Forest App: Fokus Bekerja bonus Tanam Pohon Beneran

Apa hubungannya fokus bekerja dan tanam pohon? Ceritanya dengan menginstal aplikasi ini, kita bisa diingatkan untuk tetap fokus dengan apa yang kita kerjakan dan bukan mainan handphone melulu. Kalau target tercapai sesuai waktu yang kita tentukan, kita diberikan koin. Nanti koinnya dikumpulkan bisa untuk membeli fitur tambahan atau bisa juga untuk menanam pohon beneran.

Sudah beberapa lama Jonathan pakai aplikasi Forest ini, dan dia sudah mengumpulkan cukup koin untuk menanam 1 pohon beneran (yang nanam nantinya orang dari pembuat app ini). Saya jadi terpikir untuk ikutan instal aplikasi forest ini, siapa tau jadi lebih fokus dan produktif dan bisa ikutan nanam pohon beneran.

Jonathan udah mengumpulkan cukup koin untuk tanam 1 pohon beneran

Teorinya membuat kita produktif tapi kenyataannya bisa saja kita nyalakan di HP terus kita nonton TV atau tinggal tidur. Atau bahkan kalau curang, kita bisa masukkan aplikasi Netflix atau browser ke whitelist-nya (daftar aplikasi pengecualian). Tapi inti dari pemakaian app ini sih untuk membantu kita tetap fokus dengan pekerjaan kita supaya target tercapai dan tidak terus-terusan mainan HP. Jadi kembali ke kita juga mau sekedar biar dapat koin banyak terus bisa tanam pohon, atau mau berusaha fokus.

Misalnya nih, buat yang lagi berusaha baca buku di HP tapi selalu tergoda buat liat aplikasi messenger atau cek medsos terus-terusan, bisa saja kita set aplikasi e-book readernya masuk ke dalam whitelist, tapi browser dan segala aplikasi untuk akses media sosial akan menyebabkan pohon yang ditanam terhenti.

Udah dapat gambaran gak aplikasi Forest itu seperti apa? Pertama donlot dulu dari playstore (gratis) atau dari applestore ($1.99) untuk iOs. Aplikasi ini menawarkan in-app purchase juga, jadi ya hati-hati kalau dimainin anak-anak.

Untuk tanam 1 pohon benerannya kita harus mengumpulkan 2500 koin dan menjadi premium member dengan biaya sekitar 29000 rupiah. Bayar member premiumnya cukup sekali, nantinya setelah jadi member premium, setelah kita berhasil mengumpulkan 2500 koin kita bisa klaim supaya pihak penyedia jasa aplikasi tanam 1 pohon. Info lengkapnya baca di link ini aja ya.

Saya lagi coba nih nulis blog ini di PC, sambil nyalain aplikasi forestnya. Kalau mau bener-bener fokus, kita harus instal juga di browser PC kita untuk membatasi godaan buka-buka sosmed. Heran ya, pengendalian diri terhadap sosmed aja harus sampai pake app begini. Tapi namanya melatih diri, kadang-kadang butuh sedikit pemaksaan. Saya senang dengan aplikasi ini karena banyak peringatan-peringatan lucu kalau kita mau menyerah.

Ini contoh screen capturenya:

Nah yang paling memotivasi sih selain supaya target tercapai yang kemarin sudah dituliskan di google calendar, tapi juga kita bisa ngumpulin koin buat tanam pohon beneran. Jadi ya motivasinya buat diri sendiri dan buat bumi lebih hijau juga.

Katanya sih pesan-pesan untuk meninggalkan layarnya bisa kita tulis sendiri juga kalau mau, tapi sepertinya peringatan dan penyemangat dari aplikasinya juga sudah cukup buat saya.

Karena beberapa hal dari target yang ingin saya capai membutuhkan aplikasi di HP, jadi daftar whitelist saya termasuk Memrise, DuoLingo, Kindle, Playbook, dan Apple Music.

Ada yang sudah tanam pohon banyak gak dari memakai aplikasi ini? kalau belum, yuk coba pakai siapa tau jadi lebih fokus bekerjanya.

Melatih diri menyelesaikan Target dengan Goal di Calendar HP

Kemarin saya lagi kepikiran, ada gak ya aplikasi checklist untuk hal-hal yang dikerjakan setiap harinya oleh Jonathan yang dia bisa lihat di HP. Sebelumnya, saya pernah cetak dan minta dia memberi tanda centang setiap kali pekerjaanya selesai, tapi prakteknya sering lupa juga.

Sebenarnya saya tidak ingin menambahkan aplikasi baru, ataupun harus bawa-bawa buku untuk mengingat daftar hal yang dilakukan setiap hari ini. Terus waktu saya lagi mengisi jadwal kegiatan minggu depan di Google Calendar, eh gak sengaja nemu ada fitur membuat Goal juga yang fungsinya kurang lebih bisa seperti yang saya inginkan. Intinya Jonathan bisa lihat apa yang harus dia lakukan hari itu dan kalau sudah selesai bisa beri tanda sudah dikerjakan. Selain untuk Jonathan, tentunya fitur ini berguna untuk saya juga.

