Tentang Drama Korea

Tulisan kali ini saya tidak secara khusus mereview drama Korea tertentu, cuma mau menuliskan kesan-kesan setelah menonton sekian banyak TV Seri K drama. Saya gak tahu persisnya udah nonton berapa banyak, soalnya belum pernah menuliskan listnya (kapan-kapan tulis listnya kalau mau nulis review satu persatu hahahaha).

Dulu, jaman teman-teman saya pada ramai  ngomongin drama Korea, saya ga ikutan karena kalau dengar cerita mereka kesannya K-drama isinya romance doang. Tapi mungkin juga mereka dulu nontonnya emang yang genre romance doang ya. Dulu alasan ga nonton selain belum tertarik, ga ada waktu, juga ga mau beli /nyewa CD, sedangkan yang diputar di TV yang saya ingat cuma Meteor Garden dan ini bukan K-drama.

Beberapa waktu lalu, waktu iseng-iseng liat di Netflix, saya gak sengaja melihat serial Boys Over Flowers yang katanya versi koreanya Meteor Garden. Awalnya cuma pengen lihat apakah mereka cuma beda pemeran dengan cerita yang sama persis, atau mereka adaptasi sendiri. Ternyata walau garis besarnya sama, tapi karena saya nonton Meteor Gardennya udah lama banget, ya akhirnya saya keterusan juga nontonnya hahaha.

Beberapa judul yang populer memang terkenal karena aktor dan aktrisnya. Saya lupa apa serial berikut yang saya tonton, tapi beberapa serial awal yang saya tonton jalan ceritanya hampir bisa ditebak. Akan ada kilas balik, ada amnesia, ada yang kalau ketemu berantem mulu terus akhirnya jadi pasangan, ada cinta beda latar belakang ekonomi, dan kebanyakan walau awalnya jalan ceritanya berjalan dengan cepat, di tengah-tengah akan ada beberapa episode yang jalan ceritanya terasa lambat sekali dan banyak kilas balik dari episode-episode sebelumnya dan akhirnya semua diselesaikan secara terburu-buru di episode terakhir.

Udah tau pattern kayak gitu tapi tetep aja ya ditonton, salah siapa coba hahaha. Saya akhirnya sempat berhenti nonton karena mulai bosan dengan cerita yang gitu-gitu aja. Tapi ternyata setelah berhenti beberapa lama, saya menemukan serial kdrama yang jalan ceritanya ga cuma kisah cinta.

Salah satu kdrama yang topiknya hampir ga ada kisah cintanya itu seri yang tayang di Netflix Life. Ceritanya seputar konflik politik  antara manajemen di rumah sakit yang berorientasi profit dengan dokter yang berorientasi menyelamatkan pasien. Biasanya saya menonton kdrama yang sudah selesai seasonnya, serial Life ini salah satu yang saya tonton waktu masih harus menunggu 2 episode per minggu. Walaupun ceritanya berlangsung di rumah sakit, tapi tidak banyak cerita mengenai penyakit pasien tertentu. Kalaupun ada diceritakan soal pasien, karena pasien itu ada hubungannya dengan konflik kepentingan yang terjadi.

Salah satu seri yang saya tonton mengangkat cerita seorang pria terkena kanker payudara. Sebelum nonton film ini saya gak pernah tahu (dan seperti dikisahkan di film ini kalau kebanyakan orang gak pernah tahu) kalau pria juga bisa terkena kanker payudara. Dalam serial ini diceritakan mulai dari simptom awal, pemeriksaan awal, treatment yang dijalani sampai reaksi orang-orang ketika mengetahui seorang pria terkena kanker payudara. Walaupun ada kisah cintanya, film ini jadi bisa memberi edukasi juga supaya kita lebih aware dengan penyakit ini. 

Ide cerita yang juga menarik mengenai seorang yang punya kepribadian ganda dan jatuh cinta pada wanita yang sama. Walaupun penyelesaian ceritanya menurut saya gak masuk akal, tapi cukup menark melihat 1 aktor memerankan 2 karakter yang sangat berbeda. Dalam serial ini diceritakan juga mengenai hypnotis itu bukan sihir tapi science. Ada bagian cerita dimana psikiater bisa menghipnotis orang secara massal dengan bunyi atau benda tertentu. Saya kurang tahu mengenai hipnotis, tapi saya jadi ingat dengan banyak cerita kejahatan dimana pelakunya menghipnotis korban sehingga tanpa sadar memberikan uang atau transfer atm dan sebagainya. Tapi di film itu disebutkan, biasanya orang bisa terhipnotis kalau yang dihipnotis menaruh kepercayaan ke orang yang menghipnotisnya. 

