Aplikasi Wattpad untuk Hobi Menulis dan Baca

Apa sih Wattpad? Wattpad ini sejenis social media untuk orang-orang yang mencari bahan bacaan ataupun suka menuliskan cerita. Bedanya dengan social media lain apa? Biasanya orang membuka wattpad dengan 2 tujuan: mencari bacaan atau menuliskan cerita.

Bacaan jenis apa? cerita seperti apa? Bisa apa saja. Cerita pendek, cerita bersambung, kumpulan cerita, ataupun artikel nonfiksi. Banyak penulis pemula yang memulai menulis di wattpad dalam bentuk cerita bersambung. Biasanya tulisan yang sudah diterbitkan di wattpad bisa di baca oleh pengguna wattpad lainnya. Kalau ternyata banyak yang suka mengikuti ceritanya, bisa jadi di saat tulisan selesai sudah ada penerbit yang bersedia menerbitkannya. Novel Metropop Resign! yang saya tuliskan kemarin juga salah satu buku yang awalnya dituliskan di wattpad.

Beberapa contoh kategori cerita, masih banyak kategori lainnya

Biasanya cerita-cerita yang belum selesai itu bisa kita komentari. Kalau kita mengikuti suatu cerita, kita bisa set supaya mendapatkan notifikasi ketika penulis menambahkan bagian baru dari ceritanya. Tapi banyak juga cerita yang tak kunjung selesai dan pembaca hanya bisa kecewa.

Saya tahu mengenai aplikasi ini sudah lama. Dulu cuma iseng mencoba membaca cerita yang direkomendasikan oleh aplikasi. Cerita kita bisa direkomendasikan kalau mendapat banyak respon dari pengguna lain berupa jumlah pembaca, ataupun menambahkan cerita kita ke daftar bacaan mereka. Untungnya cerita yang saya ikuti itu akhirnya selesai juga dan kabarnya dijadikan buku dengan menambahkan 1 bab baru setelah bab yang diterbitkan di wattpad. Setelah bukunya diterbitkan dalam bentuk fisik, tulisan di wattpadnya juga dihapus.

Daftar buku yang kita baca

Kebanyakan cerita bisa dibaca dengan gratis, tapi ada juga cerita yang untuk membacanya kita harus membayar. Saya belum pernah mencoba membaca cerita yang harus bayar jadi kurang tahu detailnya. Tapi kalau dilihat dari jumlah pembacanya, wow banget ada yang sampai dibaca 3 juta pengguna lainnya.

Cerita yang banyak dibaca orang bisa direkomendasikan ke pengguna lain

Salah satu contoh cerita nonfiksi yang saya temukan ketika iseng mencari hari ini ternyata buku tentang belajar bahasa Korea. Menurut penulisnya, dia hanya mengumpulkan tulisannya dari berbagai sumber dan kredit tetap ke penulis asli. Mungkin ini kira-kira sama dengan yang saya lakukan menulis seri belajar bahasa Thai di blog ini. Hmmm apa saya juga ikutan memindahkan sebagian ke wattpad ya hehehe.

Wattpad ini bisa diakses melalui browser dan ada aplikasinya juga untuk android dan iphone. Kalau kita sudah install aplikasi ini di HP kita, kita bisa mendownload cerita yang ingin kita baca ataupun menuliskan cerita kita secara offline juga.

Apakah wattpad ini hanya untuk orang yang suka menulis? kalau menurut saya wattpad ini justru lebih banyak pembacanya daripada penulis. Tapi ya cerita di wattpad ini banyak juga fanfiction dari cerita film atau buku yang ada. Kalau suka membaca berbagai cerita dan punya banyak waktu untuk itu, bisa juga coba cari-cari bacaan di wattpad. Kalau gak puas dengan akhir sebuah cerita juga bisa saja menuliskan versi cerita sendiri di wattpad hehehe.

Tapi seperti halnya dengan media sosial lainnya, tulisan yang kita tulis di wattpad ini bisa jadi suatu hari akan hilang kalau layanannya ditutup dan kita tidak punya salinannya. Dengan alasan ini, untuk sekarang saya memilih menulis di blog ini saja dulu. Mungkin kapan-kapan kalau sudah mulai bisa menulis fiksi bisa mencoba untuk menulis di sana.

Oh ya, kalau kamu rajin menulis di wattpad, bisa tulis di komentar supaya bisa dikunjungi.

Mencetak lewat WiFi dan Tips Mencetak Dua Sisi di Epson L3150

Lanjutan cerita eksperimen dengan printer EPSON L3150 yang bisa mencetak dari WiFi. Pertama, untuk bisa mengirimkan perintah mencetak dari HP android, kita harus menginstal aplikasi Epson iPrint dari Google Play. Dengan menginstal aplikasi ini kita bisa membuka dokumen atau foto yang ingin dicetak. Kita juga bisa mengirimkan perintah scan dan mendapatkan hasil scannya langsung di handphone.

Nah kalau kita mau mencetak file PDF yang dibuka dengan aplikasi lain, dan ingin mengirimkan perintah cetaknya langsung dari aplikasi tersebut, kita harus menginstal Epson Print Enabler dari Google Play.

Mencetak dari handphone memang terasa sangat mudah, tapi ternyata ada banyak fitur yang tidak tersedia kalau untuk mencetak dokumen dengan halaman banyak. Biasanya dulu saya suka mencetak dua sisi dan ada pengaturan ketika dokumen selesai dicetak, semua sudah tersusun rapi dari depan ke belakang. Dilema mencetak dari handphone, tidak ada pilihan untuk reverse printing ataupun tidak ada pilihan untuk mencetak dua sisi.

Kelemahan lain, untuk mencetak langsung ke range halaman tertentu dari aplikasi Epson iPrint, kita tidak bisa mengetikkan langsung nomor halamannya. Jadi kita hanya bisa memilih tanda tambah dan kurang sampai ke halaman yang diinginkan. Hal ini tentunya tidak nyaman sama sekali.

Pilihan dari menu pdf reader yang bisa dibuka dengan Epson Print Enabler lebih baik dari menu sebelumnya, kita bisa mengetikkan langsung nomor halaman yang diinginkan, tapi dari sini juga tidak ada pilihan mencetak 2 sisi ataupun mencetak halaman ganjil atau genap saja.

Ada banyak fitur yang sebelumnya sudah menjadi hal standar di printer Canon yang ternyata tidak ditemukan ketika mencetak lewat wifi. Di Linux, ada setting untuk mencetak 2 sisi, tapi entah kenapa ketika mencetak lewat wifi, biasanya akan ada pertanyaan untuk membalik halamannya. Kemarin kami mencoba beberapa kali, printernya tidak bertanya dan malah selalu ambil kertas yang baru.