Ini contoh goal dan jadwal kemarin dan hari ini

Setiap harinya, saya menggunakan aplikasi DuoLingo 15 menit dan aplikasi Memrise untuk latihan bahasa Korea. Selain itu saya juga ingin mulai melatih diri rutin bermain piano dan membaca buku paling tidak 15 menit sehari. Untuk menulis blog, saya alokasikan waktunya sore hari 1 jam, tapi ya kalau ada waktu siang saya akan kerjakan juga dan nanti tingal kasih tanda selesai.

Ternyata melihat jadwal dan hal-hal yang harus dilakukan jadi lebih mudah, karena kita bisa set alarm untuk mengingatkan kita. Bahkan bisa set alarm sebelum dan setelah waktunya diingatkan apa sudah dikerjakan atau belum.

Percobaan beberapa hari ini ke Jonathan, walau saya masih harus bertanya apa yang harus dilakukan berikutnya oleh Jonathan, dia juga bisa dengan lebih cepat melihat apa yang harus dikerjakan hari ini dan apa yang masih belum selesai.

Melihat hal-hal yang kita daftarkan berhasil dilakukan semua, memberikan kepuasan tersendiri. Sementara ini efeknya saya jadi rajin dan mengerjakan sebelum alokasi waktu malahan hehehe.

Apa saja yang bisa kita set jadi Goal di Google Calendar dan bagaimana cara mengaturnya? Lengkapnya ada di link ini. Tapi saya akan kasih sedikit langkah-langkahnya juga.

Pertama tentunya buka aplikasi Google Calendar, lalu klik tanda + di sudut kanan bawah dan pilih Goal. Berikutnya pilihlah mau mengatur Goal yang mana.

Pengingat Olahraga dan Menambah keahlian
Pengingat mencari waktu untuk teman, diri sendiri dan lebih terorganisasi

Namanya juga pengingat ya, tentunya hanya bisa mengingatkan yang kita masukkan untuk diingat. Kalau kita gak ingat mengatur apa yang perlu diingat, tentunya aplikasinya lebih ga tau lagi hehehe.

Di dalam pilihan Organise my life, ada pilihan untuk menyediakan waktu membuat list of things to do. Untuk sekarang ini saya coba membuat pengingat untuk membuat jadwal selama 15 menit di pagi hari.

Nantinya Google Calendar akan membantu mencarikan slot waktu di antara slot waktu kosong kita (tentunya kalau ada jadwal yang sudah pasti, harus kita tambahkan dulu sendiri). Fitur ini juga akan mencatat keberhasilan kita menyelesaikan target kita dalam seminggu berapa kali kita lakukan.

Sementara ini, saya berusaha menuliskan Goal dari hal-hal yang memang sudah rutin saya lakukan. Nantinya aplikasi ini bisa dipakai juga untuk melatih diri untuk kebiasaan yang baru (misalnya olahraga? hehehe). Jadi dengan begini Smart Phone yang kita pakai semakin bikin kita smart karena selalu ingatin kita untuk hal-hal yang emang kita jadwalkan sebelumnya.

Buat yang rutin teleponan dengan keluarga yang jauh, bisa juga menjadwalkan pengingat berkabar ria dengan keluarga. Buat ibu-ibu yang merasa jadwal padat dan ga punya me time juga bisa menjadwalkan ke salon misalnya hehehe.

Sekali lagi, ini kan namanya aplikasi untuk menetapkan target ya, kalau misalnya target hari ini belum tercapai ya jangan menyerah. Tetap semangat menentukan target untuk hari berikutnya hehehe. Mulai dengan target yang kecil-kecil dan pasti bisa dilakukan, kalau melihat banyak yang kita targetkan tercapai rasanya lebih memotivasi untuk menyelesaikan lebih banyak lagi.

Contohnya ya ini, target nulis blog malam hari, akhirnya saya kerjakan siang menjelang sore supaya bisa kasih tanda Did it.

Yay, Nulis blog hari ini selesai

Mempermudah Ganti HP Android

Jaman dulu, kalau kita ganti HP, biasanya kita perlu memindahkan daftar kontak kita secara manual. Setelah HP semakin pintar, ganti HP bisa lebih mudah apalagi bila kita sudah membiasakan diri membackup berbagai data kita. Kebiasaan membuat salinan data ini merupakan kebiasaan yang baik, apalagi kalau kita mempunyai koneksi internet yang cukup cepat.

Saya sering mendapat cerita teman yang HP nya error lalu harus di reset dan semua daftar kontak hilang. Kisah lainnya teman yang pakai iphone/ipad dan mengijinkan anaknya menggunakan gadgetnya sering tanpa sengaja foto-foto di HP terhapus karena anaknya berusaha masuk dengan paksa dan otomatis menghapus data padahal belum pernah di backup. Atau aplikasi chat WA yang lupa di backup waktu ganti HP ataupun hang dan harus reinstal paksa dan mengakibatkan percakapan sebelumnya hilang.

