Grey’s Anatomy Season 17

Serial TV terpanjang yang saya ikuti itu ya Grey’s Anatomy. Saya tidak mengikuti dari awal, tapi setelah ada beberapa season, saya menonton beberapa season sekaligus. Akhirnya sejak sekitar season 10, saya mengikuti setiap kali ada episode baru keluar.

Hari Kamis kemarin, 2 episode pertama season 17 dimulai lagi, dan hari ini saya berkesempatan menontonnya di Disney+ Hotstar (nambah langganan layanan streaming lagi deh). Hari ini saya jadi menyadari, alasan saya tetap nonton serial ini. Saya memang sudah malas mengikuti serial western yang jumlahnya puluhan episode (dan banyak season), tapi masih ada beberapa serial yang tetap diikuti dan serial ini salah satunya.

Kenapa masih nonton Grey’s Anatomy?

Seperti pernah saya tuliskan setelah menonton akhir dari Season 16 di sini, saya salut dengan tim kreatif dari serial ini. Mereka bisa bikin cerita bertahun-tahun dari sekian orang dokter dan berhasil membuat penonton seperti jadi kenal dengan perkembangan karakter dari tokoh-tokohnya. Penonton bisa ikut merasa sedih kalau ada aktor yang tidak mau terus lagi di serial tersebut dan harus menerima adanya karakter baru dalam serial tersebut. Terlepas dari adanya pergantian tokoh, tim kreatif tetap bisa membuat jalinan ceritanya terasa ada hubungannya.

Salah satu contoh cerita yang tetap ada kelanjutannya, di akhir dari episode 16, saya bisa ikut merasakan betapa tidak adilnya hidup untuk dokter yang ditinggalkan oleh suaminya dengan alasan suaminya itu memilih untuk kembali dengan istri pertamanya yang ternyata masih hidup (padahal alasan sebenarnya, aktor pemeran Alex Karev pingin pensiun dari peran tersebut).

Tim kreatif serial ini bisa menciptakan akhir episode untuk dokter tersebut tanpa membunuh karakternya dan membuka peluang untuk dokter tersebut kembali lagi jadi bintang tamu sesekali kalau dia mau. Mereka bisa menggunakan kembali beberapa cuplikan episode sebelumnya untuk membuat ceritanya terasa masuk akal. Karena memang, istrinya dulu hanya menghilang dan tidak dinyatakan meninggal.

Alasan lainnya, cerita yang diangkat dalam serial ini cukup aktual. Misalnya saja dalam pembukaan season 17 ini, mereka menayangkan 2 episode sekaligus dan mengisahkan keadaan rumah sakit Grey Sloan di bulan April 2020. Season 16 memang berakhir bulan Maret 2020, jadi mereka tetap berusaha membuat ceritanya masih berlanjut dari situasi sejak season 16 berakhir.

Dalam 2 episode pertama ini, serial ini berusaha menggambarkan perasaan setiap pihak menghadapi pandemi Covid-19. Bukan hanya perasaan dari para dokternya, tapi juga perasaan keluarga pasien dan tidak ketinggalan mereka tetap melanjutkan kisah kehidupan para dokter dalam serial ini.

Serial ini mensosialisasikan pemakaian masker sebagai protokol kesehatan di masa Covid-19 (Sumber: Buzzfeed.com)

Tidak semua bagian dari drama ini saya suka, tapi sebagian besar dialognya terasa cukup mewakili hal-hal yang pasti banyak orang merasakannya. Misalnya saja ketika seorang keluarga pasien protes dengan keluarga pasien lainnya yang mana anaknya sama-sama mengalami kecelakaan dalam sebuah kebakaran. Keluarga tersebut protes karena melihat di instagram keluarga lainnya sering mengadakan kumpul-kumpul makan bareng dan tanpa menggunakan masker dan menuduh keluarga tersebut abai dengan aturan kesehatan.

Bagian lain yang saya suka adalah bagaimana drama ini berusaha menunjukkan kalau dokter juga manusia. Mereka juga punya perasaan dan sebenarnya merasa frustasi ketika pasien yang dirawat tidak berhasil sembuh. Mereka lebih suka mengerjakan operasi yang menantang keahlian mereka daripada harus merawat pasien Covid-19 yang mana sebagian besar tidak bisa sembuh karena belum diketahui cara terbaik untuk treatmentnya pada masa itu. Belum lagi mereka harus menyampaikan kabar duka berkali-kali kepada keluarga pasien. Dan dengan situasi yang bikin frustasi tersebut, mereka juga tidak bisa bertemu dengan keluarganya karena mereka termasuk orang berisiko tinggi dan harus menjaga keselamatan keluarganya juga.

Ada juga bagian yang menunjukkan bagaimana sebagian besar dari para dokter ini sudah frustasi dengan keadaan yang ada. Mereka berteriak untuk melepaskan stressnya. Berteriak sambil mengungkapkan kekesalannya satu sama lain. Kesannya kayak lagi berantam, tapi karena tahu yang dikatakan itu benar, mereka malah jadi sama-sama mendapat manfaat dari saling berteriak. Hanya ada di dalam drama? nggak juga loh, saya yakin sebagian besar orang benar-benar butuh mengeluarkan rasa frustasi dengan meneriakkannya.

