Kdrama: Kill Me Heal Me dan Hyde Jekyll and Me

Tulisan ini udah lama jadi draft. Dramanya juga sudah lama ditontonnya. Tapi ya, daripada gak dipublish saya coba lengkapi seingatnya dan mungkin akan ada spoiler (tanpa detail). Karena ini drama lama, saya pikir kebanyakan toh sudah pada nonton, jadi tidak apalah ada spoiler dikit-dikit hehehe.

Film Kill Me Heal Me (KMHM), tayang lebih dahulu (7 Januari – 12 Maret 2015) daripada Hyde Jekyll and Me (HJM) tayang (21 Januari – 26 Maret 2015). Jadi bisa dibilang HJM ini kalah start dari KMHM sekitar 2 minggu dengan hari dan jam penayangan yang sama di stasiun yang berbeda.

Dari ratingnya drama KMHM lebih sukses daripada HJM, padahal menurut saya ceritanya sama-sama menarik untuk ditonton walau temanya sama. Tapi memang kalau mengikuti 2 film yang temanya sama dan harus memilih jam tayang, pastilah akhirnya pemirsa akan meneruskan yang sudah duluan ditonton.

Kesamaan:

  • sama-sama membahas DID (Disassociative identity disorder) atau dikenal dengan kepribadian ganda
  • tokoh yang mengidap DID ini sama-sama anak orang kaya yang masih memegang keputusan penting di perusahaan orangtuanya
  • sama-sama menggunakan teknologi (smart watch dan cctv di rumah) untuk berusaha memonitor kondisi fital dan keep track kegiatan dirinya (antisipasi kalau kepribadian lain muncul)
  • pribadi utama digambarkan berusaha melakukan meditasi untuk mencegah kepribadian lain muncul
  • penyebab utama dari kepribadian ganda ini sama-sama trauma masa kecil, menyalahkan diri sendiri dan metode diri untuk bertahan hidup
  • tentunya ceritanya gak lengkap tanpa tokoh wanita yang menjadi trigger mulai dari awal pribadi terpecah ataupun muncul kembali dan pada akhirnya menjadi kunci untuk penyembuhan
  • pribadi alternate digambarkan duluan jatuh cinta dengan tokoh wanita, kemudian pribadi utamanya ikutan jatuh cinta juga (jadi perebutan wanita deh)
  • pribadi alternate ada yang ingin ambil alih dan menjadi pribadi utama
  • ada klise di mana tokoh wanita tinggal dengan tokoh pribadi utama (alasannya beda tapi intinya sama untuk membantu proses penyembuhan)
  • ada scene di amusement park dan ada scene kembang api.

Perbedaan:

  • KMHM punya kepribadian sampai 6, HJM hanya 3 (dan yang ditunjukkan hanya 2)
  • di KMHM pribadi utama tidak punya metode untuk berkomunikasi dengan pribadi yang lain dan masing-masing pribadi bisa muncul tanpa trigger khusus, sedangkan di HJM karena hanya ada 2 karakter yang diceritakan, digambarkan mereka punya cara berkomunikasi dan bahkan punya pembagian waktu siang untuk pribadi utama dan malam untuk pribadi alternate
  • di KMHM pribadi utama orang yang baik sedangkan salah satu pribadi alternate yang dominan digambarkan lebih agresif dan dekat dengan kekerasan. di HJM pribadi utama digambarkan egois dan dingin, tidak lebih baik daripada pribadi alternate yang suka menolong, ramah dan murah senyum
  • tokoh wanita di KMHM psikiaternya, tokoh wanita di HJM pegawai nya yang kebetulan berperan penting untuk proses menemukan psikiaternya yang diculik dan tentunya psikiaternya ini diperlukan untuk proses kesembuhannya.
  • di KMHM keluarga tokoh utama tidak aware kalau anaknya punya kepridadian ganda, sedangkan di HJM keluarga mengetahui dan dengan aktif berusaha mencari dokter untuk menyembuhkan anaknya dari DID

Kesan tentang HJM bisa di baca di posting saya sebelumnya. Intinya walau ada beberapa bagian kurang masuk akal dengan penggunaan hipnotis, tapi jalan ceritanya diselesaikan dengan tuntas dan tidak ada kesan terburu-buru.

Kesan tentang KMHM:

Jalan cerita awalnya sangat lambat dan membosankan. Saya sempat hampir berhenti di episode pertama. Tapi setelah melewati 2 episode dan muncul beberapa kepribadian ceritanya mulai terasa menarik dan bikin penasaran. Tapi beberapa episode terakhir juga kembali membosankan dan rasanya lambat sekali. Pada akhirnya, ada kesan mengakhiri cerita dengan terburu-buru.

KMHM ini lebih terasa komedinya, apalagi ketika tokoh utamanya menjadi seorang gadis remaja yang berlaku seperti fangirl. Akting Ji Sung cukup meyakinkan dan sangat berkesan ketika dia mengejar-ngejar Park Seo Joon dan berteriak Oppaaa. Sepertinya bagian komedi ini yang bikin saya bertahan menonton sampai selesai.