Jaman sekarang ini, hal-hal itu sudah bisa dihindari kalau kita sinkronisasi data kita atau back up di berbagai layanan yang ada di internet, termasuk nantinya mempermudah ketika kita ganti HP. Apalagi kalau kita punya internet koneksi 24 jam, tentunya bisa kita set sinkronisasi data dilakukan ketika kita tidur misalnya.

Ada yang bilang simpan data di Internet tidak aman dan rawan kebocoran privasi. Untuk ini, ya semuanya ada plus minusnya ya, tentunya kita perlu mengamankan semua account yang kita punya. Kalau saya, karena semua foto dan notes saya gak ada konten yang sensitif, kalau cuma ketauan jadwal tiap minggu ngapain aja sih masih gak apa-apa hehehee.

Beberapa hal yang perlu diingat sebelum ganti HP Android adalah:

  • salin kontak lokal semua ke google contacts, dengan cara ini waktu kita ganti HP, kita tidak perlu mencatat ulang nomor-nomor kontak kita
  • kalau terbiasa mencatat jadwal di HP, sinkronisasi ke google Calendar. Waktu ganti HP, otomatis jadwalnya kebawa juga.
  • backup foto ke Google Photos setiap kali HP terhubung WiFi dan atau terhubung WiFi dan dicharge. Dengan cara ini kita juga bisa mengosongkan storage lokal kita ketika foto sudah di backup. Kalau mau punya backup dengan ukuran asli, bisa juga dilakukan dengan kabel data ketika terhubung ke komputer/laptop.
  • backup percakapan WhatsApp ke google drive setiap harinya. Kalau saya, saya set proses backup setiap jam 2 malam, dengan asumsi jam segitu saya lagi tidur. Kalau di backup ketika kita aktif menggunakan HP, pastinya HP akan terasa lambat sekali.
  • percakapan Telegram, semua data otomatis tersimpan di server, jadi tidak perlu di backup.
  • percakapan LINE tidak saya back up karena jarang pakai.
  • biasakan gunakan layanan yang ada loginnya dan ada fasilitas sinkronisasi data ke server, misalnya untuk notes saya gunakan color notes, ketika pindah HP, semua notes saya otomatis terbawa.
  • untuk tulisan yang lebih panjang, saya sudah terbiasa menggunakan google docs, google spreadsheet dengan menyimpan salinan lokalnya untuk mempercepat akses ketika tidak terhubung ke internet, dan nantinya akan disinkronisasi ketika terhubung ke internet.
  • untuk FB, kalau dirasa penting kita bisa juga mendownload semua data kita sesekali. Tapi saat ini saya tidak banyak mengupdate FB dan tidak merasa ada yang penting untuk dibackup, mungkin nanti dibackup kalau ada niat deaktivasi
  • berbagai aplikasi saya login menggunakan FB atau google dan datanya tersimpan di server, kalau lupa password, selalu bisa reset password hehehe
  • untuk keamanan FB dan Google account, saya pakai pengaman tambahan (google authenticator), nah untuk pengecekan pengaman tambahan ini saya perlu pindahkan secara khusus (ini saya minta tolong Joe hehehe)
  • berbagai file lain yang bukan foto dan tidak masuk kategori manapun bisa juga disimpan di dropbox

Dengan mempunyai salinan terhadap semua data kita, seandainya HP saya hilangpun (aduh jangan sampai deh), data saya semua tetap bisa dikembalikan ke HP yang baru. Mungkin akan ada yang bilang: aduh harus langganan berapa banyak tuh untuk simpan data doang. Coba aja hitung-hitung lagi, lebih penting mana kehilangan data atau langganan yang kalau dirata-ratakan perharinya gak seberapa.

Berikut ini proses menyalin data dari HP android lama ke yang baru. Ketika nyalakan HP, setelah setting bahasa dan region akan sampai ke bagian ini

copy apps dan data ketika HP baru beli di nyalakan

Selanjutnya ikuti saja langkah-langkahnya

Saya pilih yang pertama: A backup from and android phone.

