tidak ada saingannya. Keuntungan berjualan di warung jelas, semakin banyak laku semakin banyak hasilnya, tapi kita harus keluar modal juga buat stok, tapi kalau hari libur mungkin penjualan menurun.

Kalau mau bergabung dengan MLM, pastikan produk yang dijual ini banyak dipakai orang. Jaman sekarang ada banyak sekali jenis MLM yang menjual multivitamin, suplemen diet, kosmetik, alat kecantikan ataupun alat dan produk rumah tangga. Bahkan dulu sepertinya ada yang model jualan pulsa dengan MLM. Kalau sekarang saya butuh membeli sesuatu produk yang dijual oleh MLM, saya memilih untuk membujuk penjualnya memberi diskon daripada gabung jadi anggota, biasanya sih berhasil hehehe.

lebih lanjut tentang MLM…