Kdrama: “Pasta” dan “Oh My Ghostess”, Kisah Cinta di Restoran Italia

Hari ini waktunya menuliskan tentang drama Korea dengan tema yang serupa tapi tak sama untuk tantangan menulis bersama teman-teman drakor dan literasi. Sebenarnya saya sudah pernah menuliskan drama senada seperti “Her Private Life” dan “What’s Wrong With Secretary Kim”, dan juga drama “Hyde, Jekyll and Me” dan “Kill Me Heal Me”. Hari ini waktunya menuliskan drama yang lain lagi.

Setelah membongkar-bongkar ingatan, mencari drama mana lagi yang sudah ditonton tapi belum dituliskan, saya jadi teringat dengan drama “Pasta (2010)” dan “Oh My Ghostess (2015)”. Dua drama bergenre komedi romantis yang ringan tapi manis dan menghibur hati dan bikin pengen makan Spaghetti.

Mungkin banyak yang akan bertanya-tanya, di mana kesamaannya? Beda banget ah, Pasta bercerita kisah perjuangan seorang wanita melawan chef yang menyebalkan dan agak mendiskriminasi pekerja wanita dan menganggap pria lebih superior, sedangkan Oh My Ghotess cerita arwah gadis perawan penasaran yang ingin mencari tahu penyebab kematiannya dan kebetulan bisa merasuki seorang gadis yang bekerja jadi asisten di restoran Italia.

Iya, memang detail ceritanya banyak berbeda. Tapi karena saya kebetulan setelah nonton Pasta, nonton Oh My Ghostess dalam jarak waktu yang tidak jauh berbeda, saya bisa merasakan ada aura yang sama dari 2 drama tersebut. Apaan sih aura, eh maksudnya ada tema yang samanya gitu. Kalau nggak sama bangetpun, ya masih bisa dicari kesamaannya.

Tapi sebelum sampai ke bagian persamaan, saya akan tuliskan dulu sedikit lebih banyak tentang pemain dan kisahnya.

Drama Pasta

Drama ini berkisah tentang seorang wanita (diperankan oleh Gong Hyo-jin) yang bercita-cita menjadi chef di restoran Italia. Tapi karena dia tidak punya biaya untuk sekolah khusus apalagi sekolah ke luar negeri, dia rela menjadi pembantu di dapur restoran Italia yang terkenal bernama “La Sfera”. Setelah 3 tahun menjadi pembantu umum, akhirnya dia dipromosikan menjadi asisten chef. Satu langkah maju menuju belajar menjadi chef.

Di hari pertama si wanita akan menjadi asisten chef, dia bertemu dengan si tokoh pria (diperankan oleh Lee Sun-kyun). Pertemuan tak sengaja, di sebuah lampu merah. Si pria membantunya membawakan ikan hias yang dia dapatkan secara gratis yang menggelepar kekurangan air karena wanita ini tidak sengaja menjatuhkan plastik ikannya.

Pertemuan dengan orang tak dikenal, tapi terasa si pria agak ‘flirty’ ke si wanita. Si wanita menanggapi ajakan minum bir bersama sepulang kerja sebagai ucapan terimakasih membawakan ikan hiasnya. Ternyata, si pria juga menuju restoran tempat si wanita bekerja karena katanya ini hari pertamanya bekerja di La Sfera.

Awalnya, si wanita sempat salah sangka, dia pikir pria ini akan menjadi pengganti dia sebagai pembantu umum di dapur, ternyata…malah jadi kepala Chef dong! Gaya flirty di pertemuan pertama ternyata hanya ada di luar dapur, karena ketika di dapur, si pria ini sangat berbeda.

Chef yang baru ini galaknya minta ampun. Mentang-mentang dia lulusan dari luar negeri dan terkenal, lagaknya benar-benar menyebalkan. Satu hal yang saya kurang suka dari drama ini, terlalu banyak suara bentak-bentak di awal.

Cerita berlanjut, si Chef ini ternyata tidak suka ada wanita di dapurnya, dan ini karena ada kisah kisah di masa lalunya. Jadi baru sehari si wanita jadi asisten chef, kok tau-tau malah dipecat gara-gara chef anti wanita.

Si wanita ga terima, dia berupaya segala cara bahkan kembali jadi pembantu umum di dapur, supaya tetap bisa bekerja di restoran Italia tersebut. Dia juga dengan berani melawan si chef galak. Walau sudah dipecat, wanita ini tetap berani datang ke restoran La Sfera, bahkan bersedia kembali menjadi pembantu umum di dapur lagi.

Sepanjang kisah drama ini, banyak sekali tampilan dan makanan ala restoran Italia. Kegiatan mulai dari belanja di pasar, membersihkan makanan, persiapan untuk masak, sampai terhidang di meja makan semuanya disajikan dengan detail. Menonton drama ini saya sering merasa lapar jadinya.

Kalau penasaran apakah si wanita akan berhasil menata karir di restoran Italia dan kenapa si chef anti wanita, atau bagaimana jalinan romance yang ada antara Chef dan asistennya, bisa lanjutkan nonton sendiri dengan bonus tampilan hidangan yang menggugah selera.

Drama Oh My Ghostess

Awalnya saya sempat ragu-ragu mau nonton drama ini. Saya pikir bakalan horror dan banyak hantunya. Ternyata, hantunya yang seram hanya di awal saja, sisanya lebih menunjukkan satu arwah penasaran seorang gadis (diperankan oleh Kim Seul-gi) seumuran dengan pemeran wanita utama (Park Bo-young) yang merupakan asisten chef di restoran Italia bernama Sun.

