Hidden Village Chiang Mai

Hari ini ajakin oppung jalan-jalan ke Hidden Village Chiang Mai. Terakhir kami ke sana sekitar akhir tahun 2017, dan ternyata kali ini ada banyak perubahan yang cukup menarik di tempat ini. Dulunya, waktu tempat ini baru dibuka, kesan pertama dari tempat ini adalah tempat untuk melihat animatronik berbagai jenis Dinosaurus. Hari ini, bisa dibilang tempatnya sudah lebih fun dan bukan sekedar melihat pajangan Dinosaurus yang itu-itu saja.

Tiket masuk ke tempat ini ternyata membedakan harga lokal dan harga turis asing. Untuk harga lokal diatas 100 cm dikenakan biaya 50 baht/orang. Anak di bawah 100 cm gratis. Untuk harga asing ada 3 level harga, di bawah 100cm gratis, anak sampai dengan 130 cm 100 baht, dewasa 200 baht. Seperti biasa, dengan jurus bertanya dalam bahasa Thai, kami dapat harga lokal (lumayan masuk kantong deh sisanya hehehe).

Ticket counter dengan berbagai penjelasan harga

Hal terbaru yang langsung menarik perhatian kami adalah, restorannya menyediakan menu buffet. Kami sudah beberapa kali makan di restoran di dalam hidden village, dan dulunya selalu merasa tempat itu terlalu sepi dan makanannya sering lama datangnya. Rasanya sih lumayan oke walau harganya sedikit agak mahal. Salah satu tujuan hari ini ke sana emang mau jalan-jalan sekalian makan malam.

Tulisan besar-besar yang kami lihat mengenai harga buffet semuanya pakai huruf Thai. Setelah melihat foto-foto di tempat pembelian tiket, saya baru menyadari kalau skema harga untuk makanan buffet nya juga membedakan harga lokal dan harga asing. Untuk buffetnya, anak-anak di bawah 100 cm sama-sama gratis. Untuk harga lokal anak di bawah 130 cm bayar 129 baht, sedangkan dewasa bayar 259 baht/orang. Nah harga asingnya menurut saya terlalu mahal:anak di bawah 130 cm harganya 250 baht, dewasa 400 baht.

Menu buffetnya lumayan sih, bukan cuma makanan yang sudah tersedia seperti spaghetti, sosis, salad dan buah-buahan saja, tapi juga kita bisa memesan steak, pizza dan bahkan menu nasi goreng ala makanan Thailand. Tadinya kami berencana membeli makanan biasa aja dan gak usah beli buffet nya, tapi karena mereka bilang Joshua boleh gratis, ya…akhirnya kami beli juga deh buffet untuk 3 dewasa. Hasilnya rusak diet hahaha, tapi ya senang juga sih karena penutupnya ada eskrim juga hehehe. Ini beberapa contoh makanan yang kami pesan. Katanya makanan ini bisa di pesan lebih dari 1 porsi per orang kalau emang kuat makannya hahaha.

Haduh, malah jadi cerita makan-makannya lebih banyak dari tempatnya. Oke kembali ke cerita lokasi hidden villagenya seperti apa sih. Tambahan yang baru yang menarik untuk anak-anak, sekarang ini ada yang namanya animal village. Di animal village ada ayam, kelinci dan kolam ikan Koi. Dengan membayar sekitar 20 baht, anak-anak mendapat kesempatan untuk memberi makan ayam, kelinci atau ikan. Yang di beli itu biasanya tempat makanannya. Tadi, karena anak-anak lebih pengen main di playground dan toh kemarin baru dari zoo feeding berbagai farm animal juga, jadilah kami putuskan tidak berhenti di bagian itu.

Selain animal village, ada tambahan permainan seperti komidi putar. Ada juga pet village. Di pet village ini anak-anak bisa memberi susu ke babi atau sapi. Bisa juga naik kuda pony dengan biaya tertentu. Di tempat ini juga kami gak berhenti, soalnya berasa agak bau kayak di peternakan hahaha.

Selain animal village dan pet village, area hidden village yang luas ini berisi banyak display yang unik seperti serangga raksasa, kupu-kupu raksasa ataupun bunga rafflesia. Tempat ini intinya sih kebanyakan buat foto-foto orang dewasa. Untuk anak-anak tempat ini cocok untuk lari-larian, bermain di playground, mengenal berbagai farm animal dan juga belajar mengenai nama-nama dan bentuk dinosaurus.

Tujuan berikutnya ke Dinosaurs Village. Nah di sinilah ada banyak animatronic dinosaurs. Oppung yang sebelumnya belum pernah melihat seperti ini awalnya kaget. Oppung jadi bertanya-tanya itu gimana mereka menggerakkannya. Jonathan yang sudah beberapa kali dibawa ke sana pun menjawab dan berusaha menjelaskan ke oppung dengan bahasa Indonesia.

Di dalam Dinosaurs Village, selain melihat dinosaurus, anak-anak bisa bermain dengan inflatable playground dengan membayar 20 baht saja. Selain itu ada juga tempat yang lebih cocok untuk anak yang lebih muda soft play area dengan tambahan biaya 40 baht/20 menit. Soft play area membutuhkan kaus kaki sebelum anak masuk ke dalamnya. Selain 2 tempat bermain ini, ada lagi permainan seperti naik dinosaurus besar tapi saya lupa memfoto dan mengingat harganya.