Penyelesaian masalah kepribadian ganda di KMHM ini agak terlalu mudah. Tidak ada metode hipnotis seperti di HJM, tapi lebih ke mengingat peristiwa di masa kecilnya, berdamai dan memaafkan masa lalu dan dengan mudah semua kepribadian alternate mengundurkan diri dan berjanji tidak akan keluar lagi.

Tahun 2015 saya belum nonton kdrama, jadi saya tidak mengikuti drama ini ketika sama-sama ditayangkan. Saya bahkan baru tahu belakangan kalau ada tema senada dengan HJM.

Saya menonton HJM lebih dahulu dari KMHM dan buat saya temanya menarik setelah sebelumnya mulai bosan dengan tema kdrama yang temanya begitu-begitu saja hehehe. HJM saya tonton tahun 2018 dan KMHM baru tahun ini. Walau temanya sama, pendekatan penyelesaian masalahnya berbeda dan punya daya tarik masing-masing.

Jadi kalau mau nonton yang mana dulu dong? ya bebas mau yang mana karena KMHM dan HJM ada di Netflix dan bisa dilewatkan kalau ada bagian yang membosankan hehehe.

Jangan percaya Petisi Online

Dari dulu saya gak tertarik ikutan petisi online walau kadang mempertanyakan apakah ada gunanya dan pernah bisa dipakai untuk mencapai tuntutannya. Sekarang saya makin ga percaya dengan petisi online, apalagi yang dari change.org. Saya tau buat sebagian orang ikut serta dalam petisi online itu terasa memberi suara untuk perubahan, tapi sekarang saya makin yakin kalau pembuat petisi online ini gak beda jauh dengan pembuat hoax.

Jadi ceritanya, beberapa waktu lalu saya heran dapat e-mail dari change.org yang menyatakan saya sudah menandatangi petisi online untuk beberapa hal yang sedang ramai di Indonesia. Loh kok bisa? walaupun orangnya pakai nama lain, tapi orang tersebut jelas-jelas pakai e-mail saya. Ternyata ya masalahnya si change.org tidak memverifikasi apakah yang tandatangan petisi itu beneran orang yang memiliki e-mail tersebut. Udah gitu gak tanggung-tanggung, orang tersebut tandatangan 19 petisi dalam 1 hari. Langsung deh saya bikin akun di change.org dan ganti passwordnya. Petisi yang ditandatangani oleh orang yang make e-mail saya juga untungnya masih bisa dibatalkan.

Penipu petisi atau polling ini merugikan bukan secara materi, tapi lebih ke membuat seolah-olah protes yang mereka ajukan banyak yang dukung, padahal ya bisa jadi itu dukungan semu. Terus mereka seperti berusaha membuat seolah-olah petisinya ini sudah didukung oleh masyarakat banyak. Terus dengan modal petisi itu, mereka sebarkan dan berusaha mempengaruhi lebih banyak orang lagi.

Alasan lain tidak percaya dengan jumlah pendukung petisi online selain kasus e-mail tidak diverifikasi adalah: jaman sekarang ini 1 orang bisa punya banyak e-mail karena ada banyak layanan bikin e-mail gratisan. Tapi dibandingkan bikin account baru, mungkin orang-orang yang ingin bikin ramai dengan petisi online ini lebih suka mengumpulkan e-mail dari situs tertentu dan ya dipakailah untuk tandatangan petisi.

Jadi kalau ada petisi online klaim sudah ditandatangi sekian banyak orang, belum tentu kalau petisi itu benar-benar ditandatangani oleh pemilik e-mailnya, karena beberapa sistem sepertinya sengaja tidak memverifikasi kalau yang tandatangan itu benar-benar pemilik akun e-mail. Mereka sudah seperti jaman lomba idol yang butuh dukungan sebanyak-banyaknya tanpa peduli identitas pendukungnya.

Tapi ini opini saya ya, kalau pembaca masih pada mau ikutan petisi online ya silakan saja. Pesan saya sih, pakailah identitas dan e-mail yang memang milik Anda sendiri, jangan makai e-mail orang lain. Kalau makai e-mail orang lain, itu namanya ga berani mengakui dukungan terang-terangan tapi sok-sokan mau ikutan petisi.

Tentang MLM (Multi Level Marketing)

Catatan: Saya tidak anti MLM, tapi ini sekedar opini berdasarkan pengalaman kenapa saya tidak tertarik bergabung dengan MLM (multi level marketing).

sumber dari internet

Siapa yang tidak pernah mengalami dihubungi teman yang sudah lama tidak ada kabar atau ditambahkan jadi teman di sosial media hanya karena ada beberapa teman yang sama lalu kemudian ditawari produk MLM?

