Google Trip – Travel planner

Kami bukan traveler, tapi ya senang juga jalan-jalan sesekali. Trus kalau ada rencana travel itu, kebanyakan waktu habis untuk browsing menyusun rencana perjalanan dan tempat-tempat untuk dikunjungi. Karena kami bukan traveler sejati dan bawa anak masih kecil-kecil, kami berusaha realistis kalau menyusun rencana perjalanan itu dalam 1 hari untuk tidak terlalu banyak menargetkan mengunjuni banyak tempat. 

Sebelum berangkat ke HongKong bulan September yang lalu, karena banyak kesibukan sebelum berangkat dan terlalu banyak informasi yang perlu dibaca, saya udah pusing duluan dan menyerah hahaha. Joe menyuruh saya menginstal aplikasi Google Trip di HP saya, dan aplikasi ini sangat bermanfaat untuk menyeleksi informasi yang terlalu banyak sebelumnya.

Tadinya saya sudah hampir lupa dengan aplikasi Google Trip ini, tapi karena ada rencana mau jalan-jalan dengan teman-teman di sini ke Chiang Dao (yang sebenarnya dekat dari Chiang Mai tapi kami belum pernah kunjungi), jadi teringat lagi dengan aplikasi ini. Bisa saja sebenarnya googling untuk mencari tempat menarik untuk dkunjungi, tapi ada terlalu banyak hasil pencariannya dan lagi-lagi saya jadi ga fokus.

Google Trip ini menambahkan data perjalanan kita secara otomatis dari  Gmail kita. Waktu menginstalnya pertama kali, semua pesanan tiket pesawat yang sebelumnya (dan memang gak pernah saya hapus) muncul dalam daftar trips saya. Jadi bisa ingat lagi, kapan aja kami pulang ke Indonesia, atau kapan kami travel ke kota lain.

Selain trip yang di ekstrak otomatis dari email pesanan pesawat dan hotel, sebenarnya kita bisa juga menambahkan sendiri tujuan wisata kita untuk membaca-baca atau merencanakan apa yang mau dilakukan dan dikunjugi. Kalau kita sudah membuat tujuan perjalanan kita, ada pilihan untuk mengunduh semua informasi yang kita butuhkan. Pilihan ini tentunya untuk memudahkan kalau misalnya di tempat tujuan kita tidak ada internet.

Untuk setiap kota tujuan, selain bisa melihat nomor pemesanan tiket pesawat ataupun hotel, kita juga bisa membaca-baca apa saja hal-hal yang bisa dilakukan di kota tujuan, usulan rencana perjalanan, kupon diskon dan juga daftar restoran untuk makan dan minum. Semua informasi yang tersedia ini sebenarnya hampir mirip dengan membaca trip advisor, ataupun mencari di google. Bedanya semua sudah dikategorikan dan di filter, jadi bacanya juga enak. Informasi sebuah tempat juga dilengkapi dengan review dan peta lokasi yang kalau kita pilih langsung bisa dibuka di google maps.

Biasanya, kalau lagi mau traveling, email konfirmasi pesanan akan saya forward juga ke Joe (dan sebaliknya), dengan aplikasi Google Trip kita bisa juga membagikan informasi pemesanan. Kalau yang kita kirimkan menginstall aplikasi ini di HP nya, dia akan bisa membaca informasi yang sama dengan yang kita lihat. Nantinya kita bisa juga menyimpan lokasi yang kira-kira menarik untuk dikunjungi, atau bahkan membuat rencana perjalanan harian sendiri ditambahkan ke dalam aplikasi ini.

Akhir tahun ini kami juga ada rencana pulang ke Indonesia, belum tau juga apakah sempat banyak jalan-jalan selama di Indonesia. Tapi nanti kalau lagi santai, jadi bisa baca-baca siapa tahu ada informasi menarik mengenai tempat-tempat untuk dikunjungi atau makanan yang direkomendasikan. Karena aplikasi ini mengumpulkan data dari internet, kebanyakan yang akan muncul itu kalau memang ada yang menuliskannya di internet. Semoga ada banyak orang yang rajin menulis review soal tempat-tempat di Indonesia.