Tadi kami sampai di sana sekitar jam 4.30, matahari masih cukup terang tapi sudah tidak panas lagi. Setelah berlari-larian dan bermain-main di playground sambil melihat-lihat display yang ada, anak-anak pun merasa lapar. Walau belum jam 6 kami putuskan untuk makan saja. Sekitar jam 7.20 kami pun pulang dengan perut kenyang hehehe.

Kalau mau makan buffetnya, mungkin ada baiknya datangnya agak pagi. Tempat ini buka jam 10 pagi sampai jam 9 malam. Jadi pagi bisa jalan-jalan dulu, setelah lelah ya makan sambil ngadem (restorannya ber ac). Abis makan, kalau anak-anak belum habis tenaganya masih bisa lanjut bermain lagi hehehe. Tadi akhirnya memutuskan makan buffet alasannya karena udah lama gak makan steak hahaha. Sepertinya bisa jadi tempat yang bisa dijadwalkan untuk dikunjungi di tahun 2019 ini.

Pilot Frixion Ballpoint dan Marker

Pilot Frixion ini merupakan jenis pulpen dan marker yang bisa dihapus. Awalnya tahu jenis pulpen ini waktu membeli Elfin Book (buku yang bisa dilap pakai lap basah berkali-kali). Setelah sekian lama, akhirnya menemukan kalau bisa beli ballpoint dan markernya di Lazada Thailand. Ada juga pilihan kalau mau membeli isinya saja.

ballpoint dan markers Pilot Frixion

Bedanya pulpen yang dibeli sekarang dengan yang sudah pernah dibeli sebelumnya hanya soal tutupnya saja. Kalau sebelumnya ketika memakai pulpen sering sekali mencari-cari tutupnya di mana, nah karena yang ini ballpoint yang sistem click, jadi tidak ada tutup yang hilang. Untuk menghapusnya juga bisa langsung gunakan bagian belakang pulpen, atau ya kalau ditulisnya di ElfinBook bisa langsung dilap basah seperti biasa.

Pilot Frixion Marker dan Ballpoint

Untuk markernya, tutupnya masih model di lepas seperti sebelumnya. Tujuan dibeli marker, supaya nulis di Elfin Book bisa lebih banyak pilihan warna. Selain itu tujuan utamanya tentu saja untuk dipakai Joshua. Selama ini, setiap kali Joshua dikasih buku baru, dia akan mengisi 1 halaman dengan 1 huruf besar dan 1 huruf kecil, dilengkapi dengan gambarnya dan dia mulai mewarnai juga. Dalam waktu singkat, seluruh halaman sudah diisi.

Rencananya dengan memberikan ElfinBook plus marker, kalaupun bukunya penuh, nantinya bisa dengan mudah dihapus saja. Sebelumnya dicobakan memakai pulpennya, tapi karena cara memegang pulpen belum benar, Joshua selalu susah untuk menulis dengan pulpen Pilot Frixion. Dengan dibelinya marker ini, Joshua jadi lebih mudah menulis di Elfin Book. Dengan menulis di buku yang bisa dihapus, tentunya gak buang-buang buku lagi kan. Ujung-ujungnya hemat di kantong juga ramah lingkungan karena ga buang-buang kertas.

Pegang pulpennya belum bisa dikoreksi, jadi lebih mudah menulis pakai marker

Sebenarnya ada banyak warna marker dan juga pulpennya. Tergoda mau beli segala warna, tapi dipikir-pikir lebih baik beli secukupnya. Awalnya mau beli dari aliexpress atau dari situs yang mengirim dari luar Thailand. Tanpa sengaja, ketemu iklan shopee di FB. Karena belum pernah belanja di Shopee, kami mencari dari Lazada Thailand saja. Cuma menunggu beberapa hari, pulpennya sudah sampai di rumah. Kadang-kadang iklan yang muncul di FB ada gunanya juga hehehe.

Mungkin bertanya-tanya berapa harganya? Kemarin ada banyak variasi harga. Tapi yang kami beli untuk marker 6 warna harganya 300 baht, untuk ballpoint 3 warna harganya 285 baht. Ada lagi selain pulpen dan marker, yaitu highlighter, tapi saya gak beli karena ga merasa butuh.

Saya kurang tahu, apakah pemakai pilot Frixion ini aware dengan kemampuan menghilangnya tulisan dengan produk ini apabila kepanasan selain basah. Kalau buat saya, utamanya ya untuk menulis di ElfinBook saja. Kalau misalnya untuk menulis diary, bisa-bisa kalau salah nyimpan bukunya, lalu bukunya kepanasan, daaan kita ga bisa baca lagi pas mau membaca ulang tulisan kita.

Mungkin akan ada yang bertanya-tanya: jadi pilot Frixion ini cuma berguna kalau mau menulis di buku yang tahan basah? Jawabnya tidak, bisa saja kita pakai untuk dibuku mana saja, asal kita aware kalau bukunya kepanasan ada kemungkinan tulisannya suatu hari akan menghilang. Kalau tujuan kita memang ingin membuat catatan sementara dan justru berkeinginan supaya tulisan itu akan hilang setelah beberapa waktu, penggunaan pulpen ini akan sangat berguna. Setelah kita ingin menghapus isinya, kita bisa biarkan bukunya di mobil kepanasan. Biasanya panasnya mobil itu cukup panas untuk membuat tulisan menggunakan pilot Frixion dari buku biasa menghilang.