Sewaktu kuliah, saya pernah ikutan MLM. Waktu itu saya pakai produknya, awalnya ikutan supaya dapat potongan harga saja. Tapi tentunya, upline tidak pernah membiarkan downline tidak aktif untuk mencari bawahan lagi. Terus ya sempat juga saya jalani walau setengah hati. Tapi usaha untuk menawarkan produk, membujuk ikutan gabung dan kemudian harus membeli supaya tutup poin ternyata tidak semudah itu. Walaupun waktu diajak bergabung dengan harga murah dan sejuta keuntungan lainnya, tapi pada akhirnya banyak juga modal ekstra yang perlu dikeluarkan.

Beberapa hal yang membuat saya berhenti ikutan MLM adalah:

  • Ada terlalu banyak seminar yang katanya perlu diikuti, dan seminar ini tentunya tidak gratis. Kita bahkan disarankan membelikan untuk teman kita yang bisa diprospek untuk menjadi anggota juga.
  • Seringkali untuk mengejar mendapat bonus, akhirnya saya belanja benda-benda yang sedang promosi dengan harapan bisa menjualnya lagi kalaupun tidak saya pakai. Tentunya godaan ini karena ada nilai bonus yang dinominalkan sekian rupiah dan angkanya tentu lebih dari modal yang perlu kita tambahkan supaya tutup poin. Tapi kenyataanya barang-barang tersebut akhirnya terus menumpuk dan tidak berhasil saya jual (emang saya kurang pinter kali ya jualannya).
  • banyak produk yang tadinya saya tidak butuh jadi terasa butuh, dibeli mumpung diskon dan demi kejar poin. Akhirnya saya merasa ini sih namanya menguntungkan produsen saja pada akhirnya. Keuntungan yang ada terasa “semu”.
  • Saya tahu ada banyak yang sudah mendapat penghasilan tetap setiap bulan seperti gaji bulanan, tapi menurut saya untuk sampai ke tahap itu tetap saja butuh waktu dan modal yang lumayan. Mengatur “anak buah” juga dan meyakinkan mereka untuk kejar poin dan merekrut teman-teman baru setiap saat.
  • Misalnya untuk dapat penghasilan yang lumayan itu butuh di tingkat 7 saja, kalau setiap tingkat butuh kaki 2 maka dibutuhkan orang sebanyak 2pangkat 7 – 1 = 127 orang. Atau katakanlah sampai level 6 saja dibutuhkan sekitar 63 orang yang aktif berbelanja dan semuanya tutup poin. Bayangkan kalau setiap orang hanya butuh belanja 1 juta rupiah saja, berapa duit terlibat di dalamnya? Yang jelas yang paling diuntungkan itu yang punya usaha MLM tersebut.
  • Teorinya kita hanya perlu mengatur 2 (atau lebih) bawahan langsung kita saja, prakteknya kalau memang mau dapat target, kita harus mengatur seluruh bawahan. Kita harus tetap menyemangati (memaksa) mereka untuk berbelanja.
  • Untuk sampai ke level di atas 5 itu tidak semudah teorinya. Padahal bonus level 5 itu belum cukup untuk memenuhi kebutuhan bulanan kita. Akhirnya dilemanya setiap bulan antara menjual produk dan mencari keuntungan dari jual produk dan membujuk teman supaya bergabung. Pada akhirnya kerja MLM ini bukan “cuma” selingan tapi jadi kehidupan kita yang mana setiap melihat teman yang terpikir adalah menawarkan produk dan mengajak bergabung.
  • Kadang-kadang produk yang dijual di supermarket sebenarnya lebih murah dan lebih cocok untuk saya, tapi demi kejar poin saya bela-belain pake produk MLM nya.
LevelJumlah orang dengan minimal 2 kaki
11
23
37
415
531
663
7127
8255
9511
101023
112047
124095
138191
1416383

Kalau ada yang sudah berhasil ikut MLM sampai di atas level 7 dan bertahan sampai bertahun-tahun, saya ucapkan selamat. Tapi kalau ada yang masih di bawah dan merasakan apa yang saya sebut di atas, pikirkan kembali apakah sudah siap untuk menjadi sales tetap dari produk MLM yang kamu jual. Hanya sedikit yang bisa sampai ke level atas dengan jumlah orang yang terlibat. Apakah semua produk yang kamu beli untuk tutup poin itu memang sudah paling cocok buat kamu, atau sebenarnya ada rasa keterpaksaan buat membelinya.

Saya tidak bilang MLM itu jelek atau tidak akan berhasil. Saya cuma mau bilang, MLM itu sama saja dengan bisnis apapun. Butuh totalitas juga menjalaninya kalau mau berhasil mendapatkan penghasilan yang stabil. Jadi jangan pernah bergabung dengan MLM karena berpikir ini passive income, cuma nawarin produk dapat bonus ini itu. Jualan MLM itu lebih sulit daripada buka warung kopi! Kalau buka warung, pembeli yang datang ke kita. Kalau produk yang kita jual memang barang yang dicari banyak orang, kita gak perlu ngiklan karena sudah ada yang mengiklankan buat kita. Kalau lokasi warung kita strategis seperti di kantin kampus, yakinlah setiap hari pasti ada yang beli, apalagi kalau tidak ada saingannya. Keuntungan berjualan di warung jelas, semakin banyak laku semakin banyak hasilnya, tapi kita harus keluar modal juga buat stok, tapi kalau hari libur mungkin penjualan menurun.