Karena tidak punya laptop windows buat mencoba koneksi pakai kabel, dan udah keenakan ngeprint wireless, dicobalah mencari tahu gimana biar bisa mencetak dua sisi. Bahan yang mau dicetak lumayan banyak, kalau cuma mencetak 1 sisi, ga kebayang nanti hasilnya tebal sekali dan boros kertas. Mencetak wireless dari komputer Windows belum dilakukan, komputer Windowsnya lagi dipake nonton hehehe.

Percobaan berikutnya saya coba mencetak dari Macbook (dan masih via Wifi), lagi-lagi tidak bisa mengaktifkan setting mencetak 2 sisi. Tapi untungnya kali ini ada pilihan untuk mencetak halaman ganjil saja atau genap saja, dan bahkan ada pilihan untuk mencetak dengan urutan dari belakang ke depan.

Akhirnya saya mencoba mencari cara manual dengan memanfaatkan mencetak dengan pilihan ganjil saja atau genap saja. Ternyata cara manualnya tidak terlalu sulit dan perbedaanya kita harus memberi perintah cetaknya 2 kali, kalau kegiatan membalik kertasnya kan pasti harus dilakukan kecuali jenis printer canggih yang bisa membalik kertas otomatis.

Caranya:

  1. pilihan range halaman yang ingin dicetak
  2. set printer untuk mencetak halaman ganjil saja (odd only)
  3. ambil tumpukan kertas dari tray dan letakkan kembali di tempat kertas dengan halaman kosong menghadap ke kita
  4. set printer dengan range yang sama dengan nomor 1, lalu pilih mencetak halaman genap saja (even only)
  5. selesai dicetak semua sudah tersusun dengan halaman nomor kecil ada dipaling depan terurut ke belakang.

Perhatikan baik-baik, nomor halaman ganjil dan genap bukan berdasarkan nomor halaman dari page rangenya. Halaman 142 itu nomor genap, tapi ketika kita mencetak halaman ganjil justru yang akan dicetak itu adalah lembar pertama halaman 142, ketiga halaman 144, kelima halaman 146 dan seterusnya.

odd pages only

Ketika kita membalik tumpukan kertas, halaman yang tercetak pertama ada di bagian belakang. Nah ketika kita mencetak lagi dengan urutan halaman genap (lembar ke-2 itu halaman 143), maka secara tidak langsung kita mengurutkan lagi kertasnya dari nomor kecil ke nomor besar.

even pages only

Perhatikan juga, jangan sampai kita memilih setting ganjil genap ini 2 kali. Kalau kita sudah set dari dialog di aplikasi dokumennya (yang saya pakai adobe acrobat reader), saya tidak perlu lagi mengatur setting di printernya .

gunakan default setting untuk printer

Kesimpulannya:

Mencetak lewat wifi untuk printer EPSON L3150 dari HP Android walaupun memberikan kemudahan karena tidak harus membuka laptop/komputer, memiliki keterbatasan. Untuk mencetak sehari-hari yang jumlah halaman tidak banyak dan tidak perlu 2 sisi, kita bisa dengan mudah melakukannya dari HP.

Kalau aplikasi printer di laptop kita tidak support mencetak 2 sisi, kita tetap bisa melakukannya dengan sedikit langkah tambahan dan kalau sudah terbiasa, lama-lama jadi tidak terasa bedanya dengan printer yang memberikan opsi mencetak 2 sisi.

Mencetak tanpa kabel terhubung ke printer memang memberi banyak kemudahan dan mengurangi alasan menunda mencetak dokumen. Printer dibiarkan saja menyala dan pastikan kertas tersedia, setiap kali mau mencetak tinggal kirim perintah dari jauh dan ambil hasilnya ketika akan pergi.

Oh ya, satu hal kelebihan EPSON dibandingkan CANON yang kami miliki sebelumnya: walaupun sama-sama sistem inktank, berat dan ukuran printer EPSON ini lebih ramping dan lebih ringan dibandingkan CANON. Saya tidak tahu komponen apa di CANON yang bikin berat. Tapi ya, sejauh ini walaupun masih harus banyak coba-coba dan mengorbankan banyak kertas, saya cukup puas dengan printer EPSON L3150 ini.

Memilih Printer

Sejak tinggal di Chiang Mai, kami sudah beberapa kali beli printer. Pernah beli yang laser, deskjet, inkjet, bahkan pernah beli yang agak hi-end pada masa itu bisa fax segala (padahal cuma butuh fitur scannernya). Kami juga sudah mencoba berbagai merk printer seperti Lexmark laser, HP deskjet print scan copy fax, Brother inkjet monochrome, Canon inkjet dengan tank yang dimodif maupun Canon inktank print scan copy. Karena kami tidak memakai printer setiap hari, masalah yang paling sering terjadi adalah: tintanya kering! Yang paling menyebalkan adalah: setiap kali butuh ngeprint, selalu butuh waktu untuk membujuk printernya biar bekerja. Setelah printernya bekerja, eh kertasnya kadang-kadang miring masuknya dan berbagai masalah cetak lainnya.

Sebagai homeschooler, printer itu termasuk kebutuhan utama. Walaupun kami membeli kurikulum yang sudah berupa buku kerja, kadang kala ada banyak hal lain yang perlu dicetak untuk bacaan tambahan atau latihan soal. Sebagai orang IT, kami juga sering merasa butuh untuk scan dokumen, foto atau berbagai hal lain. Kebutuhan untuk memfotokopi passport juga ada setiap kali ada urusan ke imigrasi untuk perpanjangan ijin tinggal. Jadi kesimpulannya printer itu kebutuhan untuk kami walaupun tidak digunakan tiap hari.