Oh ya, kenapa beli pulpen banyak kalau Joshua pakai marker? karena ballpoint merahnya buat saya koreksi kerjaan homeschool Jonathan. Yang biru dan yang hitam buat saya dan Jonathan pakai. Jonathan menulis jurnalnya juga menggunakan pulpen Pilot Frixion.

Awalnya waktu dia mau nulis, dia ga menemukan pinsilnya, jadi saya kasihlah pulpen yang ada di dekat saya yang kebetulan adanya pulpen Pilot Frixion. Nah ternyata karena ujung pulpennya cukup kecil, tulisan Jonathan bisa lumayan rapih, selain itu kalau dia salah menulisnya masih bisa dihapus dan ditulis ulang dengan cukup bersih. Tentunya saya ga boleh lupa untuk memfoto tulisan Jonathan di jurnalnya secara berkala, buat jaga-jaga kalau bukunya tiba-tiba kena panas matahari dan isinya hilang.

Penjelasan DNS Flag Day

Tanggal 1 Februari nanti akan ada perubahan bersangkutan dengan DNS (Domain Name System). Secara singkat: berbagai domain yang terdaftar di berbagai DNS server yang tidak compliant dengan standar EDNS akan bermasalah sejak tanggal itu. Sebagai user: kemungkinan beberapa domain menjadi tidak bisa diakses sejak tanggal tersebut (atau beberapa hari/minggu setelahnya).

Sayangnya penjelasan singkat tersebuttidak cukup dan bikin penasaran banyak orang: sebenarnya apa sih yang akan terjadi? Saya coba cari sekilas belum ada penjelasan dalam bahasa Indonesia yang mudah dimengerti, jadi saya akan mencoba menjelaskannya di sini. Sebelum masuk ke penjelasan flag day ini, saya akan mulai dulu dengan penjelasan singkat tentang DNS dan sedikit sejarahnya karena ini ada hubungannya dengan masalah saat ini.

Apa itu DNS?

Pada Internet Protocol (IP) ketika sebuah program melakukan koneksi ke sebuah server berdasarkan nama, maka diperlukan proses translasi dari nama menjadi alamat IP. Proses translasi ini dulunya hanya memakai file teks (hosts.txt) ketika internet belum besar. Sampai sekarang pun ini masih didukung berbagai sistem operasi dengan file hosts.

Ketika jumlah domain makin banyak, maka diperlukan sistem baru. Mulai tahun 1983 sudah dibuat standar DNS (RFC 882 dan RFC 883), dan pada tahun 1984 software berdasarkan standar tersebut sudah mulai dibuat (namanya BIND). Kemudian pada tahun 1987 dibuat standar baru (RFC 1034 dan RFC 1035) menggantikan standar pertama.

Sebenarnya cara kerja DNS cukup sederhana: daripada semua nama dikelola satu pihak, biarlah dikelola masing-masing pihak dengan hierarki tertentu. Kenapa bentuknya hierarki seperti ini? Setiap level dari hierarki ini bisa diatur oleh sebuah otoritas untuk nama tersebut. Saya ambil contoh sebuah universitas ITB yang memiliki banyak jurusan.

  • Tiap jurusan bisa punya subdomain sendiri (misalnya if.itb.ac.id untuk informatika)
  • Tiap jurusan bisa memiliki DNS server sendiri, supaya bisa menambah/mengubah subdomainnya sendiri (tidak perlu repot lapor ke universitas)
  • Di level itb.ac.id perlu diset, bahwa NS record untuk if.itb.ac.id ditangani oleh server tertentu di jurusan informatika

Ini berlaku untuk semua domain, bukan hanya domain organisasi seperti itu. Ketika kita mencari apakah IP untuk sebuah domain blog.compactbyte.com, maka pertama yang dilakukan adalah:

  • Mencari tahu server mana yang menangani .com. Untuk pertanyaan paling atas ini bisa ditanyakan ke root name server (ada beberapa di dunia ini). Kita akan mendapatkan daftar server-server (bisa lebih dari satu) yang menangani domain .com
  • Kita bisa bertanya ke salah satu server tersebut: mana server yang menangani compactbyte.com?
  • Kita bisa bertanya ke server yang menangani compactbyte.com: apa alamat untuk blog.compactbyte.com

Proses di atas dinamakan resolving, dan proses selangkah demi selangkah dari titik atas itu disebut recursive resolving. Tentunya kalau saya membuat program, saya tidak akan menulis sendiri kode untuk melakukan resolving. Sudah ada library resolver yang akan melakukan semua proses di atas.

Server-server di atas memiliki daftar seluruh domain .com di dunia

Sebenarnya dalam dunia nyata, proses seperti itu tidak benar-benar dilakukan karena lambat, tiap kali ingin pergi ke facebook, harus mencari dulu di root server mana yang menangani .com, lalu mana yang menangani facebook.com dst. Dalam praktiknya: kalau sudah tahu nama domainnya, hasilnya akan dicache. Jadi setiap kali proses tidak perlu lagi bertanya ke root server untuk .com karena jawaban sudah dicache.

