Memilih Printer

Sejak tinggal di Chiang Mai, kami sudah beberapa kali beli printer. Pernah beli yang laser, deskjet, inkjet, bahkan pernah beli yang agak hi-end pada masa itu bisa fax segala (padahal cuma butuh fitur scannernya). Kami juga sudah mencoba berbagai merk printer seperti Lexmark laser, HP deskjet print scan copy fax, Brother inkjet monochrome, Canon inkjet dengan tank yang dimodif maupun Canon inktank print scan copy. Karena kami tidak memakai printer setiap hari, masalah yang paling sering terjadi adalah: tintanya kering! Yang paling menyebalkan adalah: setiap kali butuh ngeprint, selalu butuh waktu untuk membujuk printernya biar bekerja. Setelah printernya bekerja, eh kertasnya kadang-kadang miring masuknya dan berbagai masalah cetak lainnya.

Sebagai homeschooler, printer itu termasuk kebutuhan utama. Walaupun kami membeli kurikulum yang sudah berupa buku kerja, kadang kala ada banyak hal lain yang perlu dicetak untuk bacaan tambahan atau latihan soal. Sebagai orang IT, kami juga sering merasa butuh untuk scan dokumen, foto atau berbagai hal lain. Kebutuhan untuk memfotokopi passport juga ada setiap kali ada urusan ke imigrasi untuk perpanjangan ijin tinggal. Jadi kesimpulannya printer itu kebutuhan untuk kami walaupun tidak digunakan tiap hari.

Awal bulan ini, printer terakhir kami Canon inktank print scan copy dan bermasalah lagi. Printer ini garansinya ada 2 tahun, tapi dalam 2 tahun sudah 2 kali masuk bengkel. Kejadiannya ya setiap butuh ngeprint dia ga bisa ngeprint dan akhirnya bawa ke service. Karena masih masa garansi, kami gak pernah bayar. Kerusakan pertama karena scannernya rusak yang akhirnya menyebabkan tidak bisa mencetak. Kerusakan kedua tinta berisi penuh tapi selalu dinyatakan tinta habis dan disuruh mengganti tintanya. Lalu diantara kerusakan pertama dan ke-2 , kami juga sudah pernah mengalami tintanya kering tapi bisa diakalin Joe biar bisa bekerja lagi. Kerusakan terakhir yang ketiga kali, printernya sudah diluar masa garansi. Kerusakan kali ini paling parah: printernya tidak mau nyala sama sekali! Ketika dibawa ke service, karena printer sudah diluar masa garansi, kami harus bayar 300 baht untuk pemeriksaan kerusakan, dan kemudian harusnya bayar 1700 baht kalau mau diganti sparepart yang rusak (head printernya). Waktu saya tanya apakah reparasi ini ada garansinya? katanya tidak ada, artinya ada kemungkinan setelah membayar untuk ganti head printer, bisa saja tau-tau printernya rusak lagi. Karena printer Canon itu sudah rusak 3 kali, kami memutuskan untuk beli baru saja (supaya dapat garansi lagi).

Proses memulai pencarian printer dimulai. Dari kebutuhan yang ada, kami butuh printer yang bisa print-scan-copy dan juga kepikiran butuh yang bisa print melalui wifi. Selama ini, setiap kali mau ngeprint, kabel yang terhubung ke komputer sering bermasalah, terus pernah juga komputer yang terhubung ke printer butuh update driver dan updatingnya lamaaaaa banget. Aduh kayaknya printer itu identik dengan masalah deh. Nah fitur printer via wifi ini sudah lama ada, tapi kami belum pernah coba karena dulu harganya masih mahal. Kali ini kami memutuskan untuk mencoba printer yang bisa print via wifi, siapa tahu kalau ngeprint bisa langsung dari handphone, kami bisa lebih sering menggunakan printernya.

Dari hasil survey, ada beberapa pilihan:

HP 415 (4250 baht – garansi 2 tahun)

pilihan pertama

EPSON 3150 (4890 baht – garansi 2 tahun)

Brother DCP-T310 (3750 baht – garansi 1 tahun)

pilihan ke-3

Sebenarnya, waktu mencari online, pilihan sudah jatuh ke HP 415. Terus waktu saya survei ke toko, penjaga tokonya rekomendasi EPSON 3150, katanya EPSON ini memberikan garansi tinta tidak akan kering walau tidak dipakai 2 bulan. Kalaupun kering dan head rusak, selama masa garansi penggantian head sudah termasuk dalam garansi. Printer lain tidak memberikan garansi untuk head nya walaupun masih dalam masa garansi. Nah karena EPSON ini harganya lebih mahal sedikit dibanding HP, saya masih cari-cari pilihan lain lagi, dan ketemu Brother DCP-T310 yang ada displaynya.

Nah akhirnya setelah ada 3 pilihan begini malah makin bingung. Joe tertarik dengan Brother yang ada displaynya, harganya pun paling murah, tapi garansinya hanya 1 tahun. Saya awalnya sudah mau langsung pilih HP saja, tapi baca-baca kecepatan print nya masih lebih cepat si EPSON. Akhirnya, dengan pertimbangan rekomendasi mas-mas toko yang memang tokonya cukup terpercaya, kami pun pilih si EPSON. Lebih mahal memang, tapi harapannya sih bisa terpakai dengan baik selama 2 tahun gak bikin kesel tiap kali butuh ngeprint.

printernya ringan dan mengisi tintanya lebih sederhana daripada canon

Tadi, waktu instalasi, hampir saja kami merasa menyesal pilih EPSON. Jadi di awal instalasi, printer ini butuh pemanasan 10 menit, katanya ini inisialisasi pertama saja. Nah setelah 10 menit itu, printernya bisa mencetak test print untuk mendapatkan password wifi directnya. Tapi loh kok malah blur hasil cetaknya. Terus baca petunjuk butuh nozzle clean dulu. Akhirnya Joe harus keluarkan laptop untuk bisa setup printernya. Masalah berikutnya: laptop Joe gak ada Windowsnya! Untungnya di linux ketemu driver printer EPSON walau bukan seri yang persis, dan untungnya akhirnya setelah 30 menit dan berlembar-lembar mendapatkan hasil blurry dan isinya bintik-bintik doang akhirnya berhasil mensetup printernya setelah berhasil clean nozzle dan mendapatkan password wifi printernya.

Setelah itu sih udah ga ada masalah lagi, bahkan Joe berhasil mengupdate firmware printernya dengan firmware terbaru. Saya juga tinggal menginstal aplikasi Epson iprint dari Google Play di handphone, lalu aplikasinya akan otomatis mencari printernya.

Printernya sekarang sudah ready, dan sudah dicoba mengeprint beberapa dokumen. Joe juga sudah mencoba scan dokumen via wifi, jadi dokumennya diletakkan di printer dan hasil scannya langsung dapat di handphone. Untuk perintah fotokopi juga sudah dicoba dengan menggunakan aplikasi dari handphone.

Besok akan dicoba lebih banyak lagi. Masalah baru: kertas untuk mencetak habis hahahaha, jadi besok harus beli kertas dulu. Nah klaimnya printer ini untuk tinta yang disertakan dalam paketnya bisa mengeprint ribuan lembar untuk kualitas hitam putih ataupun warna. Niatnya saya akan mencari buku-buku belajar bahasa Indonesia dan mencetaknya supaya Jonathan bisa belajar membaca bahasa Indonesia dari buku cetak dan bukan baca di layar komputer.

Semoga printer kali ini lebih awet daripada printer-printer sebelumnya. Dan semoga dalam 2 tahun ini tidak ada kerusakan berarti untuk si printer.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.