Awal bulan ini, printer terakhir kami Canon inktank print scan copy dan bermasalah lagi. Printer ini garansinya ada 2 tahun, tapi dalam 2 tahun sudah 2 kali masuk bengkel. Kejadiannya ya setiap butuh ngeprint dia ga bisa ngeprint dan akhirnya bawa ke service. Karena masih masa garansi, kami gak pernah bayar. Kerusakan pertama karena scannernya rusak yang akhirnya menyebabkan tidak bisa mencetak. Kerusakan kedua tinta berisi penuh tapi selalu dinyatakan tinta habis dan disuruh mengganti tintanya. Lalu diantara kerusakan pertama dan ke-2 , kami juga sudah pernah mengalami tintanya kering tapi bisa diakalin Joe biar bisa bekerja lagi. Kerusakan terakhir yang ketiga kali, printernya sudah diluar masa garansi. Kerusakan kali ini paling parah: printernya tidak mau nyala sama sekali! Ketika dibawa ke service, karena printer sudah diluar masa garansi, kami harus bayar 300 baht untuk pemeriksaan kerusakan, dan kemudian harusnya bayar 1700 baht kalau mau diganti sparepart yang rusak (head printernya). Waktu saya tanya apakah reparasi ini ada garansinya? katanya tidak ada, artinya ada kemungkinan setelah membayar untuk ganti head printer, bisa saja tau-tau printernya rusak lagi. Karena printer Canon itu sudah rusak 3 kali, kami memutuskan untuk beli baru saja (supaya dapat garansi lagi).

Proses memulai pencarian printer dimulai. Dari kebutuhan yang ada, kami butuh printer yang bisa print-scan-copy dan juga kepikiran butuh yang bisa print melalui wifi. Selama ini, setiap kali mau ngeprint, kabel yang terhubung ke komputer sering bermasalah, terus pernah juga komputer yang terhubung ke printer butuh update driver dan updatingnya lamaaaaa banget. Aduh kayaknya printer itu identik dengan masalah deh. Nah fitur printer via wifi ini sudah lama ada, tapi kami belum pernah coba karena dulu harganya masih mahal. Kali ini kami memutuskan untuk mencoba printer yang bisa print via wifi, siapa tahu kalau ngeprint bisa langsung dari handphone, kami bisa lebih sering menggunakan printernya.

Dari hasil survey, ada beberapa pilihan:

HP 415 (4250 baht – garansi 2 tahun)

pilihan pertama

EPSON 3150 (4890 baht – garansi 2 tahun)

Brother DCP-T310 (3750 baht – garansi 1 tahun)

pilihan ke-3

Sebenarnya, waktu mencari online, pilihan sudah jatuh ke HP 415. Terus waktu saya survei ke toko, penjaga tokonya rekomendasi EPSON 3150, katanya EPSON ini memberikan garansi tinta tidak akan kering walau tidak dipakai 2 bulan. Kalaupun kering dan head rusak, selama masa garansi penggantian head sudah termasuk dalam garansi. Printer lain tidak memberikan garansi untuk head nya walaupun masih dalam masa garansi. Nah karena EPSON ini harganya lebih mahal sedikit dibanding HP, saya masih cari-cari pilihan lain lagi, dan ketemu Brother DCP-T310 yang ada displaynya.

Nah akhirnya setelah ada 3 pilihan begini malah makin bingung. Joe tertarik dengan Brother yang ada displaynya, harganya pun paling murah, tapi garansinya hanya 1 tahun. Saya awalnya sudah mau langsung pilih HP saja, tapi baca-baca kecepatan print nya masih lebih cepat si EPSON. Akhirnya, dengan pertimbangan rekomendasi mas-mas toko yang memang tokonya cukup terpercaya, kami pun pilih si EPSON. Lebih mahal memang, tapi harapannya sih bisa terpakai dengan baik selama 2 tahun gak bikin kesel tiap kali butuh ngeprint.

printernya ringan dan mengisi tintanya lebih sederhana daripada canon

Tadi, waktu instalasi, hampir saja kami merasa menyesal pilih EPSON. Jadi di awal instalasi, printer ini butuh pemanasan 10 menit, katanya ini inisialisasi pertama saja. Nah setelah 10 menit itu, printernya bisa mencetak test print untuk mendapatkan password wifi directnya. Tapi loh kok malah blur hasil cetaknya. Terus baca petunjuk butuh nozzle clean dulu. Akhirnya Joe harus keluarkan laptop untuk bisa setup printernya. Masalah berikutnya: laptop Joe gak ada Windowsnya! Untungnya di linux ketemu driver printer EPSON walau bukan seri yang persis, dan untungnya akhirnya setelah 30 menit dan berlembar-lembar mendapatkan hasil blurry dan isinya bintik-bintik doang akhirnya berhasil mensetup printernya setelah berhasil clean nozzle dan mendapatkan password wifi printernya.

Setelah itu sih udah ga ada masalah lagi, bahkan Joe berhasil mengupdate firmware printernya dengan firmware terbaru. Saya juga tinggal menginstal aplikasi Epson iprint dari Google Play di handphone, lalu aplikasinya akan otomatis mencari printernya.

Printernya sekarang sudah ready, dan sudah dicoba mengeprint beberapa dokumen. Joe juga sudah mencoba scan dokumen via wifi, jadi dokumennya diletakkan di printer dan hasil scannya langsung dapat di handphone. Untuk perintah fotokopi juga sudah dicoba dengan menggunakan aplikasi dari handphone.

Besok akan dicoba lebih banyak lagi. Masalah baru: kertas untuk mencetak habis hahahaha, jadi besok harus beli kertas dulu. Nah klaimnya printer ini untuk tinta yang disertakan dalam paketnya bisa mengeprint ribuan lembar untuk kualitas hitam putih ataupun warna. Niatnya saya akan mencari buku-buku belajar bahasa Indonesia dan mencetaknya supaya Jonathan bisa belajar membaca bahasa Indonesia dari buku cetak dan bukan baca di layar komputer.

Semoga printer kali ini lebih awet daripada printer-printer sebelumnya. Dan semoga dalam 2 tahun ini tidak ada kerusakan berarti untuk si printer.

Bunyi konsonan Thai di akhir

Hari ini kita lanjutkan berkenalan dengan tulisan Thai. Dari 44 konsonan, jika berada di awal silabel akan menghasilkan 21 bunyi, tapi jika diletakkan di akhir silabel, bunyi yang dihasilkan hanya ada 8. Hal ini kenapa orang Thai tidak bisa menyebutkan nama saya dengan benar, karena buat mereka silabel ris- itu akan dibaca menjadi rit, tidak ada bunyi akhir ‘s’. Oh ya tidak semua 44 konsonan ini bisa digunakan untuk akhir dari silabel.

Silabel yang mempunyai bunyi akhir biasanya disebut dengan silabel tertutup. Silabel tertutup dalam bahasa Thai mempunyai 8 bunyi yang dikelompokkan menjadi 2. Pengelompokkan ini berguna untuk aturan tinggi rendahnya silabel tersebut di baca. Selain kelas konsonan, jenis bunyi akhir juga akan menentukan nada dari sebuah silabel.

