Cerita Mengurus Ijin Tinggal di Thailand

Hari ini, saya mau membuat sekedar catatan untuk diingat, kalau kami berhasil mendapat ijin tinggal untuk 2 tahun ke depan di Thailand. Namanya bertamu di negeri orang, kami harus minta ijin dulu untuk tinggal. Setiap negara punya aturan yang berbeda-beda.

Di Thailand sini, kebanyakan yang kami kenal, ijin tinggalnya (visa) itu dikeluarkan paling lama 1 tahun, ijin kerja juga 1 tahun. Awal kami tinggal di Chiang Mai, kami juga harus mengurus perpanjangan ijin tinggal setiap tahun. Tapi sejak 4 tahun lalu, Joe mendapat ijin kerja 2 tahun sehingga ijin tinggal untuk yang bekerja dan keluarganya juga bisa diurus setiap 2 tahun.

Karena alasan ijin tinggal yang berlaku 2 tahun ini, kami perlu mengurus Paspor ke Bangkok di bulan Juni lalu. Masa berlaku Visa itu tidak bisa lebih lama dari masa berlaku Paspor. Karena paspor Joe belum bisa diperpanjang, ijin tinggal Joe juga hanya dapat sampai Juni 2022, sedangkan saya dan anak-anak dapat sampai September 2022. Tapi karena ijin kerjanya Joe dapat sampai September 2022, nantinya dia bisa mengupdate Visa di paspor barunya. Tapi ini masih masalah 2 tahun ke depan, jadi tidak usah dipikirin sekarang, hehehe.

Selain urusan Visa, ada lagi namanya lapor diri setiap 90 hari. Lapor diri ini bisa dilakukan online, lewat surat pos ataupun datang langsung 15 hari sebelum tanggal yang ditentukan sampai dengan 7 hari dari tanggal. Lapor diri ini tidak dikenakan biaya, tapi kalau terlambat dari yang ditentukan, siap-siap bayar dengan 2000 baht/orang.

Biasanya di tahun-tahun sebelumnya, Joe dan bos nya akan pergi lebih dulu mengurus ijin kerja. Karena sebelumnya sudah punya ijin kerja, sebenarnya ini mengurus perpanjangan ijin kerja. Lalu, setelah mereka mendapatkan perpanjangan ijin kerja di kantor tenaga kerja, maka hari berikutnya kami semua termasuk saya dan anak-anak ikut ke kantor imigrasi Chiang Mai untuk urusan perpanjangan Visa (ijin tinggal).

Urusan birokrasi dan surat-surat ini memang banyak tahapannya. Setiap tahunnya juga ada perubahan sedikit di sana sini. Tapi, karena kami dibantu urusannya oleh kantor Joe, saya tidak tahu detail teknis apa saja dokumen yang diminta dan harus disiapkan. Yang saya tahu, setiap tahun kami perlu ke imigrasi untuk urusan ini.

Tahun ini, urusan ijin kerja dan visa bisa dilakukan di tempat yang sama di kantor Imigrasi Chiang Mai. Tapi sebelumnya prosesnya memang sudah dilakukan secara online. Proses online ini sudah dimulai sejak 2 tahun lalu. Semua dokumen sudah di scan dan masuk ke dalam sistem. Semua formulir sudah diisi oleh ibu manajer kantor Joe yang memang selalu membantu mempermudah urusan ini buat kami.

Setelah mendapat persetujuan dari sistem online beberapa minggu lalu, kami tetap perlu datang untuk mendapatkan stamp visa di paspor kami. Jadilah kami diminta datang sekitar jam 1 siang ke Imigrasi Chiang Mai yang lokasinya cuma perlu nyetir 5 menit dari rumah.

Thailand secara keseluruhan memang sudah relatif aman dari Covid-19, tapi aturan pemakaian masker tetap masih berlaku. Jadi seperti cerita sebelumya, memasuki area imigrasi itu harus melewati pintu steril, di cek temperatur, mendapatkan stiker sudah cek temperatur dan login ke aplikasi dan tentu saja pakai masker.

Hari ini kami merasa banyak dibantu oleh petugas imigrasinya. Misalnya, ketika Joshua rewel dan pingin di foto seperti papanya, petugasnya yang saya yakin juga seorang ibu malah bilang: ayo sini foto sekeluarga. Setelah di foto dan ditunjukkan hasilnya di layar komputer, Joshua memang jadi anteng. Hanya seorang ibu atau yang sering ketemu anak rewel bisa tahu cara membuat anak jadi anteng lagi. Foto yang diambil tentu saja tidak disimpan, benar-benar buat bujukin Joshua anteng aja.

Bantuan lain yang juga sangat terasa adalah urusan lapor diri 90 hari. Biasanya, saya sangat ingat untuk memasang alarm lapor diri ke imigrasi. Bahkan saya ingat, terakhir di bulan Juni saya lapor diri memanfaatkan fasilitas drive thru. Ternyata tadi saya baru menyadari, kalau seharusnya tanggal 1 September lalu, saya juga lapor diri lagi. Lapor diri 90 hari ini bisa diwakilkan. Biasanya saya pergi sendiri untuk melaporkan kami ber-4.

Hari ini tanggal 8 Sept, persis 7 hari sejak tanggal seharusnya lapor diri. Mbak petugas baik hati memproses lapor diri kami sekalian. Tapi kami diingatkan, lain kali sebaiknya lapor diri lebih awal, karena seandainya kami terlambat 1 hari saja dari masa tenggang nya, maka kami harus membayar 2000 baht per orang. Ouch, hampir saja 8000 baht melayang. Langsung saya pasang alarm untuk lapor diri berikutnya di bulan Desember.

Proses mengurus ijin kerja dan mendapatkan visa terasa berlangsung agak lama. Untuk urusan ijin kerja 2 orang dan ijin tinggal 5 orang, dan lapor diri 90 hari 4 orang total butuh waktu 2,5 jam. Tapi saya tahu, mereka sudah mengerjakan secepat yang mereka bisa. Saya bisa mendengarkan keluh kesah petugas yang merasa proses sistemnya sering salah dan terkadang harus mengulang input data.

Perasaan agak lama ini lebih terutama karena anak-anak sudah merasa bosan, apalagi Joshua yang terkadang rewel dan pengen ikutan memencet ini dan itu. Tapi setelah saya pikir-pikir lagi, biasanya 3 urusan yang selesai hari ini itu butuh waktu 3 kali datang dan mengisi berbagai formulir yang berbeda. Berarti urusan hari ini termasuk cepat.

Kesimpulannya, hari ini bersyukur beberapa urusan bisa diselesaikan dan dapat ijin tinggal di Thailand buat 2 tahun ke depan. Sedih sih walau belum tahu kapan bisa mudik ke Indonesia. Kemarin sempat agak cemas kalau-kalau ga dapat perpanjangan visa, bagaimana kalau harus pulang tiba-tiba.

Menunggu visa selesai, foto-foto dulu

Kalau pandemi sudah berlalu, dan ada yang mau jalan-jalan ke Chiang Mai, kami masih akan di sini setidaknya sampai 2 tahun ke depan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.