Dari gambar, kalau kita tidak ingin menyalin data dari HP lama, kita bisa juga memilih “Don’t Copy”.

akan ada petunjuk membuka google app di hp lama
kita akan di minta untuk memberi perintah”set up my device”

Di HP lama, kita bisa gunakan perintah suara atau ketikkan di google search box “set up my device”, nantinya HP baru akan otomatis mengenali melalui koneksi dengan jaringan Bluetooth dan WiFi.

tekan next di hp lama dan baru
kita akan diminta mengecek apakah bentuknya sama dan klik next di hp lama

Kalau ada beberapa HP android di dekat kita, ketika kita memberi perintah suara, bisa saja HP lain menangkap perintah kita. Untuk meyakinkan kita gak salah menyalin HP, maka kita harus memberi perintah lanjut/next di HP lama yang memang kita ingin salin datanya ke HP baru.

masukkan login akun google kita

Di HP yang baru tentunya kita akan diminta untuk login menggunakan google account kita. Lalu proses menyalin aplikasi dan data dari HP lama pun dimulai.

proses menyalin data di mulai ke Hp baru
kita bisa memilih apa saja yang ingin kita salin

Proses menyalin data ini bisa dipilih, tapi karena saya ingin memindahkan semuanya, maka saya pilih semua. Dengan memilih ini bahkan sejarah telepon keluar masuk juga akan pindah. Calendar, contacts dan photo tentunya juga nantinya tidak perlu diinput ulang. Setting wifi yang sudah pernah kita simpan passwordnya juga akan otomatis terbawa.

Kalau proses ini selesai, apakah HP baru kita sudah 100 persen sama dengan HP baru? sayangnya belum, masih ada tahapan berikut yang harus dilakukan, antara lain:

  • login ulang aplikasi seperti FB, Dropbox, Telegram, Amazon, Apple Music, Grab, Coursera, Duo Lingo, Memrise dan aplikasi lainnya. Beberapa aplikasi yang login menggunakan akun google otomatis sudah bisa langsung di pakai.
  • Memindahkan WhatsApp: backup ke google drive di HP lama, lalu buka dan restore di HP baru. Hapus aplikasi WA di HP lama supaya tidak konflik lagi.
  • Memindahkan file-file di folder “download” secara manual kalau memang masih ada yang penting. Untuk hal ini bisa juga diakali menggunakan dropbox (tapi sekarang ini saya tidak menggunakan dropbox tapi simpan di chat telegram).
  • untuk aplikasi banking dan yang butuh security lebih, Joe pernah menuliskannya di sini.

Biasanya, setelah yakin aplikasi yang dipindahkan berjalan baik di HP baru, saya akan hapus aplikasinya di HP lama. Setelah 1 bulan memakai HP baru dan tidak pernah merasa butuh sesuatu dari HP lama, baru deh saya bolehkan Joe factory reset atau terserah mau dioprek apalagi hehehe. Biasanya HP lama akan dipakai Joe untuk keperluan pentest atau ya untuk cadangan kalau ada HP yang butuh di service.

Walaupun sudah dipermudah begini, saya masih merasa malas proses ganti HP. Prosesnya hanya beberapa jam, tapi ya harus dikerjakan juga untuk pemakaian beberapa tahun ke depan. Ok, semoga lain kali ganti HP jangan sampai kehilangan data penting ya.

Aplikasi Wattpad untuk Hobi Menulis dan Baca

Apa sih Wattpad? Wattpad ini sejenis social media untuk orang-orang yang mencari bahan bacaan ataupun suka menuliskan cerita. Bedanya dengan social media lain apa? Biasanya orang membuka wattpad dengan 2 tujuan: mencari bacaan atau menuliskan cerita.

Bacaan jenis apa? cerita seperti apa? Bisa apa saja. Cerita pendek, cerita bersambung, kumpulan cerita, ataupun artikel nonfiksi. Banyak penulis pemula yang memulai menulis di wattpad dalam bentuk cerita bersambung. Biasanya tulisan yang sudah diterbitkan di wattpad bisa di baca oleh pengguna wattpad lainnya. Kalau ternyata banyak yang suka mengikuti ceritanya, bisa jadi di saat tulisan selesai sudah ada penerbit yang bersedia menerbitkannya. Novel Metropop Resign! yang saya tuliskan kemarin juga salah satu buku yang awalnya dituliskan di wattpad.

Beberapa contoh kategori cerita, masih banyak kategori lainnya

Biasanya cerita-cerita yang belum selesai itu bisa kita komentari. Kalau kita mengikuti suatu cerita, kita bisa set supaya mendapatkan notifikasi ketika penulis menambahkan bagian baru dari ceritanya. Tapi banyak juga cerita yang tak kunjung selesai dan pembaca hanya bisa kecewa.

Saya tahu mengenai aplikasi ini sudah lama. Dulu cuma iseng mencoba membaca cerita yang direkomendasikan oleh aplikasi. Cerita kita bisa direkomendasikan kalau mendapat banyak respon dari pengguna lain berupa jumlah pembaca, ataupun menambahkan cerita kita ke daftar bacaan mereka. Untungnya cerita yang saya ikuti itu akhirnya selesai juga dan kabarnya dijadikan buku dengan menambahkan 1 bab baru setelah bab yang diterbitkan di wattpad. Setelah bukunya diterbitkan dalam bentuk fisik, tulisan di wattpadnya juga dihapus.