  • bunyi akhir mati: plosive/stop consonant, bunyi plosive ini dihasilkan ketika bagian dari mulut (lidah, bibir atau tenggorokan) memberhentikan udara yang lewat sehingga suaranya berhenti. Dalam bahasa Thai, konsonan plosive yang dikenali hanya ada 3 bunyi yaitu /-p/, /-t/, dan /-k/
  • bunyi akhir hidup: sonorant/resonant, bunyi akhir dengan menggunakan konsonan sonorant. Bunyi sonorant ini cenderung dapat di dengungkan dan beresonansi. Bunyi ini dihasilkan dari hidung. Dalam bahasa Thai silabel tertutup dengan bunyi akhir sonorant yang dikenali adalah bunyi /-n/, /-ng/ , atau /-m/. Selain bunyi sonorant, bunyi dipthong /-y/ dan/-w/ juga menghasilkan bunyi akhir hidup.
BunyiMCHCLCcatatan
-kข, ฃค,ฅ,ฆmati
-tจ,ฎ,ฏ,ด,ตฐ,ถ,ส,ศ,ษท,ฒ,ฑ ,ธ,ช,ฌmati
-pบ,ปพ,ภ,ฟmati
-nghidup
-nน,ณ,ญ,ร,ล,ฬhidup
-mhidup
-yhidup
-whidup

Huruf-huruf berikut tidak pernah digunakan sebagai bunyi akhir dari silabel tertutup: ฉ,ผ,ฝ,ห,ฮ.

Kesannya ribet banget ya bahasa Thai ini, mengingat 44 huruf konsonan nya aja belum bisa, eh udah harus ingat kelasnya, harus ingat bunyinya kalau di awal dan di akhir, terus kapan bisa bacanya? Gak usah panik dulu, sekarang yang penting tau dulu, lancar kaji karena diulang, kalau sering-sering disebutkan lama-lama akan hapal kok.

Perkenalan dengan konsonan sudah cukup, berikutnya akan dibahas mengenai vokal. Setelah vokal ada lagi namanya tanda baca penentu bunyi (tone mark). Setelah tone mark baru deh kita ngomongin aturan lengkapnya. Sampai ketemu di tulisan berikutnya.

Serba-serbi VPN

VPN itu apa sih? Virtual Private Network adalah teknologi untuk membuat serangkaian perangkat terhubung ke jaringan virtual yang sama. Jadi seolah-olah berbagai device tergabung di satu jaringan. Di posting ini saya akan membahas VPN dari sudut pandang user, sampai kalau ingin membuat VPN sendiri.

VPN banyak digunakan di dunia corporate atau enterprise. Penggunaan yang umum adalah untuk menghubungkan berbagai kantor regional dengan kantor lain atau dengan kantor pusat. VPN juga dipakai oleh remote worker untuk mengakses resource kantor (server, printer, dsb) yang tidak bisa diakses dari umum. Dengan koneksi VPN, komputer rumah atau laptop masuk ke jaringan perusahaan. Jika browsing via VPN maka , seolah-olah kita mengakses internet dari perusahaan tersebut.

Sumber: wikipedia

Beberapa bank juga menggunakan koneksi VPN untuk partnernya, jadi berbagai perusahaan yang ingin mengakses sistem bank harus lewat VPN. Ini hanya layer keamanan tambahan, selain itu masih digunakan password dan juga token.

VPN juga bisa digunakan untuk berinternet lewat server orang lain. Sebenarnya prinsipnya sama dengan sebelumnya: kita bergabung di jaringan privat dan dari situ mengakses internet. Tujuannya memakai VPN biasanya:

  • Membypass blokir
  • Mendapatkan konten tertentu, misalnya daftar film Netflix di Thailand dan USA sangat berbeda
  • Menyembunyikan IP, misalnya untuk wartawan yang takut dipersekusi

Di VPN seperti ini kita hanya numpang lewat untuk internet saja. Ini tidak beda (dari sisi security) seperti numpang WIFI di tempat publik atau rumah orang: pemilik access point bisa mengakses traffic tertentu (kata kuncinya di sini adalah: tertentu). Akan saya jelaskan lebih lanjut di artikel ini.

Koneksi Lewat VPN seperti numpang WIFI di sebuah tempat

Siapa penyedia layanan VPN ini? untuk perusahaan ya mereka sendiri. Selain itu ada penyedia VPN, baik yang gratis maupun berbayar. Kita juga bisa menyewa sendiri VPS (Virtual Private Server) atau dedicated server, biayanya tidak jauh beda dengan VPN berbayar.

Keamanan Aplikasi Gratis

Ada berbagai catatan dalam keamanan VPN gratis. Pertama adalah keamanan aplikasi itu sendiri, terlepas dari aplikasi VPN atau bukan, sebuah aplikasi bisa melakukan banyak hal di ponsel kita tanpa kita sadari.

Di OS Android yang lama, sebuah aplikasi bisa dengan mudah mendapatkan isi phone book, imei, dsb. Bahkan di Android ataupun iOS terbaru pun jika pengguna memencet “YES” untuk berbagai permission, maka aplikasi tetap bisa mendapatkan banyak informasi dari ponsel Anda.

Bahkan jika tidak mendapatkan informasi apapun, sebuah aplikasi bisa menjalankan coin miner di ponsel Anda. Artinya ponsel Anda akan dipakai untuk mendapatkan uang dari berbagai cryptocurrency. Efek buruk menjalankan coin miner terus menerus adalah: HP jadi panas dan akan mengurangi masa hidup batere ponsel Anda.

Tentunya aplikasi apapun juga bisa menampilkan iklan. Ini adalah salah satu sumber pendapatan VPN gratis. Cara dengan iklan ini walaupun menyebalkan tapi masih lebih baik daripada mencuri data.

Secara umum: menginstall aplikasi tidak dikenal bisa berbahaya. Jika Anda bukan orang teknis: jangan menginstall aplikasi dari luar Play Store atau App Store. Aplikasi dari app store dan play store sudah diverifikasi dan biasanya aman (walau kadang ada juga yang lolos).

Untuk aplikasi atau game dari luar app store, risikonya cukup besar. Semakin tua versi sistem operasi Anda, semakin berbahaya. Jika aplikasi mendapatkan akses “root”, maka aplikasi tersebut bisa melakukan apa saja. Termasuk juga mengganti semua aplikasi Anda (termasuk banking) dengan aplikasi lain yang ada backdoornya.

Jadi sekali lagi: sebuah aplikasi bisa berbahaya, baik itu aplikasi VPN ataupun bukan jika sumbernya tidak jelas.

