Editor Blok di WordPress

Hari ini saya ingin menuliskan petunjuk singkat untuk membiasakan diri menulis di Editor Blok di WordPress. Tulisan ini terinspirasi dari hal-hal yang sering ditanyakan oleh teman-teman saya di grup DrakorClass.

wordpress editor blok
Editor Blok di WordPress

Sebagian besar dari kontributor DrakorClass selama ini menulis di blogger.com, sebagian lagi menggunakan WordPress tapi sudah terlalu terbiasa dengan editor klasik yang tampilannya mirip dengan MS Word jaman dulu. Editor blogger juga mirip dengan editor klasik.

Editor Klasik WordPress

Kalau bukan karena ada beberapa teman yang menyebutkan fakta ini, saya lupa kalau bertahun-tahun saya menggunakan editor klasik. Adaptasi menggunakan editor blok memang sangat mudah kalau sudah membiasakan diri, sehingga lupa dengan editor sebelumnya, hahaha.

Secara otomatis, WordPress sekarang ini akan menggunakan editor blok. Kita bisa saja menginstal plugin untuk tetap bisa menggunakan editor klasik, tapi seiring dengan perubahan teknologi editor, saran saya sih tidak ada salahnya mencoba membiasakan diri untuk menggunakan editor blok yang baru.

Editor klasik memang cukup untuk tulisan yang isinya hanya teks dan gambar. Tapi untuk tulisan yang ingin menempelkan media video atau suara dan bukan hanya gambar biasa, editor blok akan sangat mempermudah peletakan objek media dan teks dalam tulisan kita.

Berikut ini hal-hal yang sering ditanyakan oleh teman-teman saya yang tidak terbiasa dengan editor blok.

Menambahkan Blok Heading

heading di editor klasik
Mengubah paragraph menjadi heading di editor klasik

Setelah mengetahui gunanya heading dalam tulisan, berikutnya tentunya harus tahu bagaimana membuat format heading? Kalau di editor klasik, kita bisa mengubah heading dengan mengubah paragraph menjadi heading yang diinginkan. Bagaimana menambahkan heading di editor blok?

klik pada tanda plus dan pilih Heading

Alasan editor ini dinamakan editor blok adalah karena semua objek teks, heading, image, list, media dianggap sebagai sebuah blok yang propertinya nantinya bisa diganti lagi di setting block.

Untuk menambahkan heading, tentunya yang perlu dilakukan adalah mengklik pada tanda plus yang terlihat di editor yang menyatakan tambahkan blok. Lalu pilih blok Heading. Maka keseluruhan yang kita ketik pada blok itu akan menjadi Heading. Setelah selesai menuliskan heading, kita ganti baris baru, otomatis akan kembali menjadi paragraf biasa.

Mengubah Format Blok

Kadang-kadang, kita sudah mengetikkan judul headingnya dalam format paragraf, lalu kita ingin mengubahnya menjadi Heading. Cara ini bisa dilakukan dengan mudah. Kita tinggal pilih blok yang ingin kita ubah, lalu kita ganti menjadi blok Heading.

Mengubah blok paragraf menjadi blok Heading

Mengubah blok hanya bisa dilakukan untuk blok dalam kelompok yang sama. Misalnya paragraf bisa diubah menjadi heading, list, quote, dan sebagainya. Nantinya blok gambar atau media juga bisa diubah menjadi blok yang memanipulasi gambar dan media.

Mencari blok

Berikutnya, untuk menambahkan blok lainnya, caranya sama saja dengan menambahkan blok heading. Kalau blok yang kita butuhkan tidak kita temukan, kita bisa pilih browse all dan scroll ke bawah, atau kita bisa langsung ketik nama blok yang kita butuhkan.