Musim Dingin di Chiang Mai

Hari ini, bangun pagi rasanya agak berbeda. Ternyata musim dingin sudah tiba. Musim dingin di sini merupakan waktu yang ditunggu-tunggu oleh kebanyakan orang. Awal kami di Chiang Mai saya ga kebayang apa yang dimaksud dengan musim dingin di sini, karena di Indonesia dulu musim dingin itu disertai dengan hujan. Di Bandung juga hawanya sejuk, tapi ya kadang cuma pagi hari doang, dan ketika kami meninggalkan Bandung sebelum ke sini, Bandung sudah ga terlalu sejuk lagi.


Kami diberitahu kalau di Chiang Mai musim dingin itu berbeda dengan musim hujan. Akhirnya setelah mengalami kami jadi mengerti, kalau di sini walaupun hujan belum tentu dingin, dan biasanya sekitar November sampai Februari baru deh musim dingin yang tanpa hujan. Suhu udara memang jadi dingin berbeda dengan musim hujan. Tidak ada hujan tapi udara sehari-harinya sekitar 18 derajat celcius sampai 30 derajat celcius, dan akan ada hari-hari di mana bangun pagi itu 11 derajat dan rasanya susah banget buat bangun karena hawanya adem buat tidur. Matahari tetap bersinar terik, tapi udaranya dingin. Cuaca yang baik untuk jalan-jalan.


Jangan bandingkan musim dingin di sini dengan musim dingin di negeri bersalju. Di sini puji Tuhan ga ada salju, karena kadang-kadang ada masa beberapa hari di mana suhunya bisa berkisar 11 derajat celcius dan dingin sepanjang hari. Tahun lalu, waktu musim dingin yang lagi dingin banget begini, kepala saya pusing sangkin dinginnya. Dari pengalaman musim dingin di sini, saya jadi tahu kalau saya ga cocok di negeri yang mengalami dinginnya salju.


Karena musim dingin di sini gak seekstrim negeri bersalju dan sepanjang tahun umumnya panas menyengat, tentu saja kami ga prepare dengan pemanas udara. Pemanas air di kamar mandi sih ada, tapi untuk pemanas ruangan di sini bukan hal yang umum. Waktu beli AC harusnya bisa memilih AC yang punya pilihan mengeluarkan udara hangat selain udara dingin, tapi AC bawaan dari rumah yang disewa sering kali nggak punya fitur itu. AC di mobil kami cukup bisa menghangatkan mobil ketika di musim dingin, tapi sejauh ini AC di rumah kami cuma bisa mendinginkan saja.

Buat saya, musim dingin itu menyenangkan karena angka tagihan listrik bisa lumayan berkurang karena ga perlu nyalain AC lagi hahaha. Tagihan air juga berkurang karena mandi cukup 1 kali sehari hahaha. Dulu kalau dibilang orang ga mandi tiap hari saya akan terheran-heran, tapi sekarang jadi ngerti kalau musim dingin kita ga keringatan dan rasanya walau ada air hangat di kamar mandi tapi ogah masuk kamar mandi sering-sering karena udaranya dingin begitu selesai mandi hehehe.

Musim dingin di Chiang Mai itu musim untuk jalan-jalan. Udara sejuk, tanpa hujan. Matahari cerah tapi ga keringatan. Bunga-bunga yang indah juga bermekaran. Di bulan Januari, ada tempat yang cukup dingin untuk bunga Sakura berkembang. Kalau ada yang pengen datang berkunjung ke Chiang Mai, semua orang selalu akan menyarankan datanglah di musim dingin. Orang asing yang tinggal di negeri 4 musim juga sangat senang dengan musim dingin di sini, karena musim dingin di sini ga ada apa-apanya dibandingkan negara mereka. Di musim dingin di sini akan terlihat pemandangan mencolok di mana orang lokal pake baju tebal berlapis dan scarf (karena ini waktunya tampil beda mungkin ya) sedangkan orang asing berbaju singlet dan celana pendek.