Keamanan VPN

Khusus untuk aplikasi VPN, ada tambahan bahwa aplikasi tersebut bisa memonitor data yang keluar dan masuk. Dalam hal ini kemampuan sebuah aplikasi VPN untuk memonitor dan memodifikasi data tidak beda dengan access point WIFI yang Anda pakai di publik.

Sekarang ke bagian yang saya sebutkan di atas mengenai traffic tertentu yang bisa diakses oleh VPN atau penyedia WIFI gratis. Sebagai pemilik access point WIFI di rumah saya, saya bisa:

  • mengetahui koneksi ke server mana saja
  • memonitor traffic tertentu
  • mengarahkan koneksi dari satu server ke server lain
  • mengganti isi koneksi yang tidak terenkripsi

Perlu dicatat bahwa ada koneksi ke server yang terenkripsi dan tidak terenkripsi. K0neksi yang tidak dienkripsi bisa dimodifikasi. Ini seperti menulis pesan dengan kartu pos, semua bisa membacanya dan mencoret/mengubah isinya.

Apakah koneksi terenkripsi aman? Tergantung aplikasinya. Koneksi terenkripsi seperti memakai amplop untuk mengirim pesan. Tentunya bisa saja seseorang di tengah untuk membongkar amplopnya dan menggantinya dengan amplop baru. (Catatan teknis: sebenarnya tidak semudah itu, kita perlu menginstall root certificate di ponsel).

Sebuah aplikasi yang tidak aman akan menerima “amplop” dari siapa saja asalkan pesannya masih dalam amplop. Tapi aplikasi yang memakai SSL Pinning akan memeriksa detail dan cap di amplop tersebut dan tidak akan mau melakukan koneksi jika amplopnya berbeda.

Perlu dicatat juga: defaultnya jika kita mengetik alamat saja: bni.co.id, maka defaultnya akan memakai koneksi tidak terenkripsi, lalu kita diforward ke koneksi yang terenkripsi.

Beberapa situs mengijinkan koneksi HTTP lalu memforward ke koneksi HTTPS. Contohnya ketika kita mengetik bni.co.id, maka

Tapi beberapa tidak, misalnya jika kita mencoba ibank.klikbca.com maka koneksi tidak bisa dilakukan. Tapi koneksi awal ini bisa menimbulkan masalah: koneksi yang tidak terenkripsi ini bisa dimodifikasi, misalnya jadi Location: https://bni.co.id.bank-negara-indonesia-secure-connection.com/ dengan bank-negara-indonesia-secure-connection.com adalah server saya.

Jadi ketika mengetik pertama kali secara manual, ada risiko bisa terarahkan ke server lain. Tapi jika koneksinya dilakukan langsung dengan aplikasi ebanking maka ini lebih aman. Karena:

  • alamat sudah di-hardcode ke URL HTTPS
  • Umumnya aplikasi bank sudah mengimplementasikan SSL Pinning (setidaknya yang saya cek)

Secara umum, mengganti SSL sebuah koneksi langsung akan ditolak oleh kebanyakan aplikasi (ini ditolak di level library SSL). Jika ingin agar koneksinya diterima, kita bisa menginstall root certificate. Dengan menginstall root certificate, kebanyakan aplikasi (yang tidak memakai SSL Pinning) akan bisa dimonitor.

Bagaimana memeriksa jika kita menginstall Root Certificate? dari menu ini di Android. Jika Anda menemukan list ini tidak kosong, dan Anda tidak pernah menginstallnya, tandanya ada sesuatu yang tidak beres (Android akan memberi peringatan network monitoring)

Di dalam gambar berikut saya menginstall beberapa certificate saya sendiri dan dari sebuah aplikasi yang saya pakai.

Atau ini di iOS (di About: Certificate Trus Settings)

Saya sudah mengecek beberapa aplikasi perbankan seperti: BCA, Mandiri, BRI, BNI, semuanya sudah memakai SSL Pinning. Jadi secara umum: memakai VPN gratis yang didownload dari play store aman untuk transaksi banking melalui aplikasi banking.

Aplikasi VPN bisa mencatat beberapa hal mengenai browsing Anda meskipun tidak bisa melihat semua traffic:

  • Bisa tahu Anda mengunjungi situs tertentu (terutama jika situs tersebut hanya punya 1 IP)
  • Bisa tahu besarnya data yang lewat (jadi bisa tahu apakah kira-kira Anda mengupload sesuatu atau sekedar mendownload/browsing)
  • Bisa tahu kapan Anda mengakses situs-situs tersebut

Data-data tersebut (beserta IMEI, dsb) bisa dijual ke pihak lain.

Ada satu lagi bahaya aplikasi VPN, ini pernah ketahuan di aplikasi HolaVPN. Perlu diketahui bahwa informasi mengalir dua arah: dari komputer/ponsel ke provider VPN dan sebaliknya. Sebuah aplikasi VPN bisa saja menjual bandwith Anda. Artinya: pengguna layanan VPN lain bisa saja dilewatkan trafficnya melalui ponsel/komputer Anda. Jika ternyata isi trafficnya illegal (misalnya pornografi anak), Anda bisa kena masalah.

Aplikasi Hola VPN pernah tertangkap menjual bandwidth

VPN untuk mengamankan Wifi Publik

VPN yang tidak bisa dipercaya sama bahayanya dengan WIFI publik. VPN yang bisa dipercaya, bisa menambah keamanan ketika memakai WIFI publik. Dengan VPN, seluruh traffic keluar sampai ke server VPN terenkripsi, dan artinya pemilik WIFI publik tidak bisa menguping.

Memakai VPN akan membuat pemilik WIFI publik tidak bisa melihat/memodifikasi traffic jaringan kita

Sekali lagi: dalam kasus ini yang bisa menguping adalah provider VPN. Jadi pilih provider yang terpercaya, atau setup sendiri server VPN Anda.

Mensetup VPN Sendiri

Sulitkah mensetup VPN sendiri? sebenarnya tidak asalkan punya dasar teknis administrasi Linux/Windows. Ada beberapa skrip di Internet yang bisa dijalankan untuk mengotomasi ini. Contoh yang cukup terkenal adalah openvpn road warrior. Cukup butuh semenit untuk membuat sebuah server dedicated ataupun VPS dengan skrip ini:

https://github.com/Nyr/openvpn-install

Skrip tersebut ditujukan untuk mensetup server OpenVPN dan menghasilkan file ovpn yang siap dipakai dari berbagai OS (Linux, Windows, OS X, iOS dan Android). Cara memakai file ovpn yang dihasilkan skrip: copy file tersebut ke device Anda, install software OpenVPN (bisa dicari di app store/play store), lalu buka filenya dan tekan “connect”.