Ada juga kdrama bercerita mengenai seorang spy yang sedang dalam pelarian lalu menjadi baby sitter tetangganya. Film ini menarik karena ada actionnya juga dan ibu-ibu komplek yang sangat canggih dalam mencari informasi. Jadi walaupun film ini berkisah mengenai agen rahasia, tapi banyak unsur komedinya juga jadi terasa lebih ringan, jangan dibandingkan dengan film Mission Impossible.

Walaupun sejak menonton Life saya bertekat ga akan menonton kdrama yang masih on-going, tapi ya kadang-kadang kalau lihat trailernya menarik saya akhirnya nonton juga tuh episode pertamanya untuk menentukan akan meneruskan menonton atau tidak. Sekarang ini sedang tergoda nonton Memories of the Alhambra. Film ini menarik karena walau saya sebelumnya ga tau apa itu Alhambra, di mana itu kota Granada, tapi karena dikisahkan tokohnya bermain game dengan augmented reality yang dilihat menggunakan contact lens dan adegan berantem melawan tokoh-tokoh yang muncul secara virtual. Entah kenapa malah teringat game pokemon hahaha. Sekarang ini baru ada 4 episode, dari 2 episode yang sudah ditonton, di akhir episode selalu ada hal yang bikin penasaran. Sepertinya saya akan menunda dulu menonton film ini sampai selesai di bulan Januari nanti (daripada saya penasaran tiap minggu hahaha).

Ada banyak alasan orang nonton k-drama, tapi buat saya ide ceritanya paling menentukan dibanding aktor dan aktrisnya. Biasanya trailer dan episode pertama bisa menentukan apakah filmnya cukup menarik atau tidak untuk ditonton. Kalau di episode pertama saja ceritanya sudah bertele-tele dan lamban, sudah pasti gak akan saya terusin hehehe. 

Kalau ada rekomendasi film (terutama k-drama) yang jalan ceritanya menarik, bagi-bagi judulnya ke saya ya hehehe.

Tentang Serial TV

Awalnya pingin menuliskan review TV Seri yang pernah ditonton, tapi bingung mau mulai dari mana (saking banyaknya). Dan karena kepikiran banyak hal mengenai cerita-cerita dalam Serial TV, saya kali ini cuma pengen cerita-cerita aja secara umum mengenai berbagai TV Seri yang pernah saya tonton.

Sejak kenal dengan Joe, kami banyak menonton Serial TV bersama-sama, genrenya biasanya mulai dari science fiction, horror, action sampai comedy. Cuma 1 genre yang gak ditonton sama Joe: drama yang sedih atau terlalu dekat ceritanya dengan dunia nyata. Alasannya: nonton itu buat hiburan, jadi gak mau nonton kalau ceritanya sedih hehehe. Saya suka nonton drama, tapi syaratnya boleh aja ceritanya sedih tapi akhirnya harus bahagia hahahaha. Kadang-kadang tapi kalau bagian filmnya terlalu sedih, saya gak terusin karena saya juga males nonton orang sedih melulu, apalagi tipe cerita sedih ditindas dan gak melawan.

Sejak saya gak bekerja, saya mengikuti lebih banyak Serial TV dibandingkan Joe hehehe. Sejak langganan NETFLIX, tambah banyak lagi serial TV yang diikuti hehehe. Awalnya saya lebih banyak mengikuti serial TV berbahasa Inggris. Pernah mengikuti Telenovela tapi udah lupa, jadi gak akan dibahas. Mengikuti kategori di NETFLIX, di posting ini saya akan bahas serial TV Western (berbahasa Inggris) dan serial TV Asia. 

Hal-hal mengenai TV Seri Barat

  • TV Seri bisa berupa pengembangan dari cerita di layar lebar, bisa juga dari TV Seri kemudian di filmkan di layar lebar. Kadang-kadang aktornya sama, kadang berbeda (tergantung bayarannya kayaknya hehehe).
  • TV Seri biasanya tentu saja lebih dari 1 episode. Sedangkan layar lebar kalaupun ada sambungan ceritanya mereka bikin sequel atau prequel.
  • TV Seri kadang-kadang bisa sampai ratusan episodes, dengan cerita yang tak kunjung habis. Beberapa TV Seri yang saya ikuti yang lebih dari 10 season misalnya Bones dan Grey’s Anatomy.
  • Dalam 1 season TV seri, jumlah episodenya bervariasi, rata-rata lebih dari 10 episode.
  • Cerita dalam TV Seri tidak selalu seru untuk setiap episodenya, ada kalanya ceritanya terasa membosankan seperti filler buat memperbanyak jumlah episode saja.
  • Dalam TV Seri, semakin banyak jumlah seasonnya, pemeran awal (original cast) biasanya semakin sedikit dan digantikan dengan tokoh-tokoh baru.
  • Beberapa TV Seri tidak selalu bersambung antar episodenya, tapi akan ada beberapa hal yang terkait dengan episode sebelumnya menjadi tema besar dalam 1 season. Contoh TV Seri yang tidak selalu ada hubungannya: Dr. Who, dan McGyver. 
  • Beberapa serial TV, kalau diketahui akan ada season berikutnya akan mengakhiri sebuah season dengan cerita yang menggantung. Untuk serial yang tidak diperpanjang, umumnya mereka akan menyelesaikan cerita semua bahagia.