Suhu di Doi Inthanon

Secara geografis, Chiang Mai ini terletak di bagian utara Thailand. Di bagian selatan Thailand seperti Phuket dan Krabi atau di bagian tengah seperti Bangkok dan Pattaya tentunya tidak akan sedingin di Chiang Mai. Sedingin-dinginnya Chiang Mai, ada bagian Thailand yang lebih utara lagi yang lebih dingin lagi. Di titik tertinggi seperti Doi Inthanon udaranya bisa sangat dingin sampai embun paginya berbentuk es. Beberapa tahun terakhir, suhu udara di Doi Inthanon bisa mencapai dibawah nol derajat celcius. Beberapa tahun lalu kami pernah ke Doi Inthanon di musim dingin, rasanya memang lebih menggigil dibanding di Chiang Mai, padahal kami ke sana bukan di saat suhunya paling dingin.

Bunga sakura (di Thailand) hanya berbunga di musim dingin

Musim dingin sudah tiba, saatnya mengeluarkan baju-baju hangat yang selama ini tersimpan di lemari dan menyusun jadwal rencana jalan-jalan akhir pekan untuk menikmati udara segar di Chiang Mai. Kalau ada yang mau ke Chiang Mai, sekarang ini saat yang tepat. Di bulan November ini akan ada Festival Lentera dan Loy Kratong sekitar tanggal 20-23, masih ada waktu buat memesan tiket hehehe.

Pajak Mobil di Thailand

Sejak mulai menyetir mobil di Chiang Mai, saya jadi tahu ada layanan bayar pajak mobil drive thru di sini. Di Indonesia saya ga pernah nyetir dan ga pernah tau urusan pajak mobil hehehe. Kebetulan lokasinya dekat sekali dengan rumah kami waktu pertama sampai di Chiang Mai. Karena hari ini saya baru membayar pajak mobil tahunan dan prosesnya ga lebih dari 15 menit, saya jadi kepikiran menuliskan ini. Hal ini merupakan salah satu hal yang bikin hidup lebih nyaman di sini.

Drive thru untuk bayar pajak mobil

Di Thailand, sebelum bayar pajak, setiap mobil yang berumur lebih dari 7 tahun harus diinspeksi dulu mesinnya. Proses inspeksi ini biasanya sekitar 10 menit. Setelah itu kita wajib membayar asuransi pemerintah yang di sini di kenal dengan nama Po Ro Bo. Asuransi wajib ini biayanya sekitar 600 baht. Karena mobil kami masih belum 7 tahun, tadi saya bahkan ga perlu turun dari mobil. Saya datang ke garasi yang menyediakan layanan pembuatan Po Ro Bo, lalu bilang mau bayar pajak mobil. Kurang dari 5 menit orangnya sudah selesai mencetak dokumen asuransi Po Ro Bo untuk dibawa ke bagian bayar pajak mobil

Tadi saya bikin Po Ro Bo di garasi seberang tempat bayar pajak, jadi dari sana saya tinggal bawa mobil melewati tempat drive thru dan menunggu giliran di dalam mobil saja. Di loket pembayaran ada tulisan kira-kira menyatakan waktu yang dibutuhkan untuk melayani 1 mobil itu sekitar 1 menit 45 detik. Wow banget ya, mereka bisa melayani banyak orang yang bayar pajak dalam 1 hari. Setelah sampai di loket, kita serahkan buku biru mobil dan bukti sudah memiliki Po Ro Bo, lalu kita diberi tahu berapa biaya yang harus dibayarkan. Biaya tiap mobil berbeda tergantung umur dan jenis mesin, untuk mesin kami Nissan Almera kami membayar 1070 baht per tahunnya. Untuk 5 tahun pertama harga pajak akan tetap, dan setelahnya akan ada penurunan harga sekitar 10 persen.

Buku biru dan stiker baru tahun 2562 = 2019 masehi

Buku biru di sini merupakan buku yang berisi informasi mengenai mobil dan pemiliknya. Setiap kali transaksi jual beli mobil, kita biasanya langsung ganti buku biru dan ganti nama pemilik.  Setiap bayar pajak juga akan ada catatannya di dalam buku biru ini. Stiker yang ditempel di kaca mobil berisi informasi bukti sudah membayar pajak dan kapan harus bayar pajak lagi. Angka besar yang tertera merupakan tahun dalam kalender Thai. Selain tahun itu ada informasi bulan dan tanggal expired dan nomor plat kita. Berbeda dengan yang saya ingat, di Indonesia orangtua saya ganti plat setiap 5 tahun, di sini kami ga pernah ganti plat tapi ya ganti stiker.