Supaya lebih efektif biasanya kita memakai sebuah server DNS publik. Ini biasanya dari ISP tapi bisa juga memakai milik Google (8.8.8.8), Cloudflare (1.1.1.1), dan masih banyak lagi. Ketika kita bertanya ke DNS milik ISP kita, maka biasanya jawaban bisa instan karena banyak orang mengakses situs yang sama dan jawabannya masih diingat (dicache). DNS server semacam ini disebut sebagai “caching server“.

Artikel di Wikipedia memberikan gambar yang lebih real mengenai proses ini. Ketika kita bertanya ke DNS milik ISP, maka server tersebut bisa bertanya ke server DNS lain, atau melakukan sendiri proses rekursif yang saya jelaskan di atas untuk mencari IP sebuah domain.


Di dalam server DNS, catatan pemetaan nama ke IP disimpan sebagai sebuah record. Tepatnya lagi ini disebut sebagai address record (singkatnya satu huruf: A). DNS juga memiliki berbagai record lain. Contoh record lain adalah mail exchanger (singkatnya MX) untuk mengetahui server mana yang digunakan untuk menangani email. Kenapa harus ada banyak record? karena kegunaannya berbeda-beda. Contohnya dengan adanya record MX yang terpisah dari record address (A) maka kita bisa punya email yang dihosting di server lain (misalnya Google) dan tidak harus di server kita sendiri.

Saya juga akan menjelaskan sedikit apa yang terjadi waktu kita membeli domain. Domain kita akan didaftarkan di server TLD. Lalu biasanya tempat kita membeli domain akan mengeset otomatis name server ke server milik registar tempat kita membeli. Ini bisa kita ubah agar memakai server lain, misalnya server sendiri atau Cloudflare

Blog ini memakai cloudflare

Beberapa hal yang perlu diketahui adalah:

  • Di dalam mesin (PC/Mobile) ada software resolver
  • Dalam server DNS juga ada resolver untuk bertanya pada server DNS lain
  • Software di berbagai server ini bisa berbeda (tidak hanya ada satu software server DNS, ada banyak, dan masing-masing ada banyak versi)
  • Satu server DNS bisa menangani banyak domain

Extension Mechanism for DNS (EDNS)

Spesifikasi awal DNS kurang fleksibel sedangkan diperlukan banyak fitur baru untuk DNS baik itu untuk meningkatkan performance maupun security. Contoh masalah performance: pada sistem DNS lama ukuran paket yang bisa ditransfer maksimum hanya 512 byte via UDP. Dalam hal security: sebuah DNS server bisa dibajak dengan relatif mudah karena tidak ada signature atau tanda tangan digital yang menyatakan bahwa record yang terdaftar adalah benar adanya.

Pada tahun 1999 diperkenalkanlah Extension Mechanism for DNS. Kemudian standar ini diperbaiki lagi tahun 2013. Jadi EDNS ini sudah dicetuskan 20 tahun yang lalu. Mekanisme EDNS ini backward compatible dengan DNS. Di atas EDNS ini dibangunlah berbagai teknologi baru seperti DNSSEC (Domain Name System Security Extensions).

Untuk mengetahui apakah sebuah server DNS kompatibel dengan EDNS, maka ini yang dilakukan:

  • Resolver akan menanyakan record OPT yang tidak dikenali oleh DNS server lama
  • Server lama (tidak mendukung EDNS) akan mengabaikan OPT, dan menjawab record yang bisa dijawab
  • Server yang baru (mendukung EDNS) akan menjawab bahwa OPT didukung

Sejak diciptakannya, DNS sudah menjadi sistem yang sangat kompleks, dengan 185 RFC yang total halamannya lebih dari 2000 halaman jika dicetak. Ini membuat detail DNS sulit dipahami, dan banyak orang tidak mau pusing memakai software baru yang mendukung berbagai fitur DNS, selama semuanya masih berjalan normal. Ini salah satu alasan kenapa orang tidak mengupdate semua ke server versi terbaru.

Masalah EDNS

Sekarang masalahnya adalah: ada server yang tidak menjawab jika ditanya dengan record OPT, atau jawabannya tidak benar (silakan lihat presentasi ini untuk berbagai jawaban yang salah). Sebenarnya yang diharapkan cuma ini:

  • Kalo kamu mendukung EDNS, jawab yang tegas dengan benar
  • Kalo kamu tidak mendukung EDNS, jawablah bahwa tidak mendukung EDNS

Banyak server yang jawabannya tidak jelas, atau bahkan tidak menjawab. Untuk mengatasi ini, resolver DNS harus bekerja ekstra (istilahnya untuk akal-akalan ini adalah workaround): Jika server ditanya dengan protokol EDNS dan menjawab dengan sempurna, maka diasumsikan server tersebut memang mendukung EDNS. Tapi jika ternyata tidak mendukung, maka ditunggu dulu sampai timeout, terus dicoba lagi ditanya pakai protokol DNS lama (dan kadang tidak menjawab juga, tunggu lagi sampai timeout).

Proses ini tentunya membuat lambat proses resolving. Karena sudah lama sekali standar ini diperkenalkan, maka diputuskan begini:

  • Mari kita stop workaroundnya: kalau jawaban server nggak standar, ya sudah ignore aja servernya (anggap sudah mati)
  • Mari kita buat internet lebih aman dengan mengadopsi standar baru

Kapan ini harus dilakukan? setelah dilihat bahwa sebagian besar (>90% server) sudah mendukung EDNS, maka diputuskan bahwa tanggal 1 Februari 2019 merupakan saat yang tepat. Berbagai DNS publik dunia akan menghentikan workaround yang dilakukan dan berbagai software yang tadinya mendukung workaround juga akan diupdate.