Daftar buku yang kita baca

Kebanyakan cerita bisa dibaca dengan gratis, tapi ada juga cerita yang untuk membacanya kita harus membayar. Saya belum pernah mencoba membaca cerita yang harus bayar jadi kurang tahu detailnya. Tapi kalau dilihat dari jumlah pembacanya, wow banget ada yang sampai dibaca 3 juta pengguna lainnya.

Cerita yang banyak dibaca orang bisa direkomendasikan ke pengguna lain

Salah satu contoh cerita nonfiksi yang saya temukan ketika iseng mencari hari ini ternyata buku tentang belajar bahasa Korea. Menurut penulisnya, dia hanya mengumpulkan tulisannya dari berbagai sumber dan kredit tetap ke penulis asli. Mungkin ini kira-kira sama dengan yang saya lakukan menulis seri belajar bahasa Thai di blog ini. Hmmm apa saya juga ikutan memindahkan sebagian ke wattpad ya hehehe.

Wattpad ini bisa diakses melalui browser dan ada aplikasinya juga untuk android dan iphone. Kalau kita sudah install aplikasi ini di HP kita, kita bisa mendownload cerita yang ingin kita baca ataupun menuliskan cerita kita secara offline juga.

Apakah wattpad ini hanya untuk orang yang suka menulis? kalau menurut saya wattpad ini justru lebih banyak pembacanya daripada penulis. Tapi ya cerita di wattpad ini banyak juga fanfiction dari cerita film atau buku yang ada. Kalau suka membaca berbagai cerita dan punya banyak waktu untuk itu, bisa juga coba cari-cari bacaan di wattpad. Kalau gak puas dengan akhir sebuah cerita juga bisa saja menuliskan versi cerita sendiri di wattpad hehehe.

Tapi seperti halnya dengan media sosial lainnya, tulisan yang kita tulis di wattpad ini bisa jadi suatu hari akan hilang kalau layanannya ditutup dan kita tidak punya salinannya. Dengan alasan ini, untuk sekarang saya memilih menulis di blog ini saja dulu. Mungkin kapan-kapan kalau sudah mulai bisa menulis fiksi bisa mencoba untuk menulis di sana.

Oh ya, kalau kamu rajin menulis di wattpad, bisa tulis di komentar supaya bisa dikunjungi.

Mencetak lewat WiFi dan Tips Mencetak Dua Sisi di Epson L3150

Lanjutan cerita eksperimen dengan printer EPSON L3150 yang bisa mencetak dari WiFi. Pertama, untuk bisa mengirimkan perintah mencetak dari HP android, kita harus menginstal aplikasi Epson iPrint dari Google Play. Dengan menginstal aplikasi ini kita bisa membuka dokumen atau foto yang ingin dicetak. Kita juga bisa mengirimkan perintah scan dan mendapatkan hasil scannya langsung di handphone.

Nah kalau kita mau mencetak file PDF yang dibuka dengan aplikasi lain, dan ingin mengirimkan perintah cetaknya langsung dari aplikasi tersebut, kita harus menginstal Epson Print Enabler dari Google Play.

Mencetak dari handphone memang terasa sangat mudah, tapi ternyata ada banyak fitur yang tidak tersedia kalau untuk mencetak dokumen dengan halaman banyak. Biasanya dulu saya suka mencetak dua sisi dan ada pengaturan ketika dokumen selesai dicetak, semua sudah tersusun rapi dari depan ke belakang. Dilema mencetak dari handphone, tidak ada pilihan untuk reverse printing ataupun tidak ada pilihan untuk mencetak dua sisi.

Kelemahan lain, untuk mencetak langsung ke range halaman tertentu dari aplikasi Epson iPrint, kita tidak bisa mengetikkan langsung nomor halamannya. Jadi kita hanya bisa memilih tanda tambah dan kurang sampai ke halaman yang diinginkan. Hal ini tentunya tidak nyaman sama sekali.

Pilihan dari menu pdf reader yang bisa dibuka dengan Epson Print Enabler lebih baik dari menu sebelumnya, kita bisa mengetikkan langsung nomor halaman yang diinginkan, tapi dari sini juga tidak ada pilihan mencetak 2 sisi ataupun mencetak halaman ganjil atau genap saja.

Ada banyak fitur yang sebelumnya sudah menjadi hal standar di printer Canon yang ternyata tidak ditemukan ketika mencetak lewat wifi. Di Linux, ada setting untuk mencetak 2 sisi, tapi entah kenapa ketika mencetak lewat wifi, biasanya akan ada pertanyaan untuk membalik halamannya. Kemarin kami mencoba beberapa kali, printernya tidak bertanya dan malah selalu ambil kertas yang baru.

Karena tidak punya laptop windows buat mencoba koneksi pakai kabel, dan udah keenakan ngeprint wireless, dicobalah mencari tahu gimana biar bisa mencetak dua sisi. Bahan yang mau dicetak lumayan banyak, kalau cuma mencetak 1 sisi, ga kebayang nanti hasilnya tebal sekali dan boros kertas. Mencetak wireless dari komputer Windows belum dilakukan, komputer Windowsnya lagi dipake nonton hehehe.