Stiker tanda bayar pajak



Setelah kita bayar pajak mobil, kita akan diberikan stiker yang harus ditempelkan di depan kaca mobil. Stiker ini untuk memudahkan polisi mengecek ketika ada razia. Pernah satu kali kami sudah bayar pajak, tapi Joe lupa belum ganti stikernya dan pas ada pemeriksaan. Akibatnya harus bayar denda deh karena stikernya juga ketinggalan di rumah. Dendanya juga lumayan, 500 baht. Denda nya bisa bayar di tempat, atau transfer di Bank. Joe waktu itu memilih bayar di tempat, daripada repot nyari banknya dan antri lagi di bank.

Kalau di Indonesia sekarang ini gimana ya kira-kira pembayaran pajak kendaraan bermotornya. Ada ga sih layanan bayar drive thru begini. Urusan bayar pajak jadi mudah dan ga makan waktu lama dengan pelayanan drive thru begini.

Phone Holder di Mobil

Sejak dulu, nyari tempat meletakkan handphone di mobil supaya gampang untuk melihat google map sambil nyetir. Kadang-kadang ya biar ga repot juga kalau misal lagi nyetir tau-tau telpon bunyi, bisa tau siapa yang nelpon dan apakah penting atau tidak untuk segera minggir angkat telepon.

Bisa main pokemon kalau macet

Untuk masalah terima telepon sambil nyetir, sudah pernah juga pake bluetooth earphone, tapi kadang lupa memakainya dan seringnya bluetooth earphonenya akhirnya rusak karena lupa di charge. Belakangan akhirnya nemu beberapa alternatif supaya bisa meletakkan handphone dengan mudah dan terutama bisa lihat google map kalau dibutuhkan. Kalau ada telepon masuk juga bisa terima telepon dengan aktifkan speaker phone dan tangan tetap ga terganggu bisa nyetir seperti biasa.
Magnet di air vent

Phone holder favorit sekarang ini model magnet yang diletakkan di air vent/ac di tengah mobil. Untuk memakainya, di belakang handphone kita harus memakai besi yang nempel ke handphone. Kepingan besi seperti koin yang sangat tipis ini cukup murah, phone holder magnet nya juga sangat kecil.

Bulatan logam
Beli 5 seharga sekitar 12 ribu rupiah


Kelemahan dari benda ini, setiap handphone harus ditempelin koin besi yang nempel ke magnet supaya bisa memakai phone holdernya. Tapi buat saya dan Joe hal ini ga jadi masalah karena kita bisa membeli koin besinya yang sudah ada stickernya untuk ditempel ke handphone sekaligus beberapa dengan harga cukup murah.

Model  pertama pakai penjepit yang agak merepotkan

Dulu, sebelum menemukan benda ini, saya pakai model jepit yang di air vent maupun yang bisa diletakkan di kaca mobil ataupun di dashboard dengan menggunakan suction. Kelemahan dari benda model ini, kadang-kadang jepitannya sangat pendek, dan kalau kita pakai case untuk handphone kita, jepitannya kurang kuat dan handphone bisa terlepas. Atau seringkali yang terjadi, waktu saya memasang handphone di phone holder, phone holdernya tepat berada di tombol off untuk handphone saya, dan handphone saya jadi mati atau kadang-kadang jadi menyalakan kamera.

Situasinya, masuk mobil kita pengen langsung meletakkan handphone di phone holdernya, tapi kalau dengan model yang lama, saya harus menggunakan 2 tangan untuk meletakkan handphone dan juga seringnya butuh tenaga untuk membuka penjepitnya dan tau-tau handphonenya lepas atau handphone mati, rasanya kalau lagi buru-buru mengesalkan sekali. Dengan phone holder yang model magnet, saya masuk mobil bisa langsung letakkan handphone di phone holdernya dengan cara mendekatkannya dan langsung nempel deh, tanpa drama handphone mati ataupun kamera nyala tanpa sengaja.