OpenVPN dengan server sendiri

Tentunya ini bukan satu-satunya cara mensetup VPN. Ada banyak software VPN lain, contohnya di blog ini saya pernah membahas cara setup software tinc. Secara umum setup berbagai software VPN cukup memakan waktu.

Dulu saya pernah juga memberikan layanan VPN + Hack supaya bisa menginstall aplikasi secara tidak resmi di Blackberry 10 via OTA (tapi layanannya sudah saya tutup). Ini memakai Openswan dengan skrip custom. Videonya masih ada:


Bagaimana dengan biayanya? Sebuah server dedicated bisa didapatkan dengan harga mulai 10an USD. VPS bisa didapatkan dengan harga mulai 1 USD. Dengan 5 USD kita bisa mendapatkan VPS DigitalOcean yang berlokasi di Singapore yang cukup cepat diakses dari Indonesia. Tentunya satu server (baik dedicated maupun VPS) bisa dipakai beberapa orang, jadi biayanya bisa lebih rendah lagi

DNS alternatif

Sebenarnya jika hanya ingin mengatasi blokir internet, DNS alternatif bisa digunakan. Contohnya yang mudah adalah 1.1.1.1 dari Cloudflare.

Prinsip pemblokiran sebuah situs adalah seperti ini:

  • Ketika akan melakukan koneksi ke facebook.com, kita perlu IPnya, ini ditanyakan ke DNS
  • DNS akan memeriksa apakah ada di daftar blokir, jika ya, maka redirect ke internet positif
  • Jika aman, makan DNS akan memberikan IP yang benar.

Jadi untuk mengatasinya ada beberapa cara:

  • Menggunakan server DNS alternatif. Tapi kadang port 53 diblok ke server lain, sehingga kita hanya bisa memakai DNS milik ISP
  • Memakai DNS over HTTPS (memakai port 443). Ini mudah memakai DNS Cloudflare: https://1.1.1.1/ (silakan download aplikasi yang tersedia di website tersebut)
  • Mengedit sendiri file hosts dan memasukkan kombinasi host name dan IP address secara manual. File ini ada di /etc/hosts (Linux/BSD), di /etc/private/hosts (OS X), atau %SYSTEMROOT%\System32\Drivers\etc\hosts (Windows)

Membuat Software VPN Sendiri

Mensetup dan memakai software VPN tidak membuat Anda jadi ahli dalam soal VPN. Jika ingin benar-benar paham, cobalah membuat software VPN sendiri dengan API yang disediakan oleh berbagai sistem operasi.

Mengapa membuat VPN ini latihan yang bagus:

  • Anda jadi mengerti pemrosesan paket jaringan
  • Anda jadi mengerti bagaimana mengimplementasikan enkripsi paket jaringan
  • Bisa paham jika ingin mengevaluasi security sebuah aplikasi VPN

Software provider VPN akan membuat jalur terenkripsi dari sebuah komputer ke komputer lain. Untuk membuat software VPN sendiri, kita perlu pemahaman yang cukup baik mengenai networking sampai ke level paket jaringan.

Di tahap awal, kita bisa membuat VPN yang tidak terenkripsi sama sekali . Kemudian kita bisa menambah enkripsi sederhana, lalu yang lebih rumit.

Pertama agar software ini bisa menerima dan meneruskan paket jarigan, maka kita perlu membuat sebuah network interface baru untuk menerima dan mengirim paket data. Biasanya ada dua jenis network interface: level paket di layer 3 (Internet Protocol/IP atau protokol lain) dan layer 2 (ethernet frame)

Setelah interface VPN bisa digunakan, kita perlu memberitahu berbagai program agar memakai interface tersebut untuk mengirim dan menerima data. Ini bisa dilakukan dengan mengubah default route agar melalui interface tersebut. Perlu dicatat: program yang memiliki privilege tinggi bisa membypass VPN dengan langsung memakai network interface tertentu.

Ada banyak ide yang bisa dan sudah banyak yang diimplementasikan yang bisa dilakukan dengan mengintersepsi network:

  • Membuat ad blocker berbasis VPN
  • Membuat network sniffer (Contoh yang sudah ada di play store: Packet capture)
  • Membuat protokol VPN yang jika disniff seolah-olah hanya saling mengirimkan gambar (padahal ada datanya di dalam gambar tersebut dengan steganografi).

Dengan membuat sendiri software VPN kita bisa terbebas dari spyware yang mungkin ada di software seperti kasus Onavo dari Facebook.

Network interface virtual: TUN dan TAP

Untuk sistem operasi Linux, ada dua network jenis network adapter virtual TUN dan TAP yang bisa dibuat. Bedanya dengan network interface fisik adalah: jika ada paket jaringan masuk ke interface ini, maka paket tersebut tidak dikirimkan ke hardware, tapi ke sebuah program yang bisa kita buat sendiri (user space program). Program ini yang perlu kita buat yang akan memproses tiap paket jaringan yang lewat.

TUN (Tunel Network) bekerja di layer 3 sedangkan TAP bekerja di layer 2. Dalam kebanyakan aplikasi kita cuma butuh TUN saja karena hanya butuh melewatkan paket network, tidak perlu memproses level ethernet frame.

Untuk mengakses tunnel device ini kita bisa menggunakan API tertentu atau dengan ioctl. Tutorial contohnya bisa dibaca di sini:

Windows tidak memiliki API sederhanya untuk user mode networking. Network driver di Windows perlu diimplementasikan dengan NDIS dan ini cukup kompleks plus butuh code signing yang cukup repot dan mahal. Untungnya sudah ada yang membuatkan driver TUN dan TAP . Kita bisa memakai kedua driver ini (OpenVPN, Tinc, dan berbagai software lain memakai pendekatan ini).

VPN API di Android

Di Android kita tidak bisa dengan mudah membuat interface network ini. Jika kita ingin membuat service VPN baru, kita perlu menggunakan API VPN Service. API ini sebenarnya hanya membungkus interface TUN dan sekaligus mensetup default route agar lewat VPN. Dengan API ini, program kita perlu membaca raw packet, mengenkrip paket tersebut, lalu meneruskannya.

Untuk parsing paket IP, Android tidak menyediakan API-nya. Dalam kasus tertentu kita bisa parsing sendiri header IP-nya (misalnya sekedar membaca destination IP dan port). Untuk kasus kompleks kita perlu library stack IP. Contoh kasus kompleks misalnya jika kita ingin menangani stream SSL lalu mendekrip stream tersebut.