Percobaan berikutnya saya coba mencetak dari Macbook (dan masih via Wifi), lagi-lagi tidak bisa mengaktifkan setting mencetak 2 sisi. Tapi untungnya kali ini ada pilihan untuk mencetak halaman ganjil saja atau genap saja, dan bahkan ada pilihan untuk mencetak dengan urutan dari belakang ke depan.

Akhirnya saya mencoba mencari cara manual dengan memanfaatkan mencetak dengan pilihan ganjil saja atau genap saja. Ternyata cara manualnya tidak terlalu sulit dan perbedaanya kita harus memberi perintah cetaknya 2 kali, kalau kegiatan membalik kertasnya kan pasti harus dilakukan kecuali jenis printer canggih yang bisa membalik kertas otomatis.

Caranya:

  1. pilihan range halaman yang ingin dicetak
  2. set printer untuk mencetak halaman ganjil saja (odd only)
  3. ambil tumpukan kertas dari tray dan letakkan kembali di tempat kertas dengan halaman kosong menghadap ke kita
  4. set printer dengan range yang sama dengan nomor 1, lalu pilih mencetak halaman genap saja (even only)
  5. selesai dicetak semua sudah tersusun dengan halaman nomor kecil ada dipaling depan terurut ke belakang.

Perhatikan baik-baik, nomor halaman ganjil dan genap bukan berdasarkan nomor halaman dari page rangenya. Halaman 142 itu nomor genap, tapi ketika kita mencetak halaman ganjil justru yang akan dicetak itu adalah lembar pertama halaman 142, ketiga halaman 144, kelima halaman 146 dan seterusnya.

odd pages only

Ketika kita membalik tumpukan kertas, halaman yang tercetak pertama ada di bagian belakang. Nah ketika kita mencetak lagi dengan urutan halaman genap (lembar ke-2 itu halaman 143), maka secara tidak langsung kita mengurutkan lagi kertasnya dari nomor kecil ke nomor besar.

even pages only

Perhatikan juga, jangan sampai kita memilih setting ganjil genap ini 2 kali. Kalau kita sudah set dari dialog di aplikasi dokumennya (yang saya pakai adobe acrobat reader), saya tidak perlu lagi mengatur setting di printernya .

gunakan default setting untuk printer

Kesimpulannya:

Mencetak lewat wifi untuk printer EPSON L3150 dari HP Android walaupun memberikan kemudahan karena tidak harus membuka laptop/komputer, memiliki keterbatasan. Untuk mencetak sehari-hari yang jumlah halaman tidak banyak dan tidak perlu 2 sisi, kita bisa dengan mudah melakukannya dari HP.

Kalau aplikasi printer di laptop kita tidak support mencetak 2 sisi, kita tetap bisa melakukannya dengan sedikit langkah tambahan dan kalau sudah terbiasa, lama-lama jadi tidak terasa bedanya dengan printer yang memberikan opsi mencetak 2 sisi.

Mencetak tanpa kabel terhubung ke printer memang memberi banyak kemudahan dan mengurangi alasan menunda mencetak dokumen. Printer dibiarkan saja menyala dan pastikan kertas tersedia, setiap kali mau mencetak tinggal kirim perintah dari jauh dan ambil hasilnya ketika akan pergi.

Oh ya, satu hal kelebihan EPSON dibandingkan CANON yang kami miliki sebelumnya: walaupun sama-sama sistem inktank, berat dan ukuran printer EPSON ini lebih ramping dan lebih ringan dibandingkan CANON. Saya tidak tahu komponen apa di CANON yang bikin berat. Tapi ya, sejauh ini walaupun masih harus banyak coba-coba dan mengorbankan banyak kertas, saya cukup puas dengan printer EPSON L3150 ini.

Memilih Printer

Sejak tinggal di Chiang Mai, kami sudah beberapa kali beli printer. Pernah beli yang laser, deskjet, inkjet, bahkan pernah beli yang agak hi-end pada masa itu bisa fax segala (padahal cuma butuh fitur scannernya). Kami juga sudah mencoba berbagai merk printer seperti Lexmark laser, HP deskjet print scan copy fax, Brother inkjet monochrome, Canon inkjet dengan tank yang dimodif maupun Canon inktank print scan copy. Karena kami tidak memakai printer setiap hari, masalah yang paling sering terjadi adalah: tintanya kering! Yang paling menyebalkan adalah: setiap kali butuh ngeprint, selalu butuh waktu untuk membujuk printernya biar bekerja. Setelah printernya bekerja, eh kertasnya kadang-kadang miring masuknya dan berbagai masalah cetak lainnya.

