Cerita Potong Rambut Joshua

Hari Minggu 28 Februari 2021, perlu dicatat dalam blog ini sebagai salah satu milestone buat Joshua yang akhirnya bisa potong rambut dengan anteng.

Setelah papanya dan Jonathan terlebih dahulu potong rambut 2 minggu sebelumnya, kami selalu bertanya apakah Joshua mau potong rambut juga. Dengan cara bertanya seperti ini, harapannya dia sudah mempersiapkan diri untuk tidak takut potong rambut.

Awalnya, ketika ditanyakan apakah besok mau potong rambut? dia jawab iya. Lalu keesokan harinya dia akan jawab nggak hari ini, besok saja.

Setelah dibesokin berkali-kali, papanya ganti strategi menanyakannya menjadi: hari Minggu potong rambut ya. Seperti biasa dijawab ok.

Hari Minggu tiba, Joshua tidak bisa mengelak lagi dengan bilang besok saja. Akhirmya dia setuju untuk pergi ke tukang cukur.

Joe pergi berdua dengan Joshua, sebenarnya masih ada kekhawatiran dia akan nangis-nangis. Tukang cukurnya, seperti biasa sudah ditelpon terlebih dahulu. Jadi tidak harus menunggu orang lain selesai, yang mana bisa jadi sumber ketakutan kalau kelamaan menunggu.

Beberapa kali potong rambut terakhir, awalnya dia baik-baik aja tapi beberapa menit kemudian dia menangis karen tidak nyaman dengan rambut yang gatal di tengkuk dan masuk ke hidung.

Ternyata kemarin itu bisa sukses tanpa menangis sama sekali dan tentunya potong rambutnya bisa jadi jauh lebih cepat. Hasilnya juga tentu lebih bagus dibandingkan bulan Oktober 2020 yang lalu.

Ketika sampai di rumah, terlihat ada rasa bangga dengan dirinya sendiri berhasil potong rambut tanpa nangis. Dia langsung cerita kalau dia sudah potong rambut, terus malah bertanya kenapa mama tidak potong rambut? Hehehe..

Kalau diingat-ingat, Jonathan juga sampai hampir 7 tahun masih agak sulit di bawa ke tukang cukur. Bukan takut sih, tapi geli ketika alat cukurnya nempel di kepala. Terus ya berikutnya terganggu ketika ada potongan rambut masuk ke mata dan hidung.

Joe berhasil mendokumentasikan bagaimana proses potong rambut sambil menemani dan memastikan rambutnya tidak ada yang masuk mata atau hidung.

Video Joshua Potong Rambut

Ketika saya mengedit foto dan videonya menjadi video seperti di tulisan ini, Joshua minta hasil editnya diputar berulang-ulang. Dia juga dengan cepat mendendangkan musiknya.

Senang rasanya kalau Joshua sudah bisa dibawa potong rambut dengan tenang. Berarti berikutnya, mereka bisa pergi ber-3 untuk potong rambut, atau ya papanya sama Jona dulu, lalu terpisah bawa Joshua seperti kemarin ini. Jadi dia tidak perlu berlama-lama di tempat potong rambut yang memungkinkan dia merasa sudah takut duluan.

3 thoughts on “Cerita Potong Rambut Joshua”

  1. Nah kan jadi lebih ganteng Joshua.

    Jadi ingat Raka yang waktu balita susah banget kalau urusan potong rambut. Sampai harus ke salon mahal di mall yang tempat duduknya mobil-mobilan itu.

    1. hahaha sampai umur berapa tuh mbak? joshua 3 kali tahun 2020 harus diiming-imingi hadiah mainan, daaaan tetap aja nangis. untung kmrn akhirnya ga nangis lagi

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.