Kalau mau bergabung dengan MLM, pastikan produk yang dijual ini banyak dipakai orang. Jaman sekarang ada banyak sekali jenis MLM yang menjual multivitamin, suplemen diet, kosmetik, alat kecantikan ataupun alat dan produk rumah tangga. Bahkan dulu sepertinya ada yang model jualan pulsa dengan MLM. Kalau sekarang saya butuh membeli sesuatu produk yang dijual oleh MLM, saya memilih untuk membujuk penjualnya memberi diskon daripada gabung jadi anggota, biasanya sih berhasil hehehe.

lebih lanjut tentang MLM…

Review Buku: Catatan Harian Menantu Sinting

Ini salah satu buku genre MetroPop yang tidak sengaja saja temukan di ipusnas. Setelah selesai baca, saya baru tahu kalau buku ini awalnya juga dimulai dari wattpad. Saya tertarik membacanya karena kisahnya tentang wanita Batak menikah dengan orang Batak dan pernah tinggal serumah dengan mertua perempuannya yang pastinya orang Batak juga. Setelah mereka pisah rumah, mertuanya masih rajin juga datang ke rumah mereka, jadilah kerunyaman menantu dan mertua berkelanjutan, apalagi dengan penantian 8 tahun menunggu punya anak, jadilah mertuanya tambah bikin kesel dengan tuntutan supaya cepat-cepat punya anak dan segala mitos seputar orang hamil.

Penulisnya juga orang Batak

Saya tidak kenal sih dengan penulisnya, dan kurang tahu juga apakan ini berdasarkan kisah nyata. Tapi ya, mungkin buat yang tinggal sama mertua bisa merasakan beberapa hal terjadi juga. Saya walau Batak tidak menikah dengan pria Batak dan tidak pernah tinggal dengan mertua, kebetulan mertua saya juga baik-baik saja. Walau kami agak lama punya anak, mertua saya gak jadi mengesalkan nyuruh cepat-cepat punya anak. Di satu titik sebelum 50 halaman membacanya, saya merasa banyak bagian cerita yang kurang lucu karena terlalu berlebihan.

Secara umum ceritanya lucu, dialog-dialog ala Batak dengan bantuan footnote yang banyak cukuplah buat pembaca non batak mengerti, walaupun saya yakin kelucuannya akan terasa berkurang ketika harus mengecek maksud dari kata ‘apa’ yang terlalu banyak digunakan mertua si Minar. Tapi bagian yang bikin saya agak malas-malasan menyelesaikan buku ini adalah terlalu banyak bagian vulgar yang sebenarnya bisa saja dihilangkan tanpa mengurangi kesan kalau mertua si Minar ini sungguh luar biasa nyentrik dan cepat menghabiskan stok sabar menantu. Setelah selesai membaca, waktu saya mencari tahu lebih lanjut tentang buku ini, ternyata ada rating 21+, jadi ya… salah saya sendiri gak cari tahu tentang bukunya sebelum membaca ya. Buku ini cuma 231 halaman, tapi butuh beberapa hari menyelesaikannya. Beda dengan buku Resign! dan Kupilih Jalan Terindah Hidupku yang buat saya lebih bikin penasaran dan bisa selesai dalam waktu 1 hari 1 buku.

Daftar isi

Kalau dilihat dari daftar isinya, sebenarnya judulnya bukan menantu sinting, tapi mertua yang bikin menantu sinting. Tapi ya, saya bisa mengerti kalau lebih sopan judulnya menantunya yang sinting daripada mertuanya.

Beberapa bagian dalam buku ini juga memberikan gambaran kelakuan orang Batak, misalnya pentingnya anak laki-laki buat orang Batak, penamaan yang berubah setelah mempunyai anak atau cucu, beberapa perubahan cara menyebut nama kalau terlalu susah di lidah menjadi ucok dan butet. Penjelasan tentang sapaan di keluarga Batak juga ada di buku ini. Untuk orang yang bukan Batak, selesai membaca buku ini kemungkinan bertambah kadar kebatakannya dengan huruf e tajam di sana sini.

