Grey’s Anatomy Season 17

Serial TV terpanjang yang saya ikuti itu ya Grey’s Anatomy. Saya tidak mengikuti dari awal, tapi setelah ada beberapa season, saya menonton beberapa season sekaligus. Akhirnya sejak sekitar season 10, saya mengikuti setiap kali ada episode baru keluar.

Hari Kamis kemarin, 2 episode pertama season 17 dimulai lagi, dan hari ini saya berkesempatan menontonnya di Disney+ Hotstar (nambah langganan layanan streaming lagi deh). Hari ini saya jadi menyadari, alasan saya tetap nonton serial ini. Saya memang sudah malas mengikuti serial western yang jumlahnya puluhan episode (dan banyak season), tapi masih ada beberapa serial yang tetap diikuti dan serial ini salah satunya.

Lanjutkan membaca “Grey’s Anatomy Season 17”

Kdrama: “The Greatest Love”, Bersakit-sakit Dahulu, Bersenang-senang Kemudian

Drama “The Greatest Love” ini merupakan drama terbaik di tahun 2011. Saya baru menontonnya di tahun 2020 karena tentu saja tahun 2011 saya belum menjadi penonton Kdrama.

Poster “The Greatest Love” dari Wikipedia

Selesai menonton drama ini, saya pikir bisa sekalian nih mereview drama dan menghubungkannya dengan topik tulisan kokoriyaan 26 bersama teman-teman di grup drakor dan literasi tentang artis multitalenta atau serba bisa.

Ceritanya

Drama ini berkisah tentang seorang wanita Gu Ae-jung (diperankan oleh Gong Hyo-jin) yang pernah menjadi idol dan merupakan anggota paling tenar dari girl band yang dia ikuti. Tapi karena satu dan lain hal, grup mereka bubar dan karena dia yang meminta grupnya bubar, maka pemirsa jadi membenci dia. Biasa banget ya, dari yang dicintai dan paling populer jadi yang paling dihujat oleh pemirsa.

Lanjutkan membaca “Kdrama: “The Greatest Love”, Bersakit-sakit Dahulu, Bersenang-senang Kemudian”

A Series of Unfortunate Events

Memikirkan hal-hal yang terjadi di 2020 di mana banyak kejadian yang tidak nenyenangkan datang silih berganti, saya jadi teringat dengan buku anak yang saya tonton filmnya di tahun 2004 dan sudah pula menjadi serial TV oleh Netflix yang berjudul A Series of Unfortunate Events.

Saya belum membaca bukunya, waktu itu pernah membeli buku versi bahasa Indonesianya, tapi kami tinggal di Indonesia. Saya tidak berhasil menyelesaikan membaca bukunya, karena dari awal ceritanya banyak kejadian menyedihkan.

Biasanya, buku anak-anak itu diberikan akhir yang membahagiakan, atau kisah yang menyenangkan. Tapi, buku ini berbeda. Dari judulnya dan dari bagian awal buku ini, sudah diberitahukan kalau mencari kisah yang membahagiakan, jangan baca buku tersebut.

Oh ya, karena ingat dengan buku tersebut, saya juga jadi ingat dan memulai menonton serialnya di Netflix. Serialnya di Netflix juga cukup menarik dan dari dialognya, saya merasa seakan-akan sedang dibacakan bukunya.

Lanjutkan membaca “A Series of Unfortunate Events”

Drama Korea yang Sudah Ditonton

Dari dulu berencana bikin daftar drama yang sudah ditonton, biar ingat mana yang sudah direview dan mana yang belum. Nah kali ini mumpung ingat, baiklah saya coba mulai mendaftarkan dramanya.

Berhubung waktu mulai menonton ada yang ditonton agak random (dan waktu itu belum bisa bedakan siapa pemainnya), kemungkinan ada yang terlupakan udah ditonton, bahkan kadang-kadang ingat judulnya sudah ditonton, gak ingat akhir ceritanya gimana. Saya ingatnya cuma berakhir bahagia dengan baik atau akhir yang tidak masuk akal dan mengecewakan dan terburu-buru.

Buat saya, kadang-kadang menentukan memulai nonton Kdrama itu juga tergantung banyak hal, antara lain:

  • tergantung mood pas baca ringkasan ceritanya
  • rekomendasi Netflix berdasarkan yang sudah saya tonton sebelumnya
  • direkomendasikan teman
  • asal milih berdasarkan klip yang dilihat sekilas
  • drama yang sedang ramai dibicarakan dan cukup menarik episode pertamanya
  • rasa penasaran dengan drama yang mendapatkan baeksang award
  • drama yang pemerannya dari drama yang sudah ditonton sebelumnya

Awalnya, seperti kebanyakan orang yang tidak bisa membedakan wajah-wajah aktor dan aktris Korea, saya juga tidak bisa membedakan mereka. Lalu, setelah menonton beberapa judul drama, akhirnya mulai mengenali namanya.

Belakangan, setelah mengenal namanya dan aktingnya cukup berkesan di drama sebelumnya, saya akan mencoba mencari dramanya yang lain. Dan sekarang, saya jadi mulai bisa mengelompokkan drama yang sudah saya tonton berdasarkan para pemainnya.

Daftar ini bukan urutan dalam menontonnya, tapi hanya sekedar catatan dan bagaimana akhirnya ketemu dengan drama-drama tersebut. Saya akan memberikan tautan ke tulisan saya kalau drama tersebut sudah pernah saya tulis reviewnya. Tulisan ini kalau ingat akan saya tambahkan tautan kalau suatu saat dramanya saya review.