Flag Day

Kenapa namanya flag day? nama ini sifatnya historis. Dulu ada perubahan definisi ASCII di sistem operasi Multics yang dilakukan di Flag Day (hari bendera amerika). Sejak itu istilah ini digunakan untuk perubahan besar pada sistem komputer.

Seperti dijelaskan di atas: software resolver ini ada di device (PC/mobile) kita, dan juga ada di DNS publik seperti ISP dan Google). Biasanya resolver di mesin (komputer/ponsel) kita hanya akan bertanya ke caching server lain di ISP atau DNS publik lain.

Pada flag day, resolver publik yang besar (seperti Google, Quad9, CloudFlare) akan mematikan support untuk workaround. Server DNS untuk domain tertentu yang tidak menjawab dengan benar akan dianggap mati. Sebenarnya yang diharapkan bukan semua server harus support EDNS, tapi harus menjawab dengan jujur dan benar support atau tidak support. Jika kita memakai salah satu server DNS publik tersebut (baik langsung maupun tidak langsung), maka kita akan gagal mengakses domain-domain tertentu.

Untuk sementara waktu, ketika ISP belum mengupdate softwarenya, mungkin situs tersebut masih bisa diakses, tapi setelah beberapa waktu, berbagai ISP di dunia akan mengupdate server/resolver mereka dengan versi terbaru dan akhirnya domain-domain tersebut akan tidak bisa diakses sama sekali jika software DNS pada server yang tercantum di nama domain tidak diupdate.

Sebagai catatan: bukan pemilik domain yang harus mengupdate software, tapi pemilik server DNS yang dipakai di domain tersebut. Jadi misalnya Anda membeli domain dari sebuah registrar dan memakai nameserver registrar, maka registrar tersebut yang harus mengupdate software DNS-nya. Alternatif lain adalah: pemilik domain bisa memakai server DNS lain yang sudah memakai software DNS terbaru.

Selain perubahan di DNS publik, ada juga perubahan kode pada berbagai library resolver dan server DNS, misalnya BIND supaya mendrop workaround. Contoh realnya perubahan kode yang dilakukan di BIND bisa dilihat di URL ini:

https://gitlab.isc.org/isc-projects/bind9/commit/615ebc39e39abd06e97131339cb508a8651ac65c

Apakah domain saya akan baik-baik saja?

Domain yang Anda miliki bisa dicek di situs https://dnsflagday.net. Jika hasilnya OK, maka sudah aman. Jika hasilnya STOP, maka ini sangat berbahaya, dan jika hasilnya SLOW maka sebaiknya setting server diperbaiki atau versinya diupdate. Sebelum panik, cobalah testnya sekali lagi, karena jika server sedang sibuk, kadang hasilnya bisa salah. Jika mengerti penggunaan dig, maka sebaiknya cek juga secara manual dari jaringan yang dekat dengan server (misalnya jika server di Indonesia, cek dari ISP Indonesia).

Ketika hasilnya SLOW atau STOP akan muncul link yang menjelaskan masalah detail eksaknya untuk domain tersebut. Jika situs Anda cuma diakses puluhan atau ratusan orang, response “SLOW” mungkin tidak apa-apa, tapi jika situs Anda sangat ramai, ya sebaiknya diperbaiki.

Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, sebagai pemilik domain, yang bisa dilakukan adalah:

  • Pindah name server ke yang sudah mendukung software terbaru
  • Menghubungi pemilik server DNS untuk mengupdate softwarenya

Jika Anda sekedar pemakai sebuah situs, Anda bisa juga memeriksa situs tersebut dan memberi tahu adminnya, supaya dia bisa melakukan perubahan yang perlu. Ini terutama untuk situs yang kecil/kurang populer karena situs besar biasanya sudah menangani ini.

Penutup

Kadang masalah tertentu sulit dijelaskan tanpa mengetahui detail teknis, dan DNS Flag Day ini merupakan salah satu contohnya. Semoga artikel ini cukup bisa menjelaskan. Secara umum: tidak perlu panik. Para admin mungkin harus bekerja ekstra keras, tapi persiapan DNS Flag Day ini sudah cukup lama, jadi harapannya semua akan berjalan lancar pada tanggal yang ditentukan nanti.

Pengalaman Pemilu di Luar Negeri

Hari ini dapat surat dari panitia pemilu luar negeri perwakilan Bangkok berisi bukti pendaftaran pemilih untuk pemilu 2019. Tahun ini merupakan kali ke-3 kami mengikuti pemilu di Thailand. Kalau diperhatikan, dari masa ke masa sepertinya kegiatan sosialisasi untuk pemilu bagi kami yang merantau ini makin lama semakin baik.

Bukti sudah terdaftar ikut pemilu 2019

Karena kami jauh dari Bangkok, kami memilih lewat surat suara yang dikirimkan melalui kantor pos. Biasanya di dalamnya selain surat suara juga disediakan amplop yang sudah berisi perangko untuk mengembalikan surat suara kembali ke Bangkok. Gak ada alasan deh untuk tidak bisa ikut pemilu karena tidak berdomisili di Indonesia.