Sebenarnya saya kurang suka menulis kritik, tapi ya mungkin ini namanya opini ya. Walaupun banyak yang memberikan pujian lucu dan kocak, tapi buat saya buku ini kurang direkomendasikan, apalagi kalau gak biasa dengan istilah Batak. Saya menuliskan ini siapa tahu ada yang berharap banyak dari buku ini dan ternyata gak sesuai dengan harapan. Hal-hal yang bikin saya kurang cocok itu antara lain:

  • saya gak menemukan si Minar ini boru apa. Padahal di dalam cerita, ada nama lengkap Sahat dan Mamaknya. Mungkin saya yang kelewat?, gak penting? ya pentinglah biar tau Minar ini asli Batak atau pura-pura Batak (hahaha apaan sih komentar gak penting juga).
  • Terlalu banyak generalisasi tentang orang Batak di buku ini. Saya kuatir kalau ada orang non batak mau nikah dengan orang Batak jadi keburu salah paham dan ambil asumsi yang salah. Misalnya nih ya tentang orang Batak makan daging anjing, ya… walaupun itu fakta, tapi saya gak pernah melihat ada orang Batak yang tiap lihat anjing hidup langsung menetes air liurnya dan pengen masak langsung itu anjing. Kalau udah terhidang aja kali di meja makan baru di makan.
  • Mertua si Minar ini ceritanya tinggal di Jakarta, kayaknya sejauh saya mengenal orang-orang Batak yang tinggal di Jakarta ataupun Bandung, mereka udah lebih modern dan ngomongnya udah gak Batak kali. Entahlah ya, kalau ternyata saya aja yang udah kurang banyak bergaul dengan orang batak. Tapi saudara-saudara saya yang Batak ada banyak banget tinggal di Jakarta, dan mereka udah gak kentara lagi loh bataknya kalau ngomong bahasa Indonesia.

Tapi ya sekali lagi, namanya juga review saya ini sifatnya opini, apa yang kurang pas buat saya bisa jadi lebih dari cukup buat yang lain. Kalau mau mencoba melihat sedikit isi dari buku ini sebelum repot-repot minjam di ipusnas ataupun membelinya, bisa baca sebagian isinya di wattpadnya. Untuk membacanya bisa dari browser tanpa harus login kok.

Sepertinya cukup dulu baca buku genre MetroPop nya, mau cari buku anak-anak dululah di ipusnas. Kalau ada yang punya rekomendasi, tuliskan di komentar ya.

Aplikasi Wattpad untuk Hobi Menulis dan Baca

Apa sih Wattpad? Wattpad ini sejenis social media untuk orang-orang yang mencari bahan bacaan ataupun suka menuliskan cerita. Bedanya dengan social media lain apa? Biasanya orang membuka wattpad dengan 2 tujuan: mencari bacaan atau menuliskan cerita.

Bacaan jenis apa? cerita seperti apa? Bisa apa saja. Cerita pendek, cerita bersambung, kumpulan cerita, ataupun artikel nonfiksi. Banyak penulis pemula yang memulai menulis di wattpad dalam bentuk cerita bersambung. Biasanya tulisan yang sudah diterbitkan di wattpad bisa di baca oleh pengguna wattpad lainnya. Kalau ternyata banyak yang suka mengikuti ceritanya, bisa jadi di saat tulisan selesai sudah ada penerbit yang bersedia menerbitkannya. Novel Metropop Resign! yang saya tuliskan kemarin juga salah satu buku yang awalnya dituliskan di wattpad.

Beberapa contoh kategori cerita, masih banyak kategori lainnya

Biasanya cerita-cerita yang belum selesai itu bisa kita komentari. Kalau kita mengikuti suatu cerita, kita bisa set supaya mendapatkan notifikasi ketika penulis menambahkan bagian baru dari ceritanya. Tapi banyak juga cerita yang tak kunjung selesai dan pembaca hanya bisa kecewa.

Saya tahu mengenai aplikasi ini sudah lama. Dulu cuma iseng mencoba membaca cerita yang direkomendasikan oleh aplikasi. Cerita kita bisa direkomendasikan kalau mendapat banyak respon dari pengguna lain berupa jumlah pembaca, ataupun menambahkan cerita kita ke daftar bacaan mereka. Untungnya cerita yang saya ikuti itu akhirnya selesai juga dan kabarnya dijadikan buku dengan menambahkan 1 bab baru setelah bab yang diterbitkan di wattpad. Setelah bukunya diterbitkan dalam bentuk fisik, tulisan di wattpadnya juga dihapus.

Daftar buku yang kita baca

Kebanyakan cerita bisa dibaca dengan gratis, tapi ada juga cerita yang untuk membacanya kita harus membayar. Saya belum pernah mencoba membaca cerita yang harus bayar jadi kurang tahu detailnya. Tapi kalau dilihat dari jumlah pembacanya, wow banget ada yang sampai dibaca 3 juta pengguna lainnya.

Cerita yang banyak dibaca orang bisa direkomendasikan ke pengguna lain

Salah satu contoh cerita nonfiksi yang saya temukan ketika iseng mencari hari ini ternyata buku tentang belajar bahasa Korea. Menurut penulisnya, dia hanya mengumpulkan tulisannya dari berbagai sumber dan kredit tetap ke penulis asli. Mungkin ini kira-kira sama dengan yang saya lakukan menulis seri belajar bahasa Thai di blog ini. Hmmm apa saya juga ikutan memindahkan sebagian ke wattpad ya hehehe.