Review terbanyak itu dari serial Ghost/Phantom (2012), karena Joe ikut nonton dan dia menuliskan tentang sudut pandang hackingnya. Ini satu-satunya drakor yang ditonton Joe dan bukan saya yang ngasih usulan hehe.

Lanjutkan membaca “Drama Korea yang Sudah Ditonton”

Hospital Playlist – Persahabatan Dokter yang Juga Ngeband

Drama Hospital Playlist (2020) ini baru berakhir akhir Mei 2020 lalu. Ceritanya berkisah tentang 5 orang dokter yang saling mengenal sejak sama-sama kuliah kedokteran. Persahabatan mereka dimulai dengan hobi mereka membentuk grup band dan juga karaoke-an.

Setelah lulus dan menjadi dokter spesialis (dengan keahlian yang berbeda-beda), 20 tahun kemudian mereka bekerja di rumah sakit yang sama.

Persahabatan 20 Tahun Kemudian

Masa mahasiswa kedokteran, hobi ngeband dan karaokean bareng (Sumber: tvN)

Awalnya, saya pikir Hospital Playlist ini seperti cerita dokter-dokter di kisah Kdrama The Doctors (2016), Doctor Romantic (2016), atau cerita yang berfokus pada kisah dokter dalam menyelamatkan pasiennya. Ternyata saya salah! Cerita kehidupan dokter itu ga cuma berpusat pada masalah pasien saja.

Lanjutkan membaca “Hospital Playlist – Persahabatan Dokter yang Juga Ngeband”

Kdrama Harus Berakhir Bahagia

Hari ini ngomongin Kdrama lagi, topik lanjutan dari nulis bareng teman-teman di grup drakor dan literasi. Hari ini mau menceritakan jenis Kdrama yang paling sering saya pilih sebelum menentukan apakah akan menonton sebuah drama atau tidak.

Seperti halnya film produksi manapun, sebenarnya semua jenis genre ada di drama Korea. Tapi, buat saya menonton Kdrama ini tergantung mood. Tapi biasanya butuh yang ceritanya menarik, menghibur, plotnya tidak bertele-tele dan jalan ceritanya juga tidak harus bikin kening berkerut memikirkan kenapa tiba-tiba ada scene tersebut.

Singkat kata saya biasanya mencari genre komedi romantis. Perkara apakah ada tambahan fantasi, aksi, ataupun cerita mistis di dalamnya selama ceritanya disajikan dengan alasan yang dibuat semasuk akal mungkin, ya masih oke-oke saja.

Kebanyakan orang mengira, penggemar drama Korea hanya mencari cerita romantisnya saya, lalu terbuai dengan halusinasi terhadap pemerannya. Wajah tampan bukan jaminan ceritanya menarik untuk dinikmati. Tidak semua genre komedi romantis juga menarik untuk ditonton. Cerita melodrama yang kira-kira berakhir tidak bahagia sudah pasti tidak akan masuk dalam daftar tontonan saya.

Ada begitu banyak Kdrama baru setiap bulannya. Tidak mungkin juga menonton semuanya. Biasanya sih selain tergantung mood saat memilih tontonan, selain lihat genre, lihat aktornya, plot ceritanya, dan menebak-nebak apakah akhirnya akan bahagia atau tidak.

Hidup ini sudah banyak masalah, nyari tontonan ya jangan yang nambah masalah. Kdrama itu harus berakhir bahagia. Walau kenyataannya, tidak semua Kdrama berakhir bahagia.

Lanjutkan membaca “Kdrama Harus Berakhir Bahagia”

Nonton Kdrama, Bayar atau Bajak?

Ngomongin nonton film atau serial TV, dari jaman dulu saya sudah tahu ada banyak cara para pemirsa untuk menyalurkan hobi menontonnya. Sejak jaman DVD sampai jaman internet film dan drama tersedia yang resmi maupun bajakan.

Ada yg memilih membeli DVD resmi tapi artinya harus menunggu lama sampai sebuah drama selesai tayang seluruh episode dalam 1 season di TV baru diproduksi DVD nya. Tapi ada juga yang memilih untuk menonton versi bajakannya walaupun kualitasnya kurang memuaskan.

Sekarang ini sudah bukan jaman DVD, teknologi para pembajak juga makin canggih. Tapi yang banyak tidak diketahui oleh pemirsa, kalau memang suka menonton, lebih baik cari versi berbayar daripada versi bajakan.

Beberapa alasan kenapa sebaiknya tidak mencari dari sumber ilegal (selain masalah etika dalam menghargai hasil karya orang lain):

  • Kualitas gambar tidak selalu bagus untuk dilihat.
  • Ada film yang tidak sinkron antara suara dan gambar, hal ini mengganggu kenyamanan menonton.
  • Subtitle film bajakan juga sering memberi makna yang salah atau tidak enak dibacanya.
  • Ada kemungkinan file bajakan yang didownload disusupi virus atau malware.
  • Menonton streaming dari website ilegal juga banyak jebakan iklan yang mengarah ke situs-situs porno.

Ada banyak cara menonton Kdrama yang legal. Bisa gratis atau membayar dengan jumlah yang sebenarnya tidak terlalu mahal dibandingkan mahalnya membayar kuota internet. Sebelum memutuskan mau menonton dari web streaming yang mana, pastikan Anda punya kuota internet yang lebih dari cukup.

Lanjutkan membaca “Nonton Kdrama, Bayar atau Bajak?”