Kebanyakan aplikasi VPN yang saya periksa menggunakan native library untuk parsing dan processing paket jaringan (tidak diparse di Java). Jika ingin mempelajari bagaimana membuat aplikasi VPN sendiri, ada banyak proyek open source Android yang bisa dilihat, misalnya:

https://github.com/M66B/NetGuard

VPN API di iOS dan macOS

Apple menyediakan beberapa API untuk VPN. Secara high level kita bisa memakai protokol VPN yang sudah ada dan sekedar membuat aplikasi untuk mengendalikan koneksinya (misalnya membuat layar login yang lebih bagus atau terkoneksi ke sistem billing). Secara low level, kita bisa membuat protokol kita sendiri

https://developer.apple.com/documentation/networkextension

Untuk memakai ini di iOS kita perlu memakai Network Extension Entitlement, tadinya memakai ini di iOS butuh ijin khusus dari Apple, tapi sekarang sudah tidak perlu lagi. Contoh penggunaan API sudah disediakan Apple di:

https://github.com/ios-sample-code/SimpleTunnel

Penutup

VPN adalah nama sebuah teknologi yang sebenarnya cakupannya cukup luas, tapi sekarang banyak dipersempit jadi sekedar: mengakses internet lewat komputer orang lain. Lalu mulai ada banyak informasi tidak benar berdasarkan penyederhanaan ini.

Semoga informasi yang di tulisan ini bisa memperluas wawasan Anda mengenai VPN. Mungkin ada juga yang jadi ingin mengimplementasikan protokol VPN sendiri.

Saya tidak menyarankan layanan VPN tertentu, karena takut salah:

  • Kadang ada layanan super populer (dulu Hola) yang ternyata kemudian ketahuan tidak aman
  • Ada layanan VPN yang sekarang aman, tapi nanti bisa saja berubah total, entah karena tekanan bisnis atau dibeli pihak lain

Jika butuh VPN:

  • untuk sekedar keamanan pribadi (misalnya ketika memakai WIFI publik) setuplah VPN sendiri
  • Jika ingin mengamankan diri dari pihak berwajib atau orang jahat pakailah TOR anonymity network
  • Jika ingin mengakses konten dari negara lain: silakan pakai layanan berbayar

Belajar Piano dengan App

Note: tulisan ini merupakan opini pribadi berdasarkan pengalaman belajar piano menggunakan aplikasi Simply Piano dari JoyTunes, saya tidak dibayar untuk menuliskan ini.

Sejak Jonathan belajar piano di kursus, sebenarnya saya sudah ikut-ikutan belajar piano. Tapi saya gak punya kemampuan memainkan musik sama sekali. Dari dulu takut sama not toge (not balok), dan cuma kenal do re mi karena pernah ikut paduan suara di gereja. Saya gak bisa juga mencari tau lagu itu seperti apa kalau belum pernah dengar sebelumnya, jadi bisa dibilang saya menghapalkan nadanya setelah diajarkan.

Tahun lalu, setelah piano-pianoan yang dipakai Jonathan hancur karena dicongkelin Joshua, akhirnya kami membeli piano digital yang jumlah tuts nya sudah sama dengan piano mekanis. Karena udah ada piano beneran, saya pikir sekalian saja saya belajar piano, masa sih gak bisa.

Awalnya sih, saya belajar dari buku-buku latihan piano Jonathan, terus gak sengaja nemu aplikasi Simply Piano ini. Aplikasi ini memberikan beberapa pelajaran pertama gratis, selanjutnya kalau mau meneruskan latihan ya harus bayar berlangganan. Berlangganannya mulai dari 279 baht/bulan atau 3250 baht/tahun. Kami memilih langsung langganan setahun, karena untuk mengirim Jonathan kursus saja biayanya pastinya lebih mahal dari itu.

preview aplikasi simply piano

Beberapa bulan pertama, saya cukup rajin latihan sekitar 30 menit sehari. Saya belajar banyak chord dan juga beberapa lagu populer. Ada pengenalan piano klasik, jazz, dan blues juga. Tapi karena kesibukan saya jadi lupa meneruskan berlatih lagi.

Sejak beberapa waktu lalu Jonathan pindah tempat kursus piano yang lebih dekat rumah. Gurunya ibu-ibu tua baik hati. Waktu dia tahu saya kadang-kadang ikutan belajar dari buku Jonathan, dia bersedia mengajari saya tanpa bayaran tambahan. Wow, ini sih rejeki jangan ditolak. Jadi sekali seminggu, ketika saya antar Jonathan kursus, dia belajar sekitar 40 menit, saya diajari 15 – 20 menit. Sisanya ya saya diharapkan berlatih sendiri di rumah.

Kelemahan saya dalam bermain piano adalah: saya tidak benar-benar membaca not dalam sheet music nya. Jadi saya menghapal cuma kunci C, dan G untuk tangan kanan, dan kunci C dan F untuk tangan kiri. Selanjutnya saya cuma membaca naik turunnya not tanpa benar-benar membaca not tersebut. Kalau notnya tidak berurutan, saya sering jadi gelagapan sendiri ngitung dalam hati ini not apa dan jari mana hahaha.

Setelah sekian lama melupakan aplikasi ini, saya jadi kepikiran lagi untuk mulai berlatih lagi setiap harinya. Di aplikasi ini ada menu untuk latihan 5 menit sehari. Masa sih gak bisa nyediain waktu 5 menit sehari. Awalnya mulai 5 menit, kalau gak ada gangguan siapa tahu bisa diteruskan jadi 30 menit latihan sehari.

menu latihan 5 menit sehari dari aplikasi simply piano

Harusnya dengan latihan setiap hari, saya bisa sekalian menghapalkan not dari lembaran musik piano. Harapannya sih digabungkan dengan belajar dari guru piano Jonathan, saya jadi beneran bisa main piano, bukan cuma tahu do-re-mi saja hehehe.

Ada banyak aplikasi belajar piano sejenis simply piano ini, tapi saya gak bisa komentar untuk yang lain, karena kami berlangganannya cuma yang ini. Oh ya, langganan simply piano bisa diinstal di beberapa device Android maupun iOs, jadi selain saya, Jonathan juga bisa memakai aplikasi ini. Joshua juga sudah mulai niru-niru tapi belum benar-benar mau mencoba mengikuti instruksi meletakkan jarinya hehehe.