Sosialisasi pemilu yang paling banyak informasinya itu tahun ini. Sebelumnya juga sudah cukup banyak, tapi mungkin dengan semakin mudahnya akses informasi melalui HP, panitia pemilu juga berusaha untuk memanfaatkan internet untuk penyebaran informasi dan juga mengontak per orang. Buat kami yang jauh dari kedutaan, panitia pemilu juga mendatangi kami untuk memberikan informasi secara langsung (siapa tau pada malas baca website hehehe).

Awalnya biasanya dihimbau untuk mendaftarkan diri secara online. Lalu kemudian kalau ada yang tadinya ragu-ragu mau daftar atau kelewat daftar, masih ada lagi pendaftaran susulan. Panitia pemilu juga secara aktif berusaha menanyakan keberadaan warga yang punya hak pilih untuk memastikan semua orang bisa menggunakan hak pilihnya.

Pemilu tahun ini akan diadakan serentak 17 April 2019 di wilayah Indonesia, tapi untuk masyarakat Indonesia yang di luar negeri, biasanya pemilu di kedutaan di adakan lebih awal dari jadwal di Indonesia. Yang dikirimkan via pos, menerima surat suara lebih awal lagi dari jadwal pemilihan di kedutaan. Jadwal penghitungan surat suara biasanya akan disamakan dengan penghitungan surat suara di Indonesia.

Seingat saya, selain memilih presiden, kami yang di luar negeri ini juga mendapat surat suara untuk anggota DPR Pusat. Saya juga ingat, pemilu 5 tahun lalu, karena ada serombongan mahasiswa sedang mengunjungi Chiang Mai, KBRI mengatur supaya mereka tidak kehilangan hak suara dan mengirimkan panitia pemilu dari Bangkok untuk datang membawa kotak suara dan jadilah kegiatan pemilihan dengan bukti mereka menunjukkan kartu identitasnya. Buat warga Indonesia yang di Chiang Mai waktu itu juga bisa memasukkan surat suara yang sudah mereka pilih ke kotak suara yang di bawa khusus tersebut, jadi tidak perlu dikirimkan lewat pos lagi.

Warga Indonesia di Chiang Mai tidak terlalu banyak, tapi ketika beberapa waktu lalu diadakan pertemuan untuk sosialisasi menghindari terdaftar sebagai pemilih ganda, yang datang kira-kira lebih 20 orang. Belum cukup banyak untuk membuat panitia pemilu mengirimkan petugasnya datang ke Chiang Mai membawa kotak suara.

Memilih dengan mengirimkan kembali via Pos sebenarnya lebih enak. Kita bisa dengan santai melihat surat suara lalu menimbang-nimbang siapa yang mau dipilih. Untuk memilih presiden mungkin gak butuh waktu lama untuk menimbangnya. Kebanyakan orang sudah bisa langsung menentukan pilihannya di masa kampanye ketika mendengarkan visi misi dan juga argumen dalam acara debat. Memilih wakil rakyat di DPR lebih sulit karena ga semua orang bisa ditemukan informasinya di google. Tapi sepertinya untuk tahun ini banyak juga caleg yang menyediakan banyak informasi melalui website ataupun media sosialnya.

Semoga acara pemilihan umum bulan April nanti berjalan dengan lancar dan siapapun yang terpilih bisa menepati janjinya dan membawa Indonesia lebih baik lagi dari sekarang, jadi kalau mudik ke Indonesia rasanya bisa lebih nyaman lagi deh. Ayo yang udah terdaftar sebagai pemilih, jangan sampai hak pilihnya gak dipakai ya.

Nonton TV Indonesia Online

Sebenarnya kami bukan orang yang sering menonton TV, terutama acara TV yang banyak iklannya. Sejak tinggal di Chiang Mai kami sudah terbiasa tidak menonton TV, apalagi siaran TV Indonesia. Tapi setiap kali baru pulang dari Indonesia, karena di sana biasanya selalu ada TV menyala, Jonathan jadi ikutan nonton dan kamipun terpikir untuk mencari tahu bagaimana supaya bisa menonton siaran TV Indonesia.

Waktu pertama kali mengetahui siaran TV Indonesia bisa ditonton dari internet (sekitar tahun 2008), rasanya senang sekali. Tapi setelah tahu, ya akhirnya tetap saja gak ditonton. Waktu itu masalahnya selain kami tidak terlalu merasa ingin menonton, juga nontonnya sering ada buffering dan terputus-putus. Daripada menonton acara terputus-putus, kami memilih menonton TV Series yang sudah di download hehehe.

Beberapa tahun lalu, kami juga memasang parabola di rumah atas permintaan eyang yang berkunjung ke Chiang Mai. Karena hiburan eyang ya nonton TV dan eyang tidak mengerti nonton acara TV Thailand, ya kami pun memasang parabola yang menghadap ke satelit yang menyiarkan siaran TV Indonesia. Seperti biasa, setelah eyang pulang, kami tidak lagi menonton acara TV Indonesia.

Beberapa kali setelah itu, setiap eyang datang, Joe harus mensetting ulang untuk mencari stasiun TV yang biasa di tonton eyang. Masalahnya, tidak semua siaran TV Indonesia berada dalam satelit yang sama, jadi hanya sebagian stasiun TV yang bisa kami tonton. Pernah juga kami merekam beberapa film Paw Patrol berbahasa Indonesia yang disiarkan di TV Indonesia, lalu Joe akan mengedit menghilangkan iklannya untuk ditonton anak-anak supaya mereka juga bertambah kosa kata bahasa Indonesianya.