Setiap kali kita mendekatkan pointer ke sebuah blok, akan diperlihatkan contohnya. Misalnya ketika memilih heading, akan diperlihatkan contoh Heading itu seperti apa dan penjelasan tentang heading itu sendiri. Kalau sudah bisa mencari blok, selanjutnya tinggal mencoba-coba saja ada blok apa saja sih di editor WordPress ini.

mencari blok yang tidak terlihat iconnya

Image dan Gallery

Satu hal yang juga sering ditanyakan oleh teman-teman saya adalah bagaimana menambahkan gambar? Penambahan gambar ini ada beberapa jenis, tapi yang paling sering dipakai itu adalah menambahkan image atau menambahkan gallery.

Image

Pilih blok image, jika kita hanya ingin menggunakan 1 gambar saja. Kita perlu untuk mengupload terlebih dahulu gambar yang diinginkan ke dalam media, atau menggunakan gambar yang sudah pernah kita masukkan ke media library sebelumnya.

Untuk menambahkan gambar, sebenarnya kita bisa langsung copy paste dari clipboard, atau drag and drop ke area gambar. Tapi, dengan cara ini biasanya file gambar tidak tersimpan dalam media library dan tidak bisa digunakan lagi jika ingin digunakan lebih dari 1 kali. Saya lebih suka untuk mengupload gambar ke media library.

Kita juga bisa menghubungkan WordPress kita ke Google Photos kita. Hal ini bisa jadi pilihan supaya tidak perlu mengupload ulang jika kita sering menggunakan gambar dari Google Photos.

Gallery

Pilih Gallery jika kita ingin menampilkan beberapa gambar yang bisa disusun secara otomatis. Penampilan gallery ini nantinya bisa diatur apakah 1 gambar per baris, atau dibagi menjadi beberapa kolom.

menambahkan blok gallery

Pada penjelasan bagian blok image, saya menampilkan gambar berdampingan dengan memanfaatkan blok gallery di wordpress. Jika ada gambar lebih dari 2, saya juga tidak perlu pusing menyusunnya dan tinggal dimasukkan ke dalam blok gallery saja.

Menambahkan Featured Image

Theme yang terpasang di DrakorClass membutuhkan setiap post harus memiliki featured image. Untuk menambahkan ini bisa dicari dari bagian Settings Document.

Menambahkan featured image

Langsung saja klik Select Image, dan seperti halnya menambahkan gambar untuk blok Image dan Gallery, kita bisa mengupload gambar baru atau menggunakan yang sudah ada di media library.

Menjadwalkan Publikasi

Selanjutnya, setelah tulisan selesai, selain disimpan sebagai draft tentunya ingin dipublikasikan. Supaya setiap hari ada tulisan baru di blog, maka di saat ada banyak draft, kita bisa tidak langsung mempublikasikan saat itu juga. Caranya bagaimana?

Masih dari bagian Setting Document, kita ubah bagian Status & visibility-nya. Yang perlu diganti adalah bagian Publish dari Immediately menjadi tanggal dan jam yang kita inginkan untuk dipublikasikan lalu pilih Schedule…

Melihat Strukur Tulisan

Saya hampir lupa satu bagian yang juga perlu dilihat terutama untuk setoran ke KLIP. Untuk mengetahui jumlah kata dalam tulisan ini, kita lakukan dengan klik huruf i di bagian atas editor yang gunanya juga untuk melihat struktur tulisan. Dari situ kita bisa melihat apakah kita sudah menggunakan heading dengan baik, atau jangan-jangan kita menggunakan penomoran heading secara acak.

Klik pada huruf i untuk melihat informasi struktur tulisan

Penutup

Rencana membuat tulisan singkat, jadinya lumayan juga nih sambil nulis sambil nambahin gambar-gambar. Semoga saja cukup jelas nih tulisan buat teman-teman yang ingin membiasakan diri dengan editor blok di WordPress.

Masih banyak pelajaran seputar WordPress yang saya dapatkan dari kegiatan ngeblog bareng di DrakorClass, tapi untuk hari ini cukup segini dulu daripada pembacanya bingung.

Selamat mencoba!

2 thoughts on “Editor Blok di WordPress”

    1. Kayaknya ada batasnya juga sih. waktu cek pake seoptimer situs ini, aku dapat warning terlalu banyak H2 dalam 1 halaman yang didisplay, tapi aku blom cari tau lagi kenapanya

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.