Belakangan ini, saya juga mengikuti beberapa TV Seri Asia (Thai, Jepang, Korea). Saya perhatikan, perbedaan yang paling signifikan dengan dari serial TV Asia dibandingkan produksi Barat adalah:

  • Biasanya hanya ada 1 atau 2 season. 
  • Setiap seasonnya tidak lebih dari 30 episode.
  • Jalan ceritanya seperti cerita bersambung, hampir setiap akhir episode bakal bikin kita penasaran buat menonton lanjutannya. Dengan alasan ini, saya lebih memilih menonton serial TV yang sudah complete, biar ga penasaran nunggunya.
  • Dari beberapa seri asia yang saya tonton cuma ada 1 yang sad ending, sisanya happy ending. Sebenarnya dari awal saya sudah tahu bakal sad ending, tapi saya tonton juga karena aktornya terkenal hahaha.

Beberapa jalan cerita dalam TV Seri terasa mengada-ada, tapi kadangkala mereka juga berusaha mengangkat cerita dari isu yang sedang hangat dibicarakan di dunia nyata. Belakangan ini saya lebih suka nonton drama asia karena ceritanya ga terlalu banyak sampai ratusan episode hehehe. 

Gimana dengan sinetron Indonesia? masuk kategori mana? aduh kalau itu sih saya ga bisa komen, karena saya ga pernah nonton lagi. Tapi kalau dari jumlah episodenya, ada juga yang seperti Serial TV Barat. Duluuuuuu pernah juga menonton beberapa sinetron, tapi seperti halnya telenovela, saya sudah lupa judulnya dan jalan ceritanya hahaha. Sekarang sih udah ga minat ngikutin sinetron Indonesia, karena adegannya terkadang penuh delikan mata dan perpindahan wajah dengan cepat yang bikin sakit kepala menontonnya hehehe. Eh tapi, kalau ada yang bisa rekomendasi sinetron Indonesia, boleh deh ntar dicoba tonton, siapa tahu sekarang sinetron Indonesia udah meningkat kualitasnya mengikuti TV Seri Korea hehehehe.

Review TV Series Numberjacks

Hari ini mau mereview salah satu tontonan yang sering ditonton sama anak-anak. Awalnya nemu ga sengaja dari youtube, waktu itu mencari cara supaya Jonathan merasa lebih fun untuk belajar math facts, eh ternyata malah dapat serial yang sifatnya bukan cuma mengajarkan mathfacts saja.

Serial numberjacks merupakan animasi komputer yang disisipkan ke dunia nyata. Tokoh utama yang akan menyelesaikan permasalahan   adalah karakter animasi nomor mulai 0 sampai 9 dengan cara matematis. Seri ini asalnya dari UK, tapi bahasa Inggrisnya ga british-british amat. Kami biasanya memberikannya random kadang-kadang berdasarkan nomor yang akan jadi pahlawan. Satu episodenya sekitar 15 menitan, tapi ya di YouTube kadang sudah digabung misalnya semua episode untuk numberjacks nomor 4 dan 5.

Lanjutkan membaca “Review TV Series Numberjacks”

Review serial film kartun untuk anak-anak

Saya dan Risna tidak anti dalam memberikan tontonan untuk anak-anak, asalkan mereka dipandu ketika menonton (ini sebabnya kenapa saya tahu ceritanya). Sampai saat ini kami tidak memasang TV, tapi memberikan film di TV melalui media player (menggunakan Kodi di Raspberry Pi). Tidak banyak serial yang ditonton Jonathan sampai saat ini, jadi review ini akan membahas 4 serial saja.

Daniel Tiger’s Neighborhood

Daniel_Tiger's_Neighborhood_character

Menurut saya ini serial yang sangat bagus. Serial Daniel Tiger Neighborhood didasarkan pada acara almarhum Mr Roger, tokoh edukasi yang terkenal karena kebaikannya dan kesuksesannya membuat acara televisi yang mendidik.

Serial ini tidak akan membuat Jonathan melompat-lompat, karena ceritanya pelan dan tenang. Ceritanya banyak mengajarkan hal-hal sederhana, bagaimana menghadapi berbagai situasi, bagimana mengatur emosi. Kartun ini sifatnya musikal, sangat cocok untuk Jonathan yang suka mengingat musik.