Restoran Sun ini pemiliknya sekaligus chef (Jo Jung-suk) dari restoran tersebut seorang chef yang terkenal di Korea dan lulusan dari luar negeri. Chef ini agak sombong, tapi ternyata dia punya masa lalu seorang yang agak minderan. Karena masa lalunya yang minderan, dia tidak suka dengan asisten chef yang juga terlihat tidak percaya diri. Chef ini jadinya agak lebih galak ke si wanita dibandingkan asisten chef yang lain.

Singkat cerita, karena beberapa kesalahan dari si wanita, maka si wanita itu mengundurkan diri. Tapi tanpa disadari, si wanita membawa kunci ruang penyimpanan makanan restoran Sun. Jadilah si wanita ini dicari-cari oleh semua orang. Waktu si wanita sedang terlihat depresi dan energinya lemah, arwah gentayangan berhasil menguasai si wanita, dan tiba-tiba saja buat orang luar, kepribadian wanita itu terlihat berubah.

Kepribadian asisten chef dan si arwah gentayangan ini sangat jauh berbeda. Tapi mereka sama-sama bisa masak. Jadi, ketika tubuh asisten chef dirasuki oleh arwah gentayangan, si wanita ini tidak ada masalah mengerjakan tugas-tugas di dapur.

Oh ya, gak enak ya nyebut arwah gentayangan mulu, baiklah saya sebutkan namanya Shin Soon-ae, sedangkan asisten wanita namanya Na Bong-sun. Saya lanjutkan ceritanya, jadi Shin Soon-ae ini dikisahkan meninggal masih perawan, lalu dia merasuki Na Bong-sun karena dia ingin menggunakan tubuh Na Bong-sun untuk mencari tahu sebab kenapa dia meninggal.

Cerita Oh My Ghostess ini agak banyak berteori soal dunia roh, tapi saya ga ingat detailnya karena saya memang tidak suka bagian ini. Tapi ya kira-kira dari kepribadian Shin Soon-ae, Chef galak malah jadi tertarik dengan asisten chefnya itu.

Sampai di satu titik, si chef jadi bingung, karena terkadang kepribadian asisten chefnya terasa berbeda. Tapi namanya mulai suka, dia tetap suka walau agak berubah-ubah. Asisten chef Na Bong-sun juga menyukai chef, makanya dia tadinya merasa dibantu oleh Shin Soon-ae, tapi lama-lama setelah rahasia terbongkar, chef jadi bingung sebenarnya dia suka dengan Shin Soon-ae atau Na Bong-sun.

Kalau mau tau kelanjutannya, tonton sendiri aja deh. Menarik sih akting dari Park Bo-young memerankan 2 kepribadian, dan bagaimana kepribadian Na Bong-sun juga perlahan-lahan berubah lebih percaya diri, dan si chef jadi berkurang galaknya.

Kemiripannya

Berikut ini persamaanya, saya akan mengupayakan tidak ada spoiler, tapi berhubung ini drama sudah lama, mungkin spoiler tipis-tipis tidak apa-apa ya.

  • Mengambil tempat sama-sama di sebuah restoran Italia dengan kegiatan utama di dapur.
  • Mengisahkan hubungan antara chef galak dan asisten chef wanita yang sering dimarahi karena berbagai hal.
  • Tokoh wanita sama-sama orang dari ekonomi susah.
  • Tokoh wanita sama-sama pernah berhenti/diberhentikan dari pekerjaanya tapi dengan berbagai alasan akhirnya tetap bekerja di sana.
  • Setelah perjuangan jatuh bangun jadi asisten chef, tokoh wanita sama-sama mendapat peluang untuk ikut kompetisi dengan hadiah belajar ke luar negeri
  • Banyak menampilkan kegiatan masak, termasuk latihan masak khusus antara chef dan si asisten chef.
  • Perkembangan kisah kasih dari sering ribut si chef jadi lebih lemah lembut.
  • Dalam drama “Pasta”, si wanita tinggal di seberang apartemen dari si chef, sedangkan di “Oh My Ghostess”, si wanita tinggal di bekas gudang di atap restoran yang mana bersebrangan dengan kamar si Chef – intinya sih tinggalnya masih berdekatan ya, dan ada peluang mereka ketemu dari pagi sampai malam.
  • Kesempatan si wanita ikut kompetisi berhadiah belajar di luar negeri awalnya didapatkan dengan tidak sengaja.

Penutup

Rasanya cukup segitu aja daftar persamaanya. Kalau daftar perbedaanya tentu saja banyak, karena latar ceritanya saja sudah berbeda. Tapi ada bagian yang saya kurang suka dari ending drama ini, tapi hanya bisa dituliskan dengan memberi spoiler. Jadi kalau tidak mau baca spoiler, sebaiknya berhenti membacanya sampai disini, hehehe.

spoiler…

Dalam drama “Pasta”, si wanita tidak jadi pergi ke luar negeri untuk sekolah jadi chef, sedangkan dalam drama “Oh My Ghostess”, si wanita tetap memilih pergi untuk belajar jadi chef di luar negeri.

Saya lebih suka ending di drama OMG, karena si wanita tidak menyia-nyiakan kesempatan belajar demi cinta. Toh akhirnya sama-sama bahagia.

2 thoughts on “Kdrama: “Pasta” dan “Oh My Ghostess”, Kisah Cinta di Restoran Italia”

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.