Sebagai homeschooler, printer itu termasuk kebutuhan utama. Walaupun kami membeli kurikulum yang sudah berupa buku kerja, kadang kala ada banyak hal lain yang perlu dicetak untuk bacaan tambahan atau latihan soal. Sebagai orang IT, kami juga sering merasa butuh untuk scan dokumen, foto atau berbagai hal lain. Kebutuhan untuk memfotokopi passport juga ada setiap kali ada urusan ke imigrasi untuk perpanjangan ijin tinggal. Jadi kesimpulannya printer itu kebutuhan untuk kami walaupun tidak digunakan tiap hari.

Awal bulan ini, printer terakhir kami Canon inktank print scan copy dan bermasalah lagi. Printer ini garansinya ada 2 tahun, tapi dalam 2 tahun sudah 2 kali masuk bengkel. Kejadiannya ya setiap butuh ngeprint dia ga bisa ngeprint dan akhirnya bawa ke service. Karena masih masa garansi, kami gak pernah bayar. Kerusakan pertama karena scannernya rusak yang akhirnya menyebabkan tidak bisa mencetak. Kerusakan kedua tinta berisi penuh tapi selalu dinyatakan tinta habis dan disuruh mengganti tintanya. Lalu diantara kerusakan pertama dan ke-2 , kami juga sudah pernah mengalami tintanya kering tapi bisa diakalin Joe biar bisa bekerja lagi. Kerusakan terakhir yang ketiga kali, printernya sudah diluar masa garansi. Kerusakan kali ini paling parah: printernya tidak mau nyala sama sekali! Ketika dibawa ke service, karena printer sudah diluar masa garansi, kami harus bayar 300 baht untuk pemeriksaan kerusakan, dan kemudian harusnya bayar 1700 baht kalau mau diganti sparepart yang rusak (head printernya). Waktu saya tanya apakah reparasi ini ada garansinya? katanya tidak ada, artinya ada kemungkinan setelah membayar untuk ganti head printer, bisa saja tau-tau printernya rusak lagi. Karena printer Canon itu sudah rusak 3 kali, kami memutuskan untuk beli baru saja (supaya dapat garansi lagi).

Proses memulai pencarian printer dimulai. Dari kebutuhan yang ada, kami butuh printer yang bisa print-scan-copy dan juga kepikiran butuh yang bisa print melalui wifi. Selama ini, setiap kali mau ngeprint, kabel yang terhubung ke komputer sering bermasalah, terus pernah juga komputer yang terhubung ke printer butuh update driver dan updatingnya lamaaaaa banget. Aduh kayaknya printer itu identik dengan masalah deh. Nah fitur printer via wifi ini sudah lama ada, tapi kami belum pernah coba karena dulu harganya masih mahal. Kali ini kami memutuskan untuk mencoba printer yang bisa print via wifi, siapa tahu kalau ngeprint bisa langsung dari handphone, kami bisa lebih sering menggunakan printernya.

Dari hasil survey, ada beberapa pilihan:

HP 415 (4250 baht – garansi 2 tahun)

pilihan pertama

EPSON 3150 (4890 baht – garansi 2 tahun)

Brother DCP-T310 (3750 baht – garansi 1 tahun)

pilihan ke-3

Sebenarnya, waktu mencari online, pilihan sudah jatuh ke HP 415. Terus waktu saya survei ke toko, penjaga tokonya rekomendasi EPSON 3150, katanya EPSON ini memberikan garansi tinta tidak akan kering walau tidak dipakai 2 bulan. Kalaupun kering dan head rusak, selama masa garansi penggantian head sudah termasuk dalam garansi. Printer lain tidak memberikan garansi untuk head nya walaupun masih dalam masa garansi. Nah karena EPSON ini harganya lebih mahal sedikit dibanding HP, saya masih cari-cari pilihan lain lagi, dan ketemu Brother DCP-T310 yang ada displaynya.

Nah akhirnya setelah ada 3 pilihan begini malah makin bingung. Joe tertarik dengan Brother yang ada displaynya, harganya pun paling murah, tapi garansinya hanya 1 tahun. Saya awalnya sudah mau langsung pilih HP saja, tapi baca-baca kecepatan print nya masih lebih cepat si EPSON. Akhirnya, dengan pertimbangan rekomendasi mas-mas toko yang memang tokonya cukup terpercaya, kami pun pilih si EPSON. Lebih mahal memang, tapi harapannya sih bisa terpakai dengan baik selama 2 tahun gak bikin kesel tiap kali butuh ngeprint.

printernya ringan dan mengisi tintanya lebih sederhana daripada canon

Tadi, waktu instalasi, hampir saja kami merasa menyesal pilih EPSON. Jadi di awal instalasi, printer ini butuh pemanasan 10 menit, katanya ini inisialisasi pertama saja. Nah setelah 10 menit itu, printernya bisa mencetak test print untuk mendapatkan password wifi directnya. Tapi loh kok malah blur hasil cetaknya. Terus baca petunjuk butuh nozzle clean dulu. Akhirnya Joe harus keluarkan laptop untuk bisa setup printernya. Masalah berikutnya: laptop Joe gak ada Windowsnya! Untungnya di linux ketemu driver printer EPSON walau bukan seri yang persis, dan untungnya akhirnya setelah 30 menit dan berlembar-lembar mendapatkan hasil blurry dan isinya bintik-bintik doang akhirnya berhasil mensetup printernya setelah berhasil clean nozzle dan mendapatkan password wifi printernya.