Namanya belajar, tidak ada yang instan, harus terus menerus melatih diri. Mungkin akan ada yang heran, ngapain belajar piano sekarang? belajar piano itu buat saya sih untuk relaksasi. Rasanya ketika bisa memainkan sebuah lagu, enak aja gitu dengarnya berulang-ulang. Kalau lihat di YouTube, banyak orang belajar setelah dewasa, dengan komitmen belajar setiap hari, dalam waktu setahun mainnya udah jagoan. Saya sih gak muluk-muluk, gak harus jagoan, asal bisa mainin piano untuk mengiringi Joshua nyanyi atau untuk nyanyi bersama keluarga saja udah cukuplah hehehehe.

Nyobain Apple Music di Thailand

Sejak gak kerja lagi, saya jarang sekali mendengarkan musik. Udah gak pernah tau lagu apa yang baru atau enak di dengar. Joe juga ga terlalu dengerin musik, tapi ya kayaknya dia di kantor karena semua orang pake earphone jadinya juga masihlah nemu 1 atau 2 lagu yang enak didengar.

Oh ya, dari nonton film juga kadang-kadang jadi nemu lagu-lagu enak seperti soundtrack Frozen, Plane, Sing, beberapa lagu anak-anak semuanya pernah dibeli dari itunes. Nah karena kemaren nonton kdrama Phantom jadi inget lagi dulu pernah beli CD Audio Phantom of the Opera abis nonton filmnya (masa itu belum musim beli musik dari iTunes), tapi sekarang ga nemu lagi cd nya di mana. Nah Joe jadi kepikiran untuk mencarinya di Apple Music.

Di Thailand kebetulan promosi mencoba Apple Music itu gratis selama 3 bulan. Nah ya, walaupun waktu daftar harus masukin kartu kredit, tapi bener-bener free of charge selama 3 bulan pertama. Kalau mau dibatalkan setelah 3 bulan juga bisa hehehe. Biasanya sih kalau memang menarik, layanan begini akan kami pakai terus seperti halnya Netflix, ini salah satu usaha untuk hidup legal.

Kembali ke soal dengerin musik, sekarang ini satu-satunya kesempatan saya buat mendengarkan musik itu kalau lagi di mobil. Salah satu bukti kami tidak terlalu mencari musik terbaru adalah: di mobil kami cd musiknya cuma ada 2, musik lagu anak-anak dan musik lagu natal. CD musik itu udah ada sejak Jonathan masih kecil hahahah. Sekarang ini cd nya sudah mulai susah dibaca dan kalau dipasang mulai melompat-lompat nyanyiannya. Oh ya, mobil kami belum ada slot usb buat music playernya, jadi ya makanya dulu burn CD sendiri. Nah, karena CD nya mulai gak bagus, akhirnya sekarang beralih pasang music dari HP aja pake kabel AUX.

Bulan lalu, saya streaming dari YouTube tiap kali pasang musik, akibatnya paket data kritis di akhir bulan hahaha. Nah terus masalah berikutnya, kalau di HP itu, tiap pindah dari aplikasi youtube, lagunya berhenti. Setelah saya komplain masalah ini, Joe bilang: loh kenapa gak pake Apple Music aja? Nah loh, saya kan gak pernah tau soal Apple Music ini kalau gak dikasih tau hahaha. Dengan agak ragu-ragu saya tanya: tapi kan aku gak pake iPhone, emang Apple Music bisa di Android? Hahaha aduh, bener-bener deh mulai gaptek ya jadinya kalau ga banyak mau. Apple Music ini sifatnya ya kayak aplikasi music bawaannya Android juga, bisa tetap jalan di background, bahkan ketika buka aplikasi Google Map atau Pokemon Go, ya tetep denger lagunya, malah jadi denger suara double.

Udah kepanjangan intronya. Singkat cerita, Apple Music itu ada aplikasinya untuk Android juga. Nah, untuk loginnya saya pake aja loginnya Joe biar librarynya juga bareng, tinggal bikin playlist terpisah aja. Berdasarkan pemakaian 2 hari ini saya kesenangan membrowse musik-musik yang ada. Musiknya bisa di dengar streaming ataupun didownload. Bisa menambahkan beberapa playlist tentunya dan kalau gak tau mau nyari lagu apa, ada juga channel sejenis Radio yang playlistnya udah mereka siapin. Ada daftar lagu yang populer sepanjang minggu ini, ada juga top 100 music global dan lokal. Banyak pilihan deh kalau gak tau mau milih apa.

Berikutnya tentunya yang saya lakukan adalah:

  • cari musik Indonesia yang baru maupun yang dulu sering di dengar.
  • dengerin lagu-lagu Thailand juga (nah ini kurang familiar sebenarnya)
  • cari lagu yang sama dengan yang ada dengan playlist di CD mobil yang mulai rusak.
  • gak kalah penting, cari musik ost drama Korea dong!

Terus melengkapi kesenangan hati adalah, banyak lagu yang dilengkapi dengan liriknya, jadi bisa sing along kalau mau, atau kalau mau rajin bisa untuk belajar baca Korea ataupun Thai. Sekarang sih masih ngumpulin playlist aja dulu hehehe. Supaya lebih berguna, bangun pagi sekarang bikin playlist lagu yang semangat tinggi biar lebih semangat nyiapin sarapan dan siap-siap kegiatan harian.

Oh ya, kalau saya lihat harga berlangganan Apple Music ini berbeda di Thailand, Indonesia dan Amerika. Di Asia harganya lebih murah, paling murah itu harga mahasiswa/pelajar. Kalau kata Joe sih, misalnya memang berguna menghibur ya nanti bisa dipertimbangkan bayar. Kalau gak bayar lagi soalnya nantinya file-file yang di download tidak akan bisa diakses juga.

Mungkin akan ada yang nanya, kenapa gak makai Spotify atau Google Music? Saya sih alasannya sederhana: karena Joe udah daftar Apple Music aja sih dan lagu-lagu yang pernah kami beli dulu semuanya ada di library Apple Music juga. Lagipula Goggle Music belum masuk ke Thailand. Kelemahan Apple Music ini tentunya ada juga, beberapa lagu tidak bisa diakses dari region Thailand. Sejauh ini sih cukuplah, kita lihat saja berapa lama saya bertahan mendengarkan musik setiap hari.

Update 23 April 2019

Ternyata kalau saya dan Joe berbarengan menyalakan Apple Musicnya akan ada peringatan lebih dari 1 device mengakses musik dan menyarankan untuk upgrade ke family plan. Sekarang ini karena lagi masa trial bisa dicoba dengan buka account trial 1 lagi, atau ya udah gantian aja makeya, toh Joe pas jam kerja juga gak terus menerus dengerin musik dan saya di rumah juga ga pasang musik sepanjang hari.