Wattpad ini bisa diakses melalui browser dan ada aplikasinya juga untuk android dan iphone. Kalau kita sudah install aplikasi ini di HP kita, kita bisa mendownload cerita yang ingin kita baca ataupun menuliskan cerita kita secara offline juga.

Apakah wattpad ini hanya untuk orang yang suka menulis? kalau menurut saya wattpad ini justru lebih banyak pembacanya daripada penulis. Tapi ya cerita di wattpad ini banyak juga fanfiction dari cerita film atau buku yang ada. Kalau suka membaca berbagai cerita dan punya banyak waktu untuk itu, bisa juga coba cari-cari bacaan di wattpad. Kalau gak puas dengan akhir sebuah cerita juga bisa saja menuliskan versi cerita sendiri di wattpad hehehe.

Tapi seperti halnya dengan media sosial lainnya, tulisan yang kita tulis di wattpad ini bisa jadi suatu hari akan hilang kalau layanannya ditutup dan kita tidak punya salinannya. Dengan alasan ini, untuk sekarang saya memilih menulis di blog ini saja dulu. Mungkin kapan-kapan kalau sudah mulai bisa menulis fiksi bisa mencoba untuk menulis di sana.

Oh ya, kalau kamu rajin menulis di wattpad, bisa tulis di komentar supaya bisa dikunjungi.

Musim Perbaikan

Hari ini saya istirahat dulu dari menuliskan tentang Bahasa Thai, mau cerita tentang suatu hal yang beberapa hari ini jadi topik dalam kehidupan. Mungkin bukan cuma kami yang alami dan siapa tau namanya lagi musim. Bukan baru kali ini sih, tapi sudah beberapa kali terjadi.

Saya perhatikan, secara berkala ada yang namanya musim di mana banyak benda rusak satu persatu dan butuh perhatian, entah itu harus ganti baru atau masuk ke bengkel. Musim ini saya sebut musim perbaikan dan keluar duit banyak. Beberapa benda yang masih ada garansi biasanya bisa diperbaiki tanpa biaya, tapi namanya garansi gak bersifat selamanya kan. Nah kalau masa garansi sudah lewat, kadang-kadang ya harus bayar biaya perbaikan, atau ya bahkan ada yang ga bisa diperbaiki dan harus ganti baru.

minggu lalu harus sewa mobil karena mobil nginep di bengkel, eh hari ini mobil perlu ganti batere

Saya ga ingat di mulai dari benda apa yang rusak, tapi hari ini mobil kami tidak bisa menyala, padahal baru juga di bawa ke bengkel untuk cek rutin minggu lalu. Pemeriksaan rutin ini termasuk periksa status batere. Karena penasaran, kami cek lagi sejarah perbaikan mobil dan ternyata ganti batere terakhir itu tahun 2016 November (dan sekarang sudah Juni 2019). Sebenarnya waktu beli baterenya sudah diberitahu kalau batere mobil itu perlu diganti sekitar 2 sampai 3 tahun, bisa lebih cepat kalau ada yang kelupaan dimatikan. Nah saya cukup yakin kalau tidak ada yang dibiarkan menyala di mobil, jadi sepertinya tanpa disadari sudah waktunya ganti batere.

Nah, waktu minggu lalu bawa mobil ke bengkel, ada beberapa hal yang juga perlu diganti. Bawa mobil ke bengkel ini kami usahakan rutin paling tidak 1 kali setahun, dan untuk tahun ini karena banyak kesibukan, baru dilakukan setelah 1 tahun lebih 2 bulan. Nah niatnya untuk ganti oli dan cek rutin saja. Eh ternyata brakepad dan beberapa hal di sekitar roda ada yang perlu diganti karena sudah membahayakan. Bersihkan AC mobil juga ada beberapa hal yang perlu diganti karema sudah sangat kotor akibat musim polusi. Biaya perbaikan jadi lebih banyak dari perkiraan semula. Tapi sekali lagi kami bersyukur, kami tau hal-hal tersebut sebelum terjadi kecelakaan. Kalau sampai kejadian rem gak bekerja, aduh jauh-jauh deh.

Ada untungnya juga baterenya baru sekarang di ganti, jadi biayanya gak terasa numpuk di minggu lalu hehehe. Tadi tukang bengkelnya bilang, waktu saya datang periksa, alat periksa batere mereka sedang rusak, dan mungkin mereka juga gak memperhatikan bahwa batere kami terakhir ganti sudah hampir 3 tahun lalu. Jadi ya, walau jadi ga bisa pergi pagi ini karena mobil tidak menyala, masih mending kejadiannya ada di rumah dan bukan sedang di luar rumah (ambil positifnya aja deh).