Waktu pulang terakhir kemarin, Jonathan mengikuti beberapa film anak-anak yang diputar di AnTV dan juga menonton acara Killer Karaoke Indonesia. Waktu sampai di Chiang Mai, Jonathan meminta ke papanya supaya TV di sini bisa menonton siaran AnTV juga. Waktu Joe mencari tahu, eh ternyata siaran ANTV sudah pindah satelit, dan kami harus menggeser arah parabola kalau mau bisa menonton ANTV. Tapi ternyata, kami jadi menemukan kalau ternyata TV Indonesia sekarang ini sudah banyak live stremingnya di Internet dan bisa diakses secara gratis, jadi kami ga perlu susah payah lagi deh sekarang kalau mau nonton TV Indonesia.

hasil pencarian tv online Indonesia di google

Waktu saya memasukkan kata kunci tv online Indonesia ke Google, saya menemukan ada lebih dari 5 situs yang menyediakan jasa streaming TV Indonesia. Saya mencoba beberapa situs yang katanya nonton tanpa buffering. Pada dasarnya, nonton TV Streaming tergantung dengan kecepatan internet juga. Tapi yang saya heran, beberapa situs yang bilang sama-sama live streaming, tapi beda tayangannya bisa sampai lebih dari 2 menit. Karena saya mencobanya sudah tidak di Indonesia lagi, saya tidak tahu situs mana yang benar-benar live streamingnya sama persis dengan siaran TV dengan antena biasa. Kalau lagi nonton pertandingan siaran langsung sepak bola, bisa-bisa dengar tetangga bilang GOL duluan nih hehehe.

Dari berbagai situs yang dicoba, ada 1 situs yang cukup lancar di akses dan juga antar mukanya cukup gampang. Mereka juga membedakan antar muka untuk akses dari komputer atau dari handphone.

vidio dot com diakses dari handphone

Karena sekarang ini TV kami sudah terhubung dengan mini komputer untuk menonton Netflix, adanya layanan streaming TV Online ini juga mempermudah kami mengakses menonton TV Indonesia jika dibutuhkan. Parabolanya mungkin bisa diarahkan ke satelit mengakses siaran TV Thailand hehehe.

Mudah-mudahan situs-situs TV Online ini bisa bertahan lama. Saya lihat, selain menyediakan konten streaming TV Online, mereka juga menyediakan layanan mengupload video untuk subscribernya. Ada juga layanan berbayar untuk menonton channel TV/film tertentu. Kalau untuk kebutuhan menonton streaming saja, untungnya kita ga harus repot-repot login atau bayar dan semoga tetap seperti itu.

Review Brain Quest Deck (Flash Card)

Kali ini saya mau mereview flash card dari Brain Quest. Pertama membeli produk brain quest ini waktu Jonathan masih 2 tahun. Kami menggunakannya tidak terlalu rutin, tapi biasanya sebagai salah satu aktivitas sebelum siap-siap tidur. Flash card brain quest pertama yang kami punya tentunya untuk umur 2-3 tahun, dengan 350 pertanyaan yang berguna membangun vocabulary dari anak usia tersebut. 

Sebagian dari koleksi BrainQuest kami

Jonathan tergolong cepat berbicara dan mengerti banyak hal, dia senang sekali bermain dengan kartu-kartu brain quest ini. Biasanya dalam 1 box ada 2 set kartu, dan terbagi berbagai topik seperti topik bangun tidur, berpakaian, siap-siap berangkat sekolah, kegiatan di sekolah, ke taman, ke playground, di rumah bahkan sampai topik liburan. 

Brain quest ini memang menggunakan bahasa Inggris, tapi karena memang kami dari awal menggunakan 2 bahasa, Inggris dan Indonesia, Jonathan tidak ada masalah dan memang menambah banyak perbendaharaan kata-katanya dia. Setelah agak lama, Jonathan sempat bosan dan kami jadi lupa dengan kegiatan bermain dengan kartu Brain Quest ini.

Setelah Jonathan masuk sekolah, dia ingat dengan kartu Brain Quest yang dia punya dan minta dibelikan seri umur berikutnya. Waktu itu, ga selalu ada urutan umur berikut dari 2-3 tahun, jadi kami sempat skip membeli umur berikutnya 4-5 tahun dan 5-6 tahun. Setelah Jonathan bisa membaca, dia sering membaca sendiri pertanyaan dan jawaban yang ada di kartu. Kadang-kadang dia minta kami bacakan, dan semua pertanyaan yang ada dia bisa ingat jawabannya. Sekali bermain kami ga selalu membaca dari awal sampai akhir, paling ya 5 – 10 kartu saja.

Sejak Joshua mengenal huruf a,b,c dan tertarik dengan membaca, Joshua juga senang diajak bermain dengan Brain Quest. Perkembangan bicara Joshua berbeda dengan Jonathan, Joshua lebih memilih berbahasa Inggris daripada bahasa Indonesia. Setelah beberpa kali diajak tanya jawab dengan kartu brainquest, dia malah sering main sendiri dengan kartu-kartu yang ada. Dia seperti bisa membaca pertanyaan dan jawabannya sehingga kadang saya bertanya-tanya Joshua beneran bisa baca atau dia memang mampu menghapal tanpa pengertian 100 persen?