Grey Sloan Memorial Hospital April 2020

Episode 1 dan 2 dari season 17 ini merupakan cross over dari Serial Station 19. Saya tidak mengikuti serial tersebut, tapi di awal episode 1 terlihat bagaimana Dr. Bailey menggunakan masker dan faceshield mengungkapkan rindunya dari jauh kepada suaminya yang merupakan petugas pemadam kebakaran sebagai first reponder yang mengantarkan pasien ke Grey Sloan Memorial Hospital. Mereka tidak bisa saling bertemu seperti biasa karena apa? karena masing-masing punya resiko pekerjaan yang tinggi terkena Covid-19, karenanya mereka pun harus menjaga jarak walau mereka suami istri.

Dalam 2 episode pertama ini banyak disebutkan protokol kesehatan di masa pandemi, termasuk menjaga jarak dan pemakaian masker. Rumah sakit Greys Sloan juga diceritakan menjadi rumah sakit khusus merawat pasien Covid-19 dan tidak menerima pasien non-Covid yang akhirnya harus menerima juga karena rumah sakit lain mulai penuh dan mereka pun harus menerima pasien non covid. Ceritanya cukup mewakili situasi di bulan April 2020 kan.

Rumah sakit juga mulai mengalami masalah dengan kekurangan alat pelindung diri berupa masker N95 dan perlengkapan lainnya. Mereka berusaha memesan, tapi yang datang tidak sesuai harapan. Disebutkan juga akhirnya mereka berusaha mencari akal supaya bisa menggunakan kembali masker yang ada yang seharusnya hanya sekali pakai. Beberapa dokter juga digambarkan memilih untuk tetap memakai maskernya yang lama sampai karetnya juga putus.

Saya melihat 2 episode pertama Grey’s Anatomy Season 17 ini jadi seperti sosialisasi pemakaian masker dan protokol kesehatan. Bahkan bagaimana tepukan tangan bisa menjadi mood boster untuk para tenaga kesehatan. Sayangnya, setelah beberapa bulan berlalu, sepertinya tepukan tangan untuk tenaga kesehatan sudah tidak ada lagi. Tapi saya yakin, masih banyak yang tetap mendoakan para tenaga kesehatan yang setiap hari menjadi orang yang berisiko tinggi merawat pasien Covid-19.

Patrick Dempsey jadi Cameo

Beberapa teman saya yang mengikuti serial Grey’s anatomy berhenti menonton setelah Mr. McDreamy alias Dr. Shepherd yang menjadi pasangan Meredith dikisahkan tewas karena kecelakaan. Sepertinya, tim kreatif mendengar permintaan para pemirsa untuk mendatangkan Patrick Dempsey sebagai bintang tamu di serial ini. Di akhir episode 2 digambarkan Meredith ditemukan pingsan, lalu ditunjukkan Meredith bertemu dengan Derek di pantai.

Bagaimana kelanjutannya? Apakah Meredith terkena Covid-19 atau hanya kelelahan. Apakah mimpinya artinya Meredith akan meninggal dan Season 17 akan menjadi Season terakhir dari serial ini? Saya juga tidak tahu hehehe. Serial ini memang sudah sangat panjang. Pemainnya saja dari usia masih muda sampai terlihat sudah mulai menua.

Patrick Dempsey di akhir episode-2 dan kemungkinan masih akan ada di episode 3

Setiap drama pasti akan ada akhirnya. Serial ini bertahan sampai 17 Season saja sudah cukup hebat. Saya tidak tahu bagaimana mereka tetap berani untuk melakukan syuting di masa pandemi begini. Untuk 2 episode pertama dan mungkin beberapa episode berikutnya, kemungkinan mereka tetap akan banyak menggunakan masker dalam ceritanya.

Tapi dalam beberapa scene, ada juga ditunjukkan mereka tidak menggunakan masker, dan cukup berdekatan. Saya sampai bertanya-tanya sendiri, kenapa mereka berani ya tidak jaga jarak demi syuting serial ini, apalagi di Amerika jumlah orang yang terkena setiap harinya cukup tinggi. Mungkin gak sih mereka melakukan test swab sebelum proses syuting dimulai, lalu mereka melakukan karantina bersama alias tidak pulang ke rumah masing-masing sampai semua episode selesai.

Mudah-mudahan saja semua pekerja kreatif di industri film, yang memberikan hiburan untuk pemirsa yang harus di rumah saja, tetap memperhatikan protokol kesehatan dan tidak malah jadi korban dari pandemi ini. Bukan hanya di serial Greys Anatomy ini saja, tapi juga di semua serial lainnya (termasuk serial drama Korea, hehehe).

Harapan terakhir tentu saja semoga pandemi cepat berlalu. Supaya kita bisa travelling lagi dan lebih tenang ketika beraktifitas.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.