Waktu mau acara kumpul Indonesia, tadinya mau ngeprint sesuatu, eh printer ngadat. Minggu lalu saya bawa ke service, dan karena sudah tidak ada garansi, mereka mengenakan biaya yang cukup untuk beli printer baru. Nah kalau masalah begini, akhirnya kami memilih untuk membeli printer baru saja, sekalian supaya dapat garansi lagi. Printer tersebut sudah 2 kali masuk bengkel sebelumnya, tapi waktu itu masih dalam garansi jadi ya cuma repot untuk membawa dan mengambilnya saja, dan untungnya kejadiannya tidak ketika sedang ada kebutuhan mendesak. Masalah printer ini agak dilematis, karena katanya printer terlalu banyak dipakai ya cepat rusak, tapi kalau gak dipakai tiap hari tintanya bisa beku dan menumpuk di headnya dan mengakibatkan kerusakan juga. Tapi kalau gak butuh, masa kita buang-buang kertas buat ngeprint?.

tintanya masih banyak, tapi mati total dan biaya perbaikan sudah mendekati biaya beli printer baru

Nah masih berlanjut soal perbaikan, salah satu tuts piano elektronik kami juga suaranya kencang sendiri. karena sudah lewat masa garansi, kami juga harus membayar biaya perbaikan. Untungnya perbaikannya hanya dibersihkan saja bagian dalamnya dan tidak ada bagian yang harus diganti, biaya pembersihannya juga tidak seberapa dibanding harga piano hehehe. Perbaikan piano ini juga dilakukan setelah menunda sebulan lebih.

piano sedang dibersihkan

Masalah terkunci di kamar kemarin juga salah satu contoh musim kerusakan dan butuh perbaikan. Setelah terkunci itu, kami perlu mengeluarkan semua latch dari pegangan pintu putar yang ada di rumah, dan menambah magnet untuk membuat pintu bisa ditutup. Kursi kerja Joe yang rodanya patah juga salah satu hal yang akhirnya harus beli baru. Untungnya tapi kursi yang lama ternyata bisa diperbaiki oleh tetangga kami dan dengan biaya yang tidak seberapa kami jadi tetap bisa mempergunakan kursi itu.

Beberapa waktu lalu saya juga harus mengklaim garansi harddisk. Ada beberapa harddisk Joe yang rusaknya bergantian, untuk klaim garansi harddisk ini biasaya butuh waktu, jadi kadang-kadang ya harus punya harddisk untuk membackup data sementara harddisknya diklaim. Kalau ada benda yang butuh perhatian ekstra, rasanya jadi menambah kerepotan karena harus anter ke tempat perbaikan, tapi itupun ya harus dilakukan daripada selalu harus beli baru lagi.

Sekarang ini harusnya saya juga memanggil tukang bersihkan AC, sudah setahun lebih AC tidak dibersihkan dan mesinnya terdengar mulai bekerja keras. Tapi saya masih menunggu dulu, karena rasanya lelah berhadapan dengan perbaikan demi perbaikan. Semoga gak ada hal serius juga dengan AC hehehe.

Kadang-kadang sebenarnya wajar saja mengeluarkan biaya untuk perbaikan dibanding beli baru, tapi ya kalau semua terjadi dalam waktu berdekatan rasanya jadi lebih berasa berat. Mungkin ini kenapa orang tua saya selalu mengingatkan kalau ada rejeki ekstra jangan langsung dihabiskan, karena kita tidak tau ada masa di mana kita juga punya pengeluaran ekstra.

Ada gak sih cara menghindari perbaikan ini? ya sebenarnya sama saja dengan kita manusia, semua ada umurnya. Badan kita saja kalau gak cukup istirahat bisa sakit dan butuh istirahat. Semua mesin, atau benda yang dipakai itu ada masanya perlu dibersihkan atau diperbaiki. Kalau tidak bisa diperbaiki ya butuh diganti seperti baju yang kita pakai kalau terlalu sering di cuci juga akan cepat robek dan perlu beli baru. Akhirnya yang bisa dilakukan adalah memperpanjang masa pemakaian dengan memperhatikan cara perawatannya.

Kalau sudah waktunya untuk diganti, ya mau gak mau harus dganti. Setidaknya kalaupun ada biaya yang harus keluar, kami akan mencoba merata-ratakan dengan jumlah hari pemakaian dan menganggap itulah biaya perhari nya. Biaya-biaya seperti ini ada yang jenisnya mendesak harus dilakukan segera (urusan mobil ini contoh urusan yang harus dilakukan segera, kalau ga ada kenderaan jadi ga bisa kemana-mana dengan mudah), dan ada juga yang bisa ditunda (urusan bersihkan AC masih bisa ditunda asal jangan terlalu lama). Menunda perawatan bisa dilakukan asal jangan terlalu lama, kalau tidak dirawat, bisa-bisa biaya yang dikeluarkan akan lebih banyak lagi karena misalnya harus ganti beli baru. Untuk ini, kita harus punya yang namanya dana cadangan perbaikan.