Ngomong-ngomong, kesannya tulisan ini lagi iklan ya haha, nggak kok, saya tidak sedang mengendorse merk tertentu, saya cuma berbagi pengalaman setelah gonta ganti berbagai phone holder baru nemu phone holder yang paling cocok dengan magnet dan koin besi. Siapa tau ada yang mengalami masalah yang sama dengan saya setiap kali masang handphone di phone holder model jepit hp mati ataupun terlepas karena hp terlalu tebal oleh case. Waktu saya pakai hp model asus zenphone, hp nya sangat tebal dibanding hp biasa, dan juga terlalu berat untuk beban phone holder hitam jepit. Akhirnya saya beli phone holder jepit yang putih dengan suction. Masalah dengan suction, karena saya tempel di kaca mobil, kadang-kadang daya suctionnya tiba-tiba melemah dan phone holder lepas. Masalah handphone mati karena kejepit dibagian tombol off juga sering terjadi seperti kejadian dengan penjepit versi sebelumnya.

Kelemahan phone holder magnet yang ditempel di air vent ini juga ada, kadang-kadang kalau kita masangnya ga terlalu bagus di air vent, waktu kita berhenti dan mau ambil handphonenya, phone holdernya ikut terlepas. Tapi masalah ini bisa terjadi juga dengan model pertama. Tapi masalah ini ga terlalu mengesalkan seperti masalah handphone mati. Masalah lain, kalau hp kita model yang agak berat, bisa jadi hp kita terlepas dari magnetnya kalau ada jalanan yg tidak rata dan mobil agak kencang.

Model jepit lain yang juga repot, plus suctionnya sering lepas

Baru-baru ini, saya baru tahu juga ternyata ada phone case yang langsung ditempelin koin besi di belakangnya dan dilengkapi dengan ring untuk membuat hp bisa diletakkan berdiri juga. Saya pernah 2 kali beli ring yang di tempel di belakang handphone, tapi tempelannya gampang lepas.

Dengan adanya tempelan besi koin yang sekarang, saya juga bingung kalau mau tempelin ring di mana sebaiknya, akhirnya Joe nemu ternyata ada phone case yang sudah dilengkapi dengan ring dan besi untuk tempelan ke phone holder magnet. Senangnya 3 kebutuhan terjawab dengan 1 benda. Case, koin besi untuk phone holder dan ring untuk meletakkan handphone supaya bisa berdiri.

Saya kagum dan berterimakasih, ada aja yang kepikiran buat bikin aksesori yang dibutuhkan pengguna Handphone. Kemarin waktu cerita ke sepupu saya, ternyata dia belum belum tau ada phone holder model magnet. Nah karena ada yang belum tau, maka saya tuliskan saja di sini, siapa tau udah kesel dengan phone holder jepit yang sering bikin handphone mati seperti sebelumnya yang saya alami hehehe.

Kesalahan informasi dari penjual

Dulu tiap mau beli hp atau gadget, saya sering menghabiskan waktu lama buat nanya sama penjualnya. Tapi belakangan kebiasaan Joe menular ke saya untuk mencari tahu spesifikasi dan review dari internet dan kalau emang sudah yakin tinggal ke toko untuk membeli supaya ga perlu menunggu dan mendapat garansi lokal. Bagusnya mencari sendiri di internet kita bisa menemukan lebih dari 1 sumber dan tidak akan terjebak dengan ketidaktahuan penjual. Ini salah satu contoh penjual yang tidak mengerti barang yang dia jual dan membahayakan pembelinya. Ini spesifikasi car seat untuk bayi yang dia tulis dalam deskripsi produk, sepertinya copy paste tanpa mengerti maksudnya

image

Di atas disebutkan car seat untuk newborn sampai 24 bulan dan berat 20 kg, di situs lain untuk benda yang sama saya temukan carseat untuk sampai usia setahun dan berat 13 kg. Rata-rata car seat untuk bayi baru lahir model infant carseat merk lain bisa sampai 13 kg, saya pikir oke mungkin dia salah copy paste. Di deskripsi itu juga disebut posisi car seat rear facing alias hadap belakang dan disebutkan untuk tidak memposisikan car seat di kursi depan terutama yang ada airbagnya.  Lalu saya membaca bagian diskusi mengenai car seat ini antara penjual dan calon pembeli. Saya kaget banget karena penjualnya konsisten ga ngerti arti dari rear facing.