Setelah itu sih udah ga ada masalah lagi, bahkan Joe berhasil mengupdate firmware printernya dengan firmware terbaru. Saya juga tinggal menginstal aplikasi Epson iprint dari Google Play di handphone, lalu aplikasinya akan otomatis mencari printernya.

Printernya sekarang sudah ready, dan sudah dicoba mengeprint beberapa dokumen. Joe juga sudah mencoba scan dokumen via wifi, jadi dokumennya diletakkan di printer dan hasil scannya langsung dapat di handphone. Untuk perintah fotokopi juga sudah dicoba dengan menggunakan aplikasi dari handphone.

Besok akan dicoba lebih banyak lagi. Masalah baru: kertas untuk mencetak habis hahahaha, jadi besok harus beli kertas dulu. Nah klaimnya printer ini untuk tinta yang disertakan dalam paketnya bisa mengeprint ribuan lembar untuk kualitas hitam putih ataupun warna. Niatnya saya akan mencari buku-buku belajar bahasa Indonesia dan mencetaknya supaya Jonathan bisa belajar membaca bahasa Indonesia dari buku cetak dan bukan baca di layar komputer.

Semoga printer kali ini lebih awet daripada printer-printer sebelumnya. Dan semoga dalam 2 tahun ini tidak ada kerusakan berarti untuk si printer.

Bunyi konsonan Thai di akhir

Hari ini kita lanjutkan berkenalan dengan tulisan Thai. Dari 44 konsonan, jika berada di awal silabel akan menghasilkan 21 bunyi, tapi jika diletakkan di akhir silabel, bunyi yang dihasilkan hanya ada 8. Hal ini kenapa orang Thai tidak bisa menyebutkan nama saya dengan benar, karena buat mereka silabel ris- itu akan dibaca menjadi rit, tidak ada bunyi akhir ‘s’. Oh ya tidak semua 44 konsonan ini bisa digunakan untuk akhir dari silabel.

Silabel yang mempunyai bunyi akhir biasanya disebut dengan silabel tertutup. Silabel tertutup dalam bahasa Thai mempunyai 8 bunyi yang dikelompokkan menjadi 2. Pengelompokkan ini berguna untuk aturan tinggi rendahnya silabel tersebut di baca. Selain kelas konsonan, jenis bunyi akhir juga akan menentukan nada dari sebuah silabel.

  • bunyi akhir mati: plosive/stop consonant, bunyi plosive ini dihasilkan ketika bagian dari mulut (lidah, bibir atau tenggorokan) memberhentikan udara yang lewat sehingga suaranya berhenti. Dalam bahasa Thai, konsonan plosive yang dikenali hanya ada 3 bunyi yaitu /-p/, /-t/, dan /-k/
  • bunyi akhir hidup: sonorant/resonant, bunyi akhir dengan menggunakan konsonan sonorant. Bunyi sonorant ini cenderung dapat di dengungkan dan beresonansi. Bunyi ini dihasilkan dari hidung. Dalam bahasa Thai silabel tertutup dengan bunyi akhir sonorant yang dikenali adalah bunyi /-n/, /-ng/ , atau /-m/. Selain bunyi sonorant, bunyi dipthong /-y/ dan/-w/ juga menghasilkan bunyi akhir hidup.
BunyiMCHCLCcatatan
-kข, ฃค,ฅ,ฆmati
-tจ,ฎ,ฏ,ด,ตฐ,ถ,ส,ศ,ษท,ฒ,ฑ ,ธ,ช,ฌmati
-pบ,ปพ,ภ,ฟmati
-nghidup
-nน,ณ,ญ,ร,ล,ฬhidup
-mhidup
-yhidup
-whidup

Huruf-huruf berikut tidak pernah digunakan sebagai bunyi akhir dari silabel tertutup: ฉ,ผ,ฝ,ห,ฮ.

Kesannya ribet banget ya bahasa Thai ini, mengingat 44 huruf konsonan nya aja belum bisa, eh udah harus ingat kelasnya, harus ingat bunyinya kalau di awal dan di akhir, terus kapan bisa bacanya? Gak usah panik dulu, sekarang yang penting tau dulu, lancar kaji karena diulang, kalau sering-sering disebutkan lama-lama akan hapal kok.

Perkenalan dengan konsonan sudah cukup, berikutnya akan dibahas mengenai vokal. Setelah vokal ada lagi namanya tanda baca penentu bunyi (tone mark). Setelah tone mark baru deh kita ngomongin aturan lengkapnya. Sampai ketemu di tulisan berikutnya.