Pelajaran dari musim perbaikan kali ini adalah:

  • rawatlah barang sesuai petunjuk pemakaian
  • selalu beli barang yang bergaransi (kalau memang ada pilihan garansi), dan perhatikan kondisinya menjelang masa garansi berakhir
  • pengecekan rutin diperlukan untuk mencegah terjadinya kerusakan lebih parah di saat kita sedang membutuhkan
  • selalu punya dana untuk perbaikan, terutama untuk hal-hal yang butuh perbaikan mendesak
  • selain benda-benda, perhatikan juga untuk cek rutin kesehatan, karena kesehatan kita pun butuh perhatian lebih daripada benda-benda itu
  • tetap bersyukur dan mencari hal positif dari setiap kerusakan yang terjadi.

Tentang Trauma Masa Kecil

Tulisan hari ini masih ada hubungannya dengan ngomongin kdrama. Salah satu formula kdrama itu dalam ceritanya tokoh utamanya punya pengalaman masa kecil yang kurang menyenangkan. Beberapa kdrama terakhir yang saya tonton, selalu aja ada unsur si tokoh tidak punya memori sebelum umur tertentu. Ada yang efeknya jadi terpecah kepribadiannya, ada juga yang sering diganggun mimpi buruk, ada juga yang karena lupa sama sekali dia jadi pribadi dewasa yang baik-baik saja dan ceria.

Dari nonton kdrama dan cara mereka mendramatisir trauma masa kecil ini (ada yang umur 5 tahun, 7 tahun, atau bahkan 15 tahun). Saya terkadang jadi mikir sendiri. Bersyukur saya tidak mengingat punya trauma apapun di masa kecil, tapi kadang jadi bertanya-tanya, apa saya termasuk kategori melupakan hal-hal yang tidak menyenangkan dan hanya mengingat yang menyenangkan saja? Saya tidak bisa mengingat semua hal dengan detail dari masa kecil saya. Saya tidak ingat umur berapa saya mulai bisa naik sepeda, saya tidak ingat siapa saja nama teman bermain saya waktu masih kecil, tapi saya ingat saya dulu sering nangkapin ikan kecil-kecil diparit depan rumah hahahaha.

Respon terhadap trauma masa kecil yang saya suka dari kdrama adalah kalau mereka tidak berlama-lama dalam mode sedih, marah atau mempersalahkan orang lain. Saya lebih suka kalau ceritanya tokohnya bisa tetap bersyukur dengan keadaan sekarang walaupun masa lalunya mungkin menyedihkan. Tidak cuma di film, dalam kehidupan ini pun saya berusaha untuk tidak terlalu terpaku dengan apa yang sudah lewat dan sudah terjadi dan tetap bersyukur untuk hari ini, waktu ini, sekarang ini dan berharap hari esok dan masa depan bisa lebih baik lagi.

Jadi ingat dengan buku 10 aturan dalam hidup. Katanya hidup ini adalah pelajaran yang tidak ada habisnya. Kita akan mendapatkan pelajaran yang sama terus menerus sampai kita lulus dari pelajaran tersebut dan setiap pelajaran itu tidak bisa diskip tapi harus diselesaikan. Mungkin yang namanya trauma itu seperti pelajaran yang belum lulus juga, dan kita dinyatakan lulus kalau sudah bisa menerima dan move-on dari hal yang kita anggap trauma.

Ah ini tulisan random bener ya, bukan tulisan dari ahli-nya soal trauma hehehe. Tapi kalau dipikir-pikir, kalau kita merasa hidup ini gak maju-maju karena sesuatu di masa kecil/masa lalu, ada baiknya juga kita selesaikan dulu dan berdamai dengan masa lalu. Kalau memang kita merasa ada andil orang lain yang membuat kita jadi trauma, mungkin bisa dicoba dengan jurus memaafkan dan melupakan. Teorinya gampang yaaaa, tapi ya sebenarnya daripada kita terus menerus dalam lingkaran trauma, bukankah memaafkan itu lebih baik dan supaya kita bisa move-on juga? Kalau udah dimaafkan ya udah dilupakan, jangan tiap ada masalah kembali ke reffrein kayak lagu.

Kalau dari contoh kdrama, sepertinya tidak ingat dengan pengalaman kurang menyenangkan itu merupakan anugerah. Dengan tidak ingat dan lupa, kita tidak mengalami mimpi buruk dan tidak terus menerus dalam lingkaran masalah. Tapi ya kalau memory buruknya muncul lagi, ya diselesaikan dan menerima hal yang sudah terjadi tidak bisa diubah lagi, yang bisa kita lakukan itu ya untuk hari ini, untuk sekarang ini dan demi masa yang akan datang.

Kalau level traumanya memang sudah sangat mengganggu sampai kita merasa depresi dan tidak bisa bekerja dengan baik, sebaiknya cari bantuan ke profesional. Trauma dan depresi itu gangguan yang tidak bisa dianggap enteng dan gangguan kesehatan yang serius. Memaafkan dan move-on itu tidak selalu gampang, kadang kita butuh bantuan profesional untuk menemukan cara memaafkan dan move-on.

Udah tulisannya segini dulu, buat teman-teman di Indonesia yang sedang merencanakan mudik dan atau liburan, hati-hati di perjalanan dan selamat melepas rindu dengan keluarga dan handai tolan.