image

image

Saya sengaja memblurkan identitas toko maupun merk car seat nya karena tulisan ini sekedar buat mengingatkan kita untuk selalu mencari informasi sebelum membeli. Kalau kita tidak hati-hati, memakai car seat justru membahayakan buah hati kita.

Internet di Chiang Mai

Sekedar ingin mengupdate info mengenai situasi dan biaya internet di Chiang Mai. Dulu waktu ke sini tahun 2007, kami memakai Maxnet (1 mbps download/512 kbps upload), dengan harga 1000 baht/bulan. Sekarang kami memakai 3BB (maxnet berganti nama jadi 3BB) dan dengan biaya yang sama, kami mendapat speed download 13 mbps, upload 1 mbps

Peningkatan yang terjadi secara bertahap, dengan biaya yang sama, speed kami naik dari 1 mbps, ke 2 mbps, 4 mbps, dst. Sayangnya tidak pernah kami catat peningkatannya dalam posting blog. Tapi kami tidak perlu melakukan apa-apa untuk mendapatkan speed baru, tidak seperti beberapa provider di Indonesia, yang punya paket baru dan hanya diberikan ke pelanggan baru, sementara pelanggan lama harus minta paketnya dipindahkan.

Kecepatan yang diterima ini benar-benar sesuai yang dijanjikan. Jadi dengan 10mbps, menggunakan torrent kami bisa mendapatkan kecepatan 1 megabyte per detik (jadi film seri berukuran 300 mb akan selesai sekitar 5 menit). Kecepatannya cukup stabil sepanjang hari (pernah menginstall MRTG untuk memonitor ini). Tentunya tidak sepanjang hari untuk jalur internasional, tapi most of the time kecepatannya sesuai. Untuk server lokal (misalnya mirror Debian), kecepatannya hampir selalu maksimum.

Sekarang juga sudah mulai ada internet via fiber (fftx), tapi masih terbatas wilayah tertentu, dengan sekitar 1200 baht per bulan, mendapat 30 mbps downlink dan 3 mbps uplink (ini tarif home use, untuk bisnis, tarifnya 6500 baht/bulan). Beberapa provider menarik fiber ke beberapa titik lalu menggunakan wifi untuk meneruskan ke tempat pelanggan.

Kami tidak terlalu ingat harga internet via seluler ketika sampai di sini, kami cuma ingat bahwa biayanya mahal sekali (terutama paket unlimitednya). Band yang dipakai di sini juga tidak standar, jadi HP dari Indonesia hanya bisa mengakses 2G, baru beberapa bulan yang lalu semua provider switch ke band standar 3G 2100 Mhz. Beberapa bulan sebelum perpindahan itu, internet unlimited via seluler sudah cukup murah. Sekarang yang paling murah: 299 baht unlimited, dengan speed 42 mbps untuk 500 mb pertama dan 128 kbps setelahnya.

Salah satu hal yang membuat kami senang di kota ini adalah internetnya, dan sepertinya situasinya terus membaik. Semoga suatu saat Indonesia juga bisa semakin membaik.

Fish Spa

Pertama kali tau soal fish spa ini di film Ugly betty. Alkisah salah seorang tokoh ingin memiliki kaki yang baguuuus, jadi dia merelakan dirinya digigitin ikan. Lalu beberapa waktu lalu melihat di chiang mai ada juga tanda fish spa. Jadi penasaran rasanya kayak apa sih. Kebetulan kulit mati di kaki saya sudah waktunya dibersihkan hehehe.

Begitu kaki dicelupkan, ikan-ikan langsung datang rebutan

Ikan pada rebutan

Lanjutkan membaca “Fish Spa”