Karena Joshua suka juga bermain dengan kartu Brain Quest, kami melengkapi seri umur 3-4 tahun. Tapi sejak beberapa waktu lalu, Joshua ga berhenti dengan brainquest yang diperuntukkan sesuai umurnya, dia malah pengen baca juga punya Jonathan untuk kelas 1 dan kelas 2 (tapi kosakatanya sudah terlalu sulit, jadi dia sering minta kami bacakan saja).

Contoh pertanyaan dan jawaban kartu BrainQuest

Selain flash card, brain quest juga ada workbook, app di nintendo dan seri write&erase. Untuk workbook, kami tidak beli semuanya, kami beli hanya kalau Jonathan berjanji untuk mengerjakannya. App nya juga ada untuk grade tertentu saja. Untuk write&erase nya saya belum pernah menemukan di Chiang Mai, padahal kalau ada, pasti Joshua akan senang sekali hehehe.

Kami suka Brain Quest ini karena ukurannya kecil bisa dengan mudah dibawa-bawa di mobil. Pertanyaan dan jawabannya juga dikategorikan berdasarkan umur dan bisa dimainkan sedikit demi sedikit. Untuk anak yang tertarik baca seperti Joshua, kartu-kartu ini juga bisa dipakai untuk dia berusaha baca. Mungkin awalnya dia menghapalkan pertanyaan dan jawabannya, tapi sekarang saya perhatikan dia mulai mengerti dan berusaha merangkai huruf di mana saja untuk dia baca.

Kami menggunakan kartu-kartu ini bukan untuk mendrill anak dan harus hapal, tapi mengikuti apakah anaknya mau bermain atau tidak. Kalau misalnya mereka sedang tidak ingin tanya jawab ya kami bacakan buku yang lain saja. Tapi melihat bagaimana Jonathan dan Joshua bermain menggunakan kartu-kartu dan workbook dari Brain Quest, kami cukup senang karena mereka menganggap belajar itu bukan beban dan seperti menjawab teka-teki silang saja hehehe. Kartu dan workbook dari Brain Quest ini seperti investasi buku. Membantu anak untuk suka belajar tanpa beban dan tetap fun.

Review Mainan Tupperware Shape – O Ball

Saya baru tahu Tupperware memproduksi mainan juga setelah membeli bola yang berisikan puzzle bentuk-bentuk geometri ini. Waktu Jonathan masih 2 tahun, saya pernah melihat mainan seperti ini ketika sedang playdate di gereja, tapi saya tidak memperhatikan kalau bola biru merah ini merk tupperware.

Waktu Joshua masih bayi, saya gak sengaja menemukan mainan ini di sebuah toko barang bekas dari Jepang yang jualnya kiloan. Sempat pesimis kalau bentuk-bentuknya masih lengkap, tapi ternyata masih lengkap 10 puzzle bentuk di dalamnya. Serasa nemu harta karun deh.

Sejak Joshua masih belum bisa jalan, sekitar 1 tahunan dia sudah senang main dengan puzzle bola ini. Dia bisa main cukup lama dan berkali-kali walau sudah berhasil dia minta main lagi dan lagi.

Setelah agak lama saya perhatikan, baru saya melihat ada tulisan Tupperware di bola nya. Lalu saya juga baru mengamati, di dalam bentuk geometrinya ada angka dan titik-titik sejumlah angkanya. Kalau diperhatikan mereka berusaha membuat angka yang tercetak di dalamnya sejumlah sisi dari bentuk geometrinya. Mulai 1 untuk lingkaran dan 10 untuk bentuk bintang.

Selain bermain memasukkan puzzle ke dalam bolanya, Joshua juga berusaha menyebutkan nama bentuknya setiap kali sebelum memasukkan bentuk ke dalam bola.  Setelah dia mengenal angka, dia juga suka mengurutkan objeknya berdasarkan angka di dalamnya.

Barusan saya iseng membaca review benda ini, ternyata mainan ini merupakan mainan klasik dari puluhan tahun silam. Ada yang anaknya sudah berumur 30 tahunan dan mainan ini diwariskan ke cucuya. Kalau melihat dari material plastiknya memang cukup kuat, asalkan jumlah shapesnya nggak hilang, mainan ini memang bisa bertahan cukup lama.

Tapi sepertinya, daripada disimpan puluhan tahun, mainan ini akan saya donasikan atau dijual lagi saja. Lumayan kan bisa untuk beli mainan lainnya hehehe. Tapi untuk sekarang ini, walau mainan ini sudah terlalu gampang untuk Joshua mainkan, dia masih suka memainkannya cukup lama. 

Mainan ini selain mengenalkan bentuk dan angka, juga bisa dipakai untuk mengajarkan kata-kata buka, keluarkan, masukkan, urutkan. Ukurannya juga cukup besar dan tidak perlu kuatir di masukkan ke mulut, tapi juga tidak terlalu besar sehingga anak susah memegangnya. 

Kalau ada yang punya anak toddler dan bingung mau beliin mainan lagi, saya merekomendasikan mainan ini. Kalau bisa beli bekas saja, soalnya harganya barunya sepertinya cukup mahal. Asal bentuk-bentuknya masih lengkap, mainan ini masih cukup fun untuk dimainkan