“Alice in Wonderland,” Buku Klasik Kaya Inspirasi

Setelah membaca buku klasik The Wonderful Wizard of Oz sambil mendengarkannya di audible stories, saya jadi tertarik untuk membaca Alice’s Adventures in Wonderland. Iya, walau sudah sering sekali mendengarkan ceritanya dan garis besar ceritanya, saya baru menyadari ternyata saya belum pernah membacanya secara keseluruhan.

Cover Alice in Wonderland dari Amazon Classics

Buku Alice’s Adventures in Wonderland atau yang lebih sering disingkat menjadi Alice in Wonderland ini terbit tahun 1865. Penulisnya Charles Dodgson memakai nama pena Lewis Caroll, adalah seorang matematikawan yang menyenangi dunia literasi sejak kecil. Walaupun buku ini dalam kategori buku untuk anak-anak, tapi sebagai orang dewasa, saya cukup menikmati cerita dalam buku ini dan tidak bosan membacanya berkali-kali.

Kisah Alice

Alice adalah seorang gadis berumur 7 tahun yang tidak sengaja berpetualang ke dunia ajaib setelah mengikuti seekor kelinci ke dalam lubangnya. Di dalam ceritanya, Alice berubah-ubah ukuran dan berusaha menemukan jalan kembali ke rumahnya.

Dalam ceritanya, dia bertemu dengan berbagai binatang dan tokoh lain bukan manusia tapi bisa berbicara/berkomunikasi. Cara Alice berpikir dan percakapan dengan tokoh yang dia temui sering merupakan permainan kata dan tidak selalu logis, tapi mengajak kita berpikir menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan seperti: siapa saya? atau pertanyaan mulai dari mana? dan pada akhirnya bagaimana berargumen ketika bertemu dengan seorang yang selalu berteriak: “penggal kepalanya!”

Ketika Alice bertanya ke diri sendiri siapakah dirinya

Saya yakin sebagian besar dari kita sudah tahu bagaimana akhir dari cerita ini, ketika ternyata semuanya hanya mimpi dan Alice terbangun dari mimpinya. Cerita Alice ini sudah diadaptasi menjadi film berkali-kali dan bahkan menjadi inspirasi untuk berbagai cerita lainnya. Oh ya, kalau belum pernah tahu keseluruhan ceritanya, bisa dibaca di Wikipedia, semuanya cukup detail diresumekan, walaupun menurut saya tetap lebih menarik untuk membaca/mendengarnya.

Hal yang menarik dari buku ini

Membaca buku ini, saya merasa terhibur sejak awal cerita sampai akhir dengan cara bercerita dan permainan kata yang digunakan.

Ada banyak kalimat menarik untuk dikutip

Beberapa hal yang misalnya menarik untuk disimak adalah kutipan seperti berikut ini. Pernyataan-pernyataan yang terkadang terkesan acak, tapi sebenarnya ada benarnya dan bahkan tidak perlu dijelaskan.

“‘And what is the use of a book,’ thought Alice, ‘without pictures or conversation?'”

Buku Alice ini hanya memiliki sedikit ilustrasi, tapi ada banyak sekali percakapan di dalamnya. Memang percakapan dan gambar ilustrasi di dalamnya membuat sebuah buku menjadi lebih menarik.

“It’s no use going back to yesterday, because I was a different person then.”

Kalimat ini menegaskan kalau kita tidak bisa kembali ke masa lalu, waktu itu bergerak maju dan bahkan kita sendiri pun sudah berubah dengan berjalannya waktu.

The White Rabbit put on his spectacles. “Where shall I begin, please your Majesty?” he asked.
“Begin at the beginning,” the King said gravely, “and go on till you come to the end: then stop.”

Bagian yang ini sudah tidak perlu dijelaskan lagi. Menekankan kalau lagi bingung mulai dari mana, ya jelas mulainya dari awal, lalu kerjakanlah terus sampai selesai baru berhenti.

Di aplikasi Kindle, saya menemukan juga kalimat-kalimat yang banyak dihighlight orang-orang.

Popular hightlights di aplikasi Kindle

Perdebatan permainan kata

Ada banyak sekali percakapan yang seperti berdebat seperti ini. Mereka mempertanyakan makna dari kalimat yang diucapkan yang lain, lalu mempersoalkan kalau 2 kata ditukar letaknya, bisa membuat makna berbeda dalam sebuah kalimat seperti: I see what I eat dan I eat what I see atau I like what I get dan I get what I like.

Perdebatan yang sekilas sepertinya konyol, tapi membuat saya membacanya beberapa kali dan memikirka makna masing-masing kalimat. Hal-hal sederhana begini saja bisa jadi bagian dari percakapan dan membuat buku ini terasa menarik buat saya.

Kutipan dari Bab 7

Contoh lainnya permainan kata lesson dan lessen.

Di mana membaca buku ini?

Buku klasik ini selain didengarkan di audible stories, bisa dibaca secara gratis di Project Guttenberg. Untuk mendapatkan format e-book lainnya, bisa diunduh dari Project Guttenberg juga.

Berbagai format buku Alice in Wonderland di Project Guttenberg

Kalau audible stories nantinya sudah tidak gratis lagi, untuk mendengarkan audiobooknya bisa didengarkan di librivox.

Saya membacanya juga di Kindle, karena ada di kindle unlimited dengan fasilitas audiobook nya juga. Jadi saya bisa membaca teksnya sambil mendengarkan audionya.

Buku ini bisa dibaca lebih kurang 2 jam

Sebenarnya buku ini bisa dibaca dalam waktu singkat, tidak sampai 2 jam, tapi karena saya awalnya sambil mendengarkan di audible stories dan banyak berhentinya, akhirnya saya sempat hampir lupa meneruskan mendengarkan buku ini.

Akhirnya, hari ini saya mendengarkan lagi buku ini secara keseluruhan sambil menuliskan posting ini. Mendengarkannya membutuhkan waktu lebih dari 2 jam dan hampir 3 jam, dengan alasan ini Jonathan memilih membaca bukunya tanpa mendengarkannya.

Penutup

Saya senang memutuskan untuk membaca buku Alice ini. Walau dibaca berkali-kali, setiap kalimatnya tetap terasa menarik untuk disimak. Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari buku Alice in Wonderland ini, misalnya saja:

  • Mempertanyakan siapakah saya ini?
  • Hidup dengan berorientasi masa depan
  • Selalu baca petunjuk penggunaan dan jangan makan kalau tidak tahu apa efeknya
  • Keingintahuan itu baik, tapi tetap harus berhati-hati supaya tidak jadi celaka.
  • Mempertanyakan segala sesuatu.
  • Bisa membela diri, dan tidak cepat menyerah ketika diberikan hukuman oleh pemerintah diktator.
  • Perubahan itu tidak selalu menyenangkan, tapi perubahan adalah hal yang pasti dalam hidup ini, kita yang sekarang bahkan sudah berbeda dengan kita yang kemarin.

Sepertinya cukup segini untuk hari ini. Ada banyak hal yang tidak saya tuliskan di sini. Saya merekomendasikan untuk membaca buku ini untuk mendapatkan inspirasi dan pelajaran lainnya dari buku ini.

Atau, kalau sudah pernah baca buku ini, kira-kira bagian mana yang paling menarik menurut pembaca?

Penulis: Risna

https://googleaja.com

3 thoughts on ““Alice in Wonderland,” Buku Klasik Kaya Inspirasi”

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.