Lanjutkan membaca “Review serial film kartun untuk anak-anak”

Time is Money

Gak berasa udah masuk bulan ke 2 tahun 2012, niat rajin posting blog cuma bertahan beberapa hari *sigh*. Jadi inget film in-time yang ditonton beberapa waktu lalu.

Ide cerita ini bener-bener menggambarkan waktu adalah uang. Setiap orang secara genetik diset mempunyai count down timer sejak mereka berumur 25 tahun. Mereka ga akan bertambah tua lagi secara fisik dan semua orang tetap keliatan awet muda selama bisa menjaga timernya ga jadi nol. Begitu timernya nol maka orang itu akan mati seperti terkena serangan jantung. Orang bekerja dibayar dengan waktu. Jadi sejak umur 25 tahun orang harus mulai bekerja untuk dapat menambah umur plus bisa membeli segala kebutuhan. Harga-harga semua dibayar dengan waktu. Misal: beli kopi 2 menit hidup berkurang, bayar bus 2 jam waktu hidup berkurang, bekerja beberapa jam sehari dibayar dengan penambahan waktu hidup sekian jam. Kebayang ga kalau misal tiket pesawat dibayar dengan pemotongan hidupmu 1 bulan kira-kira bakal mau ga terbang kemana-mana?

Seperti halnya dengan uang, di film itu waktu adalah currency (nilai tukar). Jadi orang kaya bisa bersantai-santai karena bisa hidup “selamanya” kecuali ditembak mati atau ditabrak mobil. Tapi orang miskin atau pas-pasan harus berpacu dengan waktu kalau masih ingin hidup. Kebanyakan orang bekerja hari demi hari demi menyambung hidup. Kalau tidak bekerja yaaa ga bisa hidup (kecuali dapat transferan dari orang yg bekerja setiap harinya).

Setelah menonton film itu harusnya saya lebih menghargai waktu. Saya menghabiskan beberapa menit mengetikkan posting ini di hp (sambil nungguin anak bobo) demi mengingat niat posting lebih rajin dan pesan moral dari film in-time. Dan harapan saya, tulisan ini bisa menggugah para pembaca untuk juga lebih menghargai waktu dan ga terlalu lama online di internet hehehe.

The Dark Knight

Saya bukan penggemar pahlawan bertopeng, saya bukan juga penggemar Batman. Saya selalu heran kenapa Batman bisa digolongkan super hero. Dia bahkan di tolak oleh kota kelahirannya Gotham. Batman ini seperti halnya Iron Man yang adalah manusia biasa, kaya raya dan punya uang banyak untuk memanfaatkan teknologi dan menjadi kuat layaknya superhero yang dari lahir sudah punya kekuatan super.

Walaupun demikian, saya kasih bintang sebanyak-banyaknya untuk film The Dark Knight. Film ini layak tonton dan menurut saya keren banget. Ceritanya keren, akting para tokohnya keren, spesial efeknya keren, bahkan konflik yang diciptakan juga keren. Pesan moralnya juga ada dan dalem banget.

So..tunggu apa lagi, kalau mencari hiburan untuk ditonton weekend ini, ataupun menunggu hari nomat. Jangan ragu jangan bimbang, tonton aja film ini. Oh iya, kalau mau liat trailernya silahkan, tapi sebaiknya jangan cari sinopsisnya sebelum menonton biar ceritanya lebih seru aja pas nonton. Selamat menonton!

Hellboy 2 : The Golden Army

Kemarin nonton Hellboy 2. Film ini bisa dibilang tidak ada hubungannya yang terkait erat dengan film Hellboy sebelumnya. Jadi tidak ada alasan untuk tidak menontonnya hanya karena belum menonton film sebelumnya dan buat yang suka dengan aksi Hellboy yang pertama, sudah tentu film ini wajib buat Anda.

Film ini menarik karena menggabungkan banyak hal dalam 1 kemasan. Dari segi cerita film ini cukup pintar mengemas cerita cinta, konflik antara keluarga, legenda, pertarungan 1 lawan banyak (yang mustahil bisa dikalahkan) dan tentunya dengan creature-creature unik dan punya sejumlah keistimewaan yang tidak dikategorikan sebagai manusia.Oh iya hampir lupa, ada bagian ‘teknologi’ juga. Walaupun tokoh "pahlawan" ini berasal dari neraka, tapi digambarkan dia bertugas memihak manusia dan seperti manusia biasa. Dan tentunya tokoh Hellboy masih bersama teman-temannya yang ada di film pertama.

Seperti biasa, saya tidak bisa menuliskan sinopsis cerita tanpa kemungkinan menjadi spoiler. Untuk menghindari hal tersebut, maka untuk Anda yang ingin tau ceritanya tentang apa sih? Golden Arymy itu apa sih ya silakan saja  dilihat di situs resminya yah 🙂 Tapi kalau ditanya layak tonton ga? maka jawabnya tentu saja YA.