Kenapa saya gak aktif di Instagram dan Twitter

Jaman sekarang ini sepertinya hampir semua orang beralih dari FB ke Instagram atau Twitter. Walaupun ada juga yang posting di FB, IG dan Twitter hal yang sama saja.

Mungkin ini tandanya saya sudah masuk generasi yang tidak mengikuti jaman. Saya punya account IG dan twitter, tapi rasanya enggan untuk aktif di sana. Untuk twitter bahkan saya sudah tidak login lagi karena lebih pusing lagi melihatnya.

Beberapa alasan kenapa saya tidak suka ber IG:

  • kebanyakan hastag, saya pusing baca caption dengan sejuta hastag yang kadang ga berhubungan
  • tulisan yang kecil-kecil dalam foto sungguh sudah tidak terbaca lagi
  • kadang-kadang ada video yang cuma beberapa detik tapi berulang ulang gerakan yang itu-itu saja, dan loadingnya bisa lama banget
  • saya lebih suka membaca tulisan daripada melihat video
  • suka pusing kalau ada yang berusaha bikin tulisan panjang lebar di 1 posting instagram, tapi karena keterbatasan jumlah huruf di caption, dilanjutkan di bagian komen
  • upload dan edit di IG juga terasa gak semudah FB

Iya namanya selera ya bebas ya, kebanyakan orang di FB juga tidak suka membaca tulisan kalau tidak ada fotonya, sedangkan di IG kebalikannya, kita tidak bisa posting kalau ga ada gambarnya. Karena katanya sebuah gambar itu bisa mewakili ribuan kata. Tapi pertanyaanya, kalau begitu, kenapa masih repot-repot menambahkan tulisan panjang lebar sampai super kecil di IG?

Sama halnya saya tidak suka twitter, saya pusing melihat orang yang berusaha menjelaskan hal panjang lebar dalam banyak posting, yang nantinya bisa dibalas satu persatu dan akhirnya bingung ini asal mulanya dari mana ya.

Kalau mau baca artikel, saya lebih suka artikel yang utuh dan sukur-sukur terstruktur. Saya bisa langsung ke bagian yang saya butuh kalau memang tidak mau baca bagian depannya.

Makanya saya memilih menulis di blog kalau memang ingin menulis panjang lebar. Saya bisa tambahkan foto kalau mau, kalau tidak juga tidak masalah. Linknya tinggal dibagikan di FB kalau memang pengen dibagikan.

Untuk melakukan pencarian, lebih mudah mencari kata daripada mencari penjelasan sesuatu dalam video atau dalam gambar yang dikasih tulisan panjang lebar.

Satu hal lagi yang saya kurang suka, adanya pemaksaan untuk memfollow account IG tertentu dan ngetag orang lain untuk memberi tahu sebuah event tertentu.

Iya, saya tahu, namanya juga teknik marketing jaman sekarang ya seperti itu. Mau gak mau ya harus ikut aturan, kalau ga mau ya minggir aja.

Banyak orang tidak suka baca tulisan terlalu panjang memang, jadi tulisan ini saya akhiri sebelum kepanjangan.

4 thoughts on “Kenapa saya gak aktif di Instagram dan Twitter”

  1. Hihii…memang rerata orang suka IG, karena fotonya yang cantik.
    Bukan untuk menjelaskan.
    Dan twitter adalah tempat kita melakukan hal bodoh yang gak bisa dilakukan di FB atau IG.
    Jadi…
    Dunia twitter memang gakkan ada yang serius. Banyak mengandung pengaruh/maksud terselubung.

    1. sebenernya IG menyenangkan untuk melihat 2 foto, asal ga pake tulisan panjang lebar. dan Twitter juga gpp kalau untuk berbalasan tanpa mengajari. yang bikin pusing kalau IG atau twitter dipakai mengganti kan fungsi blog/tulisan artikel. Sungguh pusing ku dibuatnya

  2. Saya IGers tp kurang suka juga dgn yg nulis caption panjang lebar sampai lanjut ke kolom komentar, pusing lihatnya. Setuju deh kalo mau nulis panjang lebar memang blog tempat paling cocok.

    1. iya, sebenernya IG dan twitter nya ga salah, yg salah pengguna yang suka maksa aja bikin tulisan panjang lebar di sana. Kalau cuma foto dengan caption dan related hastag masih gpp sih. Tapi ya saya juga bukan tipe upload foto doang tanpa cerita panjang lebar, makanya lebih ke blog dan FB. Satu lagi, share link di IG gak enak banget, harus ganti-ganti link di bio. Mending FB selalu bisa share